Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Tingkat Kerentanan Bencana di Kecamatan Balikpapan Selatan Noermaya Suvana; Srirahadita Pamungkas; Ariyaningsih
Dewantara Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v4i2.258

Abstract

Kecamatan Balikpapan Selatan merupakan salah satu wilayah yang tergolong rentan terhadap bencana banjir, dengan luas wilayah mencapai 3.880,96 hektare. Topografi kawasan ini sebagian besar berupa dataran rendah, berada di sekitar aliran sungai, dan terletak di wilayah pesisir, sehingga menjadikannya sangat rawan terhadap banjir. Banjir di wilayah ini berkaitan erat dengan kondisi tata ruang dan lingkungan, seperti sistem drainase yang kurang optimal, terbatasnya infrastruktur mitigasi, minimnya kawasan resapan air, tingginya curah hujan, serta meluapnya sungai yang melintasi kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi banjir berbasis pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan tingkat kerentanan wilayah. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis overlay untuk menentukan tingkat kerentanan banjir, serta analisis deskriptif kualitatif dalam merumuskan rekomendasi mitigasi bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi meliputi Kelurahan Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Gunung Bahagia, dan Sungai Nangka. Sementara itu, wilayah yang termasuk dalam kategori kerentanan sedang berada di Kelurahan Sepinggan Raya dan Sepinggan Baru. Mitigasi berbasis pemanfaatan ruang dapat dilakukan melalui pengendalian pemanfaatan lahan sesuai dengan rencana pola ruang, penerapan teknologi biopori atau sumur resapan pada kawasan terbangun, serta pengembangan wilayah dengan proporsi 70% area terbangun dan 30% ruang terbuka hijau.
PENGEMBANGAN WISATA JEMBATAN ULIN KARIANGAU Rahmat Aris Pratomo; Dwiana Novianti Tufail Putra; Ariyaningsih; Muhammad Rizky Dais; Maygita Verent Cantika; Rahmadani Rizky Prasetyo; Rifland Dwitama Putra; Ahmad Fery Syamriansyah; Aurelia Evelyn Tiara; Naila; Muhammad Abel Abdullah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 7 No. 1 (2026): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v7i1.8481867

Abstract

Jembatan Ulin Kariangau merupakan salah satu destinasi wisata yang ada pada Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Wisata ini menawarkan jenis ekowisata dengan sensasi berjalan di jembatan dengan hamparan mangrove sekaligus berhadapan langsung dengan kawasan pesisir laut. Namun, kawasan ini menghadapi suatu masalah yaitu lemahnya identitas wisata tersebut, hal itu terjadi akibat ketiadaan penanda akses serta minimnya media informasi edukatif, kondisi tersebut mengakibatkan penurunan pengunjung serta menurunkan partisipasi masyarakat dalam mengelola wisata ini. Dengan hal ini sebagai bentuk respons terhadap permasalahan tersebut Institut Teknologi Kalimantan mengadakan program KKN Kuliah Kerja Nyata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mencakup 3 tahap : persiapan (Observasi, sosialisasi Pre test), pelaksanaan (pembangunan gapura wisata dan papan informasi), serta tahap akhir ( monitoring, Post test dan serah terima hasil).
Evaluasi Pencapaian Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara): 294 - 306 Elin Diyah Syafitri; Tri Felinda Sari; Riyan Benny Sukmara; Rahmat Aris Pratomo; Ariyaningsih
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.8481673

Abstract

The availability of water is a basic necessity for rural populations and is a crucial part of government efforts to fulfill human basic needs. According to the Regional Medium-Term Development Plan (RMTDP) of Penajam Paser Utara District for the period 2005-2025, the main issue in housing and settlement development is the suboptimal performance of clean water infrastructure and sanitation. One of the main issues related to clean water is the insufficient coverage of PDAM services in the area, resulting in most villages not having access to clean water. To address this issue, the government launched the Community-Based Drinking Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) in 2019 with assistance from the Ministry of Public Works and Spatial Planning, targeting 10 villages. Although this program has had a positive impact in providing adequate drinking water supply, various constraints still prevent communities from fully experiencing its benefits. Therefore, the aim of this study is to evaluate the achievements of the PAMSIMAS Program in Babulu District. Using categorical analysis with interval scales, the evaluation results show that the levels of clean water service coverage and sanitation ownership in Babulu District are 31.63% and 27.13% respectively, indicating that the program has not yet reached its targets