cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
Kemujan Rural System : Connecting Network Facilities System for Island Villages in Kemujan, Karimunjawa. Muhammad Umam
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini berangkat dari kritik terhadap paradigma perencanaan wilayah yang cenderung urban-sentris, di mana desa diposisikan sebagai entitas yang harus mengikuti standar kota. Pendekatan tersebut mengabaikan karakter spasial, sosial, dan ekologis desa, terutama pada konteks desa kepulauan yang memiliki keterbatasan konektivitas secara struktural. Desa Kemujan di Karimunjawa menjadi studi kasus yang menunjukkan adanya potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal, namun belum terintegrasi secara optimal akibat lemahnya sistem konektivitas antar moda dan antar wilayah.  Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan utama terletak pada belum terintegrasinya simpul transportasi, terutama antara pelabuhan, bandara, dan jaringan darat internal desa. Oleh karena itu, dirumuskan sistem konektivitas terpadu yang terdiri dari penguatan Pelabuhan Legon Bajak sebagai simpul utama, serta penyebaran halte sebagai jaringan distribusi manusia di dalam desa. Selain itu, sistem distribusi logistik diperkuat melalui koperasi desa sebagai perpanjangan dari sistem pelabuhan.
Rusunami Nelayan dengan Integrasi Sentra Produksi Perikanan di Tambaklorok Ranti Dwi Setianingrum
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Tambaklorok di Semarang saat ini bukan sekedar pemukiman biasa, melainkan ruang tempat nelayan menggantungkan mata pencahariannya. Saat ini warga di sana harus berhadapan dengan masalah pelik akibat banjir rob dan penurunan muka tanah yang tidak kunjung berhenti. Selama ini, solusi yang diambil warga hanyalah meninggikan lantai rumah secara mandiri yang merupakan sebuah upaya yang memakan biaya besar namun sifatnya hanya sementara dan sangat membebani ekonomi keluarga. Masalah jadi makin rumit karena area tinggal dan ruang kerja nelayan yang menyatu ikut lumpuh setiap kali air pasang datang. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, studi ini menawarkan solusi lewat pwrencanaan dan perancangan hunian vertikal nelayan yang adaptif dengan karakter pesisir. Menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, serta komparatif untuk melihat kebutuhan di lapangan, fokus utama rancangan ini adalah menciptakan hunian yang tidak hanya aman dari rob, tapi juga mampu menata aktivitas produksi perikanan warga agar lebih layak sehingga nelayan Tambaklorok bisa memiliki tempat tinggal yang lebih manusiawi dan tetap produktif di tanah asal mereka tanpa harus terus-menerus kalah oleh tekanan alam.
Perancangan Akademi Sepak Bola Klub Persijap Jepara sebagai Dasar Keberlanjutan Klub dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Pesisir Pirena Wibisono
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan akademi sepak bola bagi sebuah klub sepak bola profesional merupakan  salah satu upaya strategis untuk mendukung keberlanjutan pembinaan pemain usia muda serta  meningkatkan kualitas performa tim secara jangka panjang. Klub Persijap Jepara sebagai salah  satu peserta kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia menghadapi tantangan dalam sistem  pembinaan pemain usia muda, terutama pada aspek fasilitas dan infrastruktur yang belum  memenuhi standar regulasi PSSI Club Licensing Regulation 2023 Edition dan AFC Elite Youth  Scheme 2024 Edition. Oleh karena itu, perancangan akademi sepak bola bagi klub Persijap  Jepara dirumuskan sebagai solusi secara arsitektural untuk menyediakan fasilitas pembinaan  pemain usia muda yang terstruktur, sistematis, serta mampu menunjang pengembangan aspek  fisik, aspek teknis, aspek taktikal, dan aspek psikologis pemain. Pendekatan arsitektur tropis  pesisir diterapkan dalam perancangan guna merespons kondisi iklim tropis dan karakter  kawasan pesisir di Kabupaten Jepara sehingga tercipta lingkungan latihan dan pembinaan yang  nyaman, adaptif, serta berkelanjutan bagi para pengguna akademi sepak bola.
TRANSFORMASI SOSIO-SPASIAL KAWASAN EKS-LOKALISASI ARGOREJO (SUNAN KUNING) SEMARANG MELALUI PERANCANGAN EDU-WISATA RELIGI Rama Rizkiyarso
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Argorejo (Sunan Kuning) di Kota Semarang memiliki sejarah yang kompleks karena keberadaan makam tokoh penyebar Islam Soe Nan Ing yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kuning, namun selama lebih dari lima dekade kawasan ini juga dikenal sebagai lokalisasi prostitusi hingga ditutup pada tahun 2019. Pasca-penutupan, kawasan mengalami krisis multidimensional berupa degradasi fisik lingkungan, hilangnya mata pencaharian masyarakat, serta stigma sosial yang masih melekat. Perancangan ini bertujuan mentransformasi kawasan melalui pendekatan edu-wisata religi yang mengintegrasikan fungsi spiritual, edukatif, dan ekonomi dalam satu sistem kawasan. Konsep utama meliputi integrasi masjid sebagai pusat kegiatan spiritual, museum sebagai ruang interpretasi sejarah, serta penataan makam ziarah sebagai ruang kontemplatif yang didukung fasilitas pendidikan dan pengembangan home-based enterprise bagi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, kawasan diharapkan bertransformasi menjadi lingkungan religius-edukatif yang bermartabat sekaligus menjadi model revitalisasi kawasan eks-lokalisasi berbasis identitas dan pemberdayaan masyarakat.
