cover
Contact Name
Ferry Purnama
Contact Email
jurnalkharis@gmail.com
Phone
+6285959999152
Journal Mail Official
jurnalkharis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Mekar Laksana no 8, Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi
ISSN : 27226433     EISSN : 27226441     DOI : -
Fokus dan Scope Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi adalah: Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Kontemporer, Teologi Praktika, Teologi Pastoral, Teologi Kontekstual
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER" : 21 Documents clear
Tindakan Gereja untuk mencegah Perpindahan Jemaat ke Gereja lain Pasca Pandemi Tanti, Yuni
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.110

Abstract

The main discussion in writing this article is that the author wants to convey some of the causes of post-Covid congregation movements and provide solutions for churches in dealing with congregations that move between churches. Apart from explaining these matters, it is hoped that this article will also serve as an effort to minimize congregations from changing churches and what churches can do to prevent this from happening. It is hoped that churches and congregations can respond positively to new things during a pandemic in the increasingly rapid development of technology. The research method in this writing is to collect literature related to the descriptive method. The conclusion is that the congregation can be committed within the local church and it is important to note that the church can be more creative in making internal activities so that a good bond is built between the church and the congregation.Pembahasan utama dalam penulisan artikel ini adalah penulis ingin menyampaikan beberapa penyebab dari perpindahan jemaat pasca Covid dan memberikan solusi bagi gereja didalam menghadapi jemaat yang berpindah-pindah gereja. Disamping menguraikan hal-hal tersebut, artikel ini sekaligus diharapkan sebagai upaya meminimalis jemaat untuk berpindah-pindah gereja dan apa yang dapat gereja lakukan supaya hal itu tidak terjadi. Diharapkan supaya gereja dan jemaat dapat meresponi secara positif terhadap hal-hal yang baru pada saat pandemi didalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Metode penelitian dalam penulisan ini adalah mengumpulkan literatur yang terkait dengan metode deskriptif. Kesimpulannya adalah Jemaat dapat berkomitmen didalam gereja lokal dan penting diperhatikan agar gereja dapat lebih kreatif didalam membuat kegiatan-kegiatan internal sehingga terbangun ikatan yang baik antara gereja dan jemaat.
Merevitalisasi Tindakan Sosial GBI di Kabupaten Kepulauan Anambas Melalui Kacamata Misi Sosial Esra Zos Samosir
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.216

Abstract

AbstractThe social actions carried out by the church do not necessarily run without direction and purpose. Therefore, not a few churches carry out social actions for the community. However, the social actions carried out by the church can be disastrous to the implementation of the mission of the great commission of the Lord Jesus Christ when viewed from the essence of the church's presence. The purpose of this research is to empower the social actions of the Bethel Indonesia Home Of Care Church in Anambas Islands Regency as a tool for preaching the gospel. The novelty of this research is to use the social actions that have been carried out by the Indonesian Bethel Church in Anambas Islands Regency as an evangelistic approach to the community, namely with a social mission motive. To achieve results that are accurate and can be considered scientifically, the authors consistently use qualitative research methods. Social actions that can be implemented by the church in carrying out a mission approach to the community are by socializing, mutual cooperation, visiting sick people, fighting for justice and distributing groceries to those in need. AbstrakTindakan sosial yang dilakukan oleh gereja tidak serta merta berjalan tanpa arah dan tujuan. Oleh karena itu tidak sedikit gereja melaksanakan tindakan –tindakan sosial kepada masyarakat. Namun tindakan sosial yang dilakukan oleh gereja dapat menjadi bencana terhadap pelaksanaan misi amanat agung Tuhan Yesus Kristus jika dilihat dari esensi kehadiran gereja. Tujuan penelitian ini ialah untuk memberdayakan tindakan-tindakan sosial Gereja Bethel Indonesia Home Of Care di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai alat pemberitaan injil. Kebaharuan penelitian ini ialah untuk menggunakan tindakan-tindakan sosial yang telah dilakukan oleh Gereja Bethel Indonesia di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai pendekatan penginjilan kepada masyarakat, yaitu dengan motif misi sosial. Untuk mencapai hasil yang akurat dan dapat dipertimbangkan secara ilmiah maka penulis dengan konsisten menggunakan metode penelitian kualitatif. Tindakan sosial yang dapat diterapkan oleh gereja dalam melakukan pendekatan misi kepada masyarakat yaitu dengan melakukan sosialisasi, gotong royong, mengunjungi orang sakit, memperjuangkan keadilan dan melakukan pembagian sembako kepada yang membutuhkan.
Prinsip Pelayan Allah dalam Kohesi Gereja dan Misi Berdasarkan 2 Korintus 6:3-10 Rezky Alfero Josua
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.211

