cover
Contact Name
Saeful Amri
Contact Email
perpustakaan@usm.ac.id
Phone
+6285640888217
Journal Mail Official
saefulamri@usm.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Information Science and Library
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : 27232778     DOI : http://dx.doi.org/10.26623/jisl.v1i1
Core Subject : Humanities, Science,
Jurnal Information Science and Library e-ISSN : 2723-2778 DOI : http://dx.doi.org/10.26623/jisl.v1i1 adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Perpustakaan Universitas Semarang, jurnal ini melingkupi bidang ilmu antara lain: Rekayasa perangkat lunak (Software Engineering) Pembelajaran Berbasis Komputer (computer based learning) Jaringan Komputer dan Komunikasi Data (computer networks and data cummunication) Multimedia Data Mining (Sistem Informasi/Perpustakaan) IT Management Perpustakaan Sistem Pendukung Keputusan (SPK/DSS) Perpustakaan Temu Kembali Informasi (katalogisasi), Sistem Berbasis Pengetahuan Perpustakaan
Articles 74 Documents
Digitalisasi Pengelolaan Surat Menyurat menggunakan E-office pada Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta: E-office, digitalisasi, surat menyurat, administrasi perkantoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Layalia Kawanda; Jazimatul Husna
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.12815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sistem pengelolaan surat menyurat dari metode manual ke digital menggunakan sistem E-office pada Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Transformasi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan efisiensi, efektivitas, dan digitalisasi administrasi publik sebagaimana diamanatkan oleh Instruksi Gubernur Nomor 64 Tahun 2021 tentang Percepatan Penggunaan E-office dan Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manual memiliki sejumlah keterbatasan, seperti risiko kehilangan buku agenda fisik, proses disposisi yang memakan waktu, serta ketergantungan tinggi terhadap dokumen cetak. Setelah penerapan E-office, proses surat menyurat menjadi lebih cepat, tertata, dan terdokumentasi secara digital. Surat langsung masuk ke akun Kepala Biro dan dapat didisposisikan secara berjenjang ke bagian-bagian terkait tanpa perantara fisik. Sistem ini juga mempermudah pengelolaan arsip dan pelacakan surat keluar dan masuk melalui spreadsheet.Meskipun membawa dampak positif, penerapan E-office masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses sistem akibat gangguan teknis dan perlunya adaptasi bagi pegawai yang terbiasa dengan sistem manual. Diperlukan pelatihan dan peningkatan literasi digital untuk memastikan seluruh pegawai dapat beradaptasi secara optimal. Secara keseluruhan, implementasi E-office telah meningkatkan efisiensi kerja dan membentuk fondasi   kuat   bagi   modernisasi   administrasi   pemerintah   daerah. Kata kunci: E-office, digitalisasi, surat menyurat, administrasi perkantoran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pelestarian Warisan Budaya Naskah Kuno Melalui Penerapan Digitalisasi: Studi Literatur Saskia Dwi Indriani; Agus Rusmana; Tine Silvana Rachmawati
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.12829

Abstract

Naskah kuno menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari alam atau manusia membuat naskah kuno cepat rusak. Berkat kemajuan teknologi, kini pelestarian naskah kuno dapat dilaksanakan dengan melakukan alih media digital (digitalisasi). Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk 1) menganalisis penerapan pelestarian naskah kuno melalui digitalisasi yang telah dilakukan,  2) mendeskripsikan peran perpustakaan dalam pelestarian budaya melalui naskah kuno, serta 3) mendeskripsikan peluang dan tantangan digitalisasi naskah kuno. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil dari kajian literatur diketahui bahwa secara umum terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan oleh instansi-instansi yang telah menyelenggarakan digitalisasi yaitu: 1) tahap pra-digitalisasi, berupa persiapan naskah dan peralatan; 2) tahap digitalisasi, berupa pemotretan naskah, pengecekan hasil, dan editing; dan 3) tahap pasca digitalisasi, berfokus pada aksesibilitas dan penyajian file digital. Dalam melaksanakan fungsi simpan karya dan fungsi kultural perpustakaan berperan dalam pelestarian naskah kuno dengan 1) membentuk unit Pusat Preservasi dan Alih Media, 2) membuat pedoman standar alih media, dan 3) membantu melakukan digitalisasi di seluruh Indonesia. Digitalisasi membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan pelestarian serta promosi budaya. Di sisi lain, digitalisasi juga memberi tantangan terkait anggaran, SDM, kebijakan, aksesibilitas, serta keusangan teknologi.
Digitalisasi Arsip Inaktif: Studi Kasus Penerapan SIKD Pada Unit Kearsiapan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Nila Vinca Risma Trisna; Jazimatul Husna
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.13139

