cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 212 Documents
Tiga Dekade Bisnis dan Sistem Peredaran Film Indonesia (1960-1990) JB Kristanto
IMAJI Vol. 17 No. 2 (2026): Pemasaran dan Eksibisi Film
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/imaji.v17i2.493

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika bisnis dan sistem peredaran film di Indonesia selama hampir 30 tahun, mulai dari pasca keruntuhan AMPAI pada tahun 1966 hingga munculnya dominasi jaringan bioskop modern pada akhir 1980-an. Fokus penelitian terletak pada transisi struktural mulai dari monopoli asing menuju sistem “raja-raja kecil” di daerah, serta pengaruh mentalitas “pedagang kaki lima” yang menghambat profesionalisme industri. Masalah utama yang dianalisis adalah penyebab ketidakseimbangan ekonomi antara film nasional dengan film impor dan kegagalan badan penyangga seperti PT Perfin dalam menciptakan stabilitas pasar. Melalui metode analisis dokumen sejarah perfilman dengan pendekatan New Film History, penelitian ini menemukan bahwa industri film Indonesia terjebak dalam kondisi “darurat permanen” akibat ketiadaan modal yang diputar kembali dan sistem bagi hasil yang timpang. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun jumlah bioskop dan penonton meningkat signifikan pada tiap dekade, keuntungan ekonomi pada periode ini ternyata lebih banyak dinikmati oleh pemilik bioskop dan importir daripada produser film nasional.
Kedekatan Budaya dalam Penerimaan Film di Pasar Internasional: Studi Kasus Film Bollywood di Afghanistan Diva Eureka; Nijatmal Safi
IMAJI Vol. 17 No. 2 (2026): Pemasaran dan Eksibisi Film
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/imaji.v17i2.494

Abstract

Kehadiran film Bollywood dalam pengalaman menonton masyarakat Afghanistan menunjukkan adanya hubungan antara film dan audiens yang melampaui batas geografis. Penelitian ini bertujuan menganalisis cultural proximity antara film Bollywood dan audiens Afghanistan melalui studi kasus Rab Ne Bana Di Jodi (2008). Cultural proximity merujuk pada kecenderungan audiens untuk merasa lebih dekat dengan media yang memiliki unsur budaya, bahasa, nilai, atau pengalaman sosial yang familiar dengan kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis film, studi literatur, serta wawancara dengan informan Afghanistan. Hasil penelitian menunjukkan adanya persinggungan dalam representasi ruang kehidupan sehari-hari, pakaian, tradisi, bahasa, serta persoalan mengenai keluarga, pernikahan, kehormatan, kesetiaan, dan nilai spiritual. Kedekatan tersebut memungkinkan penonton menemukan pengalaman yang familiar dalam cerita yang berasal dari kebudayaan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa cultural proximity dapat menjadi salah satu faktor yang membantu sebuah film menjangkau audiens di luar wilayah asalnya, ketika unsur budaya dan persoalan yang dibawa oleh cerita dapat dikenali dan dirasakan oleh penonton dari latar budaya yang berbeda.

Filter by Year

2005 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2026): Pemasaran dan Eksibisi Film Vol. 17 No. 1 (2026): Film Artistik dan Film Komersial: Estetika, Industri dan Ideologi Hiburan Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue