cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
RAIN CITY: DESAIN KOTA SPEKULATIF HYDRO ADAPTIVE URBANISM DENGAN ATMOSFER HUJAN MELALUI METODE RAINMAKING Bani Aru Putra Bernard
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dan meningkatnya intensitas curah hujan di kawasan perkotaan menuntut pendekatan baru dalam perancangan kota yang lebih adaptif terhadap kondisi atmosfer dan siklus hidrologi. Sebagian besar kota masih memandang hujan sebagai permasalahan yang harus segera dibuang melalui sistem drainase, sehingga potensi ekologis dan spasial dari hujan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini mengusulkan konsep Rain City sebagai pendekatan desain spekulatif dalam arsitektur dan urbanisme yang mengeksplorasi hubungan antara kota, atmosfer, dan presipitasi sebagai elemen pembentuk ruang. Melalui pendekatan ini, hujan dipahami tidak hanya sebagai fenomena alam, tetapi sebagai medium arsitektural yang mampu membentuk pengalaman ruang, memengaruhi kondisi atmosfer perkotaan, serta menjadi bagian dari sistem infrastruktur yang adaptif terhadap air (hydro-adaptive urbanism). Konsep rainmaking juga dieksplorasi sebagai strategi spekulatif untuk memanfaatkan proses atmosferik dalam menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih nyaman dan produktif bagi lingkungan perkotaan. Perancangan Rain City mengintegrasikan sistem pengelolaan air hujan, pembentukan lanskap urban berbasis air, serta pengembangan ruang publik yang responsif terhadap perubahan kondisi cuaca dan atmosfer. Melalui pendekatan ini, hujan diposisikan sebagai elemen aktif yang tidak hanya memengaruhi bentuk kota, tetapi juga memperkaya pengalaman arsitektural serta memperkuat hubungan antara manusia, lingkungan urban, dan dinamika atmosfer. Kata kunci: Desain Spekulatif, Arsitektur, Atmosfer, Hujan, Rainmaking, Hydro- Adaptive, Urban.
Transforming Alam Indah Hotel into a Terraced and Clustered City Resort Hotel Nailul Muna Zahra
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Gombel Kota Semarang memiliki topografi berkontur dan pemandangan kota dari ketinggian yang sangat menarik. Keberadaan Hotel Alam Indah dengan konsep arsitektur eksisting dinilai sudah baik, namun belum sepenuhnya dioptimalkan potensinya untuk menciptakan pengalaman menginap berbasis pelayanan dan leisure. Perkembangan gaya hidup masyarakat urban serta maraknya tren quick escape meningkatkan kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang dapat menjadi ruang relaksasi dan rekreasi di dalam kota. Kebutuhan tersebut membuka peluang pengembangan tipologi hotel dengan pendekatan resort atau biasa disebut city resort hotel, menjadi alternatif hotel konvensional yang lebih berorientasi pada pengalaman yang lebih interaktif, integrasi alam, dan kualitas spasial. Tugas akhir ini bertujuan merancang kembali Alam Indah menjadi hotel resort kota dengan pendekatan konsep terasering dan cluster yang dipakai guna mengatur tata massa agar tidak masif, organisasi ruang, dan sistem sirkulasi yang lebih kontekstual. Perancangan dengan pendekatan desain tersebut merupakan upaya pemanfaatan letak Hotel Alam Indah yang memiliki topografi yang unik dan menantang. Melalui analisis konteks kawasan, studi tipologi hotel berbasis lanskap, studi banding resort, dan kebutuhan pengguna, perancangan ini diharapkan mampu menghadirkan kebutuhan penginapan yang tidak hanya untuk menginap tetapi juga untuk kebutuhan relaksasi, meningkatkan daya saing hospitality Semarang, serta menghadirkan destinasi quick escape yang beridentitas urban. Kata kunci: redesain, hotel resort kota, terasering, cluster
PERANCANGAN PUSAT UMKM BERBASIS WISATA LOKAL PADA TAPAK EKSISTING MALL RAMAYANA GRESIK Syauqina Ghassani
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Pusat UMKM berbasis wisata lokal pada tapak eksisting Mall Ramayana  Gresik dilatarbelakangi oleh dua permasalahan utama, yaitu belum terwadahinya pelaku  UMKM dalam suatu fasilitas terintegrasi serta menurunnya aktivitas bangunan komersial  yang berdampak pada melemahnya vitalitas kawasan. Kabupaten Gresik memiliki potensi  UMKM yang besar, terutama pada sektor kuliner dan produk lokal, namun masih  menghadapi kendala dalam aspek pemasaran, promosi, dan penyediaan ruang yang  representatif. Di sisi lain, lokasi tapak yang berada pada kawasan strategis dengan fungsi  perdagangan dan jasa memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali sebagai pusat  aktivitas ekonomi yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini. Perancangan ini bertujuan  untuk menghidupkan kembali