cover
Contact Name
Azis
Contact Email
azis@unidayan.ac.id
Phone
+6285241915730
Journal Mail Official
pendidikansejarah@unidayan.ac.id
Editorial Address
Jalan Dayanu Ikhsanuddin No. 124, Kode Pos 93724 Baubau, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPS
ISSN : 24433624     EISSN : 26863774     DOI : -
Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), peneliti, mahasiswa, maupun praktisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume VII, No 2, November 2021" : 5 Documents clear
METODE PENENTUAN HILAL DI KESULTANAN BUTON Munawir
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, No 2, November 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian sejarah yang dalam jenis penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyanjian data dan penarikan kesimpulan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1). Latar belakang penentuan hilal di kesultanan Buton adalah bermula sejak transisi kerajaan Buton menjadi KesultananButon sekitar 948 H/ 1538 M pada masa kepemerintahan raja terakhir dan sultan pertama yaitu Murhum atau Lakilaponto. Sejak saat itu Islam mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya secara mendalam di kesultanan Buton, (2). Sementara itu tata cara dalam pelaksanan metode taktim arba’iyah yaitu: a). Mula mula perangkat adat masjid keraton akan memprediksi hilal menggunakan metode taktim arba’iyah dan menetapkan awal bulan Ramadhan akan jatuh pada hari yang telah diketahui berdasarkan hitungan matematik, b). Setelah itu perangkat masjid keraton yang bergelar tungguna bula akan melaksanakan pemantauan hilal di lantai dua masjid agung keraton Buton, c). Sesudah merukyat, dan hilal terlihat. Perangkat masjid keraton akan menghadap ke lakina agama untuk menginformasikan bahwa hilal telah terlihat, dan selanjutnya lakina agama akan melaporkan hal tersebut kesultan agar diketahui, d). Sultan setelah mendapat informasi akan mengumumkan secara resmi bahwa hilal telah terlihat, (3). Metode yang dilakukan kesultanan Buton dalam menentukan hilal adalah meggunakan metode yang bernama taktim arbaiyah. Metode ini mempunyai keterkaitan erat dengan penggunaan metode hisab dan rukyat pada umumnya, namun dalam proses penggunaannya ketiga metode tersebut mempunyai cara yang berbeda dalam melihat hilal.
PEMBAHARUAN PERJANJIAN BONGAYA: Dampak Pada Kesultanan Buton HASARUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, No 2, November 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui 1) lahirnya pembaruan perjanjian Bongaya; 2) pelaksanaan pembaruan perjanjian Bongaa, dan 3) dampak dari lahirnya pembaruan perjanjian Bongaya khususnya terhadap wilayah kesultanan Buton. Hasil penelitian ini menunukan bahwa hubungan Buton dan Belamda semakin erat sebagai dampak dari lahirnya perjanjian pertama pada tanggal 5 Januari 1613. Pada sisi lain bahwa dengan munculnya pembaruan perjanjian Bongaya tersebut sangat merugikan kesultanan buton karena intervensi Belanda terhadp Buton semkin besar dalam beberap sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
PENGARUH POLA BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMIC COVID 19 KELAS VIII SMP NEGERI 4 BAUBAU AMALUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, No 2, November 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada masa pandemic covid 19 kelas VIII SMP Negeri 4 Baubau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pola bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada masa pandemic covid 19 kelas VIII SMP Negeri 4 Baubau. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII pada sekolah SMP Negeri 4 Baubau sebanyak Orang 345 orang.Sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik trandom sampling atau sampel acak kelas VIII dengan jumlah 109 orang siswa. Instrument dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, angket, dan dokumen Hasil penelitian adalah 1) hasil rumus product moment.( r) sebesar 0,67. 2) nilai determinasinya ( r² ) sebesar 44,89 yang di bulatkan 45 % dan selebihnya yang 55% dipengaruhi oleh faktor lain. 3) Uji t ( t-hitung ) sebesar 9,335. 4) Nilai rata-rata / mean yaitu 65,05, nilai median adalah data nilai urutan ke – 55 yaitu 66 dan nilai modus adalah 66. 5) Uji Validitas 0,992, dan 6) uji uji reiabilitas instrument variabel X di dapatkan hasil r11 = 0,891. Hal ini menujukkan bahwa tingkat reliabilitas instrument termasuk sangat tinggi dapat di simpulkan bahwa Ada Pengaruh pola bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada masa pandemic covid 19 kelas VIII SMP Negeri 4 Baubau. maka dapat di simpulkan bahwa ada Pengaruh pola bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada masa pandemic covid 19 kelas VIII SMP Negeri 4 Baubau. r table dengan memperhatikan besarnya = 0,67 yang berkisar antara 0.600 - 0,799berarti ada korelasi antara variabel X dan variabel Y dan itu termasuk kerelasi positif yang tinggi