PERANCANGAN FASILITAS AIR BERSIH DAN PENGOLAHAN SAMPAH DI DESA KEMUJAN, KARIMUNJAWA Muhammad Fatikh Ulya
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Fasilitas Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Desa Kemujan, Karimunjawa Desa Kemujan sebagai desa pesisir menghadapi tekanan ganda: meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas wisata, serta timbulan sampah yang berpotensi membebani lingkungan pesisir jika tidak dikelola secara mandiri. Dalam kerangka tata desa sebagai sistem hidup yang menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui siklus produksi, distribusi, konsumsi, dan ekskresi, perancangan ini bertujuan mewujudkan fasilitas publik rural yang mengintegrasikan penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah sebagai satu kesatuan sistem tata desa yang mandiri, bersih, dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan air, analisis hidrologi, analisis timbulan sampah, zonasi bersih-kotor, sirkulasi terpisah, dan pemetaan sistem tata desa secara menyeluruh. Analisis hidrologi menunjukkan kebutuhan kapasitas water catchment sebesar 50.307,48 m³ untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Sistem penyediaan air dirancang menggunakan dua sumber: 80% air embung melalui pengolahan konvensional dan 20% air laut melalui reverse osmosis, dengan total kebutuhan mencapai 497,73 m³/hari. Pengelolaan sampah sebesar 3,107 ton/hari mencakup sampah organik, anorganik, dan B3 melalui proses komposting, maggot, pengolahan plastik, RDF, serta penanganan limbah B3 secara terpadu. Program ruang terdiri atas water treatment facility, waste treatment facility, public recreation, serta public and management, yang dirancang dengan strategi water diversification, waste independence, clean-dirty zoning, dan separated circulation. Secara arsitektural, fasad bangunan dilengkapi elemen papan modular 60×60 cm yang dapat dilepas dan dikonfigurasi ulang untuk mendukung aktivitas publik seperti workshop, bermain, berdagang, atau edukasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa fasilitas infrastruktur teknis dapat sekaligus berfungsi sebagai ruang publik rural yang edukatif, adaptif, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat. Kata kunci: tata desa, kemandirian air, kemandirian pengelolaan sampah, fasilitas publik rural, zonasi bersih-kotor, water diversification
PERANCANGAN ART CENTER DAN PERFORMING HALL DI KAWASAN SENTUL CITY, BOGOR DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR FENOMENOLOGI ADINDA PUTRI AMALIA
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Art Center di Sentul City, Bogor dirancang sebagai fasilitas yang mewadahi kegiatan seni pertunjukan dan pameran seni dalam satu kawasan terpadu. Keberadaan fasilitas ini bertujuan mendukung perkembangan aktivitas seni dan budaya yang semakin berkembang, sekaligus menyediakan ruang pertunjukan yang memenuhi standar kenyamanan, kapasitas, dan kualitas akustik. Perancangan ini menitikberatkan pada penyediaan ruang pertunjukan yang representatif melalui desain yang mampu mendukung pengalaman visual dan audial bagi penonton maupun performer. Perancangan dilakukan melalui pendekatan studi literatur, analisis preseden bangunan seni pertunjukan, serta analisis tapak dan kebutuhan ruang. Aspek perancangan difokuskan pada kualitas akustik performing hall, pengaturan sirkulasi pengunjung dan pengelola, serta hubungan antar ruang dalam kawasan Art Center. Hasil perancangan diharapkan menghasilkan sebuah pusat seni yang fungsional dan representatif, yang tidak hanya berperan sebagai wadah kegiatan seni pertunjukan tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya dan pengembangan kreativitas masyarakat.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER KELAS B DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE Angeliqca Adhitama
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sering kali dipersepsikan sebagai tempat yang dingin, kaku, dan penuh tekanan, baik bagi pasien maupun keluarganya. Padahal, kondisi psikologis pasien memegang peranan krusial dalam proses pemulihan. Seiring berkembangnya ilmu arsitektur dan kesehatan, paradigma perancangan fasilitas medis mulai bergeser dari sekadar wadah fungsi medis menjadi instrumen penyembuhan.Perancangan Rumah Sakit Khusus Kelas B dengan pendekatan healing architecture bukan sekadar estetika arsitektural, melainkan sebuah investasi pada efisiensi penyembuhan. Dengan mengintegrasikan elemen alam, navigasi yang humanis, dan kenyamanan sensorik ke dalam tata ruang medis yang rigid, arsitektur dapat bertransformasi dari sekadar dinding pelindung menjadi "obat tak terlihat" yang mendukung pemulihan fisik dan mental pasien secara holistik.
