cover
Contact Name
raudlatul jannah
Contact Email
subulanastitmu@gmail.com
Phone
+6281803833003
Journal Mail Official
subulanastitmu@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.374 Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
SUBULANA
ISSN : 25982842     EISSN : 25980254     DOI : https://doi.org/10.47731/subulana.v3i2
Subulana (Journal of Islamic education studies) print-ISSN: 2598-0254 online-ISSN: 2598-2842. This journal published by institute for research and community service (LP2M) STIT MIftahul Ulum Bangkalan. This journal is published twice a year every March and September. This journal contains conceptual article and research result report abaout Islamic education studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT PENALARAN MORAL SISWA mohammmad isbir; Fidya Alvi Mufida
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. This research is a correlation research using data collection techniques in the form of religiosity scale and moral reasoning scale. The results of this study indicate that there is relationship between religiosity and students' level of moral reasoning Senior High School, with a correlation coefficient of (-0.049) with a significance of 0.668. This shows that there is no significant relationship between religiosity and the level of moral reasoning of high school students. Based on the negative coefficient price, the higher the level of religiosity followed by the low level of moral reasoning, and vice versa, the higher the level of moral reasoning followed by low religiosity in high school students. Keywords: level of moral reasoning, religiosity Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa skala religiusitas dan skala penalaran moral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA, dengan nilai koefisien korelasi sebesar (-0,049) dengan signifikansi 0,668. Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat penalaran moral siswa SMA. Berdasarkan harga koefisien yang bersifat negatif menunjukkan semakin tingginya religiusitas diikuti rendahnya tingkat penalaran moral, begitu sebaliknya semakin tingginya tingkat penalaran moral diikuti rendahnya religiusitas pada siswa SMA. Kata kunci : tingkat penalaran moral, religiusitas
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID Akh Rosyidi
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i1.39

Abstract

Abstract: Indonesia is a country known by its plurality consisting of several religions, diverse languages and cultures. This is the main attraction of various groups even from abroad to study it, although sometimes it causes various controversies. Multicultural Islamic education is a place to introduce Indonesia's plurality because education is considered the most ideal in its application. This article is a reflection of Nurcholish Madjid's thoughts on a very pluralistic, liberal and multicultural multicultural Islamic education. Keywords: multicultural Islamic education, nurcholish madjid Abstrak: Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan kemajemukanya (plural) terdiri dari beberapa agama, beragam bahasa dan budaya. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dari berbagai kalangan bahkan dari kalangan luar negeri untuk mengkajinya, walaupun terkadang menimbulkan kontroversi. Pendidikan Islam multikultural merupakan wadah untuk mengenalkan kemajemukan Indonesia karena pendidikan dianggap paling ideal dalam penerapannya. Artikel ini menelalah pemikiran Nurcholish Madjid tentang pendidikan Islam multikultural yang sangat plural, liberal dan multikultur yang kontroversial. Katakunci: pendidikan islam multikultural, nurcholish madjid
PENANAMAN SIKAP DISIPLIN MODEL BEHAVIORIS, MASIH PERLUKAH? Maksudi
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): Subulana September 2019
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i1.40

Abstract

Abstract: this paper aims to examine the theory of the importance of behaviorist learning theories in instilling students' disciplinary attitudes. Behaviorist learning theory is often opposed to humanist learning theory which places learners as subjects in education and tends to be free (liberating education). These conditions often cause discipline problems in students and often become conflicts between teachers and students and parents, even in the realm of law. Behaviorist learning theory can be applied in a way that teachers should pay attention to the suitability of behavioristic theories with each learning that will be carried out, not only trapped in the constructivist learning paradigm which is always considered better and traditional models are always lower than modern models and pay attention to human factors and student intelligence, so as not to get stuck in rigid and inhuman patterns. This is needed to open up the human capacity and ability of students to interact with the social environment and prepare to face the realities of life in the future. Keywords: discipline, behavioris Abstrak: tulisan ini bertujuan mengkaji teori pentingnya teori belajar behavioris dalam menanamkan sikap disiplin siswa. Teori belajar behavioris sering dipertentangkan dengan teori belajar humanis yang menempatkan pembelajar sebagai subjek dalam pendidikan dan cenderung bebas (liberating education). Kondisi tersebut sering menimbulkan masalah disiplin pada siswa dan tidak jarang menjadi konflik antara guru dengan siswa dan orang tua, bahkan sampai ke ranah hukum. Teori belajar behavioris dapat diterapkan dengan cara guru hendaknya memerhatikan kesesuaian teori-teori behavioristik dengan tiap pembelajaran yang akan dilaksanakan, tidak hanya terjebak pada paradigma pembelajaran konstruktivisme yang dianggap selalu lebih baik dan model tradisional selalu lebih rendah dari model moderen dan memerhatikan faktor- faktor kemanusiaan dan kecerdasan siswa, sehingga tidak terjebak pada pola-pola yang kaku dan tidak manusiawi. Hal tersebut diperlukan untuk membuka kapasitas kemanusiaan dan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan bekal dalam menghadapi realitas kehidupan di masa yang akan datang. Katakunci: disiplin, behaviorisme
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR ILMIAH DENGAN METODE EKSPERIMEN BERBANTUAN CARDIOGRAPH SISWA KELAS IV SDN GUNONGSEKAR 1 SAMPANG Ike Kartika Sari
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 1 (2019): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum (STITMU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i1.41

