cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
SEKOLAH DASAR INKLUSI DI KOTA SEMARANG MUHAMMAD YUSRUL
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, masyarakat luas masih mengenal bahwa pemerintah telah menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak penyandang cacat (difabel) yaitu pada Sekolah Luar Biasa (SLB). Ternyata, secara tidak sadar hal ini telah menciptakan segregasi pendidikan serta membangun tembok eksklusifisme bagi penyandang disabilitas (difabel). Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki visi untuk menjadi Kota Inklusi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, saat ini memang baru ada 18 SD dan 7 SMP Negeri di Kota Semarang yang menerapkan program inklusi. Namun dalam praktiknya, kebijakan penunjukkan sekolah inklusi tersebut tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas yang inklusif, sehingga banyak terjadi SBK mengalami kesulitan akses dan pengunaan ruan
APARTEMEN TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK RHANGGA ADHIYAKSA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangerang Selatan merupakan sebuah kota di Provinsi Banten yang memiliki pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan ini seiring dengan lokasinya yang strategis dekat dengan Jakarta dan memiliki berbagai fasilitas yang lengkap seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Salah satu aspek yang memiliki potensi yang tinggi adalah sektor hunian, seperti apartemen yang digemari masyarakat dengan gaya hidup efektif dan modern. Namun dengan adanya kondisi pandemi, sektor properti apartemen terkena imbasnya dengan semakin menurunnya tingkat penjualan unit. Berbagai strategi diperlukan untuk mengembalikan minat masyarakat. Isu-isu seperti kesehatan, akses terhadap ruang terbuka dan udara bersih menjadi beberapa poin yang diperhatikan pada masa pandemi ini. Dengan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada, Konsep biofilik dirasa dapat memberikan solusi bagi apartemen. Konsep ini menekankan pada hadirnya kesan alam pada bangunan yang mana diharapkan dapat memberi dampak positif bagi penghuninya. Diharapkan dengan diterapkannya konsep ini, penghuni yang menghabiskan waktunya di unit apartemen dapat mendapatkan feedback positif dari kesan alam yang dihadirkan sehingga meningkatkan kualitas kesehatan mental dan fisik penghuni apartemen.
REDESAIN TERMINAL TIPE A KOTA TEGAL DENGAN PENDEKATAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) SYAHDAN AZKIYA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota pusat pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah bagian barat yang dilewati oleh jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Maka diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Saat ini Kota Tegal telah memiliki sarana transportasi berupa terminal, terletak di Jalan Cipto Mangunkusuma yang merupakan Terminal tipe A dan sarana transportasi yang cukup vital di Kota Tegal. Permasalahan yang dimiliki yaitu kondisi fisik dan tata letak komponen terminal kurang dapat mengoptimalkan sistem pengelolaan dan pelayanan terhadap kegiatan transportasi yang ada. Maka dari itu, Pemerintah Kota Tegal bersama dengan Kementerian Perhubungan berencana revitalisasi terminal Tegal menjadi lebih bagus dan representatif, sehingga terminal yang terkesan kumuh akan berubah menjadi salah satu pintu masuk kota Tegal dan merubah wajah Kota Tegal menjadi lebih baik. Kepala Dishub Kota Tegal Herviyanto GWP menyampaikan, berdasarkan hasil pembahasan rapat koordinasi terkait revitalisasi terminal tipe A akan dilakukan serentak. Rencananya, konsep revitalisasi menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD). Dari uraian tersebut, maka perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan untuk Redesain Terminal Tegal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Redesain Terminal ini diharapkan dapat menjadikan Terminal Tegal sebagai terminal yang nyaman, representatif, dan fasilitas yang dapat menunjang pelayanan bagi kenyamanan pengguna jasa terminal.
PUSAT KEBUDAYAAN DAN KESENIAN KOTA SEMARANG YASMIN ZAHRANI AKBAR; DHANOE ISWANTO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan dan kesenian  merupakan aspek yang tidak pernah bisa jauh dari kehidupan manusia, terutama masyarakat Indonesia. Kebudayaan memegang peran penting dalam kemajuan suatu bangsa. Keanekaragaman kebudayaan dan kesenian daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia ditengah dinamika perkembangan dunia. Keanekaragaman budaya tersebut dapat dijadikan sebagai potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata Kota Semarang dengan cara terus menggali dan melestarikan keanekaragaman budaya tersebut. Salah satu cara melestarikan budaya adalah cara menyediakan wadah untuk memelihara, memperlihatkan, dan mempertontonkan. Menurut Perda No. 6 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan jangka menengah Daerah Kota Semarang tahun 2016-2021 Kota Semarang mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2010-2015 dalam aktivitas seni budaya dari 364 menjadi 415 grup kesenian, sedangkan untuk gedung kesenian hanya berjumlah 14 buah.
SENTRA KERAJINAN DAN GALERI KAIN TENUN IKAT ENDE-LIO DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNAKULAR ANZIL ALAINA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang memiliki ragam budaya bernilaitinggi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai cermin budaya bangsa. Salah satuwarisan itu adalah budaya tenun. Budaya tenun merupakan bagian dari ragam budayasebagai warisan budaya nusantara yang harus dilestarikan karena dapat memperkaya cirikhas bangsa Indonesia dengan motif dan coraknya yang beraneka-ragam. Salah satunyaadalah Tenun ikat khas Ende-Lio dari sekian banyak produk budaya tradisional khasIndonesia. Kain tenun diminati oleh wisatawan karena memiliki motif eksotis serta prosespembuatannya secara tradisional.Kota Ende di Nusa Tenggara Timur menurut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ende Tahun 2018, termasuk ke dalam wilayah yang memiliki potensi pengembangan pada sektor industri kecil dan difokuskan pada pengembangan usaha tenun ikat. Keberadaan kampung adat penghasil tenun yang tersebar di beberapa wilayahkecamatan di Kabupaten Ende termasuk ke dalam klasifikasi desa pedalaman dengan ketersediaan akses yang belum memadai menyebabkan para pengrajin tenun ikat masih menemukan kesulitan pada saat memasarkan kain tenun ikat. Dari uraian tersebut, maka perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan untuk Sentra Kerajinan dan Galeri Kain Tenun Ikat Ende-Lio guna mendukung program pemerintah di Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Ende Tahun 2014-2034, yaitu mengenai pembinaan minat bakat di bidang seni dan budaya, serta upaya pelestarian budaya lokal.
BOGOR CREATIVE CENTER DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DONNA PUSPITA AYU ANGGRAINI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya ekonomi kreatif bagi Indonesia didukung dari arahan presiden untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, dilansir dari Laporan Kinerja Badan Ekonomi Kreatif (2019). Pada situs web Ayo Bogor (2019) menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang fokus mengerjakan 30 Proyek Strategis Jawa Barat di tahun 2019 yang salah satunya adalah membangun Creative Center di sejumlah Kota/Kabupaten termasuk Kota Bogor. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan hal yang penting bagi provinsi Jawa Barat. Sebab, sepertiga dari ekspor Jawa Barat merupakan produk ekonomi kreatif, dikutip dari pernyataannya pada situs web Merdeka (2019). Berbagai komunitas dan kelompok industri kreatif yang ada di Kota Bogor memiliki latar belakang yang berbeda. Dilansir dari Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor (2019), keunggulan industri kreatif yang dimiliki Kota Bogor diantaranya dalam bidang fesyen dan kuliner. Maka dari itu, dalam upaya mengembangkan potensi dan meyediakan wadah untuk menampung ekonomi kreatif di Kota Bogor perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan untuk Bogor Creative Center dengan Pendekatan Biophilic Design. Pendekatan dengan Biophilic Design dilakukan dengan tujuan merespon bangunan dengan arahan pembangunan Kota Bogor sebagai kota taman dan membina hubungan yang baik antara manusia dan lingkungan
GEDUNG KESENIAN PERTUNJUKAN KABUPATEN SEMARANG GATRA PICANGGA OKTABRIANI NOORCHA PUTRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era kemajuan teknologi digital saat ini, pelestarian seni kebudayaan lokal di Jawa Tengah sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya Kabupaten Semarang. Program pemerintah daerah Kabupaten Semarang berupa bantuan dana hibah bagi kelompok kesenian yang dilaksanakan sejak tahun 2018, merupakan bukti kesungguhan Pemkab. Semarang dalam melestarikan kesenian dan nilai-nilai kearifan lokal. Tercatat 600 dari 3.617 kesenian mendapat bantuan dana sebesar 10 juta rupiah per-kelompok yang tersebar di seluruh Kabupaten Semarang. Menurut Bupati Kabupaten Semarang, terdapat ribuan kelompok kesenian yang butuh dukungan supaya tetap eksis dan tidak termakan oleh kemajuan zaman. Pembangunan di bidang kesenian tetap perhatikan disamping pembangunan infrastruktur dan sektor lainnya. Upaya Pemkab. Semarang tersebut didasari oleh maraknya transformasi kebudayaan di era globalisasi saat ini, dilihat dari banyak generasi muda yang lebih menyukai berbagai budaya asing dan melupakan kesenian lokal. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kesenian tradisional lokal perlu diberikan perhatian khusus sebab padanya terkandung nilai-nilai kehidupan warisan lelulur yang bernilai luhur, sekaligus menjadi benteng dari serbuan seni budaya asing di era digital saat ini. Disisi lain, terdapat beberapa pegiat seni yang merasa kecewaan terhadap kesungguhan pemerintah daerah dalam upaya melestarikan kebudayaan seni tradisional karena belum adanya ketersediaan fasilitas seni pertunjukan yang mewadahi para seniman untuk menapilkan kesenian tradisonal yang mereka tekuni. Dari uraian diatas, maka perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan Gedung Kesenian Pertunjukan di Kabupaten Semarang dengan memberikan alternative pemecahannya secara arsitektural untuk memfasilitasi masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional khususnya seni pertunjukan lokal sehingga dapat memajukan bidang kesenian, budaya dan pariwisata di Kabupaten Semarang.