Pengaruh Kunjungan Guru Di Rumah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 2 Baubau MASKUN BAITU
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, No 2, November 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kunjungan Guru Di Rumah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 2 Baubau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa Ada Pengaruh Kunjungan Guru Di Rumah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 4 Baubau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Baubau yang 432 orang siswa.Sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik trandom sampling atau sampel acak kelas XI dengan jumlah 109 orang siswa. Instrument penelitian observasi, wawancara, angket/Quesioner dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rumus product moment, uji t, mean, median, modus, uji validitas, dan uji reliabilitas Hasil penelitian adalah 1) hasil rumus product moment.( r) sebesar 0,54. 2) nilai determinasinya ( r² ) sebesar 29,16 yang di bulatkan 30 % dan selebihnya yang 70 % dipengaruhi oleh faktor lain. 3) Uji t ( t-hitung ) sebesar 6,636. 4) Nilai rata-rata / mean yaitu 55,81, nilai median adalah data nilai urutan ke – 55 yaitu 54 dan nilai modus adalah 45. 5) Uji Validitas 0,988, dan 6) uji uji reiabilitas instrument variabel X di dapatkan hasil r11 = 0,863. Hal ini menujukkan bahwa tingkat reliabilitas instrument termasuk sangat tinggi dapat di simpulkan bahwa Ada Pengaruh Kunjungan Guru Di Rumah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 2 Baubau. maka dapat di simpulkan bahwa ada Pengaruh Kunjungan Guru Di Rumah Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 2 Baubau. r table dengan memperhatikan besarnya = 0,54 yang berkisar antara 0.400 - 0,599 berarti ada korelasi antara variabel X dan variabel Y dan itu termasuk kerelasi positif yang sedang
BENTENG TAWULAGI SEBAGAI PUSAT PERTAHANAN KERAJAAN MORONENE KABAENA Rustam Awat
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VII, No 2, November 2021
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apa yang melatarbelakangi berdirinya benteng Tawulagi, (2) Bagaimana fungsi benteng Tawulagi pada masa Kerajaan Moronene Kabaena, (3) Mengapa benteng Tawulagi menjadi pusat pertahanan Kerajaan Moronene Kabaena, (4) Peninggalan apa saja yang terdapat di benteng Tawulagi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yang prinsipnya memiliki empat tahapan yaitu: (1) heuristik (teknik pengumpulan data), (2) kritik (teknik analisis data), (3) interpretasi (penafsiran), dan (4) historiografi (penulisan kisah sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang berdirinya benteng Tawulagi disebabkan kondisi keamanan pulau Kabaena yang tidak menjamin keselamatan penduduknya dengan makin gencarnya serangan bajak laut Tobelo. Oleh karena itu dengan segera Da motu’a di Rahadopi menghadap Mokole Sugilara di E’e Mpu’u (Ibu Kota Kerajaan Kabaena) untuk mengusulkan dibuat benteng pertahanan. (2) Fungsi benteng Tawulagi pada masa Kerajaan Moronene Kabaena adalah sebagai pusat pertahanan masyarakat Kabaena dan tempat tinggal Mokole (raja), hal ini dapat dilihat dari letak geografis Benteng Tawulagi yang berada di atas bukit dengan ketingian 1000 mdpl. (3) Benteng Tawulagi menjadi pusat pertahanan Kerajaan Moronene Kabaena dikarenakan benteng Tawulagi adalah benteng pertama yang dibuat oleh Kerajaan Moronene Kabaena. Benteng Tawulagi didirikan oleh Mokole III yaitu Mokole Sugilara pada abad XVI M. Selain itu tempatnya yang sangat starategis untuk berlindung jika masyarakat Kabaena merasa terancam dari pihak luar, dalam hal ini bajak laut Tobelo. Di benteng Tawulagi dikeluarkan perintah oleh Mokole (raja) untuk membuat sistem pertahanan dan keamanan, maka dibuatlah benteng penunjang di antaranya yaitu benteng Tuntuntari di bagian timur, benteng Ventumo dan benteng Tondowatu di bagian barat, benteng Doule dan benteng Nangkaea bagian utara, dan benteng Mata Evolangka di bagian selatan. Dengan demikian maka benteng Tawulagi berada di tengah-tengah benteng penunjang tersebut yang dijadikan sebagai pusat pertahanan dan pemerintahan. (4) Peninggalan yang terdapat di benteng Tawulagi adalah struktur benteng, pintu gerbang (wamba), bastion, meriam, tempat pelantikan Mokole (raja), makam, dan sampah dapur.

Page 1 of 1 | Total Record : 5