cover
Contact Name
raudlatul jannah
Contact Email
subulanastitmu@gmail.com
Phone
+6281803833003
Journal Mail Official
subulanastitmu@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.374 Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
SUBULANA
ISSN : 25982842     EISSN : 25980254     DOI : https://doi.org/10.47731/subulana.v3i2
Subulana (Journal of Islamic education studies) print-ISSN: 2598-0254 online-ISSN: 2598-2842. This journal published by institute for research and community service (LP2M) STIT MIftahul Ulum Bangkalan. This journal is published twice a year every March and September. This journal contains conceptual article and research result report abaout Islamic education studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Metakognitif: Pengertian, Elemen, dan Penerapan dalam Pembelajaran Nurul Iskandar
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.12

Abstract

ABSTRAK: artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan (1) pengertian metakognitif, (2) elemen-elemen metakognitif dan (3) penerapan metakognitif dalam pembelajaran. Istilah metakognitif diperkenalkan oleh flavel tahun 1976, bahwa metakognitif merupakan pengetahuan (knowledge) atau regulasi (regulation) pada suatu aktifitas kognitif seseorang dalam proses belajar. model monitoring metakognitif dibagi menjadi empat, yaitu: (a) pengetahuan metakognitif, (b) pengalaman metakognitif, (c) tugas atau tujuan, dan (d) strategi. Sedangkan elemen-elemen utama keterampilan metakognitif adalah keterampilan merencanakan, keterampilan memonitor, dan keterampilan mengevaluasi dalam proses berpikir. Melalui teori metakognitif, Bloom menjabarkan taxonomy yang berupa kata kerja operasional yang dapat memudahkan pembelajar merancang rencana pembelajarnya. Bagi siswa mengembangkan potensi kognitif dapat menghadapi permasalan dalam belajar maupun kehidupan. Melalui pengembangan metakognitif siswa diharapkan terbiasa merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi aktifitas belajarnya.
Model-Model Pembelajaran Karakter Berbasis Budaya Lokal: (penelitian partisipatif di SMA Al Khatibiyah Bangkalan) Ach Subaidi Af
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.14

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian adalah mendeskripsikan model-model pembelajaran berbasis budaya lokal Madura. Jenis penelitian adalah penelitian partisipatoris action research (PAR). Peneliti berkerjasama dengan guru sekolah merancang model-model pembelajaan dan diujibakan untuk melihat hasil yang diperoleh. Penelitina dilakukan di SMA Al-Khatabityah Modung Bangkalan. Hasil penelitian menemukan model-model pembelajaran karakter berbasis budaya lokal antara lain: (1) model pemrosesan informasi dan (2) model personal, yaitu: pembelajaran filosofi Asapok angin abental ombek, filosofi abanthal syahadat asapo’ iman, Jhege pagharra dhibi’ ja’ parlo ajhege pagharra oreng laen, filosofi Jhile reya ta’ atolang, filosofi Rampa’ naong beringin korong, (3) model sosial, yaitu: pembelajaran model upacara ritual Sandhur Pantel dan seni pertunjukan topeng dalang, penggunaan besa Madureh dalam tingkatan bahasa, yaitu: Ja’-iya (sama dengan ngoko), Engghi-Enthen (sama dengan Madya) dan Engghi-Bunthen (sama dengan Krama), sikap andhap asor (4) model modifikasi tingkah laku, antara lain: penggunaan besa Madureh dalam tingkatan bahasa, yaitu: Ja’-iya (sama dengan ngoko), Engghi-Enthen (sama dengan Madya) dan Engghi-Bunthen (sama dengan Krama), sikap andhap asor dan seni Okol.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Deradikalisasi Jalaluddin Faruk Azhari
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.15

