cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "No. 3 (2007): IMAJI" : 6 Documents clear
Perbincangan Antara Form dan Style Hakim, Nurman
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film adalah sebuah struktur dan sistem yang saling mengikat dan saling membentuk. Seperti halnya sebuah kode dan simbol dalam membentuk makna, film yang terbentuk oleh struktur dan sistem tadi juga sarat dengan berbagai macam kode dan simbol yang akan dimaknai dengan berbagai macam kesepakatan dari masyarakat penontonnya. Untuk itulah, melakukan analisa terhadap sebuah film bagi sebuah makna akan lebih tepat seandainya sebagai langkah awal analisa ada semacam pembongkaran terhadap struktur dan sistem bagi film yang termaksud.
Reality Show Vs Dokumenter: Dilema di Negeri Oscar Naratama
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Amerika Serikat, untuk membuat sebuah karya audio visual, izin untuk melaksanakan produksi akan melibatkan legitimasi dari masyarakat luas. Dengan rumitnya perizinan seperti itu, membanjirnya program reality show di televisi menjadi dipertanyakan perihal legalitas dari masyarakat subjeknya di dalam program tersebut. Inilah kemudian yang akhirnya menjadikan para dokumentaris begitu kesulitan ketika akan membuat sebuah film, karena ada kecenderungan bahwa masyarakat sudah skeptis terhadap produksi yang dokumentatif karena reality show dianggap telah melanggar kesepakatan dalam proses perizinan dalam mengekspos subjeknya.
Lahirnya Sebuah Gerakan Achnas, Nan T.
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di belahan bumi manapun, perfilman dalam sebuah negara akan selalu mengalami perubahan. Banyak faktor yang memicu perubahan tersebut, terutama adanya gerakan-gerakan inte/ektual dalam perubahan tersebut yang mengiringi perubahan global menyangkut struktur masyarakat dunia. Gerakan perubahan akan memacu elemen elemen dasar didalamnya, pembuat film dan film yang dibuat. Dalam konteks dunia global, gerakan itu menjadi penting ketika kita sudah menempatkan diri sebagai bagian dar; masyarakat dalam perubahan tersebut.
Sinema dan Kajian Budaya (2): Spektakel & Bintang Film: Politik Selebritas Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat film sebagai potensi bisnis, tidak bisa dilepaskan akan peran teknologi yang berkembang dan mengiringinya. Melalui campur tangan teknologi ini film diyakini akan terlihat lebih sensasional dan nampak begitu fantastis -spektakuler. Namun pemeran film juga menuntut statusnya dipertimbangkan sebagai faktor penentu juga bagi penciptaan spektakel tadi. Jadilah film sebagai ajang pertarungan ideologi dalam hegemoni wacana spektakel/, tempat memperebutkan identitas aktor-aktris film.
Reflexivity Dalam Film: Perspektif Teori Film Marxis Ariansah, Mohamad
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marxisme telah mengantarkan sebuah pemahaman bahwa bisa jadi film adalah sebuah ideologi, yang melibatkan pemikiran dari para pembuatnya. Dalam ideologis yang dikandungnya, film diklaim sebagai sudut pandang (ideologi) kaum borjuis dimana perangkat pembentuk film te/ah dikonstruksikan sedemikian rupa agar dapat mewakili pandangan kaum borjuis. Dengan keadaan ini muncul gerakan-gerakan yang berupaya menyadarkan masyarakat bahwa konstruksi realita yang ditawarkan oleh kaum borjuis ini hanya/ah utopis, sebuah realita yang dibangun untuk kepentingan kelompok tertentu saja.
Jejak Film Dalam Langkah Televisi Muhlisiun, Arda
IMAJI No. 3 (2007): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika sejatinya sebuah tayangan film harus disaksikan oleh masyarakat penonton melalui berbagai upaya menuju ke sebuah gedung bioskop, melihat judul film, menentukan film, mengantri, membeli tiket dan sebagainya ; atau media cetak (majalah, surat kabar dll) yang dapat dinikmati lebih sebagai informasi yang sifatnya aktual (terikat oleh waktu) yang di hari-hari selanjutnya informasi tersebut seakan menjadi tak berarti; atau untuk mendengarkan radio dibutuhkan sebuah konsentrasi dalam menciptakan imaji (karena hanya mengandalkan potensi suara saja tentunyal), maka televisi lahir sebagai media yang sanggup menyediakan segala kebutuhan penonton terhadap berbagai teks dan sub teks dari media massa lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue