cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
THE NEW SKY GARDEN HOTEL SEMARANG HUGA NAUFAL MALADZI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Sky Garden termasuk salah satu hotel yang berdiri di bukit Gombel, Semarang. Hotel yang dibangun sekitar tahun 1970 ini terkenal pada tahun 1980-an sebagai pilihan wisatawan asing untuk menginap, kemudian ditutup pada tahun 1982. Hotel ini mengusung tema hotel taman. Dari teras kamar dapat terlihat pemandangan langsung ke Kota Semarang. Pemandangan saat ini telah tertutup pepohonan. Hotel ini juga terbengkalai dan tidak berpenghuni yang menimbulkan kesan menyeramkan tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga masyarakat Luar Kota Semarang
RUMAH SUSUN DAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI KOTA PEMATANGSIANTAR MEILIN ARISANTI NAINGGOLAN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk di Kota Pematangsiantar mencapai 268,25 ribu jiwa pada September 2020. Jumlah penduduk tersebut mengalami peningkatan secara terus-menerus sejak sensus di tahun 1961, dimana laju pertumbuhan penduduknya dalam sepuluh tahun terakhir adalah 1,30% yaitu dengan rata-rata sebesar 3,36 ribu jiwa setiap tahunnya. Kebutuhan akan hunian berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan backlog perumahan di kota Pematangsiantar, kebutuhan perumahan di kota ini mencapai 6.539 unit. Sebanyak 66% permukiman yang ada berada pada pusat kota. Selain itu, 758 (1,4%) unit hunian di pusat kota dikategorikan sebagai rumah kumuh dan 10.905 (21%) unit hunian dikatagorikan sebagai rumah tidak sehat. Hunian bertingkat menjadi salah satu alternatif terbaik dari permasalahan tersebut. Hal ini karena hunian bertingkat akan mewadahi tempat tinggal penduduk dan sekaligus menanggulangi permasalahan keterbatasan lahan yang semakin menipis. Selain itu, ruang terbuka yang aktif digunakan masyarakat di Kota Pematangsiantar masih sangat terbatas. Pada saat ini, Kota Pematangsiantar hanya mengalokasikan 25,5 Ha Ruang Terbuka Hijau yang ditanami vegetasi pohon/ tanaman keras. Berdasarkan UUTR No. 26 Tahun 2007 yakni mengenai RTH minimal tiga puluh persen (30%) dari luas total wilayah Kota Pematangsiantar, maka jumlah RTH dikota ini masih sangat jauh dari syarat yang ditentukan. Karena luas Kota Pematangsiantar adalah 7.997,10 Ha, maka seharusnya kota ini memiliki RTH minimum seluas 2.399,2. Pembangunan Rusun merupakan alternatif yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan tempat tinggal penduduk. Dengan dilengkapi RPTRA maka fungsi bangunan ini akan semakin lengkap dan saling mendukung untuk pemenuhan kebutuhan penduduk maupun masyarakat dari tempat lainnya.
PONDOK PESANTREN MODERN DENGAN KONSEP BIOFILIK DI KOTA SALATIGA OKA NURDIAN IKHSANTO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan atau organisasi masyarakat Islam maupun masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai-nilai luhur pesantren selaras dan ikut membangun SDM yang diinginkan oleh pemerintah melalui gerakan revolusi mentalnya. Namun seiiring berjalannya waktu pesantren dihadapkan pada laju globalisasi yang pesat, maka dari itu munculah sistem pendidikan pesantren modern yang dapat ,engakomodasi laju globalisasi. Disamping hal tersebut pondok pesantren juga dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan erat dengan aspek lingkungan dan aspek kesehatan. Penerapan desain biofilik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi masalah pada aspek lingkungan dan aspek kesehatan. Paradigma desain biofilik adalah menghubungkan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya sehingga tercipta simbiolis mutualisme diantara keduanya. Kota Salatiga merupakan salah satu kota yang dijiluki sebagai kota pendidikan. Hal ini juga berbanding lurus dengan masuknya Kota Salatiga menjadi 10 besar kota cerdas di Indonesia dalam kategori kota kecil pada tahun 2020. Peningkatan Jumlah santri di Kota Salatiga adalah sekitar 60% dalam kurun waktu 4 tahun. Hal ini berdampak pada dibutuhkannya peningkatan jumlah pondok pesantren untuk menampung jumlah santri yang meningkat.
