cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
SLOW FASHION ARCHITECTURE: PERANCANGAN FASILITAS KOMERSIAL DENGAN KONSEP ARSITEKTUR KEBERLANJUTAN Wijaya, Vania Natalin
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi bangunan termasuk konsumen bahan baku dan sumber daya terbesar di dunia. Bangunan yang dirancang hanya untuk memenuhi kebutuhan di masa kini cenderung perlu renovasi terus menerus untuk tetap relevan di masa depan sehingga terjadi konsumerisme dalam hal sumber daya konstruksi (material dan energi) berlebih. Selain penggunaan sumber daya yang semakin tinggi, proses konstruksi juga menjadi penghasil limbah tertinggi di dunia. Konsumerisme yang sama terjadi di industri fashion yang disebut sebagai fast fashion. Industri fast fashion terus berkontribusi dalam kelangkaan sumber daya dan kerusakan lingkungan sehingga hadirlah slow fashion sebagai gerakan yang mengutamakan produksi yang berkelanjutan, transparan, dan bernilai. Gerakan slow fashion dalam industri arsitektur dapat dicapai melalui strategi desain yang mengutamakan citra dan guna sebuah bangunan sehingga mengandung makna, nilai yang tidak mudah tergantikan meskipun fungsinya bisa berubah-ubah sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan hidup. Kata Kunci: Arsitektur Slow Fashion, Arsitektur Keberlanjutan, Citra, Guna, Nila
Kajian Redesain Fasilitas Wisata Waduk Kedung Ombo Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Adenda, Aly Nur
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wana Wisata Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu objek wisata yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan potensi keindahan alamnya. Kawasan pariwisata membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk kenyamanan pengunjung. Namun, Wana Wisata Waduk Kedung Ombo terdapat ketidaklengkapan pada sarana dan prasarananya. Sehingga sarana dan prasarana perlu disediakan dengan baik dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan sarana dan prasarana berdasarkan pendekatan menurut Lothar A. Kreck terhadap standar kelengkapan pariwisata (Yoeti 1996). Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan cara observasi dan wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan sarana dan prasarana 62.5% lengkap dan 37.5% tidak lengkap. Ditinjau dari faktor kelayakan 31.25% layak dan 31.25% kurang layak. Sehingga, dari penelitian ini bisa mewadahi atau melengkapi sarana dan prasarana Kawasan Wana Wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali terkait pengembangan pariwisata. Kata Kunci: Sarana, Prasarana, Pariwisata, Kedung Ombo
Unit Pengolahan Sampah Modern di Muara Sungai Banjir Kanal Timur, Semarang Salam, Syahya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang, khususnya di wilayah Muara Sungai Banjir Kanal Timur, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah dan dampak banjir rob yang merusak lingkungan serta mengganggu kehidupan warga. Untuk mengatasi hal ini, diusulkan pembangunan Unit Pengolahan Sampah Modern yang mengintegrasikan teknologi terkini dengan konsep arsitektur terapung dan partisipatif, memanfaatkan potensi lokal seperti arus sungai untuk operasional. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan wisata yang mendorong keterlibatan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan. Proyek ini bertujuan menjadi solusi nyata yang berkelanjutan bagi pengelolaan sampah di kawasan pesisir, sekaligus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi jangka panjang.
Terminal Bus Penggaron, Kota Semarang 2030 Fauziyah, Silvi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam pembangunan perkotaan.  Mobilitas masyarakat kota, terutama Kota Semarang, semakin tinggi dengan  penggunaan transportasi pribadi sebagai transportasi utama dalam kegiatan sehari hari. Apabila terjadi peningkatan secara terus menerus jumlah transportasi pribadi  di Kota Semarang setiap tahunnya tanpa dimbangi dengan pengembangan dan  pembangunan infrastruktur yang memadai, maka permasalahan kemacetan tidak  dapat dihindari.  Permasalahan yang akan muncul selain kemacetan adalah adanya polusi  udara yang semakin memburuk, kesehatan masyarakat yang menurun, ekonomi  yang mengalami kerugian, hingga kualitas hidup masyarakat yang menurun secara  umum. Upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan dari tingginya penggunaan  kendaraan pribadi diperlukan adanya pengembangan infrastruktur untuk transisi  mobilitas ke transportasi berkelanjutan seperti kendaraan massal dan kendaraan  tidak bermotor.  Pengembangan Terminal Penggaron yang akan diintegrasikan dengan Light  Rail Transit (LRT) menjadi upaya yang relevan dalam mengatasi permasalahan  kemacetan dan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum karena lebih  efisien dari segi waktu dan jarak. Terminal Penggaron akan dilakukan  pengembangan dengan menerapkan basis Transit Oriented Development (TOD)  sehingga Terminal Penggaron tidak hanya terintegrasi dengan Stasiun LRT namun  juga dilengkapi dengan adanya department store sebagai bagian komponen dari  kawasan TOD dalam menunjang pengembangan transportasi berkelanjutan.
