cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2024): April" : 16 Documents clear
IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM JAMALUDDIN AL-AFGANI DI INDONESIA Jumrotun, Siti; Roza, Ellya
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2777

Abstract

Umat Islam mengalami masa kemunduran yang ditandai dengan perpecahan, kemiskinan dan hidup dalam penajajahan, kemunduran dari segi pendidikan dan ilmu pengetahuan setelah mengalami masa kejayaan dan pertumbuhan selama lebih dari 6 abad. Beberapa tokoh Muslim menyadari kemuduran tersebut akan menjadi ancaman bagi umat Muslim. Jamaluddin al-Afghani merupakan salah satu tokoh Muslim yang dan berusaha keluar dari masa sulit tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari berbagai literasi hingga jurnal yang relevan dengan topic yang dibahas. Penelitian ini mengkaji implementasi konsep pendidikan yang diusung oleh Jamaluddin al-Afghani pada masa sekarang. Jamaluddin al-Afghani berusaha memberikan jiwa baru pada pendidikan dengan jalan krtik-membangun serta memadukan antara system pendidikan tradisional dengan system modern. Adapun konsep tersebut diterapkan pada masa sekarang yang banyak dijumpai di berbagai lembaga pendidikan.
METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM IBNU SINA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Gita Morinda, Claudio; Roza, Ellya
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2779

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dan renovasi kurikulum dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Namun, fokus pada hasil temuan, eksperimen, dan teknologi canggih telah mengabaikan pentingnya memikirkan tujuan akhir dari proses pendidikan. Kini, pemikir pendidikan mulai menyadari pentingnya mengembalikan pendidikan kepada nilai-nilai agama dan moralitas. Pendidikan Islam bertujuan menciptakan manusia yang bermakna dalam kehidupan dunia dan persiapan untuk kehidupan akhirat. Namun, tantangan dalam pendidikan Islam termasuk adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta krisis metodologi keilmuan. Krisis ini mengakibatkan pendidikan Islam belum maksimal dalam menciptakan peradaban maju seperti masa kejayaan Islam pada abad silam. Berbagai persoalan dalam pendidikan Islam saat ini, seperti lemahnya visi, penekanan pada kesalehan individual, dan pola pikir normatif-deduktif, harus diatasi untuk mencapai perkembangan dan kemajuan. Melalui tinjauan filosofis dan epistemologis, pendidikan Islam dapat direformasi sesuai dengan tuntunan wahyu. Pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan Islam, meskipun dikenal sebagai seorang filosof dan dokter, tetap relevan dan dapat memberikan kontribusi solutif terhadap berbagai permasalahan pendidikan Islam saat ini. Artikel ini mengkaji pemikiran Ibnu Sina mengenai tujuan, kurikulum, metode pembelajaran, dan peran guru dalam pendidikan Islam. Seorang muslim sejati diharapkan menerjemahkan dan melaksanakan pendidikan Islam berdasarkan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 12 KONAWE SELATAN safrudin, Moh; Falah, Lala Nur; Munir, Abdul
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk media sosial yang digunakan pada siswa; 2) Dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa, 3) Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa SMP Negeri 12 Konawe Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk media sosial yang digunakan oleh siswa SMP Negeri 12 Konawe Selatan yaitu: WhatsApp, TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan Game Online. Dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa yaitu: siswa menirukan sesuatu yang dilihat di media sosial, siswa menjadi malas untuk belajar, mengerjakan tugas, dan beribadah, kemudian siswa bertindak tidak sopan baik dalam berpakaian maupun berbicara. Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk mengatasi dampak negatif penggunaan media sosial yaitu: menginformasikan dampak negatif dan positif penggunaan media sosial, memberikan nasihat dan teguran kepada siswa, larangan membawa handphone ke sekolah dan pemberian sanksi, serta adanya kerja sama dengan sesama guru di SMP Negeri 12 Konawe Selatan.
METODE DAKWAH MUHAMMADIYAH RAHMATAN LIL’ALAMIN (Studi Pada Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima) Tazkirah, Siti; Ihlas, Ihlas; Khairuddin, Khairuddin; Bismark, Bismark
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Metode Dakwah Muhammadiyah Rahmatan Lil’Alamin oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Kabupaten Bima. Konsep Rahmatan Lil’Alamin diterapkan sebagai landasan dakwah dengan fokus pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan toleransi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta peneliti menggunakan uji keabsaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Majelis Tabligh Kabupaten Bima memiliki pemahaman yang mendalam terhadap konsep Rahmatan Lil’Alamin dan berhasil mengimplementasikannya dalam kegiatan dakwah sehari-hari. Pelaksanaan metode ini memberikan dampak positif pada pemberdayaan masyarakat, perubahan citra Islam, dan terbentuknya harmoni sosial di wilayah tersebut. Meskipun demikian, penelitian juga mengidentifikasi tantangan, seperti kontekstualitas budaya dan teknologi. Implikasi penelitian ini adalah memperkuat model dakwah Rahmatan Lil’Alamin sebagai pendekatan inklusif dan berdaya guna dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat yang beragam.
EKSTRAKURIKULER ROHIS SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN NILAI RELIGIUS PESERTA DIDIK DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 10 GOWA Achmad, Nur Azizah; Takdir, Takdir
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi Kegiatan ekstrakurikuler ROHIS dalam mengembangkan nilai religius peserta didik. (2) Menganalisis nilai-nilai religius peserta didik ROHIS, dan (3) Mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat kegiatan ROHIS. Penelitian ini Menggunakan golongan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa program ROHIS telah berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik, seperti peningkatan disiplin beribadah dan perilaku sopan. Faktor pendukung dukungan penuh sekolah yang meliputi dana dan fasilitas sekolah, sementara faktor penghambat adalah kurangnya komunikasi dan partisipasi. Implikasi penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengembangkan nilai-nilai religius dalam Ekstrakurikuler ROHIS dan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan nilai-nilai religius peserta didik.
EFEKTIVITAS GURU DALAM PENGGUNAAN MEDIA VISUAL PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MTS ASH-SHALIHIN KABUPATEN GOWA Malik, Ria Ratnasari; Sumarni, Sumarni
Tajdid Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.5171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media visual dalam studi Fiqih di MTs Ash-Shalihin, Gowa; (2) menilai efektivitas penggunaan media tersebut; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan religius, sosiologis, dan pedagogik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Media visual seperti proyektor dan TV efektif meningkatkan keaktifan peserta didik dalam diskusi; (2) Penggunaan media ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta didik, terlihat dari hasil evaluasi yang lebih baik; (3) Faktor pendukung termasuk fasilitas sekolah, sedangkan faktor penghambat adalah jaringan yang tidak stabil. Implikasi penelitian mencakup: (1) Pentingnya integrasi media visual oleh guru; (2) Perlunya evaluasi dan peningkatan infrastruktur teknologi di sekolah; (3) Meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik dengan menciptakan suasana belajar yang interaktif.

Page 2 of 2 | Total Record : 16