cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 29 Documents clear
EFEKTIVITAS DIURETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN RANDU (Ceiba Petandra L)PADA MENCIT JANTAN PUTIH ( Mus Musculus ) Setya Enti Rikomah, Yuska Novyanty, Merlin handayani Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.317

Abstract

Daun Randu (Ceiba Petandra L) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan alkaloid daun mudanya mengandung fenol, alkaloid, tannin, saponin, phytate, oxalate, trypsin inhibitor dan hemagglutinin, senyawa yang diduga sebagai diuretik adalah flavonoid. Tujuan penelitian mengetahui ekstrak Daun Randu akan efektif untuk diuretik dengann variasi dosis sebagai pembanding.Penelitian di bagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol (-) Na CMC, kontrol (+) Furosemide, (P1) ekstrakdaun randu 1,36 mg, (P2) ekstrak daun randu 2,73 mg dan (P3) ekstrak daun randu4,10 mg.Uji keefektifan ekstrak daun randu terhadap diuretik dilakukan pada 25 ekor mencit jantan (Mus muscullus L.) selama 6 hari. Pengukuran volume urine pada setiap mencit dilkukan setiap 30 menit.Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji analys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna/ berbeda signifikan dengan nilai signifikansi yaitu (0,000 < 0,05) antar kontrol (-), kontrol (+), P1,P2,danP3, ekstrak yang berefek diuretik paling baik adalah dosis ekstrak daun randu yang ke 2 sebanyak 2,73 mg.
PROFIL FITOKIMIA DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.183

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah. Tanaman Buah Mangga Arum Manis (mangifera indica L.) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dengan reaksi warna dan dilanjutkan dengan uji penegasan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis.Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Buah Mangga (mangifera indica L.)  dengan mengunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudia dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak yang didapat selanjutnya di uji profil fitokimia meliputi alkaloid, flavonoid, steroid, saponin. Kemudian  dilakukan uji penegasan dengan mengunakan Kromatografi Lapis Tipis.Hasil profil fitokimia ekstrak kulit buah mangga (mangifera indica L.). Pada uji penegasan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) di dapat hasil alkaloid dengan Rf 0,98, flavonoid Rf 0,93, saponin Rf 0,73 dan tannin 0,9.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SIRUP EKSTRAK DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus mauritiana Lam) SEBAGAI ANTIPIRETIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Gina Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.160

Abstract

Daun bidara arab (Ziziphus mauritiana Lam) merupakan bagian tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak daun bidara arab dapat diformulasikan dalam sediaan sirup dan apakah terdapat efektivitas antipiretik.Penelitian yang sudah dilakukan di laboratorium.Ekstraksi senyawa kimia dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 %, ekstrak yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental. Ada 4 formula yang digunakan yaitu F0 0%, F1 5%, F2 10%, F3 15%, selanjutnya dilakukan uji formulasi ektrak sirup daun bidara arab yaitu meliputi uji organoleptik, uji viskositas, uji pH, uji waktu tuang serta uji hedonic kemudian dilakukan pengujian efek antipiretik terhadap mencit putih jantan setelah di induksi dengan vaksin DPT selama 3 jam dengan mengukur suhu rektal hewan uji menggunakan termometer.Hasil penelitian pada Formulasi Sirup yang dapat dijadikan sebagai formulasi sirup  yaitu pada Formula 2 yaitu stabil pada uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, dan uji waktu tuang,  yang sesuai dengan ketentuan dalam pembuatan sirup dan juga secara fisik formula 2 yang paling baik, kemudian pengukuran suhu badan mencit didapat hasil bahwa tidak terjadi penurunan suhu setelah pemberian induksi demam vaksin DPT-HB. Maka disimpulkan sirup dari ekstrak bidara arab tidak mampu menurunkan suhu demam terlihat dari setelah pemberian vaksin pada menit ke 30 sampai menit ke 180 suhu mencit mengalami peningkatan.
UJI MUTU FISIK SEDIAAN TONER YANG BEREDAR DIKOTA BENGKULU nurwani purnama aji
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.192

