cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
Meru Tejakula: Beach Club and Resort Zulfikar Wijaya
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A TROPICAL SANCTUARY INSPIRED BY THE RICH HERITAGE OF INDONESIA. WHERE CONTEMPORARY DESIGN MEETS NATURAL BEAUTY, CREATING UNFORGETTABLE EXPERIENCES IN EVERY MOMENT.
Redesain Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Pulau Baai Kota Bengkulu dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Siti Zahara Fairuszita
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Bengkulu memiliki keunggulan strategis dengan garis pantai sepanjang 525  km yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Sejalan dengan Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2025-2029,  Pelabuhan Pulau Baai menjadi aset krusial untuk mengoptimalkan potensi sumber daya daerah  sebagai penggerak ekonomi dan gerbang logistik utama. Dalam komoditas perikanan,  operasional perikanan Provinsi Bengkulu berpusat di Pelabuhan Perikanan dan Tempat  Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai. Namun, kondisi Pelabuhan Perikanan dan TPI Pulau Baai  saat ini dinilai masih jauh dari standar kelayakan yang memadai.  Kondisi yang masih kotor,  becek, dengan aroma yang tidak sedap akan berdampak langsung pada kualitas produk yang  dipasarkan, dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai serta harga jual dari produk tersebut.  Sebagai solusi, redesain Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan Pulau Baai dilakukan dengan  mengintegrasikan standar Pasar Ikan Higienis melalui pendekatan Arsitektur Hijau. Pendekatan  ini tidak hanya sekadar memenuhi rencana pembangunan daerah dan kesadaran lingkungan,  tetapi secara teknis diaplikasikan untuk menciptakan infrastruktur perikanan yang higienis dan  efisien energi.  Kata Kunci: Pelabuhan Perikanan, Pasar Ikan, Pulau Baai, Arsitektur Hijau.
Perancangan Pusat Rehabilitasi Sosial Perempuan Korban Kekerasan Domestik & Seksual Raissha Miani Gumilar
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Jawa Barat belum diimbangi  dengan ketersediaan fasilitas pemulihan yang memadai secara kualitas ruang dan  fungsi. Banyak rumah aman saat ini masih bersifat konvensional dan cenderung  tertutup, sehingga kurang optimal dalam mendukung proses penyembuhan  psikologis penyintas. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah Pusat  Rehabilitasi Sosial Wanita Korban Kekerasan Domestik dan Seksual  di Bandung  sebagai lingkungan yang protektif sekaligus memberdayakan bagi perempuan  korban kekerasan domestik dan seksual. Dengan mengintegrasikan prinsip  Arsitektur Terapeutik dan Trauma-Informed Design, fokus utama desain  ditekankan pada penciptaan ruang yang mampu mereduksi stres dan memberikan  rasa aman yang mendalam. Melalui ini, arsitektur diharapkan tidak hanya berfungsi  sebagai wadah aktivitas, tetapi juga berperan aktif dalam memulihkan martabat dan  kemandirian para penyintas trauma.  Keyword : Arsitektur Terapeutik, Healing Enviroment, Trauma-Informed Design,  Pusat Rehabilitasi.
Perancangan RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Dengan Pendekatan Arsitektur Salutogenik Zalfa Nabilasyah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga medis di lingkungan rumah sakit menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan  psikologis, termasuk stres kronis dan burnout, akibat beban kerja yang intens serta  lingkungan fisik yang seringkali bersifat klinis dan menekan. Penelitian ini mengeksplorasi  penerapan Arsitektur Salutogenik sebagai pendekatan preventif dalam perancangan fasilitas  kesehatan yang berfokus pada faktor-faktor pendukung kesehatan (salutogenesis), alih-alih  sekadar pencegahan penyakit (pathogenesis). Melalui integrasi elemen desain seperti  pencahayaan alami, koneksi biofilik, kontrol akustik, dan penyediaan ruang restorasi khusus  bagi staf, lingkungan binaan dapat berfungsi sebagai instrumen aktif dalam menurunkan  kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan mental para profesional medis. Metode  penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dan analisis preseden desain  yang menghubungkan variabel spasial dengan respons psikofisiologis manusia. Hasil kajian  menunjukkan bahwa ruang kerja yang dirancang dengan prinsip salutogenik secara  signifikan mampu meningkatkan rasa koherensi (sense of coherence) staf, yang pada  gilirannya memitigasi risiko burnout dan meningkatkan efikasi kerja. Kesimpulannya,  arsitektur rumah sakit modern harus memprioritaskan kebutuhan psikologis tenaga medis  sebagai bagian integral dari strategi keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan.  Kata Kunci: Psikologi, Arsitektur Salutogenik, Tenaga Medis, Stres, Burnout.