APARTMENT DAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU SALMA ALITYA WAHYU SUSILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dimana perkembangan infrastuktur Jawa Tengah berpusat pada kota ini. Berkembangnya infrastruktur menyebabkan meningkatnya minat akan hunian di Kota Semarang. Pada tahun 2018 hampir 76% luas kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pemukiman di Kota Semarang sudah terbangun oleh rumah tinggal warga. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengoptimalisasi sisa tapak guna hunian di Kota Semarang. Selain dalam sektor hunian, perkembangan infrastruktur pun berdamak pada meningkatnya minat tenaaga kerja di Kota Semarang. Menurut Pemerintah Kota Semarang, sejak tahun 2015 jumah minat akan tenaga kerja terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan lahan untuk menampung aktivitas para pekerja Peningkatan kedua sektor tersberupa kantor. Peningkatan pada kedua sektor tersebut berbanding urus dengan kebutuhan akan lahan guna di Kota Semarang. Hal ini menyebabkan semakin menurunnya jumlah ketersediaan lahan khusunya guna hunian dan perkantoran di kota ini. Untuk mengatasi menurunnya jumlah ketersediaan lahan guna hunian dan perkantoran, maka perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung kedua aspek kegiatan tersebut sekaligus.
HOTEL BUTIK DI KAWASAN STASIUN BESAR KERETA API TEGAL VEANDITA MELASARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan hotel ini sejalan dengan rencana jangka menengah Kota Tegal untuk meningkatkan pariwisata dan jumlah wisatawan yang ada di Kota Tegal. Dengan pembangunan hotel, maka akomodasi yang dibutuhkan akan sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan yang akan datang. Hotel dengan konsep Hotek Butik dipilih karena rencana pembangunan hotel berada di Kawasan Stasiun Besar Kereta Api Tegal yang memiliki karakteristik khusus sebagai kawasan yang di dalamnya banyak berdiri bangunan bersejarah.
MALL BERKONSEP CITYWALK YANG ADAPTIF TERHADAP PANDEMI DI KOTA BEKASI ARIANDARU SYAFIQ DHUHANTORO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi Covid-19 ini, Mall-mall menjadi sepi. Hal ini disebabkan oleh virus Covid-19 yang sangat mudah menular sehingga menimbulkan ketakutan setiap orang untuk beraktifitas di lingkungan umum. Data penelitian mengatakan bahwa virus Covid-19 lebih mudah menular pada ruangan yang tertutup dengan penghawaan buatan yang udara di dalamnya cenderung berputar-putar di dalam ruangan tersebut. Hal ini menjadi dampak bagi Mall-mall konvensional yang umumnya berbentuk massa tunggal masif menjadi sepi pengunjung. Namun demikian, masyarakat semakin lama menjadi jenuh jika hanya beraktifitas di rumah. Mereka membutuhkan fasilitas rekreasi seperti Mall sebagai pelepas penat. Maka dari itu dibutuhkan sebuah rancangan desain Mall yang dapat beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga pengunjung merasa lebih aman dan nyaman ketika beraktifitas di dalamnya. Dari permasalahan tersebut saya memutuskan untuk mendesain sebuah Mall dengan konsep Citywalk yang adaptif terhadap kondisi pandemi. Lokasi yang saya pilih adalah kota Bekasi sebagai salah satu kota padat penduduk dengan potensi kebutuhan mall yang tinggi.
