cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 169 Documents
Langkah-Langkah Optimasi PCR Yuenleni Yuenleni
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48723

Abstract

Salah satu teknik analisa genetika adalah PCR (Polymerase Chain Reaction). Sebelum dilakukan PCR dengan sampel penelitian, perlu dilakukan optimasi agar didapatkan komposisi dan kondisi PCR yang sesuai sehingga mendapatkan hasil PCR yang optimal. Seorang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) ataupun teknisi laboratorium dalam mendampingi peneliti atau mengerjakan penelitian dengan PCR seharusnya mengetahui langkah-langkah yang dilakukan jika sampel dan reagen sudah siap.Tulisan ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada PLP-teknisi laboratorium ataupun peneliti baru yang akan mengerjakan penelitian dengan PCR.Optimasi PCR bisa dilakukan dengan variasi komposisi PCR ataupun variasi tahapan PCR. Pada tulisan ini langkah-langkah  PCR dijelaskan dengan contoh optimasi gena TCF7L2 (Transcription Factor 7-Like 2) dengan ukuran produk PCR 113 bp, optimasi ini dilakukan dengan variasi konsentrasi primer dan variasi tahapan PCR yaitu suhu annealing.Penelitian ini dimulai dengan  mengencerkan primer menjadi 100 uMol, kemudian membuat variasi konsentrasi primer yaitu 2,5 uMol, 5 uMol, dan 10 uMol.  Suhu annealing (Ta) dihitung dari rata-rata suhu Melting (Tm ) primer Forward dan Primer Reverse dikurangi 5, kemudian melakukan PCR dengan variasi primer dan variasi suhu annealing yaitu 47 ̊C, 49 ̊C, 51 ̊C, dan 53 ̊C. Produk PCR di elektroforesis dan didokumentasikan hasilnya dengan Gel document dan  gambar hasil elektroforesis dibandingkan secara visual.Produk PCR pada masing-masing konsentrasi primer dan masing-masing suhu annealing didapatkan band yang tebal, terang dan sesuai ukuran (target) dan konsentrasi primer yang menghasilkan band yang optimal adalah 2,5 uMol, dan Suhu annealing yang yang optimal adalah 53 ̊C.
Refdes Kombinasi Alat Refluks dan Distilasi, Upaya Efisiensi Proses Refluks dan Distilasi untuk Praktikum Kimia Organik supaya supaya supaya
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52716

Abstract

Penyelenggaran praktikum di laboratorium kimia organik selalu menggunakan alat refluks dan destilasi. Untuk mempermudah mahasiswa memasang alat tersebut, laboratorium kimia organik membuat alat yang lebih cepat pemasangannya dan lebih efisien waktu praktikum. Alat tersebut gabungan alat refluks dan destilasi (refdes) untuk mengefisienkan proses refluks dan distilasi tanpa harus bongkar pasang alat. Proses pengujian alat refdes dengan mengekstrak biji kemiri dan esterifikasi etil asetat. Ekstraksi dan esrifikasi ini dilakukan dengan menggunakan serangkaian alat soxhlet yang diatasnya dipasang alat refdes dengan pendingin spiral. Hasil dari ekstraksi kemudian dibandingkan dengan ekstrak dan esterifikasi dengan alat yang biasa digunakan.Hasil percobaan di laboratorium kimia organik dengan alat refdes dan evaporator waktu ekstraksi 0,5, 1, dan 1,5 jam diperoleh volume minyak kemiri yang sama yaitu 4, 4,1, dan 5 mL dengan sisa pelarut 55 mL pada alat refdes, dan tanpa sisa pelarut pada evaporator. Percobaan esterifikasi etil asetat dengan waktu 30, 45, dan 60 menit, diperoleh volume esterifikasi 44, 40, dan 39 mL dengan alat refdes, dan 46, 43, 40 mL dengan distilasi konvensional. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan alat refdes menghasilkan destilat dengan sisa pelarut 60% dibandingkan dengan evaporasi, sedangkan percobaan esterifikasi hasil destilasi tidak signifikan berbedaannya hanya waktunya lebih cepat dan praktis dalam pemasangan alat refluks dan distilasi.
Evaluasi Uji Banding Antar Laboratorium untuk Mengukur Kompetensi Personil Harjito Harjito
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52990