Perancangan Food Forest sebagai Sarana Budidaya, Produksi, dan Edukasi dalam Mendukung Diversifikasi Pangan Lokal dengan Pendekatan Permakultur Izzat Akhwatul Kholifah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta meningkatnya alih fungsi lahan produktif. Sistem pangan nasional yang masih didominasi oleh konsumsi beras menyebabkan kerentanan terhadap keberlanjutan produksi pangan, sementara potensi pangan lokal non-beras belum dimanfaatkan secara optimal. Perancangan ini bertujuan merancang kawasan food forest sebagai sarana budidaya, produksi, dan edukasi yang mendukung diversifikasi pangan lokal melalui pendekatan permakultur. Metode perancangan dilakukan melalui pendekatan deskriptif, dokumentatif, dan komparatif dengan menganalisis literatur, kebijakan tata ruang, preseden proyek sejenis, serta kondisi tapak di Kabupaten Sukoharjo. Konsep perancangan mengintegrasikan fungsi cultivating, producing, dan educating dalam satu sistem lanskap produktif yang meniru struktur ekosistem hutan melalui vegetasi berlapis serta penerapan prinsip permakultur seperti zonasi ruang, diversifikasi tanaman, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara efisien. Hasil perancangan menghasilkan kawasan lanskap produktif yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang budidaya dan produksi pangan, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik yang memperkenalkan potensi pangan lokal serta praktik pertanian berkelanjutan. Kawasan food forest ini diharapkan dapat menjadi model infrastruktur pangan alternatif yang mendukung diversifikasi pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan interaksi sosial masyarakat.
HYBRID LIVING CENTRE : DESIGNING SPATIAL SEQUENCE TO MEDIATE WORK STRESS IN THE DAILY RHYTHM OF THE YOUNGER GENERATION Muhammad Thoriq Kamil
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hybrid Living Centre merupakan pengembangan mixed-use vertikal yang mengintegrasikan fungsi retail, perkantoran, hunian, dan leisure dalam satu ekosistem bangunan. Proyek ini menjawab kebutuhan gaya hidup urban modern yang menuntut efisiensi mobilitas, produktivitas, serta kualitas hidup yang lebih baik. Konsep Vertical Transition diterapkan melalui susunan ruang yang bergerak dari zona publik menuju privat secara bertahap. Setiap fungsi dihubungkan oleh Transitional Space berupa panoramic lift dan sky garden sebagai ruang jeda untuk interaksi sosial, relaksasi, dan pemulihan. Melalui integrasi Work, Pause, Live, dan Connect, bangunan menciptakan lingkungan hidup vertikal yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN FASILITAS UMKM Choirunnisa Azzahra
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan seseorang memberi dampak besar pada sumber daya manusia,  keterampilan dan kesiapan sesorang di dunia kerja. Namun rendahnya minat belajar dan  meneruskan pendidikan menjadi masalah yang sering dihadapi saat ini. Rendahnya minat  pendidikan yang ada disebabkan oleh beberapa hal seperti keterbatasan ekonomi, serta  kurangnya keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal tersebut menyebabkan  banyak lulusan yang belum siap bekerja ataupun berwirausaha secara mandiri, karena tidak  memiliki bekal yang memadai.    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat menjadi salah satu solusi pendidikan yang  dapat meningkatkan pengembangan kesiapan dan keterampilan bekerja. Dalam perancangan  ini, SMK akan dikembangkan dengan mengintegrasikan fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan  Menengah (UMKM) sebagai sarana belajar berbasis praktik yang dapat meningkatkan  kualitas berwirausaha pada peserta didik. SMK yang dirancang nantinya berbasis industri  kreatif dan jasa yang memiliki beberapa kejuruan seperti tata boga, tata busana, SPA,  kecantikan rambut, desain komunikasi visual, serta bisnis digital. Pemilihan bidang tersebut  relevan dengan kebutuhan pasar, perkembangan ekonomi kreatif, serta mudah  dikembangkan secara mandiri.   Metode perancangan yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan kemparatif  dengan pengkajian toeri, standar yang ada, serta studi preseden yang berkaitan dengan SMK  dengan fasilitas UMKM. Hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan ekosistem  kewirausahaan yang berkelanjutan, kemampuan berwirausaha, serta memberikan kontribusi  baik bagi masyarakat.   Kata kunci : SMK, UMKM, pendidikan kejuruan, kewirausahaan, arsitektur pendidikan.