Vertical Housing Pekerja Industri Berbasis Arsitektur Metabolisme di Kawasan Industri Wijayakusuma, Kota Semarang Jibran, Jaylevo Raka
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi di Kota Semarang memicu lonjakan penduduk, dengan  konsentrasi pertumbuhan di kawasan industri seperti Kawasan Industri  Wijayakusuma (KIW), yang menyerap lebih dari 26.000 tenaga kerja. Pertumbuhan  ini menambah tekanan pada kebutuhan hunian, tercermin dari backlog 105.141 unit,  di tengah keterbatasan lahan akibat urban sprawl dan risiko bencana seperti  penurunan tanah serta banjir rob. Dengan kepadatan bangunan di sekitar KIW  mencapai 70%, hunian vertikal menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan  Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kebijakan nasional dan lokal  mendukung pengembangan hunian vertikal dalam mewujudkan konsep compact  city untuk mengatasi tantangan urbanisasi.
Senior living di D.I. Yogyakarta dengan pendekatan lingkungan terapeutik Jasmine, Nayla
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat keempat dengan populasi terbesar di dunia. Tingginya populasi yang terjadi di Indonesia, sebagaimana tercatat di Worldometer, berpotensi mempengaruhi angka usia harapan hidup (UHH). Kenaikan angka usia harapan hidup di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, salah satunya di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Keberadaan Senior Living di Indonesia masih terbatas dimana baru terdapat di area Jakarta dan Bogor. Sehingga, fasilitas Senior Living ini dapat menjadi peluang di D.I. Yogyakarta dalam menunjang kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui pendekatan lingkungan terapeutik agar tercipta lingkungan yang nyaman dan kesehatan fisik serta mental lanjut usia (lansia) dapat terjaga dengan baik melalui beberapa pertimbangan, seperti pencahayaan, penggunaan warna, dan pemandangan alam. Kata kunci: Usia Harapan Hidup, Lansia, Senior Living, Lingkungan Terapeutik
Perancangan Mangrove Eco Resort dengan Pendekatan Arsitektur Lokal di Kawasan Mangrove Baros Amalia, Nurfadillah Dwi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pengembangan Hutan Mangrove Baros sebagai kawasan ekowisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, penting untuk mempertimbangkan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam perancangan dan pengelolaan kawasan tersebut. Akomodasi di area Hutan Mangrove Baros saat ini dianggap kurang memadai karena tidak ada fasilitas penginapan di sekitar area wisata. Ketersediaan tempat menginap sangat penting untuk memastikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin tinggal lebih lama di lokasi tersebut. Perancangan Mangrove Eco Resort dengan pendekatan Arsitektur lokal, berfokus untuk memberikan pengalaman emosional serta memperkaya wawasan kebudayaan. Suasana resort yang mengutamakan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan Hutan Mangrove dan penggunaan material alami diharapkan dapat memberikan kesan tenang, nyaman dan pengalaman relaksasi bagi wisatawan serta memperkaya pengalaman ekowisata sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya.
Sentra Kopi Nusantara : Dari Tangan Petani Membangun Negeri Farisaputra, Ramadhani Sultan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara agraris adalah negara yang ekonominya bergantung pada sektor pertanian. Indonesia, sebagai negara agraris terbesar kedua setelah Brazil, menyumbang 13,28% dari PDB pada 2021. Penduduknya mayoritas mengandalkan agroindustri sebagai mata pencaharian utama. Pemerintah mendukung pembangunan nasional melalui kebijakan peningkatan ekonomi berbasis agroindustri secara bertahap dan berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan hasil bumi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu komoditi yang paling populer belakangan ini di Indonesia dalah Kopi. Sebagai produsen kopi terbesar ke-4 di dunia, usaha kopi menjadi tujuan ekonomi yang menjanjikan. Mulai dari hulu yaitu para petani, hingga hilir yaitu para barista. Namun sayangnya masih banyak sekali para petani yang hidupnya bergantung dari biji kopi ini hidup dengan sulit. Mulai dari berbagai faktor seperti gagal panen akibat iklim yang tak menentu. Usia para petani yang sudah tua pun menjadi faktor yang harus diperhatikan, harus adanya regenerasi dari generasi yang baru. Hal inilah yang menjadi landasan program perencanaan desain yang berjudul “SENTRA KOPI NUSANTARA : DARI TANGAN PETANI, MEMBANGUN NEGERI” sebagai ajwaban dari permasalahan tersebut. Perancangan ini berfokus pada para petani, karena para petani kopi ini merupakan pondasi utama dalam komoditas ini. Menemukan jawaban atas permasalahan-permasalahan iklim, mapun regenerasi para petani. Perkembangan SDM terkait pemahaman kopi dan potensi kopi harus digalakkan guna meningkatkan awareness para petani, sehingga tidak hanya kuantitas saja, melainkan kualitas kopi di indonesia pun dapat meningkat.
