cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021" : 42 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEHALALAN PANGAN DENGAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DAN KEBERADAAN BAKTERI E. COLI Marya Ulfah; Fitri Komala Sari; Fathimah Fathimah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1959

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan populasi pemeluk Agama Islam mayoritas. Dengan banyaknya jumlah Muslim maka makanan yang akan diprioritaskan adalah makanan halal, karena umat Muslim memiliki aturan dalam hal konsumsi makanan. Bakteri Escherichia coli menjadi penyebab keracunan yang sering terjadi di banyak tempat penyelenggaraan makanan massal. Infeksi pada manusia yang disebabkan oleh bakteri E.coli dapat berasal dari sumber air yang dipakai untuk pengolahan makanan ataupun pada lingkungan dapur yang tidak bersih. Penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan kehalalan pangan dengan perilaku penjamah makanan dan keberadaan bakteri E.coli. Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross sectional. Pengecekan mikroba di laboratorium menggunakan metode MPN. Sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 38 sampel, E.coli diambil dari sumber air, makanan dan minuman pada 3 dapur. Penilaian pengetahuan kehalalan pangan dengan perilaku penjamah makanan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji spearman. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan kehalalan pangan dengan perilaku kehalalan pangan dengan p 0,71, pengetahuan kehalalan pangan dengan keberadaan E.coli p 0,158. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan kehalalan pangan dengan perilaku kehalalan pangan pada penjamah makan dan pada keberadaan bakteri E.coli.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS SELAMA PANDEMI COVID-1 DI RSUD BANGKINANG Muthia Nabilla; Ade Dita Puteri; Amir Luthfi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2263

Abstract

Aktivitas masyarakat selama pandemi Covid-19 yang berlangsung dari rumah seperti rumah sakit dan bekerja menyebabkan peningkatan sampah rumah tangga non medis dan sampah medis (masker, hazmat, handscoon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah medis selama pandemi di Rsud bangkinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 - 10 Juni 2021 dengan jumlah populasi dan sampel yang sama yaitu sebanyak 50 orang petugas cleaning service dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja, pengetahuan, pelatihan, dan ketersediaan sarana dengan tindakan pengelolaan limbah medis. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik yaitu sebanyak 29 orang (58,0%). Sebagian besar responden memiliki beban kerja yang berat yaitu sebanyak 29 orang (58,0%). Sebagian besar responden tidak pernah mengikuti pelatihan yang rutin yaitu sebanyak 33 orang (66,0%). Sebagian besar responden menjawab tidak lengkapnya ketersediaan sarana di RSUD Bangkinang yaitu sebanyak 31 orang (62,0%). Diharapkan adanya pengawasan ketat terhadap kesehatan petugas cleaning service termasuk bahayanya apabila sering bersentuhan dengan limbah medis infeksius ataupun non infeksius.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE Asri Yuniarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1996

Abstract

ABSTRAK Waktu tunggu pasien di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) juga menjadi salah satu komponen potensial sebagai penyebab ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan. Jika waktu tunggu pelayanan lama maka akan mengurangi kenyamanan pasien. Begitupun sebaliknya, jika waktu tunggu pelayanan cepat maka akan memberikan tingkat kepuasan tinggi terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pendaftarandengan kepuasan pasien rawat jalan di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) yang sampelnya purposive sampling dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan total sampel 20 responed. Peneliti juga melakukan analisis data menggunakan uji Chi – Square Test. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa rata – rata waktu petugas melayani pasien baru rawat jalan adalah 8 menit 35 detik dan pelayanan pasien lama 6 menit 06 detik. Tingkat penilaian kecepatan waktu pelayananpun didapatkan 40% cepat dan 60% tergolong lambat. Adapun penilaian kepuasan pasien terhadap pelayanan didapat 43% merasa puas dan 57% tidak puas. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa ada hubungan antara waktu tunggu pendaftaran dengan kepuasan pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan (TPPRJ) Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, TPPRJ, Waktu Tunggu Pendaftaran ABSTRACT The waiting time for the patient at the inpatient registration site (TPPRJ) is also one of the potential components to cause the patient's dissatisfaction with service. If the service wait time long it will reduce the comfort of the patient. If you wait for quick service, it will give the patient a high level of satisfaction. The study is to find out the relationships waiting for an outpatient signup at the treatment facility (TPPRJ) hospital admissions center ibrahim adjie of bandung. As for the kind of research used are analytical observational designs with a sectional cross approach. The population in this study is where an inpatient registration (TPPRJ) is an integral sampling using the data collection method using the questionnaire with a total of 20 responed samples. Researchers also conducted data analysis using the chi-square test. Research indicates that the average time officers serve new outpatient care is 8 minutes 35 seconds and the service of the old patient is 6 minutes and 06 seconds. Service time assessment rate was given 40% speed and 60% rate slower. As for the patient's assessment of satisfaction of service, 43% is satisfied and 57% is not satisfied. It could be concluded from this study that there is a link between waiting time for registration and patient satisfaction at the treatment facility ibrahim adjie is in bandung. Keywords: Patient Statisfaction, TPPRJ, Waiting For Registration
Gambaran Pengetahuan Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Nurul Fatwati Fitriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2260

