Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
940 Documents
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEKERJA DI KAWASAN INDUSTRI SEMARANG
SHABRINA TAZKIA MILLENIA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terdapat beberapa kawasan industri di Semarang, salah satunya kawasan industri di kecamatan Pedurungan. Disebutkan dari data Badan Pusat Statistik Kota Semarang, menunjukkan kecamatan Pedurungan memiliki kepadatan penduduk sejumlah 10 361,00 pada tahun 2019 dan bertambah setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan kecamatan Pedurungan termasuk dalam kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi di Kota Semarang. Keberadaan beberapa perusahaan di Kecamatan Pedurungan yang merupakan penarik warga Semarang untuk menetap di daerah ini. Selain itu, perlunya perhatian pada lahan di daerah yang mulai padat penduduk untuk tempat tinggal menjadikan bangunan vertikal untuk mengatasi permasalahan atas peningkatan penduduk di setiap tahunnya. Rumah susun yang merupakan tempat tingkat bersama dengan ketersediaannya fasilitas sosial dan fasilitas umum. Dengan ini, Rusunawa akan menjawab kebutuhan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam hal mendapatkan hunian yang nyaman dan terjangkau.
SEKOLAH LUAR BIASA TUNAGANDA (TIPE G) DI KOTA SEMARANG
YEFHANA BENEDICA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tiap-tiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti dengan yang ada pada Undang Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 pasal 5 ayat 1. Hal ini berarti sebuah satuan pendidikan yang diadakan berhak untuk memberikan pendidikan pada setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali, termasuk juga kepada para penyandang cacat. Undang Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 pasal 5 ayat 2 menyebutkan bahwa warga negara yang mempunyai kelainan fisik, sosial dan atau mental memiliki hal untuk mendapatkan pendidikan khusus, termasuk dengan anak penyandang tunaganda. Dengan jumlah siswa yang memperoleh pendidikan khusus sebanyak 18.982 anak dan jumlah siswa tunaganda aktif 631, Provinsi Jawa Tengah adalah provinsi yang sangat membutuhkan sekolah luar biasa tunaganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan untuk siswa tunaganda pada provinsi tersebut (Pusdatin Kemendikbud, 2020). Realitanya, Indonesia hanya memiliki lima sekolah tunaganda, yaitu dua di Jakarta, satu di Malang, satu di Yogyakarta, dan satu di Banyuwangi (Ningtyas, 2013). Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan Pembuatan Desain Sekolah Luar Biasa Tunaganda (Tipe G) di Kota Semarang dengan menggunakan pendekatan desain universal sebagai solusi dari kurangnya jumlah Sekolah Luar Biasa Tunaganda di Indonesia
PERANCANGAN BANGUNAN UNTUK PERTANIAN VERTIKAL HORTIKULTURA DI KOTA SEMARANG
ALIF INAROTUL ULYA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bangunan pertanian vertikal hortikultura atau bisa disebut sebagai Greenhouse merupakan bangunan yang mewadahi kegiatan penyempurnaan budidaya tanaman hortikultura secara vertikal dengan pengendalian lingkungan di dalamnya. Metode pertanian vertikal dikombinasikan dengan aquaponik dimana memanfaatkan kotoran ikan untuk nutrisi tanaman. Dalam perencanaan dan perancangan ini, selain sebagai tempat budidaya tanaman, bangunan ini juga berfungsi sebagai tempat distribusi hasil budidaya melalui fungsi minimarket dan kafetaria. Selain itu tempat ini dapat menjadi tempat edukasi dengan fungsi edutour di dalamnya, pengunjung dapat melihat ruang budidaya pertanian vertikal dan diajarkan cara mengemas hasil dari budidaya tanaman tersebut.
