cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,104 Documents
Elderly Living Center: Pusat Hunian dan Aktivitas Lansia di Semarang Ashila Rahma Eka Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly Living Center merupakan fasilitas hunian lansia yang dirancang untuk mendukung konsep Active Aging melalui penyediaan lingkungan yang sehat, nyaman, dan ramah lansia. Perancangan ini mengintegrasikan fungsi hunian, pelayanan kesehatan, ruang aktivitas, dan ruang komunal sebagai upaya untuk mendukung kesehatan, kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup lansia di Kota Semarang.
The Vertical Kampong-Sponge: Resiliensi Ekologis dan Kohesi Sosial Kampung Pelangi Bangkit Bagaskoro Suyitno Putera
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek "Reimagining Semarang 2050: Kampung Pelangi" mengusulkan redesain permukiman padat di lereng ekstrem Gunung Brintik menjadi purwarupa Vertical Kampong dengan pendekatan Zero Displacement dan Sponge City. Merespons krisis tumpang-tindih sirkulasi warga, logistik komersial, dan invasi wisatawan, desain ini menerapkan strategi Zoning Lockdown yang memusatkan pariwisata murni di lantai dasar. Massa bangunan dirancang dengan konsep Step-Terraced Scaffold (berundak 1-7 lantai) yang menjepit gang historis eksisting tanpa penggusuran, ditopang oleh pondasi micropile dalam yang aman dari longsor dan getaran. Di pusat bangunan disisipkan Innercourt multifungsi sebagai ruang Srawung Vertikal berbasis pengawasan pasif (passive surveillance) serta area Rain Garden untuk memfiltrasi limpasan air sebelum dialirkan secara gravitasi ke Kali Semarang. Melalui 5 modul makro rancangan, kawasan ini mampu menampung 3.390 jiwa, yang berhasil mengakomodasi 100% warga eksisting (2.266 jiwa) sekaligus menyediakan surplus kapasitas ruang sebagai bentuk ketahanan demografi menuju tahun 2050. Kata Kunci: Kampung Vertikal, Zero Displacement, Sponge City, Step-Terraced Scaffold, Zoning Lockdown.
Perancangan Urban Transit Center sebagai Future Urban Mobility Node di Kawasan Simpang Lima Semarang AISYAH RAHMANINGTYAS
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan mobilisasi di Kota Semarang memerlukan sistem transportasi umum yang lebih terpadu, efisien, dan siap beradaptasi dengan perkembangan masa depan. Kawasan Simpang Lima sebagai pusat kegiatan kota memiliki potensi strategis sebagai titik pertemuan, namun hubungan antara BRT, angkutan feeder, pejalan kaki, ojek online, dan rencana LRT belum terpadu dalam satu fasilitas transportasi yang terpadu. Perancangan pusat transit urban ini bertujuan menciptakan simpul mobilitas di masa depan dengan konsep konsep Compact Smart Mobility Hub. Metode perancangan dilakukan dengan menganalisis kondisi wilayah, sistem transportasi, kebutuhan masyarakat, alur pergerakan, serta strategi integrasi multimoda. Hasil perancangan tersebut dibuat dengan sistem ruang vertikal yang memisahkan dan menghubungkan fungsi angkutan BRT dan feeder, area pengguna, serta peron kereta LRT masa depan. Desain juga memiliki sistem informasi perjalanan, aksesibilitas untuk semua, ruang operasional yang terpadu, serta strategi adaptif sesuai tahapan pengembangan transportasi. Urban Transit Center ini diharapkan menjadi infrastruktur untuk mobilitas publik yang bisa meningkatkan efisiensi perpindahan moda, mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, serta memperkuat Simpang Lima sebagai future urban mobility node Kota Semarang. Kata kunci: Urban Transit Center, integrasi multimoda, Simpang Lima, mobilitas masa depan, Compact Smart Mobility Hub.
PERANCANGAN RESORT DI KAWASAN PEARL OF JAVA (POJ) SEMARANG, DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Raden Ontoseno Haryoputra
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata di Semarang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, terutama di daerah pesisir dengan potensi alam dan rekreasi. Pearl of java (POJ) merupakan salah satu kawasan pengembangan pariwisata terpadu yang menawarkan lanskap pantai yang menarik, aksesibilitas yang baik, dan peluang investasi yang berkembang. Namun, fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut masih didominasi oleh fungsi rekreasi dan komersial, sementara kebutuhan akan akomodasi wisata yang mengintegrasikan konsep keberlanjutan dan pengalaman budaya belum terpenuhi secara optimal. Tujuan dari desain ini adalah untuk merancang Resort dan Pusat Pengalaman Budaya di kawasan POJ sebagai fasilitas akomodasi wisata yang mampu mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus berfungsi sebagai forum pelestarian budaya lokal. Metode diskusi yang digunakan meliputi metode deskriptif, dokumenter, dan komparatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur, dan analisis contoh bangunan serupa. Hasil yang diharapkan dari desain ini adalah terciptanya kawasan resort yang responsif terhadap kondisi lingkungan pesisir, mengoptimalkan potensi alam, dan menghadirkan pengalaman spasial yang mengintegrasikan aspek rekreasi, budaya, dan keberlanjutan. Dengan demikian, desain ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan kawasan wisata POJ dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di kota Semarang.