Abstract

Keracunan makanan merupakan sakit yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan yang diduga mengandung cemaran biologis atau kimia. Penyakit akibat keracunan makanan turut meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas seluruh dunia. Pengetahuan terhadap pertolongan pertama keracunan makanan merupakan hal yang penting untuk mengurangi efek negatif keracunan makanan . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan keracunan makanan berjumlah 14 soal. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dari 79 responden penelitian, nilai rata-rata pengetahuan responden adalah 8,78, dengan nilai minimal 5 dan nilai maksimal 14. Hasil yang didapatkan bahwa mayoritas responden mengetahui definisi keracunan, tanda dan gejala keracunan, dan penatalaksanaan keracunan
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA REMAJA Nanda Desi Rahma; Sarah Aravia Ajda; Tiffania Hapsari; Wardahtun Nufus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1863

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular saat ini menjadi permasalahan penting bagi seluruh negara, Salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di berbagai negara adalah hipertensi. Hipertensi menjadi masalah serius karena sering timbul tanpa adanya gejala atau kerap disebut sebagai silent killer. Hipertensi seringkali dianggap hanya menyerang usia lanjut saja, akan tetapi dari sebagian penelitian menyatakan bahwa hipertensi juga dapat menyerang usia remaja. hal tersebut dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Penelitian menunjukan terhadap 690 anak usia 15―17 menemukan sebanyak 40 di antaranya mengalami hipertensi. Penelitian di Indonesia terdapat 125 siswa menemukan 58 diantaranya mengalami pre hipertensi dan hipertensi tingkat 1. Tujuan adanya penelitian ini sebagai bentuk gambaran tentang berbagai faktor risiko yang memiliki hubungan kuat terhadap hipertensi. Pengkajian pada penelitian ini memakai metode sistematik (systematic review). Hasil yang didapat yaitu terdapat faktor resiko yang dipisah dua faktor yaitu faktor yang bisa diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. Faktor resiko yang bisa di ubah yaitu natrium, IMT, aktifitas fisik, kualitas tidur, berat lahir, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, asupan lemak, sedangkan jenis kelamin, dan genetik tidak dapat diubah. Diharapkan Pemerintah menghimbau serta mengedukasi remaja dalam penyebab, pencegahan serta penanggulangan terhadap hipertensi. adanya masalah faktor terjadinya hipertensi pada remaja, remaja dapat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat sehingga tidak menyebabkan terjadinya hipertensi. Kata kunci: Faktor resiko, hipertensi, remaja ABSTRACT Non-communicable diseases are currently an important issue for all countries, One of the non-communicable diseases with a high prevalence in various countries is hypertension. Hypertension becomes a serious problem because it often arises without symptoms or is often referred to as a silent killer. Hypertension is often considered to only affect the elderly, but some studies suggest that hypertension can also affect adolescence. this can increase the risk of morbidity and mortality. Research shows that 690 children aged 15―17 found as many as 40 of them had hypertension. Research in Indonesia there are 125 students found 58 of them have pre hypertension and hypertension level 1. The purpose of this study is as a form of description of various risk factors that have a strong association with hypertension. The assessment in this study uses systematic review method. The result is that there are risk factors separated by two factors, namely factors that can be changed and factors that can not be changed. Risk factors that can be changed are sodium, BMI, physical activity, sleep quality, birth weight, smoking habits, alcohol consumption, fat intake, while gender, and genetics can not be changed. It is expected that the Government encourages and educates adolescents in the causes, prevention and countermeasures against hypertension. the problem of hypertension in adolescents, adolescents can change their lifestyle to be healthier so as not to cause hypertension. Key Word: Risk factors, hypertension, adolescents.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HYGIENE SANITASI LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL PADA PETUGAS KEBERSIHAN PASAR DI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2021 Fika Angriana; Ade Dita Puteri; Zurrahmi Zurrahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2297