STASIUN LRT TERPADU DENGAN FASILITAS WISATA BANJIR KANAL BARAT BERKONSEP BANGUNAN GEDUNG HIJAU AUDREY TARA DIANAGRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2017, di Kota Semarang hanya terdapat 20% masyarakat yang memilih menggunakan angkutan umum , sedangkan sisanya menggunakan kendaraan pribadi. Untuk meningkatkan minat pengalihan ke angkutan umum, maka Pemerintah Kota Semarang berencana untuk mengembangkan transportasi umum, salah satunya ialah pengembangan moda transportasi massal berbasis rel yaitu LRT (Light Rail Transit). Telah terdapat sembilan (9) rute LRT yang direncanakan, dengan pembangunan pertama diutamakan pada rute LRT Wisata I koridor 9; yaitu dari Bandara Ahmad Yani – Madukoro – Kokrosono – Pasar Bulu, dan yangkemudian secara bertahap akan dilanjutkan hingga ke Kawasan Simpang Lima
SHOPPING MALL DI KAWASAN BATANG SUPER BLOCK ELVIAROSSA LARASATI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kota yang sedang mengalami pesatnya pembangunan infrastruktur baik proyek regional maupun nasional. Perkembangan kota tersebut memicu Pemerintah Kabupaten Batang membuat 10 potensi investasi Kabupaten Batang yang disusun oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (BAPELITBANG) tahun 2019 dalam Profil Investasi Batang Investment & Regional Development New Environment Strategy dan diunggah di alamat website https://ptsp.batangkab.go.id/profil-investasi milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang. Salah satu yang menjadi poin investasi yang diajukan adalah proyek Batang Super Block yaitu menawarkan adanya pembangunan shopping mall kelas menengah yang akan menjadi pusat perbelanjaan utama yang saat ini belum dimiliki Kabupaten Batang di kawasan yang sudah disediakan terletak di pusat kota Batang di samping jalan utama Semarang – Pekalongan, di atas lahan seluas 8 Ha milik Pemerintah Kabupaten Batang. Di lahan tersebut juga terdapat Hutan Kota Rajawali Batang yang merupakan ruang terbuka aktif yang dapat menjadi potensi kontekstual perancangan. Melihat adanya program pemerintah dan meningkatnya kemampuan perekonomian masyarakat, sudah saatnya Kabupaten Batang memiliki sebuah shopping mall. Shopping mall tersebut menyesuaikan potensi kontekstual dan kebiasaan sosial masyarakat Kabupaten Batang yaitu “guyub rukun”. Dari uraian di atas, maka perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan untuk shopping mall dengan konsep city walk sebagai fasilitas yang dapat memenuhi gaya hidup masyarakat dan taraf perekonomian Kabupaten Batang yang meningkat.
PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN MEMERHATIKAN RANCANGAN INKLUSIF GURDO AGUNG R
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Undip didirikan pada tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Swasta dan baru mendapat status sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 1961. Kata Diponegoro diambil dari nama pahlawan nasional, yaitu Pangeran Diponegoro yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Universitas Diponegoro memperoleh akreditasi A (Sangat Baik) dengan skor 361 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang berlaku sejak 2013-2018. Namun pada perjalanan waktu, Gedung Perpustakaan Widya Puraya mengalami perubahan dimana gedung tersebut dibagi menjadi 2, dimana bangunan tersebut akan menjadi Gedung Rektorat. Alhasil gedung Perpustakaan Widya Puraya terhadang keberadaannya oleh bangunan Rektorat tersebut. Oleh karena itu pada peluang ini direncanakan untuk melakukan perencanaan pada Perpustakaan Pusat Widya Puraya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan pendekatan Inklusif yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik perpustakaan tersebut untuk menunjukan bahwa Perpustakaan Pusat Widya Puraya tersebut menyambut berbagai kalangan penunjung dengan baik.
RESORT HOTEL DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN EKOWISATA LUTHFI AYU ANINDYA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Semarang merupakan salah satu tujuan destinasi pariwisata di Jawa Tengah hal ini dikarenakan keindahan topografi alam yang dimilikinya yaitu berupa lembah dan perbukitan serta kesejukan udara dan pemandangan yang dapat menengkan dari kepenatan aktivitas di ibu kota. Perkembangan pariwisata di Kabupaten Semarang kian tahun semakin meningkat dengan adanya obyek-obyek wisata baru yang mengikuti perkembangan zaman seperti Dusun Semilir, Eling Bening, Umbul Sidomukti, Saloka Park dan masih banyak lagi. Dengan melihat kondisi pariwisata di Kabupaten Semarang yang kian berkembang tentunya pemerintah maupun pihak swasta harus berupaya menyediakan layanan jasa akomodasi yang memadai. Dimana layanan jasa akomodasi disini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat saja akan tetapi bisa menjadi tempat rekreasi pula. Dengan ini maka penulis akan melakukan studi perancangan Hotel Resort di Kabupaten Semarang