Abstract

Abstract: This study aims to improve the scientific ability of students in grade IV at SDN Gunongsekar 1 Sampang using cardiograph-assisted experimental methods. The research method uses a participatory approach designed in the form of classroom action research. While the steps used refer to Elliot's (1991) model, namely: (1) identification of initial ideas, (2) analysis of findings of general problems, (3) general planning of actions, (4) developing and implementing action steps (5) evaluating and revising the general design, and (6) developing in the second step and so on. The results of this study revealed that the use of Android-based cardiographs with experimental methods succeeded in improving the scientific thinking ability of fourth grade students of SDN Gunong Sekar 1 Sampang. The research findings conclude that: (1) The use of experimental methods and the use of android-based cardiographs can improve the scientific thinking skills of fourth grade students of SDN Gunong Sekar 1 Sampang in the academic year 2019/2020, (2) Improvement of learning outcomes is very significant because students try directly and observe directly empirically the facts that occur through experiments, (3) The experimental results prove that exercise has an influence on heart rate by proving that the harder the exercise is carried out, the faster the heart rate. This also affects the blood circulation because the heart is a blood pump device in humans, (4) Regulatory regulation in activities is needed to increase the effectiveness of learning so that it is more focused and able to obtain better learning outcomes, (5) Teacher guidance in making and testing hypothesis and making conclusions are very necessary considering students are still not familiar with the terms in the experiment (experiment), and (6) Learning activities that provide wider or student-centered opportunities (student centered learning). Under the guidance of the teacher, students can find their own concepts learned by inferring the results of research. Key words: scientific ability, experiment, CAR Abstrak: penelitian ini berjuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah siswa kelas IV SDN Gunongsekar 1 Sampang dengan menggunakan metode eksperimen berbantuan cardiograph. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatoris yang dirancangan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Sedangkan langkah-langkah yang digunakan mengacu kepada model Elliot (1991), yaitu: (1) identifikasi ide awal, (2) analisis penemuan masalah umum, (3) perencanaan umum tindakan, (4) mengembangkan dan melaksanakan langkah tindakan (5) mengevaluasi dan merevisi rancangan umum, dan (6) mengembangkan pada tindakan langkah kedua dan seterusnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemanfaatan kardiograf berbasis android dengan metode eksperimen berhasil meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah siswa kelas IV SDN Gunong Sekar 1 Sampang. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Penggunaan metode eksperimen dan pemanfaatan kardiograf berbasis android dapat meningkatkan kemampuan berfikir ilmiah siswa kelas IV SDN Gunong Sekar 1 Sampang tahun pelajaran 2019/2020, (2) Peningkatan hasil belajar sangat signifikan karena siswa mencoba langsung dan mengamati langsung secara empiris fakta yang terjadi melalui percobaan, (3) Hasil percobaan membuktikan bahwa olah raga memiliki pengaruh terhadap detak jantung dengan pembuktian bahwa semakin keras olah raga yang dilakukan maka semakin kencang detak jantung. Hal tersebut berpenaruh juga terhadap sirkulasi darah karena jantung merupakan alat pompa darah pada manusia, (4) Pengaturan regulasi dalam kegiatan sangat diperlukan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran supaya lebih focus dan mampu memperoleh hasil belajar yang lebih baik, (5) Bimbingan guru dalam membuat dan menguji hipotesis serta membuat kesimpulan sangat diperlukan mengingat siswa masih belum terbiasa dengan istilah-istilah yang ada dalam eksprerimen (percobaan), dan (6) Kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih luas atau terpusat pada siswa (student centered learning). Di bawah bimbingan guru, siswa dapat menemukan sendiri konsep yang dipelajari dengan penyimpulkan hasil penelitian. Kata kunci: berfikir ilmiah, eksperimen, PTK
Problematika Implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Machbub Aunurrofiq
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 2 (2020): Subulana March 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i2.44