Abstract

Kondisi sanitasi lingkungan pasar dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan pada kios/los dan sanitasi pada fasilitas pasar serta perilaku pedagang dan petugas kebersihan pasar yang kurang terhadap hygiene sanitasi lingkungan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah yang berhubungan dengan hygiene sanitasi pasar tradisiona0l pada petugas kebersihan pasar di Kabupaten Kampar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 23-30 Juni dengan jumlah sampel 36 petugas kebersihan pasar menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sebagian besar tingkat pengetahuan petugas kebersihan pasar dalam hygiene sanitasi lingkungan pasar diperoleh hasil bahwa 19 responden 52,8% pengetahuannya rendah. Sedangkan responden dengan pengetahuan baik terhadap hygiene sanitasi lingkungan pasar di peroleh hasil bahwa 17 reponden 47,2%, sikap negatif yaitu sebanyak 19 responden 52,8% dan yang memiliki sikap positif sebanyak 17 responden 47,2%, dan fasilitas yang tidak memenuhi syarat sebanyak 66,7% yang memenuhi syarat sebanyak 33,3%. Berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan petugas kebersihan pasar dalam hygiene sanitasi lingkungan pasar (p value 0,03), terdapat hubungan antara sikap dengan petugas kebersihan pasar dalam hygiene sanitasi lingkungan pasar (p value 0,01) dan terdapat hubungan fasilitas dengan petugas kebersihan pasar dalam hygiene sanitasi lingkungan pasar (p value 0,03). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih sadar untuk menggunakan alat pelindung diri yang lengkap pada saat bekerja agar dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja dan mengurangi risiko terkontaminasi penyakit dalam hygiene sanitasi lingkungan pasar. Kata Kunci : Fasilitas, Pengetahuan, Sikap
ANALISIS PELAKSANAAN RETENSI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT IBU ANAK LIMIJATI BANDUNG Zahra Mutiara; Leni Herfiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1935

Abstract

Seluruh proses pelayanan kesehatan di rumah sakit akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan pelayanan yang baik pula, salah satu jenis pelayanan tersebut adalah rekam medis. Berdasarkan survei pendahuluan di masa Covid-19 RSIA Limijati Bandung menerima pelayanan untuk pasien Covid-19 dan vaksinasi covid-19, sehingga semakin bertambah rekam medis baru. Kondisi tersebut salahsatunya berdampak terhadap penuhnya ruang penyimpanan rekam medis maka rumah sakit wajib melaksanakan retensi sesuai standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala retensi rekam medis di RSIA Limijati Bandung, metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa belum ada petugas khusus untuk melaksanakan retensi, jadwal retensi tidak mengikuti kebijakan yang tertera pada standar prosedur operasional (SPO) melainkan melihat situasi jika sudah terjadi penumpukan di ruang penyimpanan, dalam pelaksanaannya ditemukan kendala dari sumber daya manusia yang terbatas dan sudah memiliki jobdesknya masing-masing di setiap harinya, sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan retensi. Disarankan agar ada petugas khusus dan ada pembagian tugas yang jelas terkait retensi, membuat jadwal dan tim pokja pelaksanaan retensi agar berjalan dengan semestinya serta mendukung pelayanan rekam medis yang efektif, efisien dan bermutu. Kata kunci : Retensi, in aktif, rekam medis
Laporan Kasus : Hernia Inguinalis Permagna Yusmaidi Yusmaidi; Ni Made Dewi Puspita Sari; Wasiatul Ilma; Agung Ikhsani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2268

