cover
Contact Name
Rani Anggraeni
Contact Email
rani.anggraeni34@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsahid21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. DR. Soepomo No.84, RT.7/RW.1, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Industri Pariwisata
ISSN : -     EISSN : 26209322     DOI : https://doi.org/10.36441/pariwisata.v3i1
Articles published on Jurnal Industri Pariwisata are based on research. This journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Sahid which is published twice every year. This journal is intended as one of the media in terms of publishing the results of research activities of academics who are interested in the field of tourism such as Culinary and Shopping Tour, Cultural Heritage, History and Religion, Marine Tourism, Eco-tourism, Adventure Tour, Countryside Tour, MICE, and also Halal Tourism
Articles 272 Documents
PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF PANTAI PASIR PUTIH WATES KABUPATEN REMBANG MELALUI STARTEGI PENCILS Faissah, Arini; Prima Kharismaputra, Aulia
Jurnal Industri