Abstract

Kurikulum sifatnya dinamis karena selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman dan tantangan zaman. Dari perkembangan kurikulum yang terjadi kemungkinan tidak terlepas dari problem atau masalah-masalah dalam implementasinya antara KTSP dan Kurikulum 2013, maka dalam hal ini perlu diadakan pengkajian.Fokus penelitian dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Khatibiyah Patereman Modung Bangkalan?, (2) Apa saja problematika dan solusi penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Khatibiyah Patereman Modung Bangkalan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, lokasi penelitian ini di Al-Khatibiyah Patereman Modung Bangkalan. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMP Al-Khatibiyah Patereman Modung Bangkalan: pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintific sudah bisa dikatakan cukup maksimal karena siswa dan guru bisa bekerjasama dengan baik. Problematika Kurikulum 2013 di SMP Al-Khatibiyah Patereman Modung Bangkalan, penilaian hasil belajar yang masih belum jelas karena formatnya berubah-ubah, serta kurangnya buku panduan pelajaran dari pemerintah pusat.  
Implementasi Metode Nubdzah Al-Bayan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Azhar Serabi Barat Bangkalan Siti Laila
Jurnal Subulana Vol. 3 No. 2 (2020): Subulana March 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v3i2.45

Abstract

metode Nubdzah al-Bayan ini sangat membantu dan meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning, yang mana hal ini lebih menekankan dalam penguasaan qoidah-qoidah nahwu, sharraf dan I’lal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studi kasus. Sumber data di peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi dan menggunakan referensi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, strategi pembelajaran Nubdzah al-Bayan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning ini lebih mengupayakan  dan mengutamakan santri khususnya, dengan mendalami dan menguasai ilmu Nahwu Shorfiyyah untuk dapat memahami dan membaca kitab klasik, selain itu Nubdzah al-Bayan yang terdiri dari 5 jilid dibagi sesuai tingkatan kelas dan proses belajarnya nya tidak menetap pada satu tempat. Kedua, pelaksanaan pembelajaran Nubdzah al-Bayan selalu di lakukan tanya jawab baik di awal maupun di akhir pembelajaran seputar materi yang telah dijelaskan, selanjutnya kegiatan belajar mengajar seperti biasa dan pembacaan Nadzoman. Ketiga, Hasil pembelajaran Nubdzah al-Bayan dapat dilihat dari kemampuan santri ketika di lakukan test baca kitab kuning, kemudian hasil akhir dari pembelajaran Nubdzah al-bayan ini apabila sudah di wisuda.  
Hubungan Aktivitas Menghafal Al-Qur’an Dengan Social Quotient Santri di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang Ida Nikmatu Alfin; Solihul Anshori
Jurnal Subulana Vol. 4 No. 1 (2020): Subulana September 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v4i1.47

Abstract

Starting from the time of the Prophet Muhammad SAW until now Memorizing the Al-Qur'an is the most powerful effort to maintain the truth of the Al-Qur'an. Social Quotient or what is commonly interpreted as social intelligence states that a person's ability to be able to properly understand what other people feel. The focus of this research is formulated into problem formulations which include: 1) How do students memorize Al-Qur'an activities at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School 2) How the Social Quotient of the students at the Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, 3) How is the relationship between memorizing Al -Qur'an with Social Quotient students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School. The approach of this research is a quantitative approach and the type of research uses correlational with the design in the form of ex post facto. Based on the research, it was found that based on the X variable (Al-Qur'an memorizing activity) of the students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School, the percentage of students whose value is less than / equal to an average of 40% and the percentage of students whose value is more than / equals an average of 60%. Based on the Y (Social Quotient) variable of students at the Walisongo Cukir Jombang Islamic Boarding School, the percentage of students whose scores are less than / equal to the average is 52% and the percentage of students whose scores are more than / equal to the average of 48%. The results of the analysis showed that there was no positive and significant relationship between memorizing Al-Qur'an activities with the Social Quotient of students at the Walisongo Islamic Boarding School, Cukir Jombang.
Aktualisasi Nilai Pendidikan Akhlak dalam Keluarga Menurut QS. An-Nur Ayat 59-60: Studi Komparasi antara Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Azhar) Ifatul Umaroh; Jasminto
Jurnal Subulana Vol. 4 No. 1 (2020): Subulana September 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v4i1.50

Abstract

An education is very important in the environment of every individual's life, an education is not only teaching about culture, ethics or morals. The family has an important role in shaping morals, educating and providing good moral examples for their children. The research objectives discussed in this study are: To know the actualization of the Moral Education Value in the Family in QS. An-Nur verses 59-60 according to Tafsir Al-Misbah and Tafsir Al-Azhar. This research is a library research, the data used in this research are books related to research that are relevant to the problems being studied. The results showed that the actualization of moral education in the family according to the perspective of Al-Misbah and Al-Azhar's interpretation of QS. An-Nur [24]: 59-60 is: an order to educate children about adab asking permission in three times for slaves and children who have not reached maturity, namely before the dawn prayer, in the middle of the day after the midday prayer, and after the evening prayer, orders to educate children who are already baligh about adab asking for permission at any time, orders to make cloths at home, advice not to visit at these three times, the relationship between manners asking permission with modern psychiatric developments, dress code that clothes out of the house and clothes in the house.
Pengaruh Media Pembelajaran Scrapbook terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan Badrus Shofi; Raudlatul Jannah
Jurnal Subulana Vol. 4 No. 1 (2020): Subulana September 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v4i1.51

Abstract

This article discusses the Effect of Scrapbook Learning Media on Student Learning Outcomes in Fiqh Subjects at Mts Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan. Learning media is an inseparable part of the teaching and learning process. A teacher must have skills in using learning media effectively and creatively to students. This study aims to determine the effect of using Scrapbook learning media on student learning outcomes in fiqh subjects at MTs Miftahul Ulum Al-Islamy. This type of research uses a quantitative approach in the form of a nonequivalent control group design. The instrument used was scrapbook learning media. The data collection techniques used were observation, pretest and posttest. Based on the results of hypothesis testing, the t-count value is 6.141 and compared with the t-table of 1.761 with degrees of freedom df = 14 and a significance level of 5%. So it can be concluded that the value of tcount 6.141> t table 1.761. then declared H1 accepted. In other words, there is an effect of using Scrapbook learning media on learning outcomes in fiqh subjects for class VIII students of MTs Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan.
Pendidikan Islam dalam Tantangan Kontemporer: Sebuah Usaha Mengurai “Benang Kusut” Fahad Asyadulloh; Binti Nur Afifah
Jurnal Subulana Vol. 4 No. 1 (2020): Subulana September 2020
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v4i1.55

Abstract

Abstrak Masalah pendidikan, termasuk pendidikan Islam, rasa-rasanya tidak akan pernah habis untuk dibahas dan dibicarakan. Ini adalah sebuah kewajaran, karena dari waktu ke waktu, kehidupan beserta tuntutannya terus berkembang semakin kompleks. Tulisan ini hendak mengurai problematika yang dihadapi pendidikan Islam terkhusus di era kontemporer seperti saat ini. Peninjauan akan dilakukan melalui kerangka filosofis ontologi, epistemologi dan juga aksiologi. Pembahasan akan dimulai dengan mengenalkan dinamika, perkembangan dan pergerseran paradigma pendidikan Islam di Indonesia; mengidentifikasi problem dan tantangan yang terjadi; dan terakhir mencari solusi alternatif sebagai upaya mengurai “benang kusut.” Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari segi ontologi, dalam pendidikan Islam harus dilakukan penguatan kembali pada pijakan filosofisnya; penguatan konsep ta’lim, ta’dib dan tarbiyah. Ketiga-tiganya ini adalah paket komplit dan merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Sementara dari segi epistimologi, yang perlu dilakukan adalah pembenahan praktik pembelajaran yang meliputi pengembangan kebijakan kurikulum yang dinamis-progresif dan pengembangan metode pembelajaran yang relevan. Terakhir, dari segi aksiologi, para aktor pendidikan Islam harus memiliki kemauan untuk mencetak insan-insan yang berdaya saing dengan sungguh-sungguh dan terencana. Kompetensi imtaq dan imptek menjadi target yang mesti dimiliki oleh peserta didik. Karena itulah, kesadaran untuk membangun sebuah model pendidikan Islam dengan paradigma integratif amat dibutuhkan. Kata kunci: pendidikan Islam, tantangan, problematika, kontemporer