Abstract

Telah dilakukan kegiatan uji banding antar laboratorium dengan parameter kimia terbatas yaitu Besi (Fe). Penelitian ini bertujuan menentukan dan memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium dalam pengujian tertentu dan mengetahui kompetensi personil dari laboratorium penguji peserta. Cara pengolahan data uji banding dalam menguji Besi menggunakan z-score. Sampel air yang diujikan sebanyak 500 mL yang dikemas dalam botol plastik tertutup rapat. Pengujian parameter Besi secara spektrofotometrik dilakukan serentak di 14 (empat belas) laboratorium penguji, Hasil perhitungan nilai z-score data hasil pengukuran konsentrasi Besi menunjukkan bahwa terdapat dua laboratorium penguji yang berada dalam kategori kurang memuaskan, yaitu laboratorium dengan kode LUB-1 dengan nilai Z-Score 4.14 dan LUB-5 nilai z-score -3.32; dua laboratorium diragukan kode LUB 4 dengan nilai Z-Score 2.17 dan LUB-15 dengan nilai z-score; sedangkan 10 (sepuluh) laboratorium penguji lainnya termasuk dalam kategori kompeten termasuk Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi UGM,sehingga kemampuan personil dalam melakukan pengujian tidak diragukan.
Aplikasi Dimmer Switch pada Rak Kultur Sebagai Pengatur Kebutuhan Intesitas Cahaya Optimum Bagi TanamanIn Vitro Fifit Yuniardi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52991

Abstract

Kultur jaringan tanaman adalah salah satu cara menumbuhkan organ tanaman dalam suatu wadah/botol yang berisi media dalam keadaan steril. Tujuannya untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dalam proses pertumbuhan dalam kultur in vitro, antara lain adalah cahaya.  Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan.Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang optimal metode cahaya sangat dibutuhkann, namun yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan cahaya dalam proses kultur Jaringan berbeda-beda dimana dalam proses inisiasi pembelahan sel pada eksplan dan pertumbuhan jaringan kalus terkadang mengalami hambatan dengan adanya cahaya sedangkan dalam pertumbuhan pemanjangan bagian tanaman dan pengakaran kebutuhan cahaya lebih meningkat.  Intensitas cahaya yang optimum untuk tanaman pada tahap kultur inisiasi 1-1.000 lux, tahap multiplikasi 1.000-10.000 lux, tahap pengakaran 10.000 – 30.000 lux dan tahap aklimatisasi sebesar 30.000 lux.  Adanya aplikasi pada rak kultur diharapkan dapat mengatur cahaya sesuai kebutuhan tanaman dalam kegiatan kultur in vitro.
Estimasi Volume Insula Pancreatica Tikus dengan Metode Stereologi secara Manual pada Layar Komputer Yohanes Suhardi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52992

Abstract

Latar belakang: Estimasi volume insula pancreatica diperlukan untuk mendapatkan gambaran distribusi sel endokrin yang ada di dalamnya. Estimasi yang tidak bias dapat dilakukan dengan metode Cavalieri, namun belum semua laboratorium memiliki perangkat lunak untuk melakukan perhitungan ini.Tujuan penelitian: Untuk melakukan uji estimasi volume insula pancreatica tikus dengan metode Cavalieri menggunakan  cetakan pengukur titik di plastik dan foto di layar datar komputer.Metode: Satu ekor tikus Wistar jantan berumur 3 bulan, dikorbankan dengan cara dekapitasi. Pancreas diambil, difiksasi dan disiapkan untuk ditanam dalam blok paraffin. Sampel irisan dibuat dengan prinsip acak sistematis dan diwarnai dengan hematoksilin-eosin. Dengan menggunakan peralatan sederhana yang telah tersedia di laboratorium, estimasi volume dilakukan dengan metode hitung titik sesuai prinsip Cavalieri. Hasil: Sebanyak 7 irisan dengan jarak antar irisan 400 µm diamati, titik terhitung untuk estimasi volume pancreas 107 dengan luas area yang diwakili oleh satu titik (a/p) 49.382,62 µm2. Volume total pancreas didapatkan sebesar 2,11x109 µm3 (Coefficient of Error (CE) 10%). Pada estimasi volume insula pancreatica didapatkan titik terhitung 7102 dengan a/p 229,57 µm2yang menghasilkan penghitungan fraksi volume insula sebesar 30,8%. Volume insula pancreatica terhitung sebesar 0,65x109 µm3 (CE 7,6 %).Kesimpulan: Metode yang dilakukan merupakan cara yang mudah dan murah untuk melakukan estimasi volume, namun memiliki keterbatasan karena jarak antar titik tidak dapat disesuaikan dengan mudah.
Pemanfaatan Autoclave Model 1925x Sebagai Alat Suling dengan Model Kondensor Graham dan Kondensor Allihn untuk Mendukung Praktikum Mahasiswadi Laboratorium Produksi Tanaman II Politeknik Negeri Lampung Alqum Alqum; Nono Tarsono
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52993

Abstract

Autoclave model 1925X   yang berfungsi pokok sebagai alat sterilisasi dapat dimanfaatkan fungsinya sebagai alat suling minyak atsiri  dengan penggunaan bahan yang relatif sedikit dengan menambahkan  model kondensor Graham dan kondensor Allihn.  Perancangan  alat penyulingan menggunakan autoclave sebagai alat suling dengan menambahkan kondensor Graham dan Allihn diharapkan dapat  menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas yang baik dengan rendemen yang tinggi. Modifikasi autoclave  selain fungsi pokoknya sebagai alat sterilisasi juga dapat dioptimalkan fungsi lainnya yaitu sebagai  alat penyulingan minyak atsiri akan mampu memberikan pelayanan yang optimal pada praktikum dan penelitian di Laboratorium. Tujuan  penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kemampuan   autoclave sebagai sebagai alat suling minyak atsiri. (2) Mengetahui rendemen  minyak  atsiri yang dihasilkan autoclave sebagai optimalisasi fungsi alat suling dengan menggunakan jenis kondensor graham dan kondensor allihn.  Metode analisis yang dipakai untuk menentukan apakah hasil perancangan  alat suling autoclave model 1925X dengan menggunakan dua jenis kondensor yaitu Kondensor tipe graham dan Kondensor tipe allihn memberikann hasil rendemen minyak atsiri  yaitu dengan uji deskriptik.        Hasil penelitian menunjukan penggunaan autoclave dengan menggunakan  kondensor  tipe graham waktu keluar kondesat awal bahan sereh wangi 9,10 menit, nilam 14,61 menit, dan rimpang jahe 7,47 menit.  Sedangkan  rendemen bahan sereh wangi 0,44%, daun nilam 3.10% dan   bahan rimpang jahe 1,42%. Sedangkan hasil penelitian dengan menggunakan  kondensor  Allihn waktu keluar kondesat awal bahan sereh wangi 9,10 menit,  daun nilam 12,31 menit dan rimpang jahe 7,47 menit.  Sedangkan  rendemen bahan sereh wangi 0,24%, daun nilam 2.03% dan   bahan rimpang jahe 0,10%. Rendemen  minyak atsiri berbahan sereh wangi standar SNI = 1,2%,  nilam  standar SNI =5,5%  dan bahan rimpang jahe  Standar SNI=1,50%. Penelitian ini menunjukan bahwa  dengan kondensor Graham menghasilkan rendemen yang lebih tinggi antara 34,5 % sampai dengan 92,9% bila dibandingkan dengan kondensor Allihn. Mampu menghasilkan minyak atsiri 63,7 % terhadap standar SNI.
Analisa Perbandingan Waktu Pengukuran Menggunakan Kursi Atropometri di Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi UNS Rina Sulistyowati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52994

Abstract

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (PSKE) Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan laboratorium yang mempunyai dua kursi antropometri untuk kegiatan praktikum dan penelitian yaitu kursi antropometri kayu dan kursi antropometri besi. Setiap semester gasal dilaksanakan praktikum yang melakukan pengukuran dimensi tubuh menggunakan kursi antropometri. Dalam proses pengukuran kedua kursi antropometri mempunyai cara yang berbeda sehingga waktu yang dihasilkan juga berbeda. Untuk mengetahui prosentase perbandingan waktu pengukuran maka dihitung waktu baku yang menggunakan metode perhitungan jam henti.Dari hasil perhitungan waktu baku maka diketahui bahwa kursi antropometri besi memerlukan waktu pengukuran 60% lebih lama dibandingkan dengan kursi antropometri kayu. Hal ini karena ada proses mengangkat kursi antropometri besi waktu lebih lama karena berat dan harus memutar sekrup untuk mengencangkan agar tidak mencederai mahasiswa yang sedang diukur.
Budidaya Jamur Tiram Tanpa Menggunakan Plastik Baglog Isnayati Isnayati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52995

