cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
PERANCANGAN SMK DESAIN VISUAL DI KOTA SEMARANG BERBASIS PRINSIP PEDAGOGIS KRITIS-EKSPLORATIF Afifa Ayu Puspandhari
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan kejuruan saat ini cenderung menerapkan model "gaya bank" yang bersifat satu arah dan kaku, diperburuk oleh konfigurasi ruang kelas konvensional yang menghambat interaksi. Kondisi tersebut membatasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan siswa. Penelitian ini bertujuan merancang SMK Desain Visual di Kota Semarang yang mengintegrasikan prinsip pedagogis kritis Paulo Freire ke dalam lingkungan belajar. Fokus perancangan adalah menciptakan ruang yang non-hierarkis, adaptif, dan menyenangkan (playful) untuk mendorong eksplorasi aktif. Strategi desain yang diterapkan meliputi penggunaan massa bangunan yang menyebar serta pengolahan ruang fleksibel untuk mendukung kenyamanan dan interaksi sosial. Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan menjadi fasilitas pendidikan yang mampu mencetak lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga kritis, reflektif, dan adaptif.
TADPOLE VILLAGE: Perancangan Resor Villa Keluarga Dengan Pendekatan Arsitektur Adaptif di Sembungan Dieng Rizkia Azahra Azahra
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 2025 tercatat sebanyak 1,2 miliar perjalanan wisatawan lokal dan 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di berbagai provinsi, menunjukkan perkembangan dan minat yang tinggi pada sektor pariwisata Indonesia. Akan tetapi, permintaan terhadap akomodasi wisata tidak selalu diimbangi dengan inovasi desain yang responsif terhadap dinamika dan kebutuhan ruang pengguna (keluarga). Sebagian besar villa dan resor masih dirancang dengan konfigurasi ruang yang statis dan berbasis standar luas dan jumlah kamar tanpa mempertimbangkan perubahan komposisi keluarga dan aktivitas kelompok maupun individu. Tadpole Village dirancang untuk menjawab tantangan ini dengan pendekatan arsitektur adaptif pada teknologi bangunannya. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada adaptasi ruang untuk memenuhi akomodasi keluarga akan tetapi juga menjawab tantangan keberlanjutan dan durabilitas bangunan pada dataran tinggi Dieng.
Perancangan Fasilitas Hiburan Youth Wellness Hub sebagai Media Pemulihan Psikologis Gen Z di Kota Semarang. Gloria Hana Susmeita
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesehatan mental pada generasi muda menjadi salah satu tantangan  penting dalam kehidupan perkotaan. Hasil Indonesia National Adolescent Mental  Health Survey menunjukkan bahwa sekitar 34,9% remaja di Indonesia mengalami  setidaknya satu masalah kesehatan mental, sementara tingkat pencarian bantuan  profesional masih rendah akibat stigma terhadap layanan kesehatan mental formal.  Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan alternatif yang mampu mendukung  kesejahteraan psikologis generasi muda melalui ruang publik yang bersifat  preventif dan non-klinis.  Kota Semarang sebagai kota metropolitan dan kota pendidikan memiliki  dominasi penduduk usia produktif sebesar 66,37% dari total populasi. Tingginya  aktivitas pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda menunjukkan kebutuhan terhadap  ruang publik yang mampu mendukung interaksi sosial, rekreasi, serta relaksasi  emosional. Namun, tipologi ruang hiburan di kota ini masih didominasi oleh  aktivitas konsumtif seperti pusat perbelanjaan dan kafe.  Penelitian ini bertujuan merancang Youth Wellness Hub sebagai fasilitas  hiburan yang berfungsi sebagai media pemulihan psikologis generasi muda di Kota  Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui  studi literatur, studi preseden arsitektur, analisis konteks kota, serta analisis perilaku  pengguna.  Konsep perancangan mengintegrasikan tiga pendekatan utama yaitu social  space, experiential space, dan healing space melalui prinsip experiential  architecture, healing environment, serta konsep third place. Strategi desain  diterapkan melalui spatial sequencing, pengalaman multisensori, integrasi elemen  alam, serta ruang sosial yang fleksibel. Perancangan ini diharapkan mampu  menghadirkan tipologi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas  hiburan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung kesejahteraan mental  generasi muda.  Kata kunci: Youth Wellness Hub, kesehatan mental, generasi Z, experiential  architecture, healing environment.
INNOVATIVE UPCYCLING FASHION HUB DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN NARRATIVE ARCHITECTURE MELALUI SPATIAL SEQUENCE Diah Saputri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fashion tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan sandang saja, kini fashion telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tren yang berbeda selalu muncul tiap tahunnya. Hal tersebut menimbulkan adanya fenomena fast fashion yang memicu siklus pemakaian yang singkat dan pembuangan yang masif. Meningkatnya industri fashion sejalan dengan meningkatnya limbah fashion. Dalam skala global, setiap tahunnya industri fashion  menghasilkan hingga 100 miliar pakaian baru dan sebanyak 92 juta ton pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah. di Indonesia limbah tekstil yang dihasilkan mencapai 2,3 juta ton, dari total limbah tersebut yang didaur ulang hanya sekitar 11,5% saja, sedangkan sisanya dibuang ke TPA atau dibakar. Di samping isu tersebut, muncul tren positif di mana sekarang masyarakat mulai melek akan sustainable fashion. Usaha thrifting, daur ulang pakaian, serta ketertarikan akan produk fashion ramah lingkungan mulai berkembang. Dengan kesadaran yang dimiliki masyarakat, perlu diimbangi dengan memfasilitasi para desainer untuk berkreasi, mengubah limbah menjadi produk fashion baru yang lebih bernilai. Innovative Upcycling Fashion Hub di Kota Semarang merupakan respon dari isu serta potensi tersebut, ruang yang mampu mewadahi proses pengolahan, eksplorasi, transformasi limbah fashion, hingga display produk secara terintegrasi. Pendekatan narrative architecture melalui spatial sequence diterapkan untuk menunjukkan bahwa limbah fashion bukan akhir, namun dapat menjadi awal siklus dari fashion. Pendekatan tersebut dapat merepresentasikan upcycling fashion melalui pengalaman ruang yang dapat dirasakan oleh pengguna.
Perancangan Galeri Seni Kontemporer dengan Pendekatan Bangunan Hijau Di Kota Semarang Ludmilla Christabel
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Galeri Seni Kontemporer di kawasan Wonderia Semarang bertujuan menyediakan wadah apresiasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah Green Building melalui efisiensi energi, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, pengelolaan air hujan, serta penggunaan material ramah lingkungan. Hasil perancangan berupa bangunan yang adaptif terhadap iklim tropis, hemat energi, dan fleksibel untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan kreatif di Kota Semarang.
Redesain Hunian Pekerja Offshore Pada Perusahaan Star Energy, Di Platform KF Dengan Pendekatan Arsitektur Metabolisme Muhammad Afif Alaudin
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Living Quarter Offshore merupakan fasilitas hunian modular yang dirancang untuk mendukung aktivitas pekerja pada platform lepas pantai secara aman, efisien, dan nyaman. Desain mengadopsi pendekatan modular berbasis shipping container yang memungkinkan proses fabrikasi, transportasi, dan pemasangan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan konstruksi konvensional. Konsep desain terinspirasi dari prinsip metabolisme arsitektur, di mana modul-modul hunian dapat berkembang, diganti, atau ditambahkan sesuai kebutuhan operasional platform.  Bangunan ini mengintegrasikan fungsi hunian, fasilitas penunjang, ruang komunal, area rekreasi, ruang ibadah, fasilitas kesehatan, serta area kerja dalam satu sistem yang terorganisasi. Struktur utama menggunakan rangka baja ekspos yang menopang modul-modul container melalui sistem sambungan modular dan twist lock, sehingga menciptakan fleksibilitas serta kemudahan dalam perawatan dan pengembangan bangunan. Pendekatan arsitektur industrial diterapkan melalui penggunaan material ekspos, sistem konstruksi modular, dan ekspresi struktur yang jujur terhadap fungsi bangunan.  Selain aspek fungsional, desain juga memperhatikan kenyamanan psikologis penghuni melalui penerapan prinsip healing architecture, seperti penyediaan ruang komunal, area rekreasi, pencahayaan alami, dan orientasi visual ke lingkungan laut. Hasil rancangan diharapkan mampu menciptakan lingkungan hunian offshore yang aman, adaptif, dan mendukung produktivitas serta kesejahteraan pekerja selama berada di lokasi operasi lepas pantai.
Perancangan Resort dengan Mengedepankan Wellbeing di Bali Angelia Harianja
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan perkotaan yang semakin dinamis meningkatkan tekanan psikologis masyarakat akibat tingginya intensitas aktivitas dan paparan stimulus lingkungan. Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan ruang yang mampu mendukung pemulihan mental melalui lingkungan yang lebih tenang dan restoratif. Bali sebagai destinasi wisata yang dikenal dengan citra relaksasi dan aktivitas wellness juga mengalami peningkatan intensitas pariwisata yang berdampak pada kepadatan dan dinamika lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang pemulihan mental tidak hanya relevan bagi masyarakat urban, tetapi juga dalam konteks kawasan wisata yang berkembang pesat. Perancangan ini mengusulkan sebuah resort dengan pendekatan wellbeing sebagai ruang pemulihan mental yang mengintegrasikan pengalaman ruang, aktivitas, dan lanskap alami. Pendekatan desain mengacu pada prinsip healing architecture, sensory design, serta landscape integration untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketenangan, refleksi, dan keseimbangan mental. Program ruang dirancang meliputi fasilitas akomodasi, ruang wellness, serta ruang komunal yang disusun berdasarkan gradasi privasi guna menciptakan pengalaman ruang yang bertahap dan menenangkan. Lokasi perancangan berada di kawasan Bresela, Gianyar, Bali, yang memiliki karakter lanskap alami berupa vegetasi tropis dan kontur lembah yang mendukung konsep pemulihan mental.