kawasan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan eksisting  dengan menghadirkan Pusat UMKM yang terintegrasi dengan konsep wisata lokal. Metode  yang digunakan meliputi analisis aspek fungsional, kontekstual, teknis, dan kinerja  bangunan, serta kajian pustaka dan studi preseden sebagai dasar dalam penyusunan konsep  perancangan. Program ruang dirancang berdasarkan integrasi fungsi utama, yaitu promosi,  edukasi, dan interaksi sosial, yang diorganisasikan dalam zonasi ruang yang jelas dan  mendukung alur aktivitas pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengembangan  Pusat UMKM berbasis wisata lokal mampu meningkatkan intensitas aktivitas kawasan,  menciptakan ruang publik yang interaktif, serta memperkuat keterkaitan antara kegiatan  ekonomi dan pengalaman wisata. Pendekatan ini tidak hanya mendukung peningkatan daya  saing UMKM lokal, tetapi juga berkontribusi dalam menghidupkan kembali kawasan pusat  kota Gresik sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa yang berkelanjutan.  Kata kunci: Pusat UMKM, wisata lokal, lost space, Mall Ramayana Gresik.
Perancangan Postpartum Care Center di Kota Semarang Bethary Kheisya Aura Ztalsabilla
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pasca melahirkan merupakan periode kritis dalam pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah persalinan. Ibu dihadapkan pada adaptasi perubahan tubuh, perawatan bayi, dan peran baru yang meningkatkan risiko baby blues syndrome sebesar 14–17% pada wanita postpartum. Kurangnya pengetahuan, keterbatasan akses informasi, dan layanan kesehatan yang kurang responsif turut memicu komplikasi pasca persalinan seperti perdarahan, tromboemboli, dan infeksi. Di Kota Semarang, tercatat 16 kasus kematian ibu pada tahun 2022, dengan 68,75% terjadi pada masa nifas. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan fasilitas pemulihan yang tidak hanya menangani aspek medis, tetapi juga mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan edukasi ibu pasca melahirkan. Perancangan ini bertujuan menghadirkan Postpartum Care Center di Kota Semarang dengan pendekatan healing environment. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur, jurnal, dan standar yang relevan, metode dokumentasi dengan mengumpulkan data visual dari proyek sejenis, serta metode komparatif dengan membandingkan studi banding dari dalam dan luar negeri guna menemukan implementasi terbaik bagi desain arsitektur. Hasil perancangan berupa fasilitas yang mengakomodasi pemulihan fisik, dukungan psikologis, dan edukasi bagi ibu pasca melahirkan, sehingga diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung proses pemulihan pada masa postpartum.   Kata Kunci: Postpartum Care Center, Healing Environment, Kota Semarang
SENIOR LIVING: HUNIAN LANJUT USIA BERBASIS ACTIVE AGING DI YOGYAKARTA Naya Anjani
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia mendorong terjadinya perubahan struktur demografi menuju masyarakat menua (ageing society). Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan hunian yang mampu menunjang kualitas hidup lanjut usia (lansia). Lansia tidak hanya memerlukan tempat tinggal yang aman dan nyaman, tetapi juga lingkungan yang dapat mendukung kemandirian, kesehatan fisik dan mental, serta interaksi sosial. Namun, perubahan pola keluarga seperti fenomena empty nest dan keterbatasan fasilitas hunian yang ramah lansia di kawasan perkotaan sering kali menyebabkan menurunnya kualitas hidup lansia serta meningkatnya risiko isolasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan hunian lansia yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan komunitas yang aktif dan suportif. Konsep active aging dalam perancangan ini didefinisikan sebagai proses mengoptimalkan meningkatkan kualitas hidup lansia. Secara arsitektural, konsep ini diwujudkan melalui tiga pilar utama. Pertama, pilar kesehatan diakomodasi melalui penyediaan fasilitas seperti ruang konsultasi kesehatan dan gym fisioterapi. Kedua, pilar partisipasi diwujudkan melalui penciptaan ruang interaksi sosial yang inklusif, seperti pusat aktivitas harian, ruang hobi, dan area pameran karya guna mendorong lansia tetap produktif secara mental dan sosial. Ketiga, pilar keamanan diterapkan melalui penggunaan material yang aman serta penyediaan elemen pendukung seperti handrail pada jalur sirkulasi guna meminimalkan risiko kecelakaan. Dengan demikian, konsep senior living berbasis active aging menjadi solusi yang mampu mengakomodasi kebutuhan lansia dengan mendorong mereka tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial.
