cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 206 Documents
Exoticism in Photography: Jean Mohr, Bandung-Jakarta, December 1973 Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i2.199

Abstract

Historically, the age of colonisation constructs the cultural map of the world, which, after decolonisation, gives way to exotic views, which, through postcolonial criticism, arrive in Segalen’s thought, called symbolist exoticism. This concept is useful for discussing Jean Mohr’s photographs taken from inside a Pullman carriage on his journey from Bandung to Jakarta in December 1973. This article is a preliminary attempt to uncover the cultural construct behind the exotic moments of specific-movements captured by Jean Mohr’s camera.
Perkembangan Fotografi sebagai Mata Perekam Objektif Penghadir Realitas Supriyanta
IMAJI Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i2.200

Abstract

Perkembangan fotografi menjadi penghadir realitas yang mampu merekam realitas akurat berperan penting mempengaruhi cara pandang terhadap sejarah, pengetahuan, dan menjadi saksi visual perkembangan sejarah manusia. Untuk menyimpan memorabilia sejarah, menyampaikan emosi dan cerita, dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman manusia tentang dunia di sekitar mereka. Dengan menganalisis foto-foto dengan pendekatan konsep interseksional untuk memahami saling keterkaitan antar faktor. Menyampaikan makna, mengevaluasi praktik fotografi, dan pengaruh fotografi dalam masyarakat. Fotografi bukan sekadar alat teknis saja, tetapi fotografi merupakan medium yang kaya akan makna, interpretasi, dan keindahan yang mampu memperkaya dan memperluas pemahaman manusia terhadap dunia di sekitarnya
Seri Foto 'Jesus Is My Homeboy' Karya David Lachapelle Lewat Pendekatan Semiotika Ferdinand De Saussure dan Pembacaan Hermeneutik Gadamer: Melalui Pendekatan Semiotika dan Pembacaan Hermenutik Ferdiansyah
IMAJI Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i2.201

Abstract

Aliran dan genre fotografi sering kali menjadi perbincangan tiap-tiap akademisi maupun seniman, di mana para fotografer yang awalnya hanya memotret, kemudian oleh para akademisi dan kritikus seni berupaya merumuskan sehingga tidak terjadi tumpang-tindih antara satu foto dengan foto lainnya (terkait aliran dan genre/jenis). Genre fotografi jurnalistik dianggap sebagai pelopor, kemudian diikuti fotografi komersial yang terakhir fotografi seni. David LaChapelle sebagai fotografer masa kini mencoba mengintrepetasikan karya maestro lukis Leonardo da Vinci tentang Last Supper, ke dalam seni fotografi. Pendekatan semiotika dan hermeneutik, dipilih untuk membahas dari foto tersebut.
A photography Peran Elemen Fotografi sebagai Bahasa Visual: Pemahaman Teknis dan Artistik Malik Hakim, Amran
IMAJI Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i2.202

Abstract

Tata bahasa fotografi dapat diartikan sebagai serangkaian elemen dasar yang membentuk landasan teknis dan visual dalam menciptakan imaji fotografi. Elemen-elemen ini meliputi bingkai foto, bukaan diafragma, kecepatan rana, dan media fisik yang digunakan. Sama seperti dalam literasi tulisan yang menggunakan kosa kata, tata bahasa, dan sintaksis, fotografi juga memiliki komponen-komponen fundamental seperti pencahayaan, komposisi, aperture, kecepatan rana, dan framing. Menggabungkan elemen-elemen ini secara efektif memungkinkan fotografer untuk menyampaikan pesan, emosi, dan cerita melalui gambar. Angela Faris Belt dalam bukunya "The Elements of Photography" menekankan pentingnya subjek, konten, dan form dalam menciptakan narasi visual yang kuat. Fotografer harus memahami cara mengatur elemen-elemen ini melalui picture plan, vantage point, dan juxtaposition untuk menghasilkan foto yang bermakna dan komunikatif. Kata Kunci Elemen Dasar Fotografi, Pencahayaan, Komposisi, Aperture, Kecepatan Rana, Framing, Narasi Visual, Picture Plan, Vantage Point, Juxtaposition.
Analisis Makna Kesederhanaan Melalui Karya Fotografi sehari-hari oleh Vivian Maier Simatupang, Simon Valentino
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.324

Abstract

Penelitian ini menganalisis karya fotografi Vivian Maier untuk menangkap makna kesederhanaan dalam momen sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya merekam realitas, tetapi juga membentuk cara kita memahami kehidupan dan pengalaman manusia. Melalui analisis terhadap empat foto utama, penelitian ini mengungkap bagaimana Maier berhasil menangkap momen-momen sederhana yang penuh makna, mencerminkan kedalaman emosional serta nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Kesederhanaan dalam karya Maier tampak dari kemampuannya mengekspresikan ide dan pesan secara jernih, menciptakan dampak visual yang kuat dan mengesankan. Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi representasi visual dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi ajakan untuk merenungkan kembali keindahan yang sering kali terabaikan di sekitar kita. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya kesederhanaan dalam memahami dan mengapresiasi pengalaman manusia, serta mendorong adanya diskusi lebih lanjut mengenai makna di balik setiap gambar. Temuan ini memperlihatkan bahwa fotografi dapat menjadi medium reflektif yang kuat untuk menyampaikan aspek-aspek kemanusiaan yang mendalam melalui elemen visual yang sederhana namun bermakna.
The Sumbangsih Kewargaan Budaya dalam Indonesia Calling (1946): Kritik Atas Politisasi Narasi Sejarah di Indonesia Koli Belolon, Handrianus
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.360