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis pengelolaan arsip inaktif dengan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) di Unit Kearsipan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Arsip inaktif dipahami sebagai arsip yang masih bernilai guna tinggi, tetapi frekuensi pemakaiannya telah menurun, sehingga memerlukan penanganan yang terorganisasi dan efisien. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen dari para arsiparis serta pegawai yang berkaitan dengan proses pengelolaan arsip. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa implementasi SIKD mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip inaktif, khususnya dalam aspek pengelompokan, klasifikasi, penyimpanan, dan temu kembali arsip. Sistem ini membantu mempercepat proses pencarian dokumen, menekan kemungkinan kehilangan arsip, serta meningkatkan efisiensi kerja pegawai. Namun, penerapan SIKD masih dihadapkan pada sejumlah hambatan, antara lain kurangnya tenaga terampil, terbatasnya sarana prasarana, serta minimnya kemampuan literasi digital. Upaya perbaikan dilakukan melalui pelatihan pegawai, penyusunan SOP, optimalisasi ruang arsip, serta pengembangan integrasi sistem dengan aplikasi SRIKANDI. Secara keseluruhan, SIKD memberikan dampak positif terhadap modernisasi dan digitalisasi pengelolaan arsip, sekaligus mendukung pemerintahan berbasis elektronik yang lebih akuntabel. Kata kunci: Arsip inaktif, SIKD, pengelolaan arsip, sistem informasi kearsipan, kearsipan digital, ANRI, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah
Penyusutan Arsip Inaktif Di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah (Studi Kasus: Pengaruh Penggunaan Microsoft Excel) Kusuma, Arenda Adya; Indrahti, Sri Indrahti
Information Science and Library Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v6i2.13188

Abstract

Manajemen arsip dinamis inaktif di lingkungan pemerintah memerlukan sistem penataan yang efisien untuk menjamin akuntabilitas dan layanan publik. Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan volume arsip yang tinggi di tengah masa transisi menuju implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) yang utuh. Akibatnya, Microsoft Excel diadopsi sebagai alat bantu pencatatan dan pelacakan arsip. Penelitian ini didorong oleh hipotesis bahwa kemudahan penggunaan (usability) Excel menjadi faktor kunci yang mempengaruhi efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan Microsoft Excel dalam penataan arsip dinamis inaktif dan menganalisis pengaruh kemudahan penggunaannya terhadap kecepatan dan akurasi proses temu kembali arsip. Ditemukan bahwa penggunaan fitur Filter dan Search pada Excel secara signifikan mengurangi waktu temu kembali arsip, meningkatkan efisiensi waktu hingga 60% dibandingkan metode manual. Kemudahan dalam penginputan dan modifikasi data (aspek user-friendliness) menjadikan Excel solusi cepat yang diterima baik oleh staf. Namun, terdapat kelemahan krusial terkait standarisasi data, kerentanan keamanan file, dan ketidakmampuan Excel dalam memfasilitasi Jadwal Retensi Arsip (JRA) yang sesuai dengan Undang-Undang Kearsipan. Microsoft Excel terbukti efektif sebagai alat bantu yang cepat dan mudah digunakan untuk temu kembali arsip inaktif, tetapi tidak memadai sebagai sistem kearsipan permanen. Rekomendasi mendesak adalah transisi penuh ke SIKD dengan tetap menjadikan Excel sebagai buffer data sementara yang terstandardisasi. Kata kunci: Arsip Dinamis Inaktif, Microsoft Excel, Temu Kembali Arsip, Kemudahan Penggunaan, Biro Umum   The management of inactive dynamic archives within government institutions requires an efficient organizational system to ensure accountability and public service. The General Bureau of the Regional Secretariat of Central Java Province faces challenges due to the high volume of archives amidst the transition toward the full implementation of the Dynamic Archival Information System (SIKD). As a result, Microsoft Excel has been adopted as an auxiliary tool for recording and tracking archives. This study is driven by the hypothesis that the ease of use (usability) of Excel is a key factor influencing work efficiency. The study aims to describe the process of using Microsoft Excel in organizing inactive dynamic archives and to analyze the impact of its ease of use on the speed and accuracy of archive retrieval processes. It was found that the use of Excel's Filter and Search features significantly reduces archive retrieval time, increasing time efficiency by up to 60% compared to manual methods. The ease of data entry and modification (user-friendliness aspect) makes Excel a quick solution well accepted by staff. However, there are critical weaknesses related to data standardization, file security vulnerabilities, and Excel's inability to facilitate an Archive Retention Schedule (JRA) in accordance with the Archival Law. Microsoft Excel has proven effective as a quick and easy tool for retrieving inactive archives, but it is not adequate as a permanent archival system. The urgent recommendation is a full transition to SIKD while still using Excel as a standardized temporary data buffer. Keywords: inactive dynamic records, Microsoft Excel, records retrieval, SIKD, archival management