Perancangan Kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta Sebagai Urban Transit Node Berbasis Transit Culture Maya Aurel
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan mobilitas perkotaan menempatkan stasiun kereta api sebagai simpul penting dalam sistem transportasi umum yang tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga sebagai ruang transisi yang membentuk pola pergerakan dan aktivitas masyarakat. Dalam konteks kota yang terus berkembang, keberadaan stasiun memiliki peran strategis dalam membangun mobility culture yang mendorong penggunaan transportasi publik secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Namun, pada banyak kasus, kawasan stasiun masih menghadapi permasalahan keterputusan antara fasilitas transportasi, ruang publik, dan lingkungan perkotaan di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perancangan arsitektur yang mampu mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep perancangan stasiun kereta api yang tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional transportasi, tetapi juga memperkuat integrasi kawasan melalui pengaturan ruang, sirkulasi, serta keterhubungan dengan moda transportasi lain dan aktivitas perkotaan di sekitarnya. Melalui pendekatan perancangan yang memperhatikan aspek fungsional, teknis, dan arsitektural, diharapkan tercipta sebuah lingkungan stasiun yang adaptif terhadap dinamika mobilitas perkotaan, sekaligus mampu mendukung terbentuknya budaya mobilitas masyarakat yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penggunaan transportasi umum.
PENATAAN KAWASAN KAMPUNG BAHARI TAMBAKLOROK BERBASIS SISTEM SOSIO-EKOLOGIS KAWASAN (SES) Delonix Regia Dwi Anugerah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir perkotaan merupakan ruang yang memiliki dinamika tinggi akibat interaksi  antara sistem sosial dan ekologis. Kampung Tambaklorok sebagai kampung nelayan terbesar  di Kota Semarang menghadapi berbagai permasalahan kompleks, seperti penurunan muka  tanah, banjir rob, kepadatan permukiman, serta keterbatasan infrastruktur dasar yang  berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Intervensi penataan kawasan yang selama ini  cenderung bersifat top-down dan berfokus pada pembangunan fisik terbukti mampu  meningkatkan ketahanan lingkungan secara jangka pendek, namun belum sepenuhnya  mendukung kapasitas adaptif masyarakat nelayan dalam menghadapi perubahan yang  berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep redesain Kampung Bahari  Tambaklorok berbasis Sistem Sosio-Ekologis(SES) yang mampu menyeimbangkan  ketahanan fisik lingkungan dengan praktik adaptasi masyarakat. Metode yang digunakan  meliputi pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi literatur,  didukung dengan metode dokumentatif dan komparatif untuk memperoleh pemahaman  tipologi dan strategi perancangan yang tepat. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa  pendekatan SES memungkinkan integrasi antara aspek sosial, ekonomi, dan ekologis dalam  satu kesatuan sistem yang adaptif. Konsep desain diarahkan pada penguatan resiliensi  kawasan melalui penataan ruang yang responsif terhadap banjir rob dan penurunan muka  tanah, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengakomodasian aktivitas livelihood  masyarakat nelayan. Fokus penataan pada RW 15 sebagai area dengan tingkat kerentanan  tinggi menjadi strategi untuk menciptakan kawasan yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu  mempertahankan identitas lokal. Dengan demikian, redesain Kampung Bahari Tambaklorok  berbasis Sistem Sosio-Ekologis(SES) diharapkan dapat menjadi model penataan kawasan  pesisir yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan  sistem sosial dan ekologis secara holistik.
PERANCANGAN HOTEL BINTANG EMPAT DI KAWASAN SEMARANG BARAT Zhanuardo Ghazy Falah Athallah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kawasan Barat Kota Semarang sebagai koridor transportasi udara yang berpusat pada Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani telah mendorong peningkatan intensitas mobilitas pelaku bisnis, wisatawan, dan peserta kegiatan MICE secara signifikan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara tingginya permintaan akomodasi berkualitas dengan minimnya ketersediaan hotel bintang empat di kawasan tersebut, yang selama ini masih terkonsentrasi di Semarang Tengah. Permasalahan arsitektural yang mendasari perancangan ini adalah bagaimana hotel dapat dihadirkan bukan sekadar sebagai fasilitas komersial, melainkan sebagai ruang transisi yang efisien, representatif, dan responsif terhadap konteks iklim serta dinamika mobilitas kawasan. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini disusun menggunakan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka, observasi lapangan, serta studi banding terhadap tiga hotel bintang empat di Kota Semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Puri Anjasmoro, Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat seluas ±6.794 m² memenuhi kriteria lokasi hotel bisnis skala menengah berdasarkan aksesibilitas, peruntukan lahan, dan kedekatan dengan simpul transportasi. Ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) membatasi ketinggian bangunan maksimal empat lantai sesuai Permenhub No. PM 44 Tahun 2015, sehingga kapasitas hotel ditetapkan sebesar 60 kamar yang terdiri atas Superior Room, Deluxe Room, dan Suite Room dengan total luas bangunan ±4.200 m²  Program perancangan mengintegrasikan pendekatan arsitektur tropis sebagai respons terhadap kondisi iklim tropis lembab dan karakteristik kawasan pesisir, yang diwujudkan melalui strategi orientasi bangunan, pengendalian radiasi matahari, ventilasi silang, penggunaan material adaptif, serta integrasi vegetasi sebagai pengendali iklim mikro. Hasil perumusan program ini diharapkan dapat menjadi landasan konseptual yang komprehensif bagi tahap perancangan arsitektur selanjutnya. Kata Kunci: hotel bintang empat, kawasan barat Semarang, arsitektur tropis, ruang transisi, mobilitas kawasan, KKOP, akomodasi bisnis.
Pusat Pembangkit Listrik Hybrid dan Industri Penghasil Energi Alternatif yang Terbarukan Sebagai Bagian Dari Sumber Daya Alam Masyarakat di Desa Kemujan Karimun Jawa Wan Lubnayya Nabigha
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The project redefines the conventional powerplant from a centralized and isolated industrial facility into a distributed coexistent energy network integrated with the island’s ecology and daily life. Responding to different environmental potentials across the island, solar, wind, and diesel backup systems are placed in context-driven locations where energy infrastructure also supports public, productive, and ecological activities. These decentralized modules are interconnected through a central hub that acts as a metabolic machine for monitoring, storage, and system integration, while the diesel generator gradually shifts into emergency-only infrastructure. Through this approach, the hybrid powerplant becomes not only a system for generating electricity, but an adaptive architectural landscape where energy, environment, and society coexist.
HOTEL WELLNESS RESORT DI KAWASAN WISATA RANCABALI Indah Zulayka
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat urban ditandai dengan tekanan pekerjaan, kepadatan lingkungan, dan ritme hidup yang cepat berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental. Kondisi tersebut memunculkan fenomena spiritual escape, yaitu kecenderungan masyarakat urban untuk mencari ketenangan dan pemulihan mental melalui aktivitas wellness seperti meditasi, retreat, dan wisata kesehatan. Arsitektur memiliki peran dalam memfasilitasi proses pemulihan tersebut melalui penciptaan pengalaman ruang yang mendukung keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Kawasan Rancabali di Kabupaten Bandung memiliki potensi lanskap alami serta suasana lingkungan yang tenang, namun sebagian besar fasilitas wisata yang ada masih berorientasi pada rekreasi konvensional. Perancangan Wellness Resort dengan pendekatan arsitektur healing dilakukan untuk menghadirkan ruang yang mendukung proses relaksasi, refleksi diri, dan pemulihan mental masyarakat urban. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif melalui studi literatur, analisis tapak, serta studi preseden. Hasil perancangan diharapkan mampu menghasilkan konsep Wellness Resort yang kontekstual dengan lingkungan alam serta mendukung pengalaman ruang yang menenangkan bagi pengguna.