Perancangan Sekolah Tinggi Musik di Kota Semarang berbasis Link and Match dengan pendekatan Spatial Acoustic Zoning Khalila Hanggaranis Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri kreatif, khususnya subsektor musik, di Kota Semarang menunjukkan potensi yang cukup besar, namun belum didukung secara optimal oleh keberadaan fasilitas pendidikan tinggi musik yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Kondisi tersebut menyebabkan hubungan antara pendidikan musik dan dunia industri kreatif masih belum berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan perancangan Sekolah Tinggi Musik di Kota Semarang yang mampu menjadi wadah pendidikan, produksi, serta kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri musik. Perancangan ini menggunakan konsep link and match industri kreatif sebagai dasar dalam penyusunan program ruang yang mengakomodasi kegiatan pendidikan, produksi, serta kolaborasi dengan mitra industri. Selain itu, pendekatan spatial acoustic zoning diterapkan untuk mengelompokkan ruang berdasarkan tingkat aktivitas bunyi sehingga kualitas akustik ruang dapat tercapai secara optimal serta meminimalkan gangguan kebisingan antar ruang. Metode perancangan dilakukan melalui analisis kebutuhan ruang, hubungan ruang, pola sirkulasi, serta pendekatan teknis dan akustik bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan konsep link and match industri kreatif dapat menghasilkan program ruang yang mendukung interaksi antara pendidikan dan industri musik, seperti studio produksi musik, studio rekaman, ruang workshop industri, serta ruang kolaborasi. Sementara itu, pendekatan spatial acoustic zoning memungkinkan pengelompokan ruang berdasarkan tingkat kebisingan sehingga tercipta kualitas akustik yang sesuai dengan fungsi ruang. Dengan demikian, Sekolah Tinggi Musik ini diharapkan dapat menjadi fasilitas pendidikan musik yang mampu mendukung pengembangan ekosistem musik serta industri kreatif di Kota Semarang.
INHABITING ALTERED MARINE ECOLOGY:ARSITEKTUR ADAPTIF DALAM REDUKSI SAMPAH LAUT SERTA PEMBENTUKAN EKOLOGI KO-EKSISTEN PADA LINGKUNGAN ANTROPOGEN DAVE Kholifah nur Hidayatullah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The accumulation of plastic waste in the oceans, particularly within the Great Pacific Garbage Patch (GPGP), reflects an extreme condition of marine ecosystems in the Anthropocene, where human activities directly reshape global ecological structures. Projections indicate that the amount of floating plastic waste in the oceans could reach approximately 600 million tons by 2040, accompanied by a significant increase in the density of plastic fragments over the past decade. This phenomenon underscores that the marine plastic crisis is systemic, long-term, and extends beyond the issue of material residue alone. The primary impact of this condition lies in the increasingly complex and difficult-to-reverse degradation of marine ecosystems. Microplastics and plastic fragments can no longer be understood as passive pollutants; rather, they function as active agents that interfere with food chains, alter habitat characteristics, and influence the biological and chemical dynamics of marine environments. This situation raises a fundamental question: does this damage signify the collapse of marine ecosystems, or does it mark the emergence of a new ecological configuration shaped by the remnants of human activity? Inhabiting Altered Marine Ecology is proposed as an adaptive architectural approach that begins with the acceptance of a permanently transformed marine ecology. This project positions architecture as an integral part of a degraded ecological system, with an active role in reducing marine waste, managing residual materials, and fostering co-existence among humans, technology, and non-human biota. Architecture is thus understood as an adaptive system that directly engages with ecological crises not to dominate the ocean, but to inhabit and operate within a marine ecology that has been fundamentally altered by human activity.
Adolescent Wellness Center: Intervensi Lingkungan Obesogenik melalui Pendekatan Active Design Ricko Avianto
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Adolescent Wellness Center ini merespons peningkatan prevalensi  obesitas remaja akibat eksistensi lingkungan obesogenik yang memfasilitasi perilaku  sedenteri di kawasan urban. Melalui pendekatan Active Design, perancangan ini  mengintervensi fenomena tersebut dengan merekayasa tata ruang dan sirkulasi dinamis guna  memicu pergerakan fisik secara spontan bagi kelompok remaja dan dewasa muda. Fokus  utama desain terletak pada transformasi tipologi fasilitas wellness center konvensional  menjadi "Third Place" yang rekreatif dan adaptif bagi remaja. Sinergi ini diharapkan mampu  menciptakan intervensi spasial yang efektif dalam memutus rantai perilaku sedenteri  sekaligus meningkatkan kualitas hidup remaja secara berkelanjutan.