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang dapat digunakan untuk mempercantik wajah dan membersihkan wajah. salah satunya adalah sediaan toner. Toner merupakan salah satu media pembersihkan wajah yang dapat digunakan untuk mengencangkan kulit dan pori. Dimana sediaan  toner mengandung  bahan-bahan aktif penting seperti anti-ance, whitening atau lightening, Produk sedian toner sangat dipengahuri oleh kesesuaian kondisi penyimpanan sehingga tujuan penelitan ini untuk mengetahui setabilitas suhu penyimpanan sediaan toner.Uji mutu fisik  sediaan toner meliputi uji oganoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji volum terpindahkan dan uji mutu fisik sediaan yang dilakukan pada Suhu sejuk 8-15 0 C, Suhu ruangan 25-30o C dan Suhu panas 40 o C sampel sediaan toner Garnier®, toner air mawar®, pond’s®, toner clean & clear® ,toner ovale® .Hasil  uji mutu fisik sediaan toner dapat dilihat pada uji organoleptis, pada uji organoleptis sedian toner  tidak mengalami perubahan warna, bentu dan bau.  pada uji homogenitas sediaan toner di simpan selama 4 minggu menujukan semua sediaan toner homogenitas kaena tidak adanya partikel pada sediaan toner.  Pada uji pH sediaan toner dengan suhu yang digunakan yaitu Suhu sejuk  8-15 0 C, Suhu ruangan 25-30o C dan Suhu panas 400 C tidak mengalami perubahan sedangkan pH kulit normal 4,5-6,5. Dari hasil uji volume terpindahkan sediaan toner dengan merek garnier mengalami penyusutan volume pada saat pemindahan volum membentuk gelembung.
PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN AIR MINUM ISI ULANG PADA ZAT ORGANIK hepiyansori hepiyansori
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.161

Abstract

Air minum isi ulang merupakan air yang ada didepot air minum dan mengalami beberapa proses yaitu chlorinasi, aerasi, filtrasi dan penyinaran dengan sinar ultra violet. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menetapkan kadar air minum isi ulang terhadap kandungan zat organik sebagai permanganat maksimal 10 mg/l sesuai dengan PERMENKES RI nomor 492/Menkes/Per/IV/2010. Sampel penelitian adalah air minum isi ulang yang diambil secara purposive sampling. Metode penelitian deskriftif observasional, sampel diambil dari 3 (tiga) depot air minum isi ulang masing-masing sebanyak 1 (satu) galon diwilayah Perumnas Betungan lalu sampel disimpan selama 1(satu) minggu, 2(dua) minggu dan 3 (tiga) minggu. Penelitian dilakukan secara titrimetri dengan larutan baku kalium permanganat. Hasil pengujian didapatkan untuk air minum isi ulang yang disimpan selama 1 (satu) minggu , 2(dua) minggu dan 3(tiga) minggu terjadi perbedaan kadar  permanganat. Lama waktu simpan berpengaruh pada kadar zat organik, dimana semakin lama waktu simpan maka semakin tinggi kadar zat organik di air minum isi ulang. Pada penelitian ini kadar permanganat masih memenuhi standar PERMENKES RI nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu dibawah 10 mg/l. Kata Kunci: Waktu penyimpanan, Zat Organik, Air
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSHD KOTA BENGKULU Dewi Winni Fauziah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.187

Abstract

Hiperlipidemia merupakan suatu  keadaan terjadinya peningkatan kolesterol dan trigliserida diatas batas normal. Prevalensi penyakit hiperlipidemia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Angka kejadian penyakit Hiperlipidemia masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran penggunaan obat antihiperlipidemia pada pasien rawat jalan di RSHD Kota Bengkulu.       Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa rekam medis dan resep pada periode Januari sampai Juni 2020, kemudian data yang diperoleh dianalisa secara deskritif.        Hasil penelitian menunjukan bahwa obat yang paling banyak digunakan yaitu obat tunggal golongan Statin (Simvastatin) sebanyak 74 pasien (57,81%). Pasien hiperlipidemia lebih banyak ditemukan pada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni 74 pasien (57,81%), dengan rentang usia tertinggi yaitu 57-72 tahun sebanyak 67 pasien (52,34%), latar belakang  pekerjaan tertinggi sebagai  pensiunan sebanyak 48 pasien (35,94%) dan  sebagian besar  pasien  memiliki  latar  belakang  pendidikan terakhir  perguruan  tinggi sebanyak 46 pasien (35,94%).Kata kunci       : Hiperlipidemia, Antihiperlipidemia, Statin, Fibrat, Kolestrol
REVIEW,GAMBARAN EFEK SAMPING METFORMINPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.169

Abstract

Terapi Diabetes Melitus Tipe II menggunakan golongan binguanid yaitu Metformin yang mempunyai mekanisme kerja dapat menurunkan kadar glukosa darah tanpa menyebabkan hipoglikemia. Metformin sangat banyak digunakan sebagai terapi Diabetes Melitus Tipe II karena merupakan terapi lini pertama, tetapi mempunyai Efek Samping Obat (ESO) yaitu gangguan gastrointestinal seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.Penelitian ini bertujuan untuk mereview gambaran efek samping metformin pada pasien Diabetes Melitus Tipe II.Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR).meliputi identifikasi, evaluasi dan menginterprestasi bahasan setiap jurnal dengan menjawab pertanyaan penelitian terkait Efek Samping Obat (ESO) metformin berdasarkan 3 faktor (usia, dosis obat dan cara penggunaan metformin.Hasil penelitian menunjukan bahwa efek samping yang terjadi dari penggunaaan Metformin sebagai antidiabetes pada penelitian ini adalah kembung (48,7%), mual (34,6%), muntah (6,5%), pusing (1,3%), tremor (3,9%), hipoglikemi (3,9%). Pada rentang usia 41-50 tahun (80,7%) dengan efek samping terbanyak adalah kembung (47,4%). Dosis obat 2x500mg (60,3%) dengan efek samping kembung (35,9%). Pada penggunaan obat setelah makan (77,1%) dengan efek samping kembung (38,5%) dan mual (28,2%).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Inayah Hayati; Diana Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.142

Abstract

Bunga lawang (Illicium verum Hook f.) merupakan salah satu tanaman rempah  di Indonesia yang berpotensi sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif besifat patogen yang sering terdapat dalam makanan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan dengan uji difusi dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar disk.  Ekstrak bunga lawang dibuat dengan varian konsentrasi  20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.  Perlakuan diulang sebanyak 3 kali untuk mendapakan 15 unit percobaan. Pembuatan ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dengan menggunakan pelarut etanol 96%.  Aquades sebagai  kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%,  rata-rata  zona hambat berturut-turut 9,17 mm, 10,5 mm, 13,33 mm dikategorikan resisten, 17,17 mm dikategorikan intermediet dan 21,83 mm dikategorikan sensitif. Uji skrining Fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook f.) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, terpenoid.  Kata Kunci : Bunga lawang, Staphylococcus aureus, antibakteri
ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA JERUK LOKAL DI PROVINSI BENGKULU Nita Anggreani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.193

Abstract

Ada 3 jenis jeruk yang populer dikonsumsi masyarakat dan telah dibudidayakan secara lokal di Provinsi Bengkulu. Jeruk tersebut adalah Jeruk kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kadar vitamin C pada Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi tersebut. Sampel yang digunakan adalah sari jeruk dari Jeruk Kalamansi, Jeruk Gerga dan Jeruk Brastagi sebanyak masing-masing 25 mL/ulangan. Analisa kadar vitamin C dalam sampel menggunakan metode titrasi Iodometri sebanyak 3 kali ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C Jeruk Kalamansi adalah tertinggi dengan nilai sebesar 3,863 mg/100 g, selanjutnya adalah Jeruk Gerga sebesar 3,102 mg/100 g dan Jeruk Brastagi paling rendah dengan nilai sebesar 2,582 mg/100 g. Kata Kunci : Jeruk, Vitamin C, Titrasi Iodometri

Page 3 of 3 | Total Record : 29