Abstract

AbstractA servant of God must have principles in every work that God has entrusted. The purpose of this article's research is to show that a servant of God must have principles, as the field of ministry is often inherent with challenges and suffering. With a sub-hermeneutic qualitative method: Exegesis, this article finds three principles of a servant of God in church cohesion and mission. First, be steadfast in all suffering. Second, radical living in truth. Third, focus on eternal life. Paul, as a representation of God's servants in church and mission cohesion, reminds that God's servants must have a ministry that does not only focus on one part (church or mission), but must realize church and mission cohesion to everyone served. Abstrak Seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip dalam setiap pekerjaan yang telah Tuhan percayakan. Tujuan dari penelitian artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip, karena ladang pelayanan sering kali melekat dengan tantangan dan penderitaan. Dengan metode kualitatif sub-hermenutik: Eksegesis, artikel ini menemukan tiga prinsip pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi. Pertama, tabah dalam segala penderitaan. Kedua, hidup radikal dalam kebenaran. Ketiga, fokus pada kehidupan kekal. Paulus sebagai representasi pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi, mengingatkan bahwa para pelayan Allah harus memiliki pelayanan yang tidak hanya berfokus pada satu bagian saja (gereja atau misi), melainkan harus mewujudkan kohesi gereja dan misi kepada setiap orang yang dilayani.
Menjalin Hubungan Melalui Konseling Pastoral Alkitabiah bagi Jemaat Remaja di GBI Bethel Bandung Herman, Samuel
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.200

Abstract

Pastoral counseling based on biblical teachings plays a crucial role in guiding adolescents through the challenging phase of adolescence. This research has identified several issues commonly faced by adolescents within the church community, such as the lack of guidance and mentoring support. The objective of this study is to provide practical guidance for individuals who believe in God on how to implement biblical pastoral counseling in supporting the positive growth and development of adolescents. With effective biblical pastoral counseling, it is expected that adolescents within the church can establish a strong foundation to confront the changes and challenges in their lives. Furthermore, the church is anticipated to be a safe and supportive environment for adolescents, enabling them to navigate their adolescent years with hope and optimism. This will strengthen the understanding of the adolescent community within the church regarding the significance of biblical pastoral counseling as a valuable tool in shaping character and fostering positive growth in adolescents.Pelayanan konseling pastoral Alkitabiah merupakan aspek penting bagi jemaat usia remaja dalam menghadapi proses kehidupan yang penuh tantangan. Masa remaja dianggap sebagai tahap kritis dalam perkembangan individu, di mana mereka mengalami perubahan fisik dan psikologis yang signifikan. Era modern yang didominasi oleh akses mudah informasi melalui internet, menyebabkan banyak remaja cenderung menghindari kerja keras dan mencari kesenangan yang instan. Dalam konteks ini, gereja memainkan peran vital sebagai tempat bimbingan dan pembinaan bagi remaja, dengan konseling pastoral berbasis ajaran Alkitab. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah yang dihadapi jemaat usia remaja di komunitas GBI Bethel Bandung, seperti kurangnya pembimbingan dan informasi mengenai proses kehidupan, serta kurangnya dukungan mentoring. Tujuan penelitian ini adalah memberikan bahan referensi bagi individu yang mempercayai Tuhan agar memahami pentingnya pelayanan konseling pastoral Alkitabiah dalam mendukung perkembangan remaja. Selain itu, penelitian ini juga memberikan panduan praktis bagi orang percaya dalam menerapkan konseling pastoral Alkitabiah dalam komunitas remaja di gereja. Dengan pelayanan konseling pastoral Alkitabiah yang efektif, diharapkan jemaat usia remaja dapat memiliki landasan kuat dalam menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan, serta tumbuh secara rohani dan sosial dengan baik. Selain itu, gereja diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat yang aman dan mendukung bagi remaja, sehingga mereka dapat menjalani proses kehidupan dengan penuh harapan dan optimisme. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman komunitas remaja di gereja tentang pentingnya pelayanan konseling pastoral Alkitabiah sebagai sarana mendukung pertumbuhan dan pembentukan karakter positif pada jemaat usia remaja.
Kritik Teologis Terhadap Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Kristen di Indonesia terkait Demoralisasi Hizkia David Asaf Gultom
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.222

Abstract

Abstract The purpose of this research is to provide a solutive critique of the development of the Christian Religion education curriculum in Indonesia regarding demoralization. With this research, it is hoped that educators will be able to evaluate the effectiveness of the curriculum used for teaching so that it contains moral teaching with the biblical concept of the Bible. The method of this study uses qualitative research using sources from scientific journals and books on Christian Religious education curriculum design. The results and discussion of this study show that so far the teaching of the Bible has not been taught in schools, and only emphasizes imperative moral teachings due to the demands of the scriptures. As a result, students do not understand the actual reasoning why a Christian must have good morals. The researcher provides a solution step by providing the concept of biblical teaching, which emphasizes that morality in Christianity is not because of demands but because of the impulse of love which is felt through understanding in reason and human conscience. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kritik yang bersifat solutif terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Agama Kristen di Indonesia terkait demoralisasi. Dengan penelitian ini diharapkan para pendidik mampu mengevaluasi keefektifan kurikulum yang dipakai untuk mengajar supaya memuat pengajaran moral dengan konsep Injil yang biblikal. Metode dari penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber dari jurnal ilmiah dan buku desain kurikulum pendidikan Agama Kristen. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pengajaran Injil selama ini kurang diajarkan di sekolah-sekolah, dan hanya masih menekankan ajaran moral yang bersifat imperatif karena tuntutan kitab suci. Akibatnya peserta didik tidak mengerti reasoning sebenarnya mengapa seorang Kristen harus memiliki moral yang baik. Peneliti memberikan langkah solutif dengan memberikan konsep pengajaran Injil yang biblikal, yang menekankan bahwa moral dalam kekristenan bukan karena tuntutan tapi karena dorongan kasih yang dirasakan lewat pengertian secara akal dan hati nurani manusia.
Janji Berkat Ismael: Kontra Argumen Terhadap Islamofobia dan Implikasi Bagi Misi Gereja Shekinah Theofany; Normando Justine
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.217

Abstract

AbstractIslamophobia is an attitude that is widespread, especially among Christians. This attitude is one of the obstacles to evangelism and the mission of the church. Using a qualitative descriptive and literary study method, this research aims to make the church aware of the importance of Ishmaelites and Muslims as targets of God's mission of love to fight Islamophobia. The results of the discussion put forward Islamophobia in a Christian environment, the relationship between Ishmael and Islam, the meaning and content of Ishmael's Blessing Promise, and its implications for the church and mission. The conclusion from this discussion is that Islam has a correlation with Ismail and Christians have a duty as a means of mission, namely to preach the Gospel and show love for Muslims. AbstrakSikap Islamofobia merupakan sikap yang marak terutama di kalangan Kristen. Sikap ini merupakan salah satu hambatan penginjilan dan misi gereja. Dengan metode Deskriptif Kualitatif dan Studi Pustaka, penelitian ini bertujuan supaya gereja menyadari pentingnya keturunan Ismael dan umat Islam sebagai sasaran misi kasih Allah guna melawan sikap islamofobia. Hasil pembahasan mengemukakan islamofobia dalam lingkungan Kristen, hubungan antara Ismael dan Islam, Makna dan isi Janji Berkat Ismael, serta implikasinya terhadap gereja dan misi.  Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa Islam memiliki korelasi dengan Ismail dan umat Kristen memiliki tugas sebagai sarana misi ialah untuk mengabarkan Injil dan menunjukkan kasih terhadap umat Islam.
Misiologi Diaspora: Sebuah Proposal untuk Menjawab Fenomena Perpindahan Penduduk di Indonesia Jonathan Wijaya
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.212

Abstract

Abstract Until now, population movement is a phenomenon that cannot be stopped anymore. Data released by the International Organization for Migration (IOM) shows that 281 million people are migrants in the world in 2020. In Indonesia, the Indonesian Statistics Agency (BPS) records that 13.2% of Indonesia's population are migrants in 2019. Author's question, Are there opportunities for Christian missions in responding to the phenomenon of population movement in Indonesia? What form does this mission take? By analyzing the literature, the author will propose a diaspora missiology for evangelizing to people of different religions and ethnicities where this mission focuses more on evangelizing those who can be reached in areas around Indonesian Christians. That way, people who are evangelized can become effective missionaries to reach their tribe and other tribes. However, diaspora missiology does not ignore the responsibility of Indonesian Christians to bring the Gospel to the place where their diaspora is located. Abstrak Sampai dewasa ini, perpindahan penduduk menjadi fenomena yang tidak dapat dibendung lagi. Data yang dikeluarkan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menunjukkan bahwa 281 juta orang merupakan migran di dunia pada tahun 2020. Di Indonesia, Badan Statistik Indonesia (BPS) mencatat bahwa 13,2% penduduk Indonesia adalah migrasi pada tahun 2019. Pertanyaan penulis, apakah ada peluang misi Kristen di dalam merespons fenomena perpindahan penduduk di Indonesia? Bagaimana bentuk misi tersebut? Dengan analisis literatur, penulis akan mengusulkan misiologi diaspora untuk penginjilan kepada yang berbeda agama maupun sukunya di mana misi ini lebih menitik beratkan pada penginjilan kepada yang dapat dijangkau di daerah sekitar orang Kristen Indonesia. Dengan begitu, orang yang diinjili dapat menjadi misionaris yang efektif untuk menjangkau suku maupun suku yang lain. Namun, misiologi diaspora tidak mengabaikan tanggung jawab orang Kristen Indonesia untuk membawa Injil ke tempat yang menjadi tempat diaspora.
Azusa Reimagined. A Radical Vision of Religious and Democratic Belonging Gultom, Junifrius
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.152

Abstract

In Keri Day's examination of the Azusa Street Revival, this abstract captures a nuanced analysis of its historical, theological, and critical dimensions. Day reveals Azusa Street as a radical, counter-cultural space challenging America's racial-capitalist order. The movement's spiritual practices, including speaking in tongues and healing, subverted segregation, offering belonging in an era where it was denied to black individuals. Azusa's critique extended to America's racial-capitalist system, emphasizing egalitarian leadership and gender equality. The study explores Azusa's disruptive impact on the racist and capitalist erotic landscape, highlighting its transformative power. It underscores the movement's dilution in modern Pentecostalism and urges scholars to investigate contemporary experiences within racial capitalism's context, addressing enduring structural racism in the face of emerging neo-capitalism.
Partisipasi Anak Paroki Karot dalam Perayaan Liturgi Ekaristi Paskalia, Yustina Yuyun; Bule, Oswaldus; Midun, Hendrikus
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.132

