cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
hariantogp@sttexcelsius.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
hariantogp@sttecelsius.ac.id
Editorial Address
Barata Jaya IV No. 26, 28 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan
ISSN : 26848724     EISSN : 26850923     DOI : https://doi.org/10.51730/ed.v4i2
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi, misiologi, dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2684-8724 (print) dan e-issn: 2685-0923 (online) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius dengan lingkup kajian penelitian adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Teologi Sistematika dengan pendekatan non-doktrinal Teologi dan Kontekstual Teologi Pastoral dan Etika Pelayanan Gerejawi Teologi dan Etika Kontemporer Misiologi Biblikal dan Praktikal Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga, dan Sekolah Section Policies
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019" : 8 Documents clear
Kepemimpinan Wanita Kristen: Suatu Sinergitas Antara Kesetaraan (Egalitarian) dengan Kemitraan (Partnership) Danik Astuti Lumintang
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.16

Abstract

 AbstractThe view that emphasizes the hierarchy and leadership of men is known as complementary. Complementary emphasizes that although men and women are equal before God. Men and women are created to fulfill different roles in relationships with one another. However, due to the advancement of civilization, and due to the awareness of the facts of social-political injustice against women, modern secular feminists (social-political) have emerged. This research reveals a synergy between equality and Christian women's leadership partnerships. Keywords: Complementary; Egalitarianism, Partnership, Women  AbstractPandangan yang menekankan hirarkhi dan kepemim-pinan kaum laki-laki dikenal dengan sebutan complementary. Complementary menekankan bahwa walaupun laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk memenuhi peran yang berbeda dalam hubungan satu dengan yang lain. Namun, karena kemajuan peradaban, dan karena kesadaran fakta ketidakadilan sosial-politik terhadap kaum wanita, bangkitlah modern secular feminist (social-politic). Penelitian ini mengungkap suatu sinegitas antara kesetaraan dengan kemitraan kepemimpinan wanita Kristen. Kata Kunci: Komplementer; Egalitarianisme; Kemitraan; Perempuan
Mission in Suffering Context Harianto GP
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.17

Abstract

AbstractThis study aims to examine the mission in the context of suffering related to about theology of suffering, its context in Indonesia and its implications for mission in Indonesia. In connection with the goal, the results of the study show that suffering is the pressure faced by someone who comes from outside himself to exert a good influence on that person. The suffering of non-believers is different. If non-believers are suffering because of the world, but if believers suffer because of Christ. The suffering experienced by believers in Indonesia is indeed the Great Commission of Christ. Believers and the church are obliged to do God's mission is to win souls who are lost in their suffering by being a witness of God and dialogue to preach the gospel.Keywords: Mission; Suffer; Church; BelieversAbstractPenelitian ini bertujuan mengkaji mengenai misi dalam konteks penderitaan berkaitan dengan seputar teologi penderitaan, konteksnya di Indonesia dan implikasinya terhadap misi di Indonesia. Berkaitan dengan tujuan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan ialah tekanan yang dihadapi seseorang  yang datang dari luar dirinya untuk memberikan pengaruh yang baik kepada orang tersebut. Penderitaan orang yang bukan percaya dengan orang percaya berbeda. Kalau orang yang bukan percaya adalah penderitaan karena dunia tetapi kalau orang percaya menderita karena Kristus. Penderitaan yang dialami orang-orang percaya di Indonesia adalah memang amanat Agung Kristus. Orang percaya maupun gereja wajib melakukan misi Allah adalah memenangkan jiwa-jiwa yang tersesat dalam penderitaannya dengan cara adalah menjadi saksi Allah dan dialog untuk memberitakan Injil. Kata Kunci: Misi; Penderitaan; Gereja; Orang Percaya
Konsep Bekerja Sebagai Ad Majorem Dei Gloriam: Sebuah Upaya Pemenuhan Sacred Calling Bimo Setyo Utomo
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.12

Abstract

Bekerja adalah bagian yang tak terpisahkan dari eksistensi manusia di dunia ini. Meskipun demikian terdapat perbedaan cara memahami dan menyikapi mengenai konsep bekerja. Sumbangsih pemikiran yang paling mempengaruhi kehidupan kekristenan tentang bekerja adalah adanya pembagian dua kutub, yaitu: secular work (bekerja di bidang sekuler) dan contemplative work (bekerja di bidang rohani). Pembagian dua kutub tersebut bahkan sudah dimulai sejak Abad Pertengahan dan masih terasa pengaruhnya hingga masa kini. Dalam makalah ini, peneliti berusaha menelusuri perkembangan konsep mengenai bekerja dan membandingkannya dengan konsep dalam Alkitab yang akan bermuara dalam penemuan panggilan kudus (sacred calling) sebagai pemenuhan dari Ad Majorem Dei Gloriam di dalam konsep bekerja.
Relasi antara Penginjilan dan Pemuridan untuk Pertumbuhan Gereja Dorce Sondopen
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.18

Abstract

AbstraksiMisi dapat merelasikan penginjilan dan pemuridan sehingga mempunyai hubungan yang erat dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat diputuskan. Hal inilah yang juga berguna dan bermanfaat bagi pertumbuhan gereja. Pertumbuhan gereja adalah penginjilan yang mencari untuk memuridkan di mana terjadi proses pemuridan yang utuh yang dapat dipilah dengan melihat aspek kualitatif, kuantitatif, organik dan fokus yang tidak terpisahkan satu dari yang lainnya.  Kata Kunci: misi, relasi, penginjilan, pemuridan, pertumbuhan gereja   AbstractThe mission can relate evangelism and discipleship so as to have a close relationship and a unity that can not be decided. This is also useful and beneficial to the growth of the church. The growth of evangelical churches are seeking to make disciples are in the process of discipleship intact that can be sorted by viewing aspects of qualitative, quantitative organic and focus inseparable from one another. Keywords: mission, relationship, evangelism, discipleship, church growth           
Kontekstualisasi Metodologi Misiologi Paulus dalam Dunia Kontemporer Yohanes Hasiholan Tampubolon
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.13

Abstract

Artikel ini akan menjelaskan mengenai kontekstualisasi metodologi dalam misiologi Paulus dalam dunia kontemporer. Metodologi Paulus tidak bisa dipisahkan dengan teologi Paulus. Oleh karena itu, dalam tulisan inipun akan membahas juga mengenai konsep teologis Paulus mengenai pembenaran, keselamatan, rekonsiliasi, dsb. Artikel akan dimulai dengan peristiwa di Damaskus ketika ia berjumpa dengan Kristus. Peristiwa tersebut menjadi awal panggilannya memberitakan Injil kabar baik kepada bangsa-bangsa lain. Memberitakan kabar baik oleh Paulus adalah memberitakan keselamatan dari dosa dan menjadi hidup. Kabar baik  dalam Misi Paulus tidak sebatas memberitakan Injil keselamatan, namun juga menghidupi Injil tersebut dalam keseharian. This article will explain the contextualization of methodology in Paul's missiology in the contemporary world. Paul's methodology can not be separated from Paul's theology. Therefore, this article will also discuss Paul's theological concepts of justification, salvation, reconciliation, etc. The article will begin with events in Damascus when he met Christ. The incident became the beginning of his call to preach the good news to other nations. Preaching the good news by Paul is preaching salvation from sin and come alive. Good news in Paul's mission is not limited to preaching the gospel of salvation, but also living the gospel in daily life.
Spiritualitas William Carrey: Tantangan dan Solusinya Silci Arisanti
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.19

Abstract

Kata spiritualitas merupakan suatu kata yang bersifat universal karena bisa digunakan oleh semua agama karena spirtitualitas itu sendiri merupakan saripati religius yang ada dibalik ajaran atau aturan-aturan formal agama. Sebaliknya, dalam penghayatan spiritualitas, ajaran atau dogma atau doktrin suatu agama hanyalah menjadi pijakan semata sehingga dogma bukanlah merupakan hal terakhir, melainkan selanjutnya bagaimana seseorang dapat mengalami perjumpaan Yang Ilahi.
Makna Iman dalam Perjanjian Baru Alvin Budiman Kristian
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.14

Abstract

AbstractThis study aims to explain or explain about the meaning of faith in the New Testament starting from understanding, the meaning of faith in the New Testament, to the application of New Testament figures to be applied in everyday life. the terms faith and trust in the Bible often contain the following components of meaning: Believe and accept that something is true, rely on or entrust yourself, be faithful, and be obedient. Keywords: Faith, Believe, New Testament AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan atau menjabarkan tentang seputar makna iman dalam Perjanjian Baru mulai dari pengertian, makna iman dalam Perjanjian Baru, hingga aplikasi dari tokoh Perjanjian Baru untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. istilah iman dan percaya dalam Alkitab sering mengadung komponen-komponen makna sebagai berikut: Percaya dan menerima bahwa sesuatu itu benar, mengandalkan atau mempercayakan diri, setia, dan taat. Kata Kunci: Iman, Kepercayaan, Perjanjian Baru
Kompetensi Pedagogik Tuhan Yesus dalam Injil Matius Pasal 5-7 Ronald Yohanes Sinlae
Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/ed.v3i2.15

Abstract

 AbstractIn Matthew chapters 5-7 Jesus teaches His disciples on the Mount. Jesus does not need a particular school or building, every circumstance and meeting are always used to convey the word of God. In His Teaching, the Lord Jesus has the goal to discuss various topics about religion and morality in a scientific or theoretical manner and to serve everyone who comes to Him. Jesus knew and understood the Characteristics of the students and followers who were listening to His teachings. In the teaching process Jesus always taught in a special way. Jesus did not give a teaching and tell others to believe it, but encouraged them to think and draw their own conclusions about what had been explained to His disciples. Keywords: Pedagogical Competence; Lord Jesus; Gospel of Matthew Abstrak Di dalam Matius pasal 5-7 Yesus mengajar murid-murid-Nya di atas Bukit. Yesus tidak memerlukan sekolah atau gedung tertentu, setiap keadaan dan pertememuan selalu di gunakan untuk menyampaikan firman Allah. Dalam Pengajaran-Nya, Tuhan Yesus mempunyai tujuan untuk membahas berbagai topik tentang keagamaan dan kesusilaan secara ilmiah atau teori dan melayani setiap orang yang datang kepada-Nya. Yesus mengenal dan memahami Karakteristik  murid-murid dan pengikut yang sedang mendengarkan pengajaran-Nya. Dalam proses pengajaran Yesus selalu mengajar dengan cara yang istimewa. Yesus tidak memberikan suatu ajaran dan menyuruh orang lain untuk mempercayainya, tetapi mendorong mereka untuk berpikir dan menarik kesimpulan sendiri atas hal yang telah dijelaskan kepada murid-murid-Nya. Kata kunci: Kompetensi Pedagogik; Tuhan Yesus; Injil Matius

Page 1 of 1 | Total Record : 8