Abstract

Hernia inguinalis permagna merupakan salah satu bentuk hernia yang jarang, umumnya didefinisikan sebagai hernia inguinalis yang ukurannya meluas hingga melebihi titik tengah paha bagian dalam saat posisi berdiri. Penatalaksanaannya menggunakan metode operasi dengan berbagai teknik. Hernia jenis ini tergolong sulit karena butuh pengembalian isi kantong hernia ke dalam rongga abdomen yang biasanya kosong sehingga dapat menyebabkan hipertensi intra abdominal dan kompartemen sindrom abdominal. Ilustrasi Kasus terdapat 2 pasien yaitu : Seorang laki-laki usia 53 tahun datang dengan keluhan munculnya benjolan besar pada lipat paha kiri. Keluhan lain tidak ada. Penatalaksaan pada pasien ini berupa laparotomi, dilanjutkan penguatan canalis inguinalis dengan teknik Bassini dilanjutkan prosedur McVay dan pada kasus kedua yaitu seorang pasien laki-laki usia 53 tahun datang dengan keluhan munculnya benjolan pada lipat paha kiri sejak 19 tahun yang lalu. Seluruh isi katung hernia dikembalikan kedalam rongga abdomen secara manual. Kemudian dilanjutkan dengan teknik Bassiniplasti untuk rekonstruksi, McVay prosedur untuk menguatkan cincin inguinal. Diskusi: Terdapat klasifikasi tentang hernia inguinalis permagna. Teknik operasi yang dapat dilakukan untuk menangani hernia inguinalis permagna juga beragam. Kesimpulan: Hernia inguinalis permagna merupakan kasus jarang, memerlukan penatalaksanaan yang tepat agar mortalitas dan morbiditas tidak meningkat.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH TAHUN 2021 Sarlia Sarlia; Sumarni Sumarni Sumarni; Imram Radne Rimba Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2045

Abstract

The world health in Indonesia is currently growing very rapidly, it can be seen that number of hospital continues to grow. Every hospital needs human resources. HR itself is one of the most important assets in a company organization. Human resources who have work motivation, employees will work harder and create good performance. With that we need an encouragement that can help HR improve their performance. With the motivation to influence human resources to be more optimal in realizing the goals of the organization and the agency. High and low employee performance is influenced by several factors, one of which is leadership style. Thus study aims to determine the relationship between leadership style and work motivation of nurses in the Nur Hidayah Hospital Inpatient Room at in 2021. Research The approach used in this research is descriptive correlasional with cross sectional approach. The population in this study were nurses in the inpatient room at nur hidayah hospital with a total of 35 respondents. Then to analyze the data in this study using the sperm rank with the help of SPSS. Results: The results showed that there was a relationship between leadership style and work motivation of nurses in the inpatient room of nur hidayah hospital, where the correlation coefficient (r) was 0,343 with sig 0,044 (p
TEKNIK PEMERIKSAAN COLON IN LOOP PEDIATRIK PADA KASUS OBSTRUKSI KRONIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KRATON PEKALONGAN Retno Wati; Rintia Safitri; Sulistyono Sulistyono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.2080

Abstract

Chronic intestinal obstruction is a blockage that occurs in the intestines, both the small intestine and the large intestine. Pediatric colon in loop is a radiological examination technique to determine the condition of the large intestine by inserting contrast medium retrograde in children. The pediatric colon in loop examination technique was performed usually using plain abdominal anteroposterior (AP) projection, contrast AP, lateral contrast, and post evacuation AP. Contrast media that are usually used are barium sulfate in adults and iodine in children. This study was conducted to find out how the pediatric colon in loop examination technique is carried out at the Radiology Installation of the Kraton Pekalongan Hospital so that it can help confirm the doctor's diagnosis of colon disorders. This research is qualitative research with a case study approach. The time of the study was carried out from November 11 to December 14, 2019. The results showed that the pediatric colon in loop examination in cases of chronic obstruction carried out at the Radiology Installation of the Kraton Pekalongan Hospital used three projections, namely plain AP, contrast AP, and lateral contrast. As for the contrast media using iodine mixed with NaCl in a ratio of 1:3. The pediatric colon in loop examination technique, in this case, was sufficient by using plain abdominal AP projection, contrast AP, and lateral contrast because it was able to establish the diagnosis. And contrast media uses iodine because it is water-soluble, so it is easily and quickly digested by the child's body.