cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
PASAR SAYUNG MODERN KABUPATEN DEMAK TIRTA PRAWITASARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pasar tradisional dari dahulu sampai sekarang ialah citra pasar tradisional sebagai tempat yang kumuh, becek, bau, dan tidak terawat. Pasar Tradisional Pasar Sayung berperan penting dalam sektor perdagangan di Kabupaten Demak yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dapat bersaing dengan pasar tradisional lainnya. Perancangan Pasar Sayung dengan penataan modern merupakan usaha untuk meningkatkan citra pasar tradisional dengan menawarakan fasilitas dan penataan yang lebih baik. Dengan perumusan konsep perancangan fisik yang berdasarkan dengan penekanan desain arsitektur modern, standar pasar modern, dan berorientasi pada masyarakat sebagai penggunanya.
KANTOR SEWA DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK DI KOTA SEMARANG DEWI ANGELICA SARAGIH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi Kota Semarang setiap tahunnya menarik minat para investor atau pelaku usaha untuk berinvestasi dan mendirikan lahan kerja. Hal ini berdampak pada bertambahnya kebutuhan akan ruang perkantoran karena pelaku usaha akan membutuhkan ruang baru untuk bisnis atau ruang yang lebih besar untuk perkembangan bisnisnya. Sementara itu, regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai zoning kota menyebabkan lahan yang bisa dibangun untuk sarana prasarana menjadi terbatas sehingga harga lahan pun meningkat. Kondisi tersebut kemudian memicu perkembangan bangunan secara vertikal sebagai upaya pemaksimalan ruang dalam keterbatasan lahan. Dalam hal ini gedung kantor sewa yang dilengkapi fasilitas perkantoran dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha di Kota Semarang.
HOTEL BINTANG 4 DI KOTA PEKALONGAN ATANIA NESA SABANTA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekalongan saat ini merupakan Kota yang telah berkembang pesat. Dapat dibuktikan dengan perkembangan berbagai sektor, khususnya bisnis dan pariwisata. Berkembangnya dua sektor ini berdampak dengan banyaknya orang yang datang ke Kota Pekalongan guna melakukan bisnis ataupun perkumpulan seperti seminar dan pameran juga berkunjung ke lokasi wisata yang ada di Kota Pekalongan dimana sudah banyak tempat wisata di Kota Pekalongan yang mulai dikembangkan oleh pemerintah.Untuk mengantisipasi semakin berkembangnya sektor bisnis, wisata dan transportasi yang mengakibatkan lebih banyak orang datang ke Kota Pekalongan terutama pengunjung omestic maupun mancanegara yang sedang berpergian untuk sebagai wisatawan maupun pebisnis, maka Kota Pekalongan membutuhkan fasilitas akomodasi untuk menginap, salah satunya yaitu hotel Bintang 4 yang menyediakan fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung yang berkunjung ke Kota Pekalongan.
GEDUNG KESENIAN DI KOTA PADANG DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE ELSHA ADITYA PUTRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era Globalisasi ini, Kesenian Tradisional dikhawatirkan akan tergeser dan hilang dari peradaban, dan perlunya pelestarian Kesenian daerah agar tetap eksis meskipun di era Globlisasi. Banyak cara untuk mengenalkan dan melestarikan seni dan budaya di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi milenial, salah satunya melalui Pertunjukan atau Pagelaran seni budaya yang harapannya kesenian tradisionl yaitu warisan adat dan budaya Minangkabau dapat diregenerasikan. Kesenian Budaya Minangkabau ini merupakan salah satu potensi daya tarik wisata budaya di Provinsi Sumatera Barat. Sejauh ini belum tersedia Pusat Pertunjukan Seni dan Budaya Minangkabau, bahkan setiap kegiatan ataupun pagelaran seni diadakan di gedung-gedung yang fungsinya belumlah tepat. Seperti yang dikutip dari (Fadhli, 2020), BNPB Sumbar menggelar Festival Kesenian Multietnis 2020 di Gedung Sapta Marga, Jl. Sudirman No 29, Padang, yang mana gedung tersebut merupakan convention hall. Sehingga diadakanlah perancangan sebuah Gedung Kesenian untuk menampung segala kegiatan pertunjukan seni baik tradisonal maupun modern, dan tentunya dengan konsep bangunan ramah lingkungan untuk tetap menjaga kealamian alam sekitar.