GEDUNG KESENIAN WAYANG ORANG DI TAMAN SRIWEDARI SURAKARTA
DELLA MELATI SAYANG
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
kota Surakarta merupakan salah satu pusat kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah. Wayang Orang Sriwedari merupakan salah satu kesenian yang terkenal di Kota Surakarta. Eksistensinya dimulai dari tahun 1901 bersamaan dengan berdirinya taman hiburan Sriwedari. Wayang Orang Sriwedari merupakan salah satu kesenian yang dilindungi dan dilestarikan oleh Pemerintah Kota Surakarta yang memiliki peran besar dalam melestarikannya. Hasil dari kegigihan Pemerintah Kota Surakarta dalam berbagai upaya untuk mempertahankan eksistensi Wayang Orang Sriwedari dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengunjung setiap tahunnya, namun tidak disertai dengan fasilitas, sarana, dan prasarana yang memadai. Pemerintah kota memberi perhatian khusus bagi keberadaan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari dengan rencana mempercantik tampilan GWO untuk meningkatkan kualitas pertunjukan Wayang Orang Sriwedari di masa mendatang, sekaligus meningkatkan antusiasme dan jumlah penonton. Pembangunan GWO (Gedung Wayang Orang) mendesak dilakukan mengingat keberadaan gedung tersebut dinilai sudah tak representative sehingga pemerintah kota menilai sudah saatnya GWO dibangun ulang. Pemerintah Kota Surakarta tengah mengadakan pembangunan pada segala bidang dan perkembangan fungsi kota di Surakarta yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surakarta tahun 2011-2031 yang didalamnya terdapat program perwujudan Revitalisasi dan Pemantapan Kawasan Budaya serta Pengembangan Kawasan Wisata yang berlokasi di Taman Sriwedari serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surakarta tahun 2016-2021 yang didalamnya berisi kerangka regulasi berupa rencana pendanaan investasi untuk pembangunan Gedung Theater Wayang Orang. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surakarta berharap dengan pembangunan ulang gedung wayang gedung ini dimaksudkan untuk meningkatkan antusiasme dan jumlah penonton, serta dapat menjadi sarana perkenalan seni Indonesia khususnya Surakarta pada negara asing. Dengan melihat aktualita dan latar belakang di atas dapat disimpulkan bahwa diperlukan adanya perencanaan dan perancangan mengenai Gedung Kesenian Wayang Orang di Sriwedari Kota Surakarta yang berkonsep teatrikal modern, mampu mewadahi kegiatan kesenian wayang orang Sriwedari dan seluruh kegiatan pengguna di dalamnya, disertai kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan menjadi lebih memadai dan mengikuti perkembangan zaman.
GALERI SENI PATUNG KONTEMPORER DI YOGYAKARTA
FAJRIYANI SALSABILA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berkembangnya seni kontemporer diikuti dengan laju perupa seni kontemporer. Salah satu kota dengan jumlah perupa seni kontemporer yang tinggi adalah Yogyakarta. Berdasarkan data yang diambil oleh komunitas Gelaran Budaya Jogja, pada tahun 1999 - 2009 setidaknya ada 101 komunitas seni kontemporer yang masih aktif di Yogyakarta. Banyaknya karya seni dua dimensi yang dipamerkan membuat karya seni tiga dimensi seperti patung seolah dilupakan. Padahal seni patung sebenarnya memiliki potensi yang besar dan perkembangan yang pesat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu galeri seni rupa khusus patung kontemporer yang representatif dan dapat menampung berbagai macam kegiatan dan kebutuhan didalamnya. Disamping itu, pada akhir tahun 2019 dunia digemparkan dengan fenomena pandemi Covid-19 yang berdampak pada seluruh sektor termasuk didalamnya sektor pariwisata. Situasi pandemi yang tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya ini memaksakan adanya penyelarasan dalam desain bangunan khususnya bangunan publik. Untuk itu, perancangan ini menekankan desain-desain yang menjadi respon terhadap fenomena pandemi ini, dimana desain arsitektur juga dapat turut beradaptasi untuk menjalankan fase new normal yang aman bagi kesehatan masyarakat.
SHOPPING CENTER & AGRITOURISM DENGAN PENDEKATAN ECOLIVING DI SRAGEN
IKE RAHMAWATI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sragen merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan ragam budaya maupun kekayaan alamnya, menjadikan Sragen memiliki berbagai destinasi wisata. Upaya pengembangan sektor pariwisata oleh pemerintah Kabupaten Sragen kian digencarkan guna meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sragen. Seiring dengan perkembangan pariwisata di suatu daerah juga akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa oleh para wisatawan atau dapat dikatakan juga berpengaruh terhadap sektor perdagangan. Hal ini menuntut untuk pengadaan fasilitas seperti shopping center atau pusat perbelanjaan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan barang maupun jasa para wisatawan, di samping juga sebagai gathering space atau assembly point (titik kumpul) dari banyaknya pariwisata di Kabupaten Sragen. Selain sektor pariwisata, Kabupaten Sragen juga memiliki komoditas unggulan pada sektor pertanian yaitu pada bidang agrikultura yang berupa padi. Dari potensi yang ada di Kabupaten Sragen ini perlu adanya upaya untuk mengoptimalkannya menjadi fasilitas yang juga dapat berguna untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dimana hal ini dapat meningkatkan perekonomian daerah dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Jika dikaitkan dengan pengadaan suatu fasilitas pendukung wisata, pengoptimalan sektor pertanian maupun sektor perdagangan sebagai penciptaan lapangan pekerjaan, pengadaan fasilitas berupa Shopping Center dan Agritourism menjawab permasalahan tersebut. Pengadaan fasilitas ini merupakan wujud dari pemenuhan sarana pendukung wisata seperti gathering space sebagai titik kumpul pengunjung atau assembly point di Kabupaten Sragen, serta pusat perbelanjaan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan barang dan jasa wisatawan mengingat belum tersedianya fasilitas Shopping Center atau Shopping Mall di Kabupaten Sragen di samping juga sebagai destinasi wisata edukasi maupun dapat dijadikan icon atau landmark Kota Sragen.
HOTEL RESORT & BEACH LEISURE DI KABUPATEN JEPARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIS
MIRA RIZKY AMALIA RAHIM
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keindahannya Jawa (The beauty of Java) merupakan salah satu slogan pariwisata bagi Jepara. Jepara menyimpan keindahan alam yang beragam, seperti pantai, sawah, bukit, danau, hutan pinus, hingga goa. Potensi wisata alam Jepara dapat dikembangkan melalui kacamata arsitektur. Salah satu untuk mengembangkan potensi wisata alam Jepara yang berkelanjutan adalah dengan menerapkan konsep yang berbasiskan kepada keseimbangan lingkungan dan kebutuhan pariwisata pantai dimasa kini. Perencanaan & Perancangan Hotel Resort dapat menyediakan akomodasi yang memadai bagi para wisatawan sehingga dapat menikmati keindahan pantai lebih nyaman. Perencanaan & Perancangan Beach Leisure menjadi fasilitas rekreasi untuk menambah kepuasan saat menghabiskan waktu luang di pesisir Pantai Pailus, kehadiran beach leisure diharapkan sehingga mampu menarik para wisatawan untuk datang dan berekreasi di pantai serta mengembangkan potensi - potensi lokal dari Pantai Pailus.