Perancangan Fasilitas Olahraga Dalam Mendukung Lingkungan Sehat Mochamad Haernanda
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan fasilitas olahraga memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Fasilitas olahraga tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan lingkungan yang nyaman, aman, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep perancangan fasilitas olahraga yang mampu mendukung terciptanya lingkungan sehat melalui pendekatan arsitektur dan perencanaan kawasan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kebutuhan pengguna, serta kajian terhadap aspek kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain berkelanjutan, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi fasilitas olahraga dengan jaringan sirkulasi pejalan kaki dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendorong gaya hidup aktif masyarakat.
“ARSITEKTUR SEBAGAI AGEN SISTEM KONSERVASI IN-SITU: PERANCANGAN FASILITAS PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL DAN LANSKAP KONSERVASI GAJAH DI TWA SEBLAT, BENGKULU” Aurel Parsa Awanta
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, khususnya Sumatera, satwa dan habitatnya menghadapi krisis ekologi akibat  deforestasi, fragmentasi habitat, perburuan liar, dan perubahan iklim yang mengancam  kelangsungan hidup berbagai spesies fauna terancam punah. Taman Nasional dipahami  sebagai salah satu perlindungan dan habitat asli dari satwa-satwa yang terancam punah.  Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai salah satu kawasan konservasi terbesar di  Sumatera menjadi habitat megafauna kunci seperti harimau sumatera, gajah sumatera, dan tapir, namun terus menghadapi tekanan antropogenik yang semakin intensif. Di area  penyangga TNKS, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat yang memiliki Pusat Latihan Gajah  (PLG) sebagai salah satu pusat konservasi gajah sumatera. Berdasarkan hal tersebut, studi terkait kegiatan dan sistem konservasi menghasilkan  pemahaman bahwa rangkaian kegiatan konservasi satwa memiliki berbagai utama tahap  yang mencakup penyelamatan, rehabilitasi, hingga monitoring pasca pelepasliaran atau  penangkaran jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut difahami bahwa kegiatan tersebut  memiliki berbagai sistem, aktor, dan rangkaian kegiatan yang beragam. Arsitektur di  posisikan sebagai instrumen yang dapat berkontribusi dalam sistem konservasi satwa dan  habitat aslinya (in-situ) melalui akomodasi ruang berdasarkan sistem, aktor, dan rangkaian  kegiatan konservasi yang berorientasi di perlindungan satwa dan habitat aslinya,  penyelamatan dan rehabilitasi, serta produksi ilmu pengetahuan. Metode penelitian mencakup pendekatan deskriptif, pengumpulan data melalui studi  literatur dan data statistik, analisis komparatif terhadap preseden fasilitas taman nasional  nasional dan internasional, serta survei lapangan di lokasi TWA Seblat, menghasilkan  program rancangan yang terdiri atas dua sistem utama: (1) fasilitas pengelolaan taman  nasional berbasis operasional lapangan, mencakup area riset, area penyelamatan satwa, dan  markas pelatihan lembaga keamanan kawasan; (2) pengembangan kawasan PLG Seblat  sebagai pusat konservasi dan penyelamatan gajah sekaligus destinasi ekowisata etis-edukatif  yang dapat menopang keberlanjutan finansial program konservasi. Kata kunci: arsitektur konservasi satwa dan ekosistem, taman nasional, gajah sumatera,  Kerinci Seblat, TWA Seblat, ekowisata, fasilitas pengelolaan, konservasi in-situ
RevitalisasiI Kawasan Di Kelurahan Purwodinatan & Kauman Melalui Rekonfigurasi Spasial Dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual Abie Evardi
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi aktivasi ekonomi mikro lintas kawasan melalui pendekatan desain spasial yang responsif terhadap sektor ekonomi marjinal. Dengan mengintegrasikan pola perilaku keseharian masyarakat sebagai parameter utama perancangan, penelitian ini berupaya menghasilkan fasilitas fungsional yang mampu menjadi katalis sosial-ekonomi yang organik dan berkelanjutan bagi komunitas lokal. Pendekatan arsitektur kontekstual digunakan sebagai landasan perancangan, yakni dengan menghormati dan mengembangkan karakter kawasan yang telah terbentuk, bukan memaksakan bentuk baru di atas identitas lama. Kerangka tujuh prinsip Responsive Environment (Bentley) diaplikasikan untuk menghadirkan kemudahan akses, keberagaman fungsi, keterbacaan ruang, fleksibilitas, dan karakter yang tumbuh bersama masyarakat.