Abstract

Budidaya jamur tiram sejatinya adalah pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai bahan baku pembuatan baglog jamur. Namun dalam perkembangannya budidaya jamur tiram menghasilkan limbah baru yang jauh lebih berbahaya dari pada bahan dasar pembuatannya yaitu plastik pembungkus baglog. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu gambaran tentang dapat berfungsinya alat pencetak log tanpa plastik dan gambaran tentang teknik budidaya jamur tiram tanpa menggunakan plastik baglog menggunakan bak kontainer sebagai tempat penumbuhan miselia jamur tiram.  Hasil dari penelitian ini budidaya jamur tiram dapat dilaksanakan tanpa menggunakan plastik baglog namun dari segi pengerjaan menjadi lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pencetakan log dan penyusunan 12 buah log dalam bak kontainer ukuran 40 Liter,  miselia dapat berkembang, namun pada fase penumbuhan miselia jamur dalam bak kontainer  miselia jamur saling merekatkan susunan log menjadi satu dan sulit terpisahkan
Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Pengganti Alternatif Papan Partikel Buwang Raharjo
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54156

Abstract

Industri sawit dalam kegiatan pengoperasiannya dapat menghasilkan limbah salah satunya adalah limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah padat yang berasal dari industri sawit.Tujuan penelitian ini adalah mengenalkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan alternatif papan partikel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menjelaskan data yang diperoleh pada saat penelitian. Metode ini dimulai dari persiapan bahan baku, pembuatan papan partikel sebanyak 10 sampel terdiri dari 3 perlakuan (20%, 30% dan 50%), 3 ulangan, dan control, pengujian sampel berdasarkan SNI.03-2105-2006, hasil dari pengujian yang nilainya 0 maka tidak dapat diuji sehingga nilai dikeluarkan dan di deskripsikan penyebab hasil tersebut. Langkah kerja dimulai pada tahapan persiapan perekat, proses pencampuran partikel TKKS dengan perekat  dan proses pembentukan lembaran papan partikel. Pembuatan papan partikel tandan kosong kelapa sawit dengan perekat Polyvinyl Acetate (PVAc) menunjukkan hasil yaitu sifat fisik uji pengembangan tebal tidak memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu maksimum 12%, uji kerapatan memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu 0,4 g/cm3 – 0,9 g/cm3 dan kadar air memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu <14%. Pada uji sifat mekanik keteguhan patah (Modulus Of Rapture)  tidak memenuhi standar Nilai JIS A 5908-2003 yaitu minimum 82 kg/cm2  dan keteguhan lentur (Modulus of Elasticity) tidak memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu minimum 2.081,63 kg/cm2. Pelaksanaan penelitian beberapa uji sifat fisik telah memenuhi standar dan uji sifat mekanik tidak memenuhi standar, penggunaan tingkat konsentrasi perekat yang lebih tinggi akan membuat kualitas papan partikel kuat dan lebih baik.
Modifikasi Deanstark Upaya Efisiensi Proses Distilasi Uap Minyak Biji Pala dalam Praktikum Kimia Organik Siti Asfiyah
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54161

Abstract

 Telah dilakukan percobaan kombinasi sistem distilasi uap dengan modifikasi deanstark upaya efisiensi proses distilasi minyak biji pala untuk praktikum kimia organik. Destilasi ini bertujuan untuk membandingkan stem distilasi baru modifikasi deanstark dan stem distilasi lama dengan generator uap, meningkatkan hasil distilasi minyak biji pala, mempercepat waktu praktikum, dam mengidentifikasi komponen senyawa dalam minyak biji pala dengan GC-MS.Percobaan ini diawali dengan isolasi minyak pala menggunakan metode distilasi uap dengan sistem generator sebagai sumber uap air panas yang di dalamnya diisi akuades panas sebanyak 3 L. Isolasi minyak pala menggunakan metode stem distilasi yang dikombinasikan dengan deanstark, digunakan labu 1 L yang diisi akuabides 600 mL dan dipanaskan selama 1 jam. Hasil yang diperoleh dari dua sistem destilasi tersebut kemudian dibandingkan volume minyak atisiri (mL) dan beratnya (g). Minyak atsiri yang didapat selanjutnya diidentifikasi dengan GC-MS.Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan waktu destilasi uap 1, 2, dan 3 jam dengan sistem generator menghasilkan minyak 0,13, 0,24, dan 0,30 mL dengan berat masing – masing 0,12, 0,10, dan 0,05 g. Sedangkan pada waktu yang sama dengan stem distilasi yang dikombinasikan dengan deanstark diperoleh minyak 0,7, 0,3 , dan 0,1 mL dengan berat masing – masing 0,632, 0,903, dan 0,993 g. Berdasarkan hasil identifikasi dengan GC-MS minyak atsiri biji pala hasil isolasi mengandung komponen sabinene (40,53%), camphene (21,10%), dan safrole (7,13%). Kata kunci: Distilasi uap, deanstark, minyak biji pala, kromatografi lapis tipis

Page 3 of 17 | Total Record : 169