CITY HOTEL DI KAWASAN ICE BSD TANGERANG
PUSPA WIDYA KUSUMANINGTYAS
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dan saat ini banyak menyeleggarakan acara acara berskala nasional hingga internasional seperti MICE (Meeting, Incentive, Conferencing, Exhibition). Dengan banyaknya acara yang diselenggarakan di negara ini maka pada tahun 2016 dibuka sebuah pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang terletak di BSD, Tangerang. Dengan adanya ICE BSD maka semakin banyak pula pengunjung kota Tangerang terutama pada area ICE BSD. Pengunjung-pengunjung tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun Luar Negeri. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas akomodasi untuk menampung kebutuhan penginapan bagi setiap pendatang. Akan tetapi untuk saat ini ketersediaan dari fasilitas akomodasi terutama untuk area di sekitar ICE BSD masih sangat kurang memadai, terutama untuk masyarakat dengan kelas menengah. Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan dan perancangan untuk City Hotel untuk pengunjung dengan kelas enengah guna meningkatkan ketersediaan fasilitas akomodasi yang sesuai terutama pada kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
ASABINAR LIFESTYLE CENTER SEMARANG
SALSABILA DHIA KARENDRARSWARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan pusat perbelanjaan kota merupakan sebuah fenomena yang sedang terjadi di Indonesia. Pada dasarnya, fungsi pusat perbelanjaan adalah sebagai tempat bagi masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan. Namun, saat ini pusat perbelanjaan beralih fungsi menjadi sebuah tempat dimana sebagian besar masyarakat memenuhi kebutuhan untuk bersosialisasi, menikmati berbagai macam hiburan atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Kota Semarang sendiri pusat perbelanjaan masih menggunakan konsep enclosed mall yaitu jenis mall yang tertutup, dimana pengunjung dan penjual terlindung dalam suatu bangunan yang tertutup. Namun konsep ini memiliki dampak yang negatif karena menyebabkan munculnya budaya konsumerisme atau pembelian barang-barang hang hanya disadari oleh keinginan dan tidak mempertimbangkan kebutuhan. Kota Semarang saat ini sedang berupaya untuk menggeser sektor industri ke sektor pariwisata (Wibisono, 2019). Hal ini dikarenakan keberhasilanya dalam bidang kepariwisataan yang dicerminkan dengan semakin meningkatnya arus kunjungan tamu ke Kota Semarang dari tahun ke tahun Dari deskripsi diatas dirasa dapat dijadikan landasan perencanaan dan prancangan sebuah pusat sarana hiburan dan rekreasi berupa pusat perbelanjaan. Dimana yang akan dirancang merupakan salah satu klasifikasi dari pusat perbelanjaan yaitu lifestyle center yang berlokasi di Kota Semarang.
PASAR INDUK WELERI SEBAGAI RUANG MEMORI PASEDULURAN DENGAN PENDEKATAN VERNAKULAR KONTEMPORER
VERY DARMAWAN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kendal adalah Pasar Weleri yang terletak di Jalan Raya Utama Weleri, Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri. Pasar ini berdiri sejak 1995 dengan melibatkan pihak ketiga sebagai investor dalam kerangka konsepKerjasama Pemerintah dengan Swasta (KPS). Pembangunan ini telah banyak memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kendal terutama di Kecamatan Weleri dan sekitarnya. Menelaah daripentingya Pasar Induk Weleri sebagai salah satu upaya optimalisasi sarana ekonomi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang baik yang bersifat konsumtif maupun produktif (Rejeki, 2016), permasalahan besar pun muncul seiring dengan bertambahnya usia Pasar Induk Weleri sebagai area ekonomi publik. Hal ini pun memberi ketidaknyamanan pedagang dan pembeli akibat mulai rusaknya sebagian besar bangunan, terjadinya ketidakteraturan dan kesemrawutan lokasi serta pencemaran lingkungan pasar, ditambah sangat minimnya area penghijauan yang beribas kepada naiknya emisi lingkungan. Permasalaan lain yang muncul dari pasar ini ialah overload berbagai kepentingan aktivitas masyarakat terutama pada pagi dan siang hari. Selain itu peristiwa kebakaran yang terjadi di Pasar Weleri pada 12 November 2020 hingga melenyapkan hampir 90 persen kawasan pasar memang mengisyaratkan perlu adanya perbaikan dan penataan desain yang baru. Berdasarkan hal-hal yang telah diungkapkan, perancangan ini akan berusaha mencari penyelesaian arsitektur mengenai masalah tersebut. Tugas akhir ini akan mengambil studi kasus yaitu Pasar Induk Weleri sebagai Ruang Memori Paseduluran dengan Pendekatan Vernakular kontemporer, yang mana penekanan pada pembentukan memori dalam kuatnya “guyub rukun” dalam paseduluran masyarakat Weleri menjadi kekhasan dalam Pasar Induk Weleri yang baru . Hal ini akan menjadi momentum untuk menciptakan dan mengembalikan spirit Pasar Weleri setelah peristiwa kebakaran dengan langkah-langkah terobosan baru melalui perbaikan manajerial dalam perencanaan pasar tradisional yang lebih baik, berbasis kepada sosial-kultural masyarakat Kabupaten Kendal sebagai ruang paseduluran.