Abstract

This question to be answered in this study is ‘what are the forms and the motivation of the participation of children of the Karot Parish in the Eucharist’. The qualitative method is used by interviewing 12 children from the Karot parish. Data is reduced, presented, analyzed, discussed, and conclusions are drawn. The result showed that children had participated in the Eucharistic liturgy. They are involved as members of the choir, acolytes, lectors, conductors of choir, singing psalms, join in praying, singing and applying body gestures of standing and kneeling. The motivation of the participation are to experience the presence of God, to praise the Lord, to renew their life, to understand the Eucharist, to have friends, and to do what others do. The awareness to be involved is strongly supported by the organization of Missionary Apostolic Union of Children and Youth. Therefore we conclude that this study has obtained its aim to describe the forms and motivation of children in the Eucharist. Pertanyaan yang dijawab dalam studi ini adalah ‘manakah bentuk-bentuk dan motivasi partisipasi anak-anak Paroki Karot dalam perayaan Ekaristi’. Peneliti menerapkan metode kualitatif dengan mewawancarai 12 anak paroki Karot. Data hasil wawancara direduksi, disajikan, dianalisis, didiskusikan, dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berpartisipasi dalam liturgi Ekaristi. Anakterlibat sebagai anggota koor, akolit, lektor, lektris, dirigen, pemazmur, ikut berdoa, bernyanyi dan menerapkan tata tubuh berdiri dan berlutut. Motivasi keterlibatan anakadalah hendak mengalami kehadiran Tuhan, bersyukur kepada Allah, membarui diri, mengenal Ekaristi, ingin memperoleh teman, sekadar ikut apa yang dikerjakan teman. Kesadaran anakdidukung oleh wadah Serikat Kerasulan Anak dan Remaja Misioner. Oleh karena itu kami simpulkan bahwa studi ini mencapai tujuannya menjelaskan partisipasi dan motivasi partisipasi anak dalam perayaan Ekaristi.
Peran Gereja dalam Memberikan Pelayanan bagi Orangtua Tunggal Thony Ronaldo Nugroho
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v4i2.218

Abstract

Abstract Life as a single parent is filled with difficulties and challenges. Therefore, the active involvement of the church in providing ministries to single parents is crucial. This research was conducted using qualitative methods, through literature reviews of relevant scientific works. Based on the sources examined, the author aims to explore the various problems encountered by single parents and how the church can contribute to addressing these issues. The findings of this study indicate that the church can engage in several ministries, including providing counseling services, discipleship programs, communities, parenting education, and financial support. The study results demonstrate that the active role of the church has a positive impact on the spiritual, emotional, and psychological well-being of single parents. By providing ministries to single parents, the church can also help mitigate the adverse effects of single parenthood and even inspire single parents to become effective witnesses for Christ. In conclusion, the active involvement of the church in serving single parents is highly significant. Abstrak Kehidupan orangtua tunggal merupakan kehidupan yang penuh kesulitan dan tantangan. Oleh karena itu, peran aktif gereja dalam memberikan pelayanan kepada orangtua tunggal sangatlah penting. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu melalui literature review dari karya ilmiah yang relevan. Berdasarkan sumber yang diteliti, penulis berusaha mengeksplorasi permasalahan yang dihadapi orangtua tunggal dan bagaimana gereja dapat berperan dalam menjawab permasalahan tersebut. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan gereja, antara lain dengan menyediakan layanan konseling, program pemuridan, komunitas, edukasi parenting, dan dukungan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktif gereja akan berdampak positif pada kesejahteraan rohani, emosional, dan psikologis bagi orangtua tunggal. Dengan menyediakan pelayanan bagi orangtua tunggal, gereja juga dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kondisi sebagai orangtua tunggal dan bahkan mendorong orangtua tunggal untuk menjadi saksi Kristus yang efektif. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif gereja dalam melayani orangtua tunggal sangatlah penting.

Page 1 of 3 | Total Record : 21