Abstract

ABSTRAK:Sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman, menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keastuan dan persatuan. Islam sebagai agama mayoritas menjadi tolok ukur bagi kemajemukan. Agama Islam dengan rahmatan lil alamin memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan misi perdamaian abadi, namun fakta akhir-akhir ini bertolak belakang dengan misi tersebut. Islam identik dengan radikalisme yang berafiliasi dengan kekerasan atas nama agama. Kajian ini akan membahas tentang peran pendidikan agama dalam rangka deradikalisasi agama.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Metode Bermain Bola Bernomer Kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang Tahun Pelajaran 2017/2018 Dewi Trisna
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui metode bermain bola bernomor anak kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data diambil dari anak kelompok B TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 30, laki-laki 18 dan perempuan 12 anak. Hasil penelitian pada siklus I mencapai sebesar 43,30%, belum mengalami peningkatan dari pra siklus. Pada siklus II, tingkat keberhasilan mencapai 75,30%, melampuai standar yang ditetapkan sebesar 70%. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan anak dalam melaksanakan pembelajaran mengenal lambang bilangan di antaranya: (1) faktor kematangan, (2) faktor pembentukan, (3) faktor minat dan bakat, dan (4) faktor kebebasan. Guru dapat menstimulasi kemampuan siswa dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan permainan edukatif yang sering di gunakan anak usia dini, namun diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam melatih untuk memusatkan perhatian anak. Oleh karana itu, pembelajaran model bermain bola bernomer dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini di TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Sampang tahun pelajaran 2017/2018, serta dapat digunakan di tempat lain yang memiliki latar kondisi yang sama.
PENUMBUHAN SIKAP KEBERAGAMAAN SISWASMA: (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Sumatera Barat) arham thaher
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 1 (2018): Subulana September 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini mengkaji fenomena penumbuhan sikap keberagamaan siswa, peran guru Pendidikan Agama Islam, dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dalam bentuk field research (penelitian lapangan). Metode penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan data sekunder adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, karyawan dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumbuhan sikap keberagamaan telah yang dilakukan dikoordinir oleh guru Pendidikan agama Islam. Bentuk kegiatan penumbuhan sikap keberagamaan adalah bersifat rutin dan insidentil. Kegiatan yang bersifat rutin yakni shalat zhuhur berjamaah, tilawah, tahsin dan tahfidz, pesantren Ramadhan, kultum Jum’at, kegiatan Rohis dan An Nisa’. Sedangkan kegiatan keberagamaan bersifat insidentil adalah kegiatan Pekan Muharram, kunjungan ke Panti Asuhan/ tempat kaum dhuafa. Pembinaan sikap keberagamaan secara rutin dan insidentil telah berlangsung dengan baik. Kegiatan-kegiatan ini sudah mulai mewarnai aktivitas siswa ke arah yang positif. Kendala-kendala yang dihadapi adalah sarana dan prasarana yang masih belum memadai, keterlibatan guru bidang studi lain belum optimal, motivasi sebagian siswa masih tergantung pada pengawasan guru, keteladanan pendidik masih kurang serta masih lemah dalam mengatur waktu untuk pelaksanaan kegiatan shalat dhuha dan shalat zhuhur berjamaah.
Penggunaan Metode Belajar Aktif Model Pengajaran Terarah untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII MA Al-Khatibiyah Modung Bangkalan 2017/2018 Amir Hamzah
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 1 (2018): Subulana September 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan hasil belajar PAI setelah diterapkannya metode belajar aktif model pengajaran terarah? Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pelaksanaan pembelajaran PAI degan metode belajar aktif model pengajaran terarah dan peningkatan hasil belajar PAI setelah diterapkannya metode belajar aktif model pengajaran terarah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII MA Al-Khatibiah Modung Bangkalam. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,63%), siklus II (75,00%), siklus III (87,50%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode belajar aktif model pengajaran terarah berdampak positif terhadap prestasi belajar Siswa kelas VII MA Al-Khatibiyah Modung Bangkalan 2017/2018.
IMPLEMENTASI RAGAM METODE MENGHAFAL AL QUR’AN: studi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy Bangkalan Machbub Ainurrofiq