Permakultur Pesisir : Perancangan Faslitas Pengelolaan dan Budidaya Kelapa Berbasis Komunitas di Desa Kemujan Kezia Aryandri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir memiliki karakteristik berbasis sumber daya lokal dengan kehidupan  masyarakat yang bergantung pada ekologi lingkungan. Geografisnya relatif terisolasi  sehingga mempengaruhi ketersediaan dan distribusi bahan pangan bagi masyarakat.  Keterbatasan akses serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal yang  menyebabkan wilayah pesisir cenderung bergantung pada pasokan pangan dari luar. Kondisi  tersebut terjadi di Pulau Kemujan, di mana Sebagian kebutuhan pangan masih dipenuhi  melalui distribusi dari Jepara. Ketergantungan ini menunjukkan belum terbentuknya sistem  ketahanan pangan lokal yang mendukung kemandirian masyarakat perdesaan. Pulau  Kemujan memiliki potensi kelapa sebagai sumber daya lokal yang dapat dikembangkan  untuk memperkuat sistem pangan berbasis komunitas. Oleh karena itu, perancangan ini  mengusung konsep permakultur pesisir melalui pengelolaan kelapa secara terpadu yang  mencakup kegiatan produksi, edukasi, dan distribusi. Pendekatan desain menitikberatkan  pada integrasi aktivitas masyarakat dengan lingkungan pesisir secara berkelanjutan. Hasil  perancangan berupa fasilitas terpadu yang mendukung penguatan ketahanan pangan lokal.  Perancangan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat perdesaan di Pulau  Kemujan.
DIPONEGORO ONCOLOGY CENTER: PENGEMBANGAN INSTALASI DAN PUSAT RISET ONKOLOGI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO MELALUI PENDEKATAN SALUTOGENIC DESIGN Salsabila Shafa Shafa
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker telah menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia dengan tren kejadian dan kematian yang terus meningkat. Rendahnya tingkat kesintasan dibandingkan negara maju serta keterbatasan infrastruktur layanan, termasuk fasilitas radiologi yang tersedia masih hanya pada sekitar setengah dari jumlah rumah sakit di Indonesia, menunjukkan adanya kesenjangan dalam sistem pelayanan kanker. Selain itu, layanan onkologi komprehensif seperti patologi anatomi dan radioterapi masih berpusat pada kota-kota besar, yang menciptakan ketimpangan pada akses dan beban rujukan yang tinggi. Provinsi Jawa Tengah termasuk lima besar wilayah dengan prevalensi kanker tertinggi, sementara di Kota Semarang, rumah sakit dengan instalasi khusus onkologi baru tersedia pada RSUP dr. Kariadi. Kondisi ini mengindikasikan urgensi pengembangan fasilitas kanker regional yang mampu menyediakan pelayanan terpadu sekaligus menyerap rujukan wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Tugas akhir ini mengusulkan pengembangan Diponegoro Oncology Center sebagai instalasi dan pusat riset onkologi di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Perancangan mengintegrasikan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian dalam satu ekosistem berbasis pendekatan salutogenic design, yang berorientasi pada penciptaan lingkungan binaan yang mendukung kesehatan holistik dan kesejahteraan psikososial pengguna. Proyek ini diharapkan menjadi kontribusi arsitektural dalam meningkatkan kapasitas layanan kanker sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam pengembangan riset kesehatan nasional. Kata Kunci: Instalasi Onkologi, Pusat Riset Onkologi, Desain Salutogenik
Heterotopia-based Water Sport Center as a New Landmark for Coastal Development Dea Amilia
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar dalam pengembangan kawasan pesisir yang tidak hanya berfungsi sebagai ekosistem alami, tetapi juga sebagai ruang aktivitas ekonomi, rekreasi, dan olahraga air. Peningkatan minat terhadap olahraga air serta perkembangan sektor sport tourism mendorong kebutuhan akan fasilitas yang mampu mengakomodasi kegiatan olahraga, rekreasi, dan event berskala nasional maupun internasional. Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan fasilitas olahraga air karena didukung oleh kondisi perairan yang baik, aksesibilitas yang memadai, serta kebijakan pengembangan pariwisata daerah. Berdasarkan analisis lokasi, kawasan Pantai Boom Banyuwangi dipilih sebagai tapak perancangan karena memiliki potensi pengembangan kawasan waterfront dan akses yang strategis. Tugas akhir ini bertujuan merancang Water Sport Center yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga air, tetapi juga sebagai ruang publik dan landmark kawasan pesisir. Pendekatan desain menggunakan konsep heterotopia, yaitu ruang yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda melalui integrasi berbagai aktivitas seperti olahraga, rekreasi, edukasi, dan pariwisata dalam satu kawasan. Metode yang digunakan dalam penyusunan perancangan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur, metode dokumentatif melalui pengumpulan data sekunder, serta metode komparatif melalui studi preseden fasilitas olahraga air.  Hasil perancangan diharapkan mampu menghasilkan fasilitas olahraga air yang fungsional, adaptif terhadap kondisi lingkungan pesisir, serta memiliki nilai arsitektural yang kuat sehingga dapat menjadi landmark baru bagi pengembangan kawasan pesisir Banyuwangi sekaligus mendukung pertumbuhan sport tourism dan aktivitas ekonomi lokal.