cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
MANGGAR BEACH RESORT BALIKPAPAN GHAZIAN BAHADURI AL FATH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

26 Agustus 2019 Presiden Joko Widodo mengumumkan pemindahan Ibukota Negara yang baru akan dibangun di Kalimantan Timur, lebih tepatnya berlokasi di Wilayah Administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Balikpapan menjadi pintu gerbang utama menuju wilayah Kalimantan Timur. Sebagai salah satu kota penunjang, Kota Balikpapan memiliki potensi pariwisata yang sangat besar untuk dikembangkan. Terutama pada pariwisata pantai. Salah satu pantai yang terkenal adalah Pantai Manggar. Namun potensi pantai tersebut belum dimaksimalkan dengan adanya fasilitas penunjang berupa penginapan berupa hotel resort. Padahal dengan keberadaan hotel resort dapat memacu dan mendukung perkembangan pariwisata Kota Balikpapan karena dapat meningkatkan nilai dari objek pariwisata dan menaikkan perekonomian dari wilayah pariwisata tersebut
KAMPUS 1 HIDAYATULLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL SEMARANG KHANSA ANISAH LABIBAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPI Hidayatullah) merupakan salah satu lembaga pendidikan islam yang berada di Kota Semarang. Dibawah naungan Yayasan Abul Yatama, LPI Hidayatullah berdiri sejak 15 Mei 1988. Hingga saat ini Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH) yang meliputi QBS, KBTK, SD, SMP, SMA serta MADIN dan juga TPQ. Dalam keberjalanannya LPI Hidayatullah selalu berusaha mengoptimalkan visi dan misi dan salah satu upaya dengan rencana adanya pengembangan sekolah islam berbasis asrama/boarding school khusus putra jenjang sekolah menengah atas dengan konsep santri mandiri melalui pendidikan life skills. Sementara itu menurut penelitaian Yuniar et al (2016), Setiap tahunnya 5-10% dari santri di pondok pesantren/boarding school mengalami masalah dalam proses penyesuaian diri, permasalahan yang sering terjadi jenuh dan stress dengan sistem pendidikan dipesantren yang monoton dan hampir 24 jam ditambah dengan peraturan yang ketat di pondok pesantren.Oleh karena itu, sebagai upaya pengoptimalan visi dan misi LPI Hidayatullah dibutuhkan perencanaan dan perancangan bangunan sekolah islam berasrama berbasis pendidikan life skills. Konsep perencanaan dan perancangan mempertimbangkan aspek arsitektural yang dapat memenuhi unsur keamanan, dan kenyamanan dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Biofilik. Sehingga pembangunan Islamic Boarding School dapat memfasilitasi siswa dan tenaga pendidik secara aman dan nyaman, agar pengguna dapat melakukan semua aktifitas secara maksimal dan tingkat stress dan kebosanan berkurang.
KANTOR PENGEMBANGAN PARIWISATA JAWA TENGAH DENGAN PENEKANAN DESAIN BANGUNAN HIJAU BERBASIS EDGE MUHAMMAD RAYHAN ALKHALFANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sendiri, terdapat sebuah Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang Negara yang mengkhususkan diri dalam pengembangan dan pengelolaan kompleks pariwisata terintegrasi.Salah satu Lini Bisnis dari ITDC adalah layanan pengembangan destinasi pariwisata . Layanan pengembangan pariwisata ini merupakan layanan bagi para pemilik lahan baik Swasta, maupun pemerintah daerah, yang ingin mengembangkan lahannya menjadi kawasan pariwisata terintegrasi . Layanan tersebut mulai dari membantu pemilik daerah membuat perencanaan atau biasa disebut dengan masterplanning, melakukan studi kelayakan, mempromosikan destinasi hingga pembentukan rencana operasional daerah. Namuh Selama 45 tahun berdiri, ITDC memiliki dua kantor pengembangan yang berada pada 2 dari 5 destinasi super prioritas yaitu di Nusa Dua ( Bali ) dan Mandalika ( Lombok) dan hingga saat ini belum ada upaya maupun wacana dari pihak ITDC untuk mengembangkan fasilitas di daerah DPSP lainnya. Di Jawa Tengah sendiri terdapat Kawasan Borobudur yang termasuk satu dari DPSP, juga berbagai destinasi Wisata yang tersebar di berbagai Kota. Pada Jurnal BAPPEDA Jawa Tengah Tahun 2019, Provinsi Jawa Tengah Telah memiliki sebuah Konsep Makro pengembangan pariwisata yang Bernama Konsep Cluster Pariwisata Joglosemar. Yaitu rencana untuk mengembangkan & menumbuhkan destinasi berkualitas guna meningkatkan perekonomian di Kota – kota yang ada di Jawa Tengah.Maka dari itu, Perlu adanya sebuah Kantor sebagai fasilitas untuk ITDC di Jawa Tengah sebagai Lembaga pengembang destinasi pariwisata di Jawa Tengah, guna mendukung konsep pengembangan pariwisata Joglosemar Jawa Tengah , juga membantu pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ada.
APARTEMEN SOHO DI KOTA PALEMBANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR ZEN RAISYAH RIMARAAY GUANTIO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Jumlah penduduk di Provinsi Sumatra Selatan terus meningkat tiap tahunnya dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25% per tahun dan peningkatan penduduk rata-rata sebanyak 98,7 ribu jiwa per tahun. Sampai saat ini, sebaran penduduk Sumatra Selatan masih terkonsentrasi di Kota Palembang. Menurut Hasil Sensus Penduduk 2020, Kota Palembang dihuni oleh 1.668.848 jiwa atau 19,7% dari jumlah penduduk Sumatra Selatan. Kebutuhan akan hunian berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk. Melalui analisis data dari BPS Kota Palembang, diketahui backlog perumahan di Kota Palembang pada tahun 2020 adalah sebanyak 121.381 rumah tangga dan akan terus bertambah tiap tahunnya. Selain itu, adanya pandemi COVID-19 yang sudah belangsung selama kurang lebih satu tahun mengharuskan masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan membatasi frekuensi bepergian ke luar rumah. Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat di tengah pandemi ini. Seiring dengan majunya perkembangan teknologi, sistem kerja ini kemungkinan besar dapat terus berlanjut untuk ke depannya. Maka dari itu, dibutuhkan hunian yang fleksibel dan nyaman untuk dijadikan sebagai tempat bekerja. Apartemen SOHO (Small Office Home Office) merupakan pemecahan dari permasalahan tersebut.
APARTEMEN INKLUSIF DI PURWOKERTO SHASKIYA JULYA DWI HANDOYO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purwokerto merupakan ibukota dari Kabupaten Banyumas yang memiliki berbagai julukan, antara lain ialah sebagai kota pendidikan dan kota pensiunan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk yang berbanding lurus dengan kebutuhan hunian. Selain itu, perkembangan zaman kearah modern dan digital dapat menyebabkan perubahan pola hidup serta gaya hidup masyarakat, baik dari segi sosial, budaya dan ekonomi. Masyarakat yang semakin berkembang dan menganut sistem pola hidup modern dapat mengalami perubahan dalam hubungan kekeluargaan dan budaya dalam bertempat tinggal, yang mana pada masyarakat tradisional setelah anak menikah, orang tua dan anak masih berada dalam satu atap hingga terdapat tiga generasi dalam satu atap yang terdiri dari kakek-nenek, ayah-ibu dan cucu. Namun, pada masa kini banyak anak yang memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tuanya, dengan alasan faktor pekerjaan di luar kota maupun karena ingin mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Sehingga para orang tua tinggal sendirian, dan para anak tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus maupun mengawasi para orang tuanya. Lansia merupakan kelompok social yang paling rentan dengan permasalahan baik fisik maupun mental. Sekjen Kemenkes, drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan semua orang perlu mulai memperhatikan kebutuhan lansia tersebut, sehingga diharapkan mereka dapat tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif, salah satunya penguatan peran keluarga dalam melakukan perawatan bagi lansia.Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang terjadi, perancangan Tugas Akhir ini berusaha untuk memecahkan gap yang terdapat antara generasi muda dengan para lansia dengan perancangan Apartemen Inklusif di Purwokerto. Sebagai komplek hunian vertikal, perancangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penghuni apartemen baik generasi muda maupun kebutuhan para lansia nya sehingga menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, sustainable dan menguntungkan dalam aspek sosialnya.
MUSEUM GULA INDONESIA DI KABUPATEN BREBES BERBASIS TEKNOLOGI YOGA ALDE PRATAMA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merencanakan suatu museum dengan konsep berbasis teknologi yang dapat mengedukasi sejarah ataupun teknologi itu sendiri, secara edukatif dan inovatif serta menciptakan bangunan yang memiliki citra yang baru dengan fasilitas-fasilitas yang interaktif didalamnya. Hal ini bertujuan agar dapat melestarikan peninggalan sejarah yang sudah menjadi cagar budaya yang ada, mengapresiasi teknologi karya bangsa sekaligus menambah wawasan masyarakat mengenai perkembangan industri gula, merancang suatu museum yang baru dan museum yang lebih segar sehingga memberikan pengalaman baru terhadap museum di Indonesia serta dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi museum.
APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DI PURWOKERTO AMILANIA SUSANTI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purwokerto merupakan Ibu Kota Kabupaten Banyumas yang terletak di lokasi yang strategis dikarenakan lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Banyumas, hal ini  emberikan peluang bagi Purwokerto untuk berkembang pesat sebagai salah satu kota pelayanan jasa yang dapat mewadahi berbagai kebutuhan warga Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, berbagai sektor jasa yang dikembangkan di Purwokerto antara lain sektor pendidikan, sektor perdagangan, sektor pariwisata, sektor kesehatan dan juga sektor transportasi, hal inilah yang menjadikan Purwokerto semakin berkembang dari waktu ke waktu. Akan tetapi, perkembangan suatu kota maka akan diikuti pula dengan makin lajunya pertumbuhan penduduk beserta kegiatan di dalamnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, jumlah penduduk Kabupaten Banyumas adalah sekitar 1.840.152 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,69% pertahun dan kepadatan penduduk mencapai 1.275 jiwa/Km², sedangkan Purwokerto sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 237.905 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,94% pertahun dan kepadatan penduduk mencapai 6.324 jiwa/ Km². Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat maka berbanding lurus dengan semakin berkurangnya ketersediaan lahan untuk kebutuhan tempat tinggal.Dari uraian diatas, maka perencanaan pembangunan hunian vertikal berupa apartemen di Purwokerto dapat menjadi solusi untuk menjawab permasalahan jangka panjang dalam menghadapi pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya.
HOTEL RESORT DI PULAU TIRANG SEMARANG DESY LILIYANI ARUM RAHMADHANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang sangat pesat di sektor pariwisata seharusnya mampu untuk bersaing dengan kota lain untuk tidak hanya menjadi kota transit namun juga menjadi kota destinasi wisata. Tentunya terdapat keuntungan yang didapat selain dapat membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat, terjadi peningkatan sektor industri dan peningkatan pendapatan daerah Kota Semarang. Masyarakat masih minim informasi tentang onjek wisata, karena kurangnya ketersediaan fasilitas publik pendukung kegiatan wisata, banyaknya objek wisata yang rusak dan kurang terawatt, serta kegiatan atau event pelestarian pariwisata Kota Semarang yang masih kurang variative dan masih ada beberapa yang kurang dukungan. Sehingga dalam pengelolaan sektor pariwisata, tidak hanya pemerintah yang berperan dan berupaya, namun juga perlu melibatkan seluruh aspek masyarakat bersama-sama sebagai penggerak untuk dapat lebih mengembangkan seluruh potensi daerah yang dimiliki. Perencanaan dan Perancangan Hotel Resort ini dimaksudkan untuk mendukung dan mengupayakan peningkatan sektor pariwisata di Kota Semarang. Dilihat dari kondisi wilayah Pulau Tirang yang terpelosok dan kurang terjamah keberadaannya. Mengusung pendekatan tema Arsitektur Ekologi, Hotel Resort ini akan mengakomodasi potensi alam terdekat yaitu dari Hutan Bakau Pulau Tirang Semarang sendiri dengan pemanfaatan material lokal seperti batu alam dan kayu, pemanfaatan angin melalui kincir angin. Sehingga mampu menghidupkan kembali wisata Pulau Tirang Semarang serta adanya inovasi wisata baru dengan adanya Hotel Resort ini yang berbeda dengan keberadaan wisata-wisata dan hotel/resort yang berada di kawasan terdekat.
REDESAIN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN CILACAP FALIH AQIL RIZKANANTA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas penting bagi pendidikan non-formal dan informal, yang artinya perpustakaan merupakan sarana belajar diluar maupun didalam lingkungan pendidikan sekolah. Ditinjau di lapangan, keadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap belum mengalami perkembangan peningkatan kualitas kuantitas koleksi, sarana, prasarana, serta gedung yang belum representatif sebagai perpustakaan daerah yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat. Hal tersebut  menggambarkan minim nya tingkat minat baca masyarakat Kabupaten dan Kota Cilacap. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan Redesain Perpustakaan Kabupaten Kota Cilacap dengan menggunakan konsep desain arsitektur modern sebaga solusi permasalahan desain perpustakaan yang sudah ada sebelumnya (konvensional). Fasilitas yang disediakan semakin berkembang untuk berusaha memenuhi kebutuhan pengunjung, sekaligus sebaga usaha untuk menampilkan dan menciptakan perpustakaan dengan kesan dari modern serta mengikut perkembangan teknolog di era globalisasi ini. (Febrina & Roesmanto, 2017)
PERUMAHAN VERTIKAL KOMUNITAS KREATIF KOTA SEMARANG IKHMAL AMALIA JAHRA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Vertikal Komunitas Kreatif Kota Semarang dibangun dengan menargetkan para pelaku industri kreatif yang ada di Kota Semarang sebagai penghuninya. Industri kreatif memiliki prospek yang cukup tinggi untuk ikut andil membangun perekonomian daerah kedepannya. Selain itu industri kreatif juga memiliki cakupan yang luas meliputi 16 sektor bidang. Jumlah usaha ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 1.410.155 dengan penyebaran paling besar ada di Kota Semarang, sebesar 61.668 usaha ekonomi kreatif (Data BPS, 2016). Selain menjadi hunian yang dapat memfasilitasi kehidupan para pelaku industri kreatif, Perumahan Vertikal Komunitas Kreatif Kota Semarang diharapkan dapat menjadi wadah untuk berkarya. Hal tersebut dikarenakan, hunian ini akan juga difasilitasi dengan ruang-ruang yang sesuai dengan keinginan dan kesepakatan para penghuni untuk memenuhi kebutuhan mereka sebagai para pelaku industri kreatif, salah satunya yaitu dengan adanya retail dan gallery. Sehingga secara tidak langsung, ini menjadi wadah untuk memperdayakan para penghuni sesuai dengan potensinya masing-masing.