PUSAT KONSERVASI PESUT MAHAKAM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS DI KUTAI KERTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR KEVIN EZRA THEODORUS
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman satwa yang terbilang besar, salah satu dari satwa tersebut adalah pesut mahakam. Banyak orang Indonesia yang bahkan belum pernah mendengar, apalagi melihatpesut mahakam (Orcaella brevirostris). Tidak mengherankan, karena kini populasi pesut Mahakam di habitatnya di Sungai Mahakam diperkirakan tak lebih dari 85 ekor saja dan makin hari semakin sulit ditemui. Bisa dikatakan, pesut merupakan mamalia air paling langka dan paling terancam di Indonesia. Degradasi dari eksistensi spesies ini dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti turunnya kualitas lingkungan sungai, semakin berkurangnya asupan makanan di alam, tingkat kematian dan kelahiran yang tidak sebanding, dan lain sebagainya. Melihat kondisi yang seperti itu Sebuah yayasan bernama RASI (Rare Aquatic Spesies of Indonesia Foundation) bergerak dalam bidang pelestarian spesies ini bersama pemerintah setempat melalui berbagai upaya pemberdayaan pesut dan habitatnya di bantaran Sungai Mahakam. Berdasarkan kondisi di atas, maka diperlukan perancangan Pusat Konservasi Pesut Mahakam, guna mendukung program Pemerintah Kutai Kertanegara maupun Yayasan RASI dan menyelesaikan masalah kondisi Sungai Mahakam. Sesuai dengan prinsip dari yayasan RASI, konservasi ini terpusat pada rehabilitasi lingkungan dengan harapan mengembalikan citra Sungai Mahakam yang berdampak langsung terhadap kehidupan satwa di dalamnya. Untuk jangka panjang dari perancangan ini adalah dalam bentuk edukasi dan ekowisata yang juga bisa menyejehterakan masyarakat sekitar sungai.
SUSTAINABLE APARTMENT JAKARTA MUHAMMAD MACHFUD
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta telah mengalamai urbanisasi dari tahun ke tahun yang menyebabkan kepadatan penduduk, yang mengakibatkan pembangunan Jakarta menjadi lebih pesat untuk dapat menampung berbagai kebutuhan penduduk mulai dari pariwisata, perkantoran, komersial hingga hunian. Dari segi pemukiman, hal ini menyebabkan kesulitan bagi banyak orang untuk mendapatkan tempat tinggal di Jakarta pada saat sekarang karena terbatasnya ketersediaan dan tingginya harga lahan dan rumah di Jakarta. Urgensi pembangunan hunian vertikal pun muncul untuk menyelesaikan isu tersebut. Selain masalah urbanisasi, climate change juga menjadi suatu fenomena di mana meningkatnya suhu di bumi yang diakibatkan oleh emisi gas yang tertahan di atmosfer. Bangunan residensial sendiri menyumbang sekitar 12% sebagai faktor bangunan yang meningkatkan masalah climate change, dengan penggunaan sistem pendingin buatan seperti AC yang memegang peran terbesar dalam penyumbang efek gas rumah kaca. Hal tersebut menjadi perhatian khusus di Jakarta, dimana tempat berdirinya banyak bangunan pencakar langit termasuk apartemen yang biasanya menggunakan sistem pendingin AC (Automatic Cosineta). Dari permasalahan mengenai hunian dan climate change yang terjadi di kota Jakarta melatar belakangi perencanaan dan perancangan berjudul “Sustainable Apartment di Jakarta”, yang diharap dapat menjawab isu kurangnya jumlah dan tingginya harga lahan serta rumah untuk di jangkau oleh warga yang berkegiatan di Jakarta, serta mengatasi climate change dengan mengurangi penggunaan energi yang berlebihan khususnya pada sistem pendingin ruangan dan membantu pemerintah Jakarta dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.
PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT PADA WOMEN & CHILDREN’S CRISIS CENTER DI JAKARTA RAISSA NURUL HASYA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia selalu ada dan terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 6% dari tahun 2018 ke tahun 2019. Di Ibukota DKI Jakarta, yang tercatat memiliki jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak sebanyak 2.461 di tahun 2020 (LBH Jakarta, 2021), terdapat sejumlah pelayanan perlindungan perempuan. Namun, sedikit diantaranya yang mampu mewadahi seluruh kebutuhan korban kekerasan yang berupa bantuan medis, konseling, perlindungan sementara, dan fasilitas untuk meningkatan keterampilan. Oleh karena itu, Kota Jakarta masih membutuhkan fasilitas pemberdayaan perempuan dan anak yang dapat menangani kebutuhan korban kekerasan, mulai dari medis, psikis, pemberdayaan keterampilan, hingga perlindungan berupa hunian sementara. Fasilitas yang dirancang ditujukan untuk perempuan dan anak yang mengalami trauma fisik dan psikis dengan  menggunakan pendekatan healing environment. Pendekatan ini dirasa tepat untuk perancangan Women and Children’s Crisis Center karena bertujuan untuk menciptakan lingkungan binaan yang dapat mendukung atau mempercepat pemulihan kondisi psikologis korban kekerasan, serta membuat mereka merasa aman.