RENCANA PENGEMBANGAN BANDARA DEWADARU DAN DERMAGA DI KARIMUNJAWA GILANG SURYA UTAMA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Jepara khususnya di Kepulauan Karimunjawa, pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan letak geografisnya Kepulauan Karimunjawa terletak di Laut Jawa, utara Jepara, Jawa Tengah, dan terdiri dari 27 pulau. Daya tarik yang dimiliki oleh Kepulauan Karimunjawa mulai dari wisata alam ( pantai, perbukitan ), wisata kuliner, dan wisata religi. Sebagai salah satu wilayah dari Kabupaten Jepara, obyek dan daya tarik wisata sangat berpengaruh untuk menunjang perekonomian daerah. Banda Udara sebagai fasilitas lepas landas dan mendaratnya transportasi udara memiliki peran yang sangat vital. Disinilah gerbang pertama bagi masyarakat Karimunjawa dalam melakukan kegiatan ekonomi. Selain itu Bandar Udara juga berperan sebagai gerbang wisata bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Karimunjawa. Dengan dibangunnya bandara di Karimunjawa dapat membuat sektor pariwisata mengalami peningkatan, tentunya akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Karimunjawa merupakan wilayah dengan letak geografisnya yang dipisahkan oleh lautan, sehingga membuat kapal menjadi salah satu moda transportasi yang esensial. Disini dermaga berperan penting untuk saling menghubungkan destinasi wisata antar pulau di Kepulauan Karimunjawa. Sebagai bentuk akomodasi kegiatan wisata, maka diperlukan fasilitas penunjang berupa hotel resort. Hotel resort ini nantinya akan saling terintegrasi dengan bandara dan juga dermaga sehingga lebih memudahkan wisatawan untuk lebih mengeksplor objek objek wisata yang ada di Kepulauan Karimunjawa
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN INTERNASIONAL DI KABUPATEN KENDAL LIYA ISMA RAHMANIYA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kendal ditinjau dari segi geografis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam wilayah Kawasan perkotaan Kedung-Sepur yaitu Kendal – Demak – Ungaran - Salatiga – Semarang Purwodadi yang mana kabupaten ini juga termasuk dalam kawasan strategis provinsi Jawa Tengah yang dlihat dari sudut ekonomi. Pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 18 tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada jangka panjang yakni terdapat rencana tahap 3 Pelabuhan Kendal yang mana seiring dengan berkembangnya Kawasan Industri Kendal yang nantinya akan terintegrasi dengan 4 makro infrastruktur salah satunya adalah Pelabuhan. Ada 3 macam oprasional yang akan dijalankan pada Pengembangan Terminal Kendal yaitu salah satunya pengoprasionalan sebagai Pelabuhan Penyebrangan. Untuk itu dibutuhkan terminal penumpang yang mampu menunjang adanya aktivitas tersebut. Bangunan bertujuan sebagai pintu gerbang masuknya ke suatu daerah yakni Kabupaten Kendal yang bisa menjadi icon sekaligus penggerak ekonomi untuk memenuhi kebutuhan jasa transportasi laut hingga skala internasional.
SIRKUIT INTERNASIONAL INDONESIA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA MUHAMMAD WISNU GANJAR NOOR IMAM AKBAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini, kemajuan dalam bidang teknologi khususnya otomotif terus meningkat, dan hal tersebut diimbangi pula oleh terus meningkatnya minat masyarakat terhadap dunia otomotif saat ini bukan hanya dilihat dari segi pariwisata dan perdagangan, tetapi banyak pula yang ikut terjun dan berpartisipasi untuk menekuni bidang otomotif tersebut. Pesatnya penambahan dan pengembangan objek pariwisata di Indonesia semakin terasa belakangan ini. Fasilitas penunjang daerah pariwisata di Indonesia pun juga terasa perkembangannya. Ditambah angka wisatawan di Indonesia, baik domestik maupun internasional telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan beberapa tahun belakangan. Pencanangan kebijakan tentang pembuatan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Kota/Kabupaten makin menambah potensi lahirnya destinasi-destinasi pariwisata dan investasi baru di Indonesia, dikarenakan tujuankebijakan ini dibuat untuk meratakan daerah pariwisata di Indonesia agar tidak terpusat di daerah itu-itu saja. Dengan adanya fasilitas olahraga di bidang otomotif seperti sirkuit balap bertaraf internasional akan menjadi nilai tambah, hingga dengan demikian citra negara tersebut terangkat dalam skala internasional yang dilihat dari kepercayaan publik global untuk menggelar kegiatan kejuaraan balap dengan kelas internasional, sehingga devisa yang didapat dari penyelenggaraan perlombaaan dan pariwisata yang ditawarkan oleh lingkungan sekitar kegiatan juga bertambah dan berkembang.
