Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
940 Documents
FASILITAS PADA SIRKUIT KARTING INTERNASIONAL DI LOMBOK, NTB
CHARIS MUTTHAHAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring berjalannya waktu, bangsa Indonesua terus melakukan perkembangan pada segala bidang dengan olahraga menjadi salah satu bidang yang turut dikembangkan, utamanya pada olahraga otomotif yang disertai dengan indikasi pembangunan sirkuit balap bertaraf internasional di Lombok, semakin banyaknya pembalap-pemabalap tanah air yang ikut serta pada kejuaraan tingkat internasional, serta banyaknya masyarakat yang menggemari otomotif dan menjadikannya sebagai hobi.Selain itu, perkembangan otomotif di Indonesia diiringi dengan dukungan dari pemerintah yang membentuk sebuah organisasi otomotif di Indonesia atau dikenal juga dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) yang bertujuan untuk memberikan perhatian khusus pada olahraga otomotif di Indonesia dengan memberikan wadah bagi masyarakat dalam menuangkan hobinya untuk memunculkan potensi-potensi pembalap muda, dengan penyelenggaraan beberapa event balap. Namun hal tersebut tidak sepadan dengan jumlah fasilitas sirkuit karting bertaraf internasional di Indonesia sendiri masih terbilang sedikit. Sirkuit karting sendiri lebih banyak pada orientasi ke pariwisata atau hanya sebagai wahana permainan. Sehingga perlu adanya penyediaan Fasilitas Sirkuit Internasional Karting untuk membantu perkembangan pembalap muda.
MANGROVE EDUCATION CENTER & RESORT DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE PIK, JAKARTA
AUDY KIRANAPUTRI RAMADEWA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam upaya peningkatan pendapatan negara, selain minyak dan gas. Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove yang terletak di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara memiliki daya tarik dan keindahan alamnya, sehingga menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan domestik maupun manca negara untuk menghabiskan waktu berwisata. Kawasan konservasi sangat dibutuhkan di Jakarta, ibukota Indonesia yang sangat kekurangan akan lahan hijau terbuka, memiliki tingkat polusi udara yang cukup tinggi serta mulai mengalami erosi dan abrasi garis pantai (dikutip dari website resmi https://www.jakartamangrove.id/). Akan tetapi upaya pengelolaan yang dilakukan terhadap Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk masih terbilang kurang efektif karena masih terbatas baik dari segi dana, sumber daya manusia, fasilitas, dan ketersediaan informasi. Hal ini sangat disayangkan karena mulai muncul persepsi masyarakat bahwa kawasan konservasi ini merupakan tempat rekreasiyang tidak terawat, sehingga kondisinya semakin menurun setiap tahun.
REST AREA GABUNG DENGAN TERMINAL LOGISTIK DI KM 487 TOL BOYOLAL
HAFIDZ AULIA HIDAYAT
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyatakan panjang jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia hingga kini telah mencapai 1.099 kilometer (km), yang terdiri atas 40 ruas tol. Angka itu melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sepanjang 1.060 km sebagai wujud nyata terlaksanannya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satu bentuk upaya pelayan oleh pemerintah yang tersedia adalah dengan pengadaan fasilitas-fasilitas umum berupa Rest Area yang tersebar di sepanjanga ruang jalan tol. Perluasan fungsi rest area tersebut akan diatur melalui revisi Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol.
TERMINAL BIS SAMARINDA
MUHAMMAD AMIN AMRULLAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Samarinda merupakan ibukota dari Kalimantan Timur, Dengan menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) dalam pengembangan daerah Kota Samarinda diharapkan dapat mempermudah dalam mobilitas dan dapat meningkatkan intensitas aktivitas di wilayah tersebut, selain itu dengan adanya keputusan pemindahan ibukota Negara di Kalimantan Timur, penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) dapat menunjang dan mempermudah mobilitas pada daerah tersebut, dengan memanfaatkan pengembangan lokasi site yang merupakan Terminal Lempake dengan menerapkan konsep TOD pada area tersebut.Kota Samarinda merupakan ibukota dari Kalimantan Timur, Dengan menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) dalam pengembangan daerah Kota Samarinda diharapkan dapat mempermudah dalam mobilitas dan dapat meningkatkan intensitas aktivitas di wilayah tersebut, selain itu dengan adanya keputusan pemindahan ibukota Negara di Kalimantan Timur, penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) dapat menunjang dan mempermudah mobilitas pada daerah tersebut, dengan memanfaatkan pengembangan lokasi site yang merupakan Terminal Lempake dengan menerapkan konsep TOD pada area tersebut.
MIXED USE BUILDING DI JALAN SUDIRMAN JAKARTA PUSAT DENGAN KONSEP ONE STOP LIVING
NAAFIAN MAULANA RIZAL
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota DKI jakarta merupakan kota yang memiliki kepadatan penduduk yang paling tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Pemprov DKI Jakarta tahun 2020 memiliki rata-rata kepadatan penduduk 16.882 jiwa/km . Kepadatan penduduk DKI Jakarta menurut wilayahnya Kota Jakarta pusat memiliki kepadatan penduduk yang paling tinggi dengan jumlah 23.877 jiwa/km2. Kepadatan penduduk yang tinggi tersebut diakibatkan oleh laju urbanisasi yang sangat tinggi. Laporan riset Bank Dunia bertajuk “Time To ACT: Realizing Indonesia’s Urban Potential” menunjukkan laju urbanisasi Indonesia belum diimbangi dengan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan yang sama cepatnya. Dengan meningkatnya penduduk diperkotaan tentu akan semakin meningkat pula kebutuhan lahan untuk tempat tinggal. 2 Provinsi DKI Jakarta merupakan Kota yang menyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia. Kasus penduduk yang terpapar COVID-19 pada tahun 2021 mencapai angka 336.000 Jiwa. Di era kondisi situasi pandemi COVID-19 seperti ini, sudah barang tentu jika masyarakat dihimbau untuk tetap berdiam diri dirumah saja. Untuk mengurangi dampak penyebaran virus COVID-19 Sudah seharusnya sebuah konsep mix used dapat mampu memenuhi kebutuhanya masing masing untuk mengurangi laju pegerakan manusia dari satu titik ke titik lain. Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan sering menyebutkan konsep One stop living, dimana konsep tersebut mampu menciptakan ekosistem dalam konstes mikro perkotaan dengan first place adalah rumah Secondary Place tempat bekerja Third place adalah ruang komunal
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER ANAK KELAS B DI JAKARTA
RIFA ATSIILAH RAHMAT
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
WHO memperkirakan sekitar 300.000 anak berusia 0 – 19 tahun terdiagnosis kanker setiap tahunnya di seluruh dunia. Dimana 80% anak-anak tersebut tinggal di negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia yang tingkat kelangsungan hidupnya hanya mencapai 20%. Menurut data YOAI (Yayasan Ongkologi Anak Indonesia) setiap tahunnya terdapat 650 kasus kanker anak ditemukan di Jakarta dari 11.000 kasus kanker anak di Indonesia. Dari 155 rumah sakit yang tersedia di Jakarta bedasarkan data BPS DKI Jakarta, YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) menyebutkan hanya terdapat 5 rumah sakit yang menjadi rujukan pengobatan kanker anak. Dengan ditemukannya adanya peningkatan prevalensi kanker anak sekitar 7% setiap tahunnya dan lebih dari 50% kasus kanker pada anak di temukan sudah dalam keadaan stadium lanjut akibat dari minimalnya pelayanan kanker anak. Dari uraian di atas, diperlukan adanya langkah untuk mengurangi prevalensi kanker anak dengan perencanaan dan perancangan fasilitas pengobatan kanker anak yang memberikan harapan bagi anak-anak penderita kanker untuk sembuh.
