cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
GEDUNG PELATIHAN OLAHRAGA BELADIRI KARATE DAN KEMPO DI KABUPATEN SOLOK ANNISA RAHMADIANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembudayaan olahraga adalah hal penting dalam pembangunan keolahragaan nasional yang kemudian menjadi pondasi untuk menguatkan prestasi olahraga. Setiap daerah di Indonesia sangat memperhatikan perkembangan pembinaan olahraga di daerahnya. Salah satunya Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok Tahun 2016-2021, salah satu tugas dan fungsi Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga yaitu Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan. Salah satu olahraga yang digemari oleh masyarakat disemua kalangan adalah olah raga beladiri. Beladiri sering diartikan sebagai sistem pertarungan menyerang dan bertahan dengan tangan kosong maupun menggunakan senjata. Pada zaman sekarang, beladiri merupakan seni pertarungan yang telah dimodifikasi untuk tujuan olahraga, pertahanan diri, dan rekreasi. Terlihat dari berbagai prestasi yang diraih oleh atlet beladiri khususnya karate dan kempo dari daerah ini, baik ditingkat Provinsi, Nasional hingga tingkat Internasional. Dengan perolehan prestasi yang dapat dibanggakan tersebut, namun sangat disayangkan para atlet ini belum memiliki sarana gedung olahraga yang dapat memfasilitasi kegiatan para atlet. Pemerintah Kabupaten telah berniat mendirikan saranan olahraga baru berupa gedung beladiri semenjak tahun 2004, namun sangat disayangkan hal ini belumterwujud hingga saat ini. Dengan demikian, pembahasan pembangunan gedung olahraga beladiri ini sangat perlu disinggung kembali. Dengan adanya perencanaan pembangunan gedung olahraga beladiri ini diharapkan para atlet semakin semangat dalam berlatih serta dapatselalu mengharumkan nama Kabupaten Solok di tingkat Provinsi, Nasional maupun  nternasional.
HOTEL TRANSIT DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDRAL AHMAD YANI SEMARANG DINDA SYAFRYN AURELLINA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota semarang termasuk kedalam kota metropolitan terbesar ke-5 di Indonesia dan juga termasuk kedalam wilayah metropolitan terpadat ke-4. Untuk itu, Kota Semarang strategis untuk dijadikan sebagai “transit point” dalam berbagai penyelenggaraan kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Sehingga pada tahun 2004, dilakukan peresmian perubahan nama Bandara Ahmad Yani menjadi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani dengan penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura pada bulan Maret 2004. Hotel dan area komersil merupakan potensi bisnis dan investasi besar yang berkaitan dengan penerbangan. Disisi lain, Pengembangan hotel di dalam kawasan bandara sejalan dan saling mendukung dalam menunjang mengenai pengembangan area rekreasi dan relaksasi di dalam bandara yang direalisasikan oleh PT. Angkasa Pura I dalam bentuk pengembangan sebuah area komersial. Urgensi dan kebutuhan akan hotel transit di dalam Kawasan bandara didasarkan pada perubahan bandara menjadi bandara internasional diikuti dengan kenaikan jumlah penumpang dan juga untuk mengakomodasi kebutuhan akan adanya fasilitas penunjang sebagai kelengkapan sarana akomodasi, berupa Hotel Transit di Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang.
BINTARO CONTEMPORARY ART SPACE FRAMENTI CERECINDA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan kepariwisataan di Indonesia tengah mengalami penurunan akibat Pandemi Covid-19 karena banyaknya pembatasan kunjungan pariwisata, terutama kunjungan wisatawan mancanegara. Tercatat dalam Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tahun 2017-2020 oleh Badan Pusat Statistik 2021, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar 74,83% dari tahun 2019 – 2020. Hal tersebut juga mempengaruhi industri wisata konvensi, salah satunya adalah kegiatan pameran seni kontemporer yang tengah berkembang pesat dengan peminatnya yang cukup banyak di Indonesia, sehingga berpotensi memajukan taraf seni kontemporer Indonesia menuju skala yang lebih besar di dunia global. Contohnya, acara seni kontemporer ARTJOG yang selalu mengalami peningkatan kunjungan setiap tahunnya, mengalami penurunan pesat di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan ruang seni kontemporer yang aman di masa pandemi untuk menunjang kegiatan pameran terkait seni kontemporer berskala internasional di Indonesia, dengan penerapan pendekatan arsitektur kontemporer yang mencerminkan kegiatan di dalamnya. Tangerang Selatan merupakan kota yang mengalami laju perkembangan pesat hampir di semua sektor, terutamaperekonomian yang ditunjang oleh sektor permukiman, komersial, jasa, perdagangan, dan industri pariwisata. Kota ini juga mendapat dukungan penuh dari Walikotanya kepada seniman untuk berkreasi, serta memiliki banyak komunitas kreatif dan studio desain yang dapat menjadi indikator tingginya potensi masyarakat dalam berkontribusi mengembangkan seni kontemporer di Indonesia. Maka, Tangerang Selatan dirasa dapat menjadi pusat seni kontemporer yang dapat memajukan seni kontemporer ke taraf internasional, juga meningkatkan laju kunjungan wisatawan mancanegara.
PASAR KARANGAYU KOTA SEMARANG BERBASIS MODERN KEMAL AMARULLAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional merupakan bagian dari sektor perdagangan yang memberikan tempat dan wadah penjual dan pembeli melakukan transaksi barang dan jasa dengan keberadaannya sangat dibutuhkan. Pasar Tradisional juga bukan hanya sekadar tempat untuk bertransaksi, namun juga sebagai rumah besar yang mampu menghidupi banyak orang mulai dari pedagang kecil pasar hingga bakul bakul pengais barang-barang pasar yang bisa dimanfaatkan. Pasar Tradisional memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang meliputi kegiatan konsumsi masyarakat serta memiliki peran dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Semarang. Seiring berjalannya waktu kurang diminati danditinggalkan oleh sebagian masyarakat akibat munculnya Pasar Modern atau Pusat Perbelanjaan Modern. yang praktis dengan kenyamanan, fasilitas dan kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan Pasar Tradisional. Kondisi bangunan yang kumuh, kotor dan sesak akan pedagang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh Pasar Tradisional. Dalam mengatasi hal tersebut Pemerintah Kota Semarang merencanakan peningkatan kualitas pasar dengan melakukan revitalisasi. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 pada pasal 81 ayat 3 Pasar Karangayu merupakan salah satu pasar yang masuk dalam rencana tersebut dan telah masuk proyek Dinas Perdagangan Kota Semarang. Proyek Revitalisai Pasar Karangayu dilakukan karena bangunan yang tua serta penuh akan ribuan pedagang serta telah disetujui dalam APBD 2016 dengan pembangunan saat ini belum terlaksana. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perancangan Pasar Tradisional yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan pengguna dengan mendesain ulang Pasar Tradisional Karangayu. Penerapan konsep berbasis modern pada Pasar Tradisional merupakan solusi dalam meningkatkan kualitas Pasar Tradisional di Kota Semarang. Berbasis modern diterapkan untuk meningkatkan eksistensinya di masyarakat sehingga Pasar Tradisional dapat bersaing dengan Pasar Modern dengan kelengkapan fasilitas yang memadai.
PENGEMBANGAN FASILITAS OLAHRAGA BASKET DAN PENCAK SILAT DI KAWASAN STADION MOCHTAR PEMALANG MUHAMMAD IQBAL PUTRA PRATAMA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pemalang saat ini memiliki 1 fasilitas kolam renang berstandar nasional yaitu Olympic Swimming Pool Widuri yang di fungsikan sebagai sarana alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan olahraga renang serta sebagai sarana untuk atlet berlatih, 1 Stadion Sepak bola yaitu Stadion Mochtar sebagai markas klub PSIP Pemalang yang berkapasitas hanya 2000 penonton, dan 1 gedung GOR Kridanggo Pemalang yang sering difungsikan untuk pertandingan tenis meja, bulutangkis, bola basket, bola voli, akan tetapi tempat tersebut sangat tidak terawat. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga ini sendiri tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas olahraga di Kabupaten Pemalang bahkan terjadinya kecenderungan menurunnya kualitas fasilitas olahraga karena kurangnya perawatan. Bahkan saat ini banyak klub-klub atau kelompok- kelompok olahraga yang tidak tertampung kegiatannya, sehingga mereka berlatih dengan fasilitas seadanya atau berlatih di tempat-tempat yang kurang representatif. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan olahraga di Kabupaten Pemalang, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Salah satunya GOR Kridanggo. Dengan banyaknya cabang olahraga yang di laksanakan disana, membuat waktu untuk pelatihan cabang olahraga tertentu menjadi kurang efektif terutama cabang olahraga basket dan pencak silat yang dinilai sebagai cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan atlet-atlet berprestasi. Menghadapi fenomena tersebut, atlit, klub maupun penggemar olahraga memerlukan wadah yang representatif dimana mereka dapat melakukan aktifitas-aktifitasnya seperti berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisiknya terutama di bidang olahraga basket dan pencak silat. Karenanya muncul suatu pemikiran untuk menyediakan sebuah fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut dalam satu lokasi yang terpadu dalam bentuk suatu Kawasan Olahraga.
LIFESTYLE CENTER DAN SHOPPING MALL DI CBD BOGOR UTARA R.R. KIARA DAFFA ADZANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melihat kondisi pembangunan Kota Bogor yang terpusat di area Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden, Pemerintah Kota Bogor menyatakan akan menyebar zona bisnis ke berbagai kawasan, termasuk Bogor Utara. Dengan tumbuhnya wajah distrik bisnis pusat baru pada Kota Bogor, diyakini dapat tidak hanya memecah kerumunan dan area Bogor Pusat yang telah crowded, namun juga dapat mewadahi dari perkembangan perekonomian dari Kota Bogor itu sendiri menjadi lebih besar ddengan perkembangan yang lebih pesat. Semenjak gaya hidup New Normal diberlakukan dikarenakan pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, pihak retail terus menerus meremajakan menyesuaikan diri dengan tuntutan protokol kesehatan, dan gaya hidup konsumen yang berubah dalam waktu yang sangat cepat. Begitu juga dengan area publik yang juga ikut meremajakan diri dengan kebutuhan masyarakat, yang diprediksi akan menyesuaikan dengan perubahan yang ada pada masa pandemi ini menjadi gaya hidup kedepannya. Seperti salah satu himbauan social distancing yang telah diterapkan pada area – area publik. Dari uraian diatas, maka perlu adanya sebuah destinasi wisata berbelanja yang juga menawarkan pengalaman area terbuka bagi pengunjungnya di tengah kota besar, tanpa menghapuskan aspek wisata berbelanja dan pusat gaya hidup, juga rekreasi dari masyarakat urban dengan memperhatikan pula kebutuhan desain dari kehidupan pada era New Normal pasca pandemi Covid 19.
WISATA EDUFARM BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS SANIA MUSTIKA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan susu sebagai salah satu industry yang akan terus diprioritaskan pengembangannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008. Kementerian Perindustrian mendorongindustri pengolahan susu untuk menjalin kerja sama dengan peternak sapi perah dalam negeri. Program kemitraan ini dalam upaya peningkatan daya saing industrinya karena didukung dengan pemenuhan bahan baku susu segar yang berkesinambungan dan berkualitas baik. Manfaat itu, antara lain pendampingan mengenai manajemen produksi susu, perbaikan sarana dan prasarana produksi, serta peningkatan kualitas dan produktivitas susu yang dihasilkan. Berdasarkan data BPS Jawa Tengah tahun 2019, Boyolali menempati posisi tertinggi dalam Produksi sapi perah (Dairy cattle) yaitu mencapai 49 716,94 kiloliter pada tahun 2019. Potensi pengolahan susu sapi perah pada saat ini sangat mungkin untuk dikembangkan, mengingat Sebagian besar mata pencaharian di beberapa Kecamatan di Boyolali adalah sebagai petani dan peternak sapi perah. Kabupaten Boyolali secara geografis terletak di daerah lereng gunung Merapi dan Merbabu sehingga memiliki potensi pemandangan alam yang eksotis. Wisata dengan konsep alam kerap diterapkan di Boyolali. Perencanaan Wisata Edufarm dengan konsep ekologi arsitektur didasari dengan keseimbangan dan pemeliharaan lingkungan dengan mengurangi tingkat kerusakan alam. Perancangan Wisata Edufarm Boyolali dengan konsep arsitektur ekologi ini, diharapkan mampu menjadi tempat pengolahan susu sebagai sarana wisata dan edukasi dengan kesadaran akan pelestarian alam dan lingkungan untuk kehidupan berkelanjutan.
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DEPOK DENGAN PENDEKATAN PENANGANAN COVID 19 DAN ARSITEKTUR MODERN WYDIANDARI CHANDRA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada 2 Maret 2019 lalu, Indonesia terkonfirmasi terjangkit kasus positif Covid 19 pertama. Berbagai bentuk kegiatan preventif sudah dilakukan namun laju pertumbuhan kasus Covid 19 belum juga menurun. Hal ini mengakibatkan adanya alih fungsi beberapa rumah sakit menjadi rumah sakit rujukan Covid 19. Jumlah rumah sakit rujukan yang ada ternyata tetap tidak cukup untuk menampung jumlah pasien Covid 19 yang dirawat maupun diisolasi. Saat ini, rumah sakit sudah mulai memisahkan penanganan pasien Covid 19 berdasarkan klasifikasi tingkat beratnya kasus Covid 19 dan beberapa rumah sakit juga sudah mulai memisahkan penanganan pasien Covid 19 berdasarkan klasifikasi gender dan pasien ibu hamil. Pemisahan penanganan pasien ini bertujuan agar pasien dapat ditangani secara khusus sesuai dengan klasifikasinya. Pemisahan pasien Covid 19 berdasarkan klasifikasi ibu hamil belum banyak dilakukan padahal ibu hamil dan anak memerlukan penanganan khusus terutama selama pandemi Covid 19 ini terdapat peningkatan jumlah kehamilan. Kota Depok telah merencanakan pengadaan Rumah Sakit Covid 19 Khusus Ibu dan Anak berdasarkan informasi dari Satgas Penanganan Covid 19 di Kota Depok. Hal inilah yang menjadi latar belakang perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Depok yang dapat membantu mengatasi masalah ibu dan anak yang terjangkit Covid 19 juga dapat mengatasi masalah terbatasnya akses ibu hamil dan anak menuju fasilitas kesehatan bila tidak mendesak yang berpengaruh pada salah satunya menurunnya penggunaan program KB.
MUSEUM CAGAR BUDAYA DAN EXHIBITION CENTER DI INDRAMAYU DENGAN KONSEP GREEN ARCHITECTURE ALA ALA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini mengacu kepada studi tentang pentingnya pemeliharaan cagar budaya dalam Undang – Undang Republik Indonesia No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, yang selanjutnya diikuti dengan Peraturan Pemerintah Tentang Museum No 66 Tahun 2015. Disamping itu, untuk penentuan dan pencarian lokasi yang strategis untuk perencanaan perancangan, maka perancangan juga terpacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu No 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu Tahun 2011 – 2031. Selain itu, perancangan diimbuhi dengan studi mengenai pengertian konsep museum dan cagar budaya ya dijelaskan di buku Pedoman Museum Cagar Budaya yang dikeluarkan oleh Direktorat Museum, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
PENGEMBANGAN RESORT KAMPOENG JOGLO IJEN DI KAWASAN LICIN, BANYUWANGI DENGAN MENERAPKAN ARSITEKTUR REGIONALISME CINTYA PUTRI DAMAYANTI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang mempunyai sektor pariwisata yang baik karena letaknya yang berbatasan langsung dengan laut, gunung, pantai, dan hutan. Kawasan wisata tersebut diantaranya adalah Kawah Ijen, Pantai Boom, De Djawatan, Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo, dan lain sebagainya. Khususnya pada kawasan wisata Kawah Ijen, jumlah pengunjung setiap tahunnya mengalami peningkatan hingga pada tahun 2019 berjumlah 180.843 wisatawan. Tetapi perhotelan yang disediakan di sekitar Kawasan Kawah Ijen masih relatif sedikit. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan akomodasi berupa Resort Hotel bintang 4 yang terletak di Kawasan Licin, Banyuwangi. Dengan adanya penambahan Resort Hotel di kawasan Licin, maka semakin banyak wisatawan yang datang untuk berkunjung dan dapat menaikkan pemasukan baik dari pengelola maupun pemerintah. Salah satu strategi yang bisa dilaksanakan yakni mengusung bangunan dengan konsep regionalisme yang dapat mengangkat budaya osing yang merupakan suku asli Banyuwangi yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang mempunyai sektor pariwisata yang baik karena letaknya yang berbatasan langsung dengan laut, gunung, pantai, dan hutan. Kawasan wisata tersebut diantaranya adalah Kawah Ijen, Pantai Boom, De Djawatan, Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo, dan lain sebagainya. Khususnya pada kawasan wisata Kawah Ijen, jumlah pengunjung setiap tahunnya mengalami peningkatan hingga pada tahun 2019 berjumlah 180.843 wisatawan. Tetapi perhotelan yang disediakan di sekitar Kawasan Kawah Ijen masih relatif sedikit. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan akomodasi berupa Resort Hotel bintang 4 yang terletak di Kawasan Licin, Banyuwangi. Dengan adanya penambahan Resort Hotel di kawasan Licin, maka semakin banyak wisatawan yang datang untuk berkunjung dan dapat menaikkan pemasukan baik dari pengelola maupun pemerintah. Salah satu strategi yang bisa dilaksanakan yakni mengusung bangunan dengan konsep regionalisme yang dapat mengangkat budaya osing yang merupakan suku asli Banyuwangi yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.