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji film Indonesia Calling (1946) sebagai bentuk historiografi alternatif yang menyoroti solidaritas lintas bangsa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kritis, penelitian ini memanfaatkan metode analisis wacana dan semiotika film untuk membaca Indonesia Calling sebagai teks budaya yang memuat ideologi serta mengandung muatan politis dalam merepresentasikan sejarah. Studi ini juga mengintegrasikan teori kewargaan budaya dan kajian historiografi kritis guna memahami bagaimana film ini menawarkan narasi tandingan terhadap versi resmi sejarah Orde Baru. Temuan utama menunjukkan bahwa Indonesia Calling tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai intervensi budaya yang strategis dalam membongkar narasi tunggal perjuangan kemerdekaan. Film ini mengungkap pentingnya solidaritas global dalam menentang kolonialisme dan mengusulkan perlunya perspektif transnasional dan humanistik dalam penulisan sejarah Indonesia guna memperkuat demokrasi dan hak-hak kewargaan budaya.
Fotografi Ekspresi Visualisasi Lirik Lagu Jelita Karya Sal Priadi Annidya Galih
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.364

Abstract

Di era modern, teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap musik dan seni visual, berfungsi sebagai bentuk ekspresi yang kuat. Sebagai bentuk seni visual, fotografi ekspresi bertujuan untuk menyampaikan emosi melalui gambar dengan menggunakan teknik dan estetika tertentu. Selain itu, musik merupakan medium unik untuk membangkitkan emosi dan menginspirasi perasaan. Penciptaan ini menggunakan fotografi slow speed untuk memvisualisasikan lagu “Jelita” karya Sal Priadi. Teknik ini menciptakan efek kabur dramatis dengan mengekspresikan emosi dan gerakan secara artistik. Jenis visualisasi ini dapat menyampaikan emosi dan ide dengan cara yang indah dan emosional. Penciptaan ini menunjukkan bahwa teknik slow speed efektif sebagai metafora visual untuk emosi dalam musik. Penciptaan ini menyoroti potensi fotografi ekspresi sebagai medium untuk interpretasi seni dan mendorong kolaborasi yang produktif antara fotografi dan musik.
Arsip Visual Partisipatif sebagai Praktik Pengarsipan Kota: Studi Kasus Program Tasimpan di Taman Imbi Jayapura: Arsip Visual Partisipatif sebagai Praktik Pengarsipan Kota: Studi Kasus Program Tasimpan di Taman Imbi Jayapura Murda, Muhammad Ilham Mustain
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.366

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik arsip visual partisipatif melalui program Tasimpan yang digagas oleh Indonesia Art Movement di Jayapura. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis observasi partisipatif, penelitian ini berupaya memahami keterlibatan komunitas lokal dalam proses pembangunan arsip kolektif. Selain itu, pendekatan ini menghadirkan metode pengarsipan alternatif yang lebih inklusif, dialogis, dan berakar pada konteks perkotaan lokal. Tujuan penelitian adalah mendokumentasikan dinamika ruang publik, memori kolektif, dan interaksi masyarakat melalui kegiatan hunting foto dan workshop sketsa. Penelitian ini menyoroti bagaimana komunitas lokal, seniman, dan pelajar berpartisipasi dalam merekam keberadaan monumen sejarah sekaligus praktik kehidupan sehari-hari di Taman Imbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsip visual partisipatif tidak hanya berfungsi sebagai pelestari memori kota, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta kesadaran kritis peserta.  
Rekonstruksi Imaji: Perjalanan Visual di Kota Besar Ashari; Zainsty, Arly Yanatri
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.370

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi imajinasi urban Jakarta melalui serangkaian fotografi perkotaan yang merekam momen-momen keseharian. Dengan menggunakan konsep studium dan punctum Roland Barthes, fotografi dipahami sebagai teks kultural yang merepresentasikan struktur kota sekaligus pengalaman afektif penghuninya. Analisis tematik terhadap enam foto yang menampilkan lalu lintas, arsitektur, dan ruang publik menunjukkan bahwa citra visual Jakarta terbentuk dari interaksi antara bentuk spasial dominan dan detail-detail subtil yang kerap luput dari perhatian. Studium menampilkan gambaran umum pembangunan dan keteraturan kota, sementara punctum hadir melalui gestur tubuh, figur kabur, serta ketimpangan skala antara manusia dan infrastruktur, yang membuka lapisan makna emosional. Temuan ini memperlihatkan Jakarta sebagai kota paradoksal—modern namun sarat disonansi—serta menegaskan fotografi sebagai medium reflektif dalam memahami kehidupan urban.
Pasangan-Waktu dalam Fotografi Efek-Radial : Wacana di Balik Unbreakable People Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.393

Abstract

Dari lima pasang foto, yang merupakan pasangan-waktu dalam pameran foto Beawiharta Unbreakable People (2025), ditarik kemungkinan penerapan konsep fotografi efek-radial John Berger yang dipraktekkan Jean Mohr (1975), untuk memeriksa hasilnya sebagai proses kerja pembermaknaan. Dari pemeriksaan atas keberpasangan foto-foto Beawiharta, terlacak keberadaan dimensi waktu yang memperdalam makna foto, sementara terdapatnya dimensi geografis tetap menempatkannya dalam ranah sistem radial. Refotografi, konsep berdimensi waktu lain yang sudah terdapat sebelumnya, tertampung dan terleburkan ke dalam sistem radial yang berdimensi geografis.

Filter by Year

2005 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 1 (2026): Film Artistik dan Film Komersial: Estetika, Industri dan Ideologi Hiburan Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue