cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024)" : 14 Documents clear
PERBANDINGAN TINGKAT KEKAMBUHAN DEMAM TIFOID TERHADAP STRESS DAN RESPON IMUN DIWILAYAH PUSKESMAS SAWAH LEBAR BARU KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.565

Abstract

Di Indonesia demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan kejadian diantaranya 350-180 kasus per 100.000 penduduk dan CFR berkisar 3%. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) yang biasa juga disebut typhus atau tipes merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi, yang dapat menyerang bagian saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Penyakit ini tergolong penyakit menular yang bisa menyerang banyak orang. Tifoid dapat disebabkan oleh imunitas keadaan/daya tahan tubuh seseorang, konsumsi makanan dan minuman yang beresiko (belum dimasak/direbus, stres terkena lalat, tidak memperhatikan kebersihannya), gaya hidup. Tujuan utama penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan stress dan respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid pada masyarakat di wilayah Puskesmas Sawah Lebar baru Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian deskriptif corelatif dengan perangkat cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien tifoid yang datang ke Puskesmas Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu, yaitu 95 pasien. Penelitian ini menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah pasien sebanyak 35 orang sampel. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara kuesioner dan wawancara kepada pasien. Kuesionernya meliputi stress, respon imun dan tingkat kekambuhan tifoid. Dari Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan dari uji hipotesis yang dilakukan dengan analisis data menggunakan analisis bivariate tabulasi silang maka hasil nilai nilai Chi-Square (X²) dan Chi-Square (X²)  untuk tingkat kekambuhan tifoid serta hubungan respon imun yaitu sebesar 32,615. Tingkat signifikansi 0,011 lebih kecil dari 0,05 maka dalam hal ini Ho ditolak dan Ha diterima, maka disimpulkan ada hubungan antara respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid, sedangkan nilai Chi Square (X²) untuk stres dan tingkat kekambuhan tifoid sebesar 24,716 dengan tingkat signifikan 0,024 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha ditolak. diterima. Pada penelitian ini makadapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stress dan respon imun dengan tingkat kekambuhan demam tifoid pada masyarakat di wilayah Puskesmas Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu.
DAYA TOLAK LALAT RUMAH (Musca domestica) TERHADAP EKSTRAK KULIT JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa) puspitasari, septi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.584

Abstract

Lalat rumah merupakan spesies yang berperan sebagai vektor penularan penyakit. Diperlukan pengendalian lalat rumah tanpa mencemari lingkungan. Alternatif yang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman/ tumbuhan sebagai pestisida nabati. Kulit jeruk kalamansi yang dijadikan ekstrak digunakan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan lalat rumah (Musca domestika). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tolak ekstrak kulit jeruk kalamansi terhadap lalat rumah (Musca domestica). Jenis penelitian ini adalah experimental laboratorik yang dilakukan di laboratorium Patologi Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit jeruk kalamansi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dengan hewan uji yaitu lalat rumah (Musca domestica) sebanyak 150 ekor. Ekstrak kulit jeruk kalamansi efektif sebagai repellent lalat rumah dengan konsentrasi 30% yang mana rata – rata daya tolak mencapai 84,4 %, pada konsentrasi 20% yaitu 73,3 %, pada konsentrasi 10 % yaitu 68,4 %.
PENILAIAN IN VITRO ANTIBAKTERI FACIAL CLEANSING GEL FRAKSI ETANOL DAN ETIL ASETAT Citrus amblycarpa (Hassk.) OCHSE Sari, Dina Yuspita; Yusmanto, Eko Yohanes; Herliwisandi, Ferry; Rahman, Ika Ristia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.596

Abstract

Kontaminasi bakteri dapat menyebabkan masalah pada kulit. Perawatan kulit dengan facial cleansing gel diharapkan mampu membersihkan serta mencegah kontaminasi bakteri area di sekitar wajah dan leher. Citrus ampblycarpa (Hassk) Osche mengandung terpenoid, flavonoid, polifenol dan alkaloid yang berpotensi menghasilkan aktivitas anti bakteri pada bakteri gram positif, yaitu Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri formula facial cleansing gel FGEE dan FGEA terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Kulit jeruk sambal diekstraksi menggunakan etanol 96%, lau dilakukan partisi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat. Facial cleansing gel menggunakan fraksi etanol (FGEE) dan etil asetat kulit buah jeruk sambal (FGEA) sebagai zat aktif, dengan konsentrasi masing-masing: FGEE (F1:0,20%, F2: 0,35%, dan F3 0,50%), dan FGEA (F4:0,20%, F5: 0,35%, dan F6 0,50%). Penentuan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram. Hasil pengujian aktivitas antibakteri melalui pengukuran daya hambat terhadap pertumbuhan S. aureus pada formula FGEE masing-masing sebesar 17,80 mm, 22,09 mm, dan 18,77 mm, dan formula FGEA masing-masing sebesar 12,77 mm, 17,06 mm, dan 12,90 mm. F2 menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat. Secara keseluruhan, FGEE dan FGEA menunjukkan sifat antibakteri sebagai penghambat potensial terhadap S. aureus dan berkontribusi pada penerapannya pada produk pembersih kulit wajah.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Program KADARZI (Keluarga Sadar Gizi) Nuriana, Nuzula Irfa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i2.280

Abstract

Upaya untuk meningkatkan cakupan Kadarzi yang perlu dilakukan adalah upaya keras melalui upaya promosi, peningkatan kualitas petugas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat serta peran tokoh masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksudkan adalah peran kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader terhadap pelaksanaan keluarga balita menuju Kadarzi. Desain penelitian analitik dengan populasi 22 responden, menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu dokumentasi dan check list. Hasil penelitian: tidak ada hubungan optimalisasi peran kader dalam program kadarzi (keluarga sadar gizi)

Page 2 of 2 | Total Record : 14