Redesain Sentra Kampung Batik Tulis Giriloyo, Yogyakarta dengan Pendekatan Universal Design Dikaitkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/Prt/M/2006 Andayani Prayitno, Nurul 'Izza
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki keanekaragaman suku, budaya, dan  etnis termasuk warisan budaya batik yang diakui oleh UNESCO. Beberapa daerah seperti  Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta menjadi sentra batik yang menarik pengunjung. Di  Yogyakarta terdapat Sentra Kampung Batik Tulis Giriloyo yang berkonsep arsitektur  tradisional jawa pada beberapa bangunan yang terdiri dari beberapa fasilitas yang  diberikan. Pengunjung yang datang dari semua kalangan usia, jenis kelamin, dan tanpa ada  perbedaan kemampuan fisik terus meningkat di setiap tahunnya. Namun dalam melakukan  evaluasi bangunan, fasilitas yang diberikan tidak aksesibel dengan keterbatasan  kemudahan akses untuk penyandang disabilitas dan minimnya ruang yang ramah  disabilitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain pada Sentra Kampung Batik Tulis  Giriloyo, Yogyakarta dari evaluasi bangunan yang dilakukan dan dikaitkan dengan  penerapan universal design sesuai dengan Permen PU Nomor 30/PRT/M/2006. Redesain  yang nantinya akan dilakukan untuk optimalisasi pemanfaatan ruang dan menyediakan  fasilitas selain dengan tujuan yang utama sebagai area produksi batik tulis dan area  komersial, juga sebagai sarana wisata edukasi sejarah batik tulis Yogyakarta dan  diharapkan dapat memberikan fasilitas yang lebih aksesibel dan dapat dijangkau oleh  semua kalangan tanpa adanya kesulitan dengan konsep edutainment - one stop service.  Kata kunci: sentra batik, desain universal, redesain
Pusat Olahraga dan Kebugaran Dengan Pendekatan Wellness Architecture Sebagai Solusi Ruang Sehat Di Tangerang Selatan Adristi, Athaya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga menjadi suatu bagian penting dalam kehidupan setiap manusia, termasuk masyarakat urban di Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh laporan yang diterbitkan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mencatat bahwa pada tahun 2021, partisipasi masyarakat melakukan aktivitas olahraga sebesar 81.2% dengan partisipasi aktif sebesar 32.83%. Olahraga merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana mengintegrasikan suatu bangunan atau fasilitas olahraga dengan lingkungan urban di sekitarnya. Tangerang Selatan merupakan daerah suburban dengan fokus pembangunan yang tinggi, hal ini disebabkan oleh lokasi yang cukup strategis untuk merancang kota yang dapat mengakomodasi kegiatan masyarakat di dalamnya. Perancangan bangunan olahraga ini akan didasari menurut Undang Undang Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia nomor 8 tahun 2018 yang mengatur segala kebutuhan dan kriteria yang tepat untuk membuat bangunan olahraga. Arsitektur yang ditawarkan pada rancangan ini berbasis Wellness, yang mengacu pada kesehatan fisik dan mental, kenyamanan di dalam ruangan, serta bagaimana material yang digunakan mendukung keberlanjutan dan kualitas ruang dalam pada bangunan olahraga tersebut. Material yang diajukan merupakan inovasi baru dalam mendukung bangunan sehat yang memiliki visi yang sama dengan bangunan olahraga itu sendiri. Diharapkan nantinya pembangunan gedung olahraga bisa menjadi inovasi dan pendukung bangunan yang sehat di Indonesia.