TERMINAL FERRY BANDAR BENTAN TELANI
SYAZA BATRISYIA ANANDA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Potensi pariwisata di Indonesia yang amat sangat melimpah dapat mengangkat ekonomi negara apabila setiap obyeknya dikelola dengan baik oleh pemerintah maupun pihak-pihak disekitar obyek wisata tersebut. Salah satu upaya agar terealisasinya pengembangan sektor pariwisata adalah dengan melakukan hubungan kerja sama pariwisata dengan negara-negara di dunia. Salah satu contohnya adalah Kawasan Lagoi yang terletak di Pulau Bintan, Kepualuan Riau, Indonesia. Kawasan ini merupakan bentuk investasi asing yang erat kaitannya dengan pengaruh ekonomi politik daerah setempat, karena sebagian besar industri kawasan ini merupakan penyumbang PAD Kabupaten Bintan. Sebagai Kawasan Wisata Internasional, target utama pengunjung adalah wisatawan mancanegara. Semakin berkembangnya resort dan atraksi wisata dikawasan wisata Lagoi, diiringi promosi yang terus dilakukan membuat kawasan wisata ini semakin dikenal oleh masyarakat luas terutama wisatawan mancanegara. Sebagai salah satu pintu masuk wisatawan Asing, Terminal Ferry Bandar Bentan Telani tentunya memiliki peran penting dalam pemenuhan akomodasi transportasi para pengunjung yang datang. Secara tidak langsung terminal menjadi tempat terjadinya pertukaran budaya antar bangsa. Maka Pelabuhan itu sendiri harus dapat merepresentasikan nilai-nilai kebudayaan daerah setempat sehingga dapat menjadi daya tarik dan ke khas-an tersendiri bagi pengunjung yang datang, serta memperhatikan kaidah-kaidah arsitektural dalam perencanaan dan perancangannya agar segala aktivitas dapat berjalan secara optimal.
AUTISME CARE CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DI KOTA CILEGON
NADHIFA RAHMI TRIATMA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan pengobatan terapi merupakan salah satu kebutuhan paling utama bagi setiap penyandang disabilitas, termasuk bagi para penderita autisme. Dengan terjadinya peristiwa peningkatan jumlah penyandang autisme dari tahun ke tahun menjadi tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan. Tercatat hanya terdapat 6 fasilitas pendidikan luar biasa negri dengan total kapasitas mencapai 480 siswa (sekolah.data.kemendikbud.go.id). Faktual yang ada di lapangan, sekolah luar biasa yang ada sampai saat ini menggabungkan sistem pendidikan dengan terapi, serta belum memperhatikan kondisi psikologi pengggunanya. Dengan kondisi yang terjadi, menjadi suatu kelemahan tersendiri bagi fasilitas, yaitu sasaran umur yang terbatas untuk mendapatkan fasilitas terapi serta terabaikannya kondisi psikologi yang dialami oleh penyandang. Maka dari itu, dibutuhkannya fasilitas terapi autisme yang ada di Kota Cilegon sebagai kota industri dengan pertumbuhan penduduk yang cukup cepat serta pola hidup yang kurang baik menjadikannya suatu urgensi yang penting untuk diperhatikan. Autisme Care Center dengan menerapkan konsep arsitektur perilaku diharapkan mampu menjadi wadah bagi penderita autisme agar dapat menjalankan kegiatan terapi dengan nyaman dan kondusif serta dapat dilakukan oleh semua kalangan umur.
RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH KELAS B DI KOTA SEMARANG
ARAHMAIANI AZANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah kecelakaan di Jawa Tengah meningkat tiap tahunnya, khususnya di Semarang. Hingga tahun 2019, kota Semarang memiliki jumlah kecelakaan tertinggi keempat dengan sebanyak 1.365 kasus yang mengakibatkan 1.434 orang mengalami luka ringan dan 2 orang mengalami luka berat. Pelayanan kesehatan di Semarang sudah berkembang pesat, namun belum adanya Rumah Sakit yang memberikan pelayanan khusus bedah. Oleh karena itu perlu adanya perancangan rumah sakit bedah yang direncanakan memberikan pelayanan utama pada bedah trauma seperti bedah ortopedi, bedah plastik, bedah digestif, dll.
RUMAH SAKIT KANKER TIPE B DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
DYAH RATNA TYASTRI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dan terus meningkat setiap tahunnya. Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukan angka kejadian kanker di Kota Semarang terus meningkat, penderita kanker paru – paru, kanker hati, kanker payudara dan kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh penduduk Kota Semarang. Saat ini di Indonesia baru terdapat 2 (dua) rumah sakit khusus kanker yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais milik negara dan Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCC) Siloam Hospital milik swasta yang keduanya terletak di ibukota. Sedangkan di Kota Semarang hanya terdapat 2 (dua) rumah sakit rujukan untuk penderita kanker yaitu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi dan Semarang Medical Center Rumah Sakit Telogorejo, sehingga belum ada rumah sakit yang menangani penyakit khusus kanker di Kota Semarang. Dari uraian diatas, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Kanker di Kota Semarang yang dapat menampung penderita kanker di Kota Semarang dengan fasilitas penunjangnya sesuai dengan standar pengobatan kanker.