cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 1 (2020): Januari" : 8 Documents clear
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA PEMIKIRAN TASAWUF Wahyu Mulyadi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.358

Abstract

Reformulasi metodologis untuk perkembangan tasawuf sangat berguna bagi masyarakat dari rentetan perkembanganya dari masa ke masa. Alternatifnya adalah tasawuf sosial sebagai ilmu yang pada dasarnya memiliki kerangka untuk amalan atau keshalihan pribadi namun dengan akhir yang tidak terbatas menjadi keshalihan sosial untuk membangun surga bagi diri sendiri dan umat manusia di dunia ini. Pada sisi lainnya, hakikat spiritual yang terkandung dalam pengamalan tasawuf Islam menekankan core values sufisme dalam diri seorang manusia seperti sikap muruah, waro’i, zuhud, qanaah, ikhlas, taqarub ilallah, moral. Secara esensial, tasawuf terletak pada pengejewantahan dari ajaran tentang ihsan, atau salah satu dari tiga serangkaia ajaran Islam, yaitu Islam sendiri, Iman, dan Ihasan. Esotorisme sufi adalah perwujudan dari sabda Nabi SAW bahwa ihsan adalah keadaan dimana ketika seorang manusia menyembah Allah SWT seolah-olah melihatnya. Sehingga pembelajaran atau paham kaum tasawuf, tidak lain adalah bagaimana menyembah Allah SWT.
TINJAUAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA ORDE LAMA Muh. Aidil Sudarmono
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.359

Abstract

Setelah Indonesia merdeka terutama pada zaman orde lama, pendidikan Islam sudah mulai berkembang. Hal tersebut, dibuktikan bahwa pemerintah khususnya pada masa orde lama (ORLA) sangat memperhatian pendidikan khususnya dalam pendidikan Islam. Dengan berbagai usaha yang dilakukan pemerintah sehingga pendidikan Islam mulai berkembang yang dibarengi dengan perumusan kebijakan-kebijakan strategis seperti bentuk pengelolaan pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah umum tersebut maka pada bulan Desember 1946 dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) antara menteri pendidikan dan menteri agama yang mengatur pelaksanaan pendidikan agama pada sekolah-sekolah umum (negeri dan swasta) yang berada di bawah kementerian pendidikan. Disatu pihak kementerian agama juga mengelola semua jenis pendidikan agama baik di sekolah-sekolah agama maupun di sekolah-sekolah umum. Sementara itu, dilain pihak departemen pendidikan pengajaran dan kebudayaan mengelola pendidikan pada umumnya dan mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan system pendidikan nasional.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KECERDASAN EMOSIONAL Nasaruddin Nasaruddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.360

Abstract

Pendidikan Islam termasuk gagasan ideal pendidikan yang dapat memfasilitasi dan mendorong perekembangan seorang anak didik secara optimal baik dari unsur lahiriyah dan batiniyah. Optimalisasi pendidikan Islam dalam proses pembelajaran juga dinilai mammpu menumbukan aspek kecerdasan emosional seorang manusia/anak didik. Kecerdasan emosional dalam Islam disebut kognitif Qalbiyah karena hati merupakan pusat pendidikan akhlak. Berkenaan dengan hal tersebut, konsep kecerdasan emosional menurut pendidikan Islam sebagaimana dikemukan para pakar pendidikan Islam cenderung dipahamai sebagai perwuju sikap-sikap terpuji dari kalbu dan akal yakni sikap bersahabat, kasih sayang, empati, takut berbuat salah, keimanan, dorongan moral, bekerjasama, beradaptasi, berkomunikasi dan penuh perhatian serta kepedulian terhadap sesama mahluk ciptaan Tuhan. Secara metodologis strategi pendidikan Islam dalam menumbuhkan kecerdasan emosional menekankan domaian pentingnya peranan komponen pendidikan yang mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat sebagai basis utama pembentukan kecerdasan emosional anak didik dalam proses pendidikan.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASSA DINASTI FATIMIYAH DI MESIR (909-1171 M) Muhammad Muhammad
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.361

Abstract

Dinasti Fatimiyah termasuk Dinasti Syi’ah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi. Dinasti ini berkuasa dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M., atas dasar legitimasi klaim keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang terpusat di Bagdad, yaitu Bani Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Berdirinya Dinasti Fatimiyah dilatarbelakangi oleh melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga pendidikan yang digunakan sebagai basis pengembangan pendidikan terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan dan Dar al-‘Ilm atau biasa disebut Jamiah Ilmiyah Akademi (lembaga riset). Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Fatimiyah meliputi beberapa bidang ilmu seperti; Bahasa dan Sastra, Ilmu Kedokteran, Syair dan Filsafat. Berkenaan dengan hal tersebut, universitas Al-azhar merupakan lembaga pendidikan tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan pendidikan, dan sampai sekarang menjadi kiblat pendidikan yang bernuansa Islam.
POTRET IDEOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN NILAI KEISLAMANDI SDIT IMAM SYAFI’IY KOTA BIMA Agus Gunawan; Abdussahid Abdussahid; Husnatul Mahmudah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.362

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima dengan tujuan untuk mengetahui nilai-nilai keislaman yang ditanamkan pada siswa dan ideologi pendidika apa yang diterapkan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima. Ideologi pendidikan yang diterapkan dapat mempengaruhi proses pendidikan yang berlangsung sehingga dapat pula memengaruhi output/hasil pendidikan tersebut. Penelitian ini berangkat dari realita disekolah umum dan sekolah Islam dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada siswa, mengunakan cara, teknik, atau ideologi yang berbeda. Hal ini berpengaruh pada pola atau pilihan ideologi pendidikan yang dipakai di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menguraikan persoalan secara naratif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif, adapun pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan trigulasi. Hasil penelitian meliputi: (1). Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima yaitu: a. niali aqidah, b. nilai ibadah/syariah, c. nilai akhlak. (2). Ideologi pendidikan yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima. SDIT Imam Syafi’iy dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik menggunakan ideologi pendidikan konservatisme.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN PARADIGMA INKLUSIF PADA SEKOLAH UMUM DI KOTA BIMA Irwan Irwan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.364

Abstract

Pendidikan agama berwawasan multikultural sangat tepat digunakan untuk mengembangkan berbagai budaya yang baik, misalnya pluralisme, inklusifisme dan dialog yang kontinyu antar umat beragama, lebih-lebih antar umat seagama. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat kota Bima lebih khusus para pelajar memiliki wawasan, pemahaman dan sikap bersedia menerima perbedaan, yang pada akhirnya mereka bisa menghargai antara yang satu dengan lainya.Pendidikan agama berwawasan multikultural dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang dikaitkan dengan keragaman yang ada, baik suku, budaya, agama, bahasa, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dijumpai di sekolah-sekolah umum yang ada di Kota Bima, yang di dalam satu kelas terdiri dari berbagai siswa yang sangat beragam (suku, ras dan agama). Oleh sebab itu, pendidikan agama berwawasan multikultural sangat menarik untuk diteliti dalam rangka membangun paradigma inklusif menuju masyarakat harmoni pada sekolah umum di kota bima. Dengan adanya pendidikan agama Islam berwawasan multikultural ini diharapkan akan menjadi solusi terhadap berbagai konflik antar kelompok, golongan, mazhab, dan antar agama yang terjadi selama ini. Oleh karena itu, Pendidikan Agama berwawasan multikultural sangat penting diterapkan guna meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah dan kampung khususnya di Kota Bima.
KONSEP DASAR PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Umar Umar; Hendra Hendra
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.365

Abstract

Proses pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapapun terutama seorang guru yang mengabdikan dirinya kedalam dunia pendidikan. Kegiatan manajemen atau pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. Secara umum pengelolaan kelas adalah penyedian fasilitas bagi bermacam macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dalam intelektual dalam kelas. Fasilitas yang demikian itu memungkinkan siwa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa dalam proses pembelajara dilingkup satuan pendidikan
BIMBINGAN KONSELING DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Sri Jamilah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.560

Abstract

Islam merupakan sumber utama dalam membentuk pribadi seorang muslim yang baik. Dengan berlandasankan Al-Qur’an dan As- Sunnah, Islam mengarahkan dan membimbing manusia ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT dengan membentuk kepribadian yang berakhlak karimah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Nabi diutus oleh Allah untuk membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga sebagai figur konselor yang sangat mumpuni dalam memecahkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan jiwa manusia agar manusia terhindar dari segala sifat-sifat yang negatif. Oleh karena itu, manusia diharapkan dapat saling memberikan bimbingan sesuai dengan kapasitasnya, sekaligus memberikan konseling agar tetap sabar dan tawakkal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. Dengan pendekatan Islami, maka pelaksanaan konseling akan mengarahkan klien kearah kebenaran dan juga dapat membimbing dan mengarahkan hati, akal dan nafsu manusia untuk menuju kepribadian yang berkhlak karimah yang telah terkristalisasi oleh nilai-nilai ajaran Islam. Dan hal ini perlu diperhatikan oleh seorang guru untuk menunjang kesuksesan pendidikan Islam di sekolah maupun madrasah dalam melaksanakan bimbingan dan konseling untuk mengentaskan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik serta mengarahkannya untuk membentuk insan kamil yang memiliki kepribadian berakhlak karimah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8