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 1 (2018): Subulana September 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan mengetahui implementasi ragam metode menghafal Al Qur’an 30 juz di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy Bangkalan, pada persiapan atau syarat menghafal, metode yang di gunakan, penerapan metode dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan atau syarat sebelum menghafal adalah, niat ikhlas, memiliki tekat kuat, mendapat izin orangtua, sabar, istiqomah, lulus program amtsilati dan wajib pindah ke asrama tah{fi>z{. Metode yang di gunakan adalah metode talaqqi, muroja’ah dan Mu’a>rad{ah. Metode talaqqi diterapkan untuk menambah hafalan, metode muroja’ah untuk memperoleh kualitas hafalan yang dilakukan pagi setelah subuh dan malam setelah maghrib. serta metode mu’a>rad{ah supaya santri lebih teliti dalam menghafal yang dilakukan setelah berjamaah sholat isyak. Terdapat dua jenis evaluasi yang digunakan, yaitu mingguan yang dilaksanakan setelah shalat jum’at dan tahunan yang pelaksanaannya terbagi dua, yaitu pada saat menjadi imam tarawih di bulan suci Ramadhan, dan i’lan wisuda. Simpulan penelitian bahwa metode yang diterapkan metode talaqqi dan muroja’ah dan mu’a>rad{ah (ten-teten) yang dimodifikasi, tanpa mengubah substansi metode sebelumnya.
Konsep dan Implementasi Kecakapan Hidup di Lembaga Penddikan Islam: analisis pelaksanaan program USAID DBE3 di MTs Nurul Huda Sedati Sidoarjo Muhammad Khundhori
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 1 (2018): Subulana September 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: penelitian ini ingin mengetahui konsep kecakapan hidup yang dikembangkan oleh USAID DBE3 mendeskripsikan implemenatasinya dalam pembelajaran di MTs Nurul Huda Kalanganyar Sedati Sidoarjo. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang berupa observasi dan interview. Data peneliti bersumber dari kondisi yang aktual yang ada kaitannya dengan tempat penelitian (field research), berfokus pada rencana pelaksanaan pembelajaran, media pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dan mengamati respon, ekspresi dari guru dan siswa selama pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, hasil karya siswa dan jurnal reflektif. Pelaksanaan pembelajaran dengan mengintegrasikan life skills dapat berhasil, ketiga guru yang diamatai telah melakukan pembelajaran yang mencerminkan integrasi life skills. Indikator DBE3 sudah terlaksana dengan baik ditinjau dari beberapa aspek, yaitu : (1) RPP yang sudah mengintegrasikan unsur-unsur life skills dan menerapkan tahapan ICARE; (2) Pelaksanaan pembelajaran dari metode mengajar telah menerapkan pembelajaran aktif, yaitu siswa bekerja dalam kelompok ataupun berpasangan, siswa berani tampil dan berbicara di depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Unsur-unsur life skills yang sudah tampak adalah bekerja sama, berpikir kritis, pemecahan masalah, percaya diri, belajar mandiri, dan berkomunikasi dengan baik; (3) Penggunaan media TIK, seperti TV dan tape recorder merupakan permulaan yang positif, meskipun tidak dilakukan oleh semua guru yang diamati; (4) Aspek pengajaran konstekstual belum maksimal dari segi kualitasnya; (5) Komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa telah terjalin dengan baik.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AKHLAK (KARAKTER) PERSPEKTIF TEORI BEHAVIORISME fathul khoiriyah
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 1 (2018): Subulana September 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapakan dapat membangun karakter yang luhur dengan menciptakan lingkungan belajar yang yang baik untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa yang handal dan berahklah mulia. Namun, maraknya prilaku menyimpang yang justru banyak terjadi dalam dunia pendidikan dewasa ini semakin menguatkan asumsi bahwa sekolah sebagai lembaga yang bertugas untuk membentuk akhlak siswa sudah semakin kehilangan kepercayaan dari masyrakat. Oleh karenanya perlu dikaji faktor-faktor yang menjadi penyebab untuk mencari pemecahannya. Tulisan ini mengkaji pembelajaran pendidikan akhlak (karakter) dalam perspektif teori behavioris sebagai teori dasar dalam perkembangan ilmu pembelajaran, namun masih memiliki relevansi dengan model-model pembelajaran, terutama pembelajaran yang bersifat pembentukan prilaku (behavioral code system).
Role Model Pendidikan Untuk Melawan Hoax Abdul Ghoni
Jurnal Subulana Vol. 2 No. 2 (2019): Subulana March 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: artikel ini membahas tentang role model pendidikan untuk membebaskan anak didik dari hoax. Faktnya Hoaks adalah tantangan baru dunia pendidikan. Hoax muncul dari berbagai varian, mulai dari menggunakan isu SARA, dengan cara framing dan dengan konstruksi sosial. Untuk itu diperlukan strategi untuk melawan hoax. Artikel ini menawarkan pendidikan literasi dan cerdas bermedia sosial. Cara-cara ini diharapkan menjadi role model yang dapat dijadikan sebagai salah satu cara melawan hoax.