RUMAH SAKIT SWASTA KELAS B REZA TARUNA DANISWARA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data statistik yang disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, terdapat 1,680,147 jiwa pada bulan Juni tahun 2020. Dari data yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, terdapat 27 rumah sakit yang ada di Kota Semarang. Menurut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia, rasio ideal rumah sakit adalah 1 tempat tidur : 1000 penduduk per kecamatan. Melihat perbandingan antara jumlah penduduk yang ada di Kota Semarang yang setiap tahunnya bertambah dengan jumlah rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur yang tersedia, didapatkan urgensi yaitu dibutuhkan tambahan rumah sakit pada kecamatan tertentu di Kota Semarang demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta menjamin kualitas kesehatan di Kota Semarang.
TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA DEWADARU KEPULAUAN KARIMUNJAWA SONIA TESSALONICA SIHOTANG
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan terdiri dari 27 pulau dengan 5 pulau berpenghuni dan 24 pulau belum berpenghuni. Dengan luas wilayah 111.625 Ha yang terdiri dari 1.507,7 Ha daratan dan 110.117,3 Ha perairan. Jumlah penduduk kecamatan Karimunjawa tercatat 9.789 jiwa (Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara 2020). Sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia, Kepulauan Karimunjawa berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Jika ditinjau data tahun 2015-2019, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Karimunjawa memiliki sebuah bandara, yaitu Bandara Dewadaru. Fasilitas bandara ini kurang memadai karena luas terminal penumpang eksistingnya yang hanya 132 m2 dengan kapasitas 4.992 dan sejauh ini hanya dapat dijangkau dari Kota Semarang. Kemungkinan terminal ini tidak dapat mengakomodasi peningkatan arus penumpang dari dan ke Karimunjawa dengan adanya penambahan rute Jogjakarta-Karimunjawa. Jika dilihat dari waktu tempuh perjalanan, transportasi udara lebih unggul jika dibandingkan dengan transportasi laut. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan perencanaan dan perancangan untuk Terminal Penumpang Bandar Udara Dewadaru di Karimunjawa sebagai fasilitas transisi penumpang antara akses dari darat ke pesawat udara maupun sebaliknya yang sesuai dengan standar nasional dan dapat mengakomodasi kebutuhan kapasitas ruang, kelengkapan fasilitas serta kualitas arsitekturnya.
RENTAL OFFICE DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING BERBASIS EDGE DI SEMARANG ZAINAL ABRAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rental Office ini merupakan sebuah kantor sewa dengan fungsi komersial yang disewakan dengan sistem sewa per ruangan. Dengan total 60 unit kantor sewa dengan pembagian 30 unit ruang kecil, 20 unit ruang menengah dan 10 unit ruang besar. Dengan fasilitas penunjang seperti ruang workshop, ruang meeting, foodcourt, coffeshop, atm center dan musholla. Konsep pada perancangan Rental Office ini menerapkan desain Green Building. Green Building adalah upaya untuk dapat menghasilkan bangunan dengan menerapkan aspek-aspek dan proses yang ramah lingkungan, dengan penggunaan sumber daya secara efisien pada bangunan sejak perencanaan, pembangunan, operasional, pemeliharaan, renovasi bahkan hingga pembongkaran. Memiliki aspek 3 aspek utama yaitu : Efesiensi Energi, Efesiensi Air, Efesiensi Material. Aspek-aspek utama tersebut dapat diterapkan pada bangunan menggunakan platform bernama EDGE, yang merupakan sebuah penilaian atau tolak ukur sebuah bangunan agar dapat dinyatakan sebagai bangunan hijau atau Green building. Melalui tools yang ada pada EDGE App, dapat menghasilkan desain bangunan yang efisien dari segi penggunaan energi, air dan material sehingga menciptakan bangunan dan lingkungan yang lebih sehat