cover
Contact Name
Siti Fatimah
Contact Email
djtech@atidewantara.ac.id
Phone
+6285298742158
Journal Mail Official
djtech@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Razak No.2/7, Tompotika, Wara Sel., Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91922
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dewantara Journal of Technology
ISSN : 27742032     EISSN : 27766764     DOI : 10.59563
Dewantara Journal of Technology (Dewantara J. Tech) adalah terbitan berkala yang dapat diakses secara terbuka dan didistribusikan secara nasional. Jurnal ini melingkupi berbagai topik dalam disiplin ilmu teknik, termasuk studi konseptual, studi teoritis dan eksperimental, instrumentasi, dan studi multidisiplin lain yang melibatkan ilmu teknik elektro, mesin, sipil, rekayasa multimedia dan rekayasa pangan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah untuk bertukar hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu teknik. Selain itu sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya untuk memajukan teknologi di Indonesia. Dewantara Journal of Technology diterbitkan oleh Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo dalam dua kali setahun (November dan Mei).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 2 (2024)" : 7 Documents clear
Studi Sistem Pembumian Listrik Gedung RRI Makassar Rahmat Dongka; Fathurrakhman Ansar; Risal Mantofani Arpin
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.231

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan sistem pembumian instalasi listrik pada gedung RRI Makassar dengan PUIL 2011. Pada penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu observasi, Studi literatur, dokumentasi dan pengukuran. Pengolahan data yang diperoleh dilakukan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur Kyoritsu Digital Earth Tester Model 4105A diperoleh nilai resistansi pembumian berkisar 6.25-6.5 Ω dan hasil perhitungan adalah 2.664 Ω. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembumian instalasi listrik pada Gedung RRI Makassar jika ditinjau dari jenis pembumian instalasi listrik, elektroda pembumian instalasi listrik, dan warna kabel pembumian instalasi listrik yang digunakan telah memenuhi persyaratan standardisasi sesuai dengan PUIL 2011, sedangkan resistansi pembumian instalasi listrik tidak memenuhi persyaratan standardisasi sesuai dengan PUIL 2011.
Analisis Persebaran Industri di Kota Balikpapan Menggunakan Metode Kernel Density secara Temporal Dhyah Puspita Dewi; Berly Gizela
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.252

Abstract

Pertumbuhan jumlah dan persebaran industri menengah dan besar di wilayah perkotaan memunculkan permasalahan spasial yang kompleks, terutama terkait dengan ketidaksinkronan antara perkembangan kawasan industri dan kebijakan tata ruang. Di Kota Balikpapan, peningkatan jumlah titik industri dari tahun 2019 ke 2024 terjadi secara signifikan. Permasalahan ini mengindikasikan perlunya pemahaman yang lebih dalam terhadap pola distribusi spasial industri agar pengambilan kebijakan tidak hanya berbasis administratif, tetapi juga berbasis data spasial yang aktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan persebaran titik industri di Kota Balikpapan menggunakan metode Kernel Density Estimation (KDE). Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pola sebaran dari yang semula terpusat menjadi lebih menyebar, dengan peningkatan nilai KDE maksimum dari 1,5213 (2019) menjadi 1,6745 (2024).
Pengaruh Perubahan Alih Fungsi Lahan Tingkat Potensi Kawasan Resapan Air pada Kawasan Resapan Air Kecamatan Balikpapan Timur Srirahadita Pamungkas; Akhmel Wildania Al Gani; Khairunnisa Adhar
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.253

Abstract

Kota Balikpapan mengalami pertumbuhan penduduk yang konsisten, dengan penambahan sebanyak 19.000 jiwa pada tahun 2023 dan 4.600 jiwa tambahan pada periode Januari hingga Maret 2024. Peningkatan jumlah penduduk ini berdampak signifikan terhadap kebutuhan ruang, khususnya di Kecamatan Balikpapan Timur yang memiliki luas wilayah 137,16 km² dengan jumlah penduduk sebesar 102.959 jiwa dan kepadatan penduduk 868,04 jiwa/km². Berdasarkan Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 22 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), telah ditetapkan zona resapan air seluas 630,34 hektar yang tersebar di Kelurahan Manggar, Manggar Baru, dan Lamaru. Namun demikian, dokumen RPJMD Kota Balikpapan 2021–2026 menunjukkan masih terjadinya ketidaksesuaian fungsi lahan akibat praktik masyarakat yang tidak sesuai dengan peruntukan ruang. Dokumen RPPLH Kota Balikpapan tahun 2023 melalui analisis DPSIR (Driving Force-Pressure-State-Impact-Response) mengindikasikan penurunan daya dukung lingkungan yang disebabkan oleh pembukaan lahan tidak terencana, berkurangnya ruang terbuka, dan menyusutnya kawasan resapan air serta kawasan hutan. Analisis potensi kawasan resapan air menunjukkan perubahan signifikan: pada tahun 2014, 74% kawasan tergolong kurang sesuai; pada 2019, 58% tergolong cukup sesuai; dan pada 2024 meningkat menjadi 86% cukup sesuai. Perubahan alih fungsi lahan dominan terjadi pada periode 2014–2019 dari ladang/kebun menjadi hutan (136,99 ha) dan pada 2019–2024 dari hutan menjadi semak belukar, keduanya berada pada zona potensi tinggi.
Simfoni dalam Ruang : Perancangan Gedung Opera Berbasis Performance-Oriented Design dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri Diah Oktaffenti; Adelina Rahmadiyanti; Faqih Fajar S; Nabilah Khairunnisa; Nabilla Desviana Daud; Owen Sebastian; Zilvany Amalia Z
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.254

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang utama wilayah tersebut. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan fasilitas publik berskala nasional maupun internasional, termasuk bangunan dengan fungsi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions). Perancangan gedung pertunjukan sebagai bagian dari fasilitas MICE menjadi urgensi untuk mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya yang masif. Penelitian ini mengusung pendekatan Performance-Oriented Design yang dikombinasikan dengan prinsip arsitektur biomimikri, guna menciptakan bangunan yang efisien, responsif terhadap iklim tropis Balikpapan, dan berkelanjutan secara lingkungan. Pendekatan biomimikri digunakan untuk meniru strategi-strategi adaptif dari organisme lokal dalam menghadapi tantangan iklim, seperti ventilasi alami, bentuk struktur, dan sistem pengelolaan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kontekstual, merumuskan konsep desain, serta menyusun rekomendasi perancangan berbasis kinerja bangunan. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya alternatif desain gedung pertunjukan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu menjadi penanda arsitektur berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Analisis Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Tingkat Kerentanan Bencana di Kecamatan Balikpapan Selatan Noermaya Suvana; Srirahadita Pamungkas; Ariyaningsih
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.258

Abstract

Kecamatan Balikpapan Selatan merupakan salah satu wilayah yang tergolong rentan terhadap bencana banjir, dengan luas wilayah mencapai 3.880,96 hektare. Topografi kawasan ini sebagian besar berupa dataran rendah, berada di sekitar aliran sungai, dan terletak di wilayah pesisir, sehingga menjadikannya sangat rawan terhadap banjir. Banjir di wilayah ini berkaitan erat dengan kondisi tata ruang dan lingkungan, seperti sistem drainase yang kurang optimal, terbatasnya infrastruktur mitigasi, minimnya kawasan resapan air, tingginya curah hujan, serta meluapnya sungai yang melintasi kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi banjir berbasis pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan tingkat kerentanan wilayah. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis overlay untuk menentukan tingkat kerentanan banjir, serta analisis deskriptif kualitatif dalam merumuskan rekomendasi mitigasi bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi meliputi Kelurahan Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Gunung Bahagia, dan Sungai Nangka. Sementara itu, wilayah yang termasuk dalam kategori kerentanan sedang berada di Kelurahan Sepinggan Raya dan Sepinggan Baru. Mitigasi berbasis pemanfaatan ruang dapat dilakukan melalui pengendalian pemanfaatan lahan sesuai dengan rencana pola ruang, penerapan teknologi biopori atau sumur resapan pada kawasan terbangun, serta pengembangan wilayah dengan proporsi 70% area terbangun dan 30% ruang terbuka hijau.
Analisis IFAS EFAS Infrastruktur Wisata Pantai Corong Berdasarkan Kriteria Pengembangan Pariwisata 6A Khairunnisa Adhar; Srirahadita Pamungkas; Elin Diyah Syafitri; Putri Fatimatuzzahroh Ilhami
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.259

Abstract

Pantai Corong merupakah salah satu wisata bahari di Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan infrastruktur wisata Pantai Corong di Kabupaten Penajam Paser Utara melalui analisis IFAS dan EFAS berdasarkan pendekatan 6A (Attraction, Accessibility, Amenities, Accommodation, Ancillary, dan Activities). Metode yang digunakan adalah mix methods yaitu menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Faktor internal dan eksternal dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan kawasan. Hasil analisis IFAS menunjukkan skor 0,15 dan EFAS sebesar 0,46, yang menunjukkan bahwa Pantai Corong memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar dibanding kelemahan dan ancaman. Kawasan ini berada pada kuadran I dalam matriks SWOT, menandakan posisi strategis untuk pertumbuhan. Daya tarik alam, festival layang-layang, dukungan Pokdarwis, dan aktivitas wisata menjadi kekuatan utama, sementara peluang berasal dari dukungan pemerintah dan potensi kolaborasi dengan UMKM. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan agresif dengan mengoptimalkan potensi internal, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan wisata yang berkelanjutan.
Analisa Sampel Komposite dengan Menggunakan XRF Metode Fuse Bead untuk Mengurangi Pemakaian Flux pada Analisa Nikel Ore Irawati Ramli; Nurhikmah Wahab; Rizka Octavia; Alfiah Indriastuti; Riki Kusumah
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.286

Abstract

Composite analysis in a geological or mining context, especially for nickel ore, the theoretical basis refers to the concept of sampling and mineral processing. Composite sampling is carried out to obtain an accurate representation of a mineral deposit. Composite samples involve combining several individual samples to represent the overall properties of a material. The importance of composite data in processing mineral reserve information. Composite samples are used to smooth out fluctuations in mineral content and allow a better estimate of the average value of mineral content in the deposit. The implementation stage of this research consists of a small number of samples from several parts (a, c, d) being mixed into one combined sample, which is then analyzed to produce results that represent the average of all samples, by taking 0.25 grams of each sample to reach a total of 1 gram, then analyze the combined results. And using an X-Ray Fluorescence (XRF) tool with the Fuse Bead method. From the results of the research conducted by the author, a conclusion was obtained that it met the acceptance requirements. The accuracy rate obtained was 99.21%. which has a low error rate of 0.79%. The use of flux in the composite stage is more profitable, in terms of the efficiency of adding flux and the efficiency of working on samples compared to using the usual stage which still uses the process of processing samples one by one with the addition of more flux from the composite stage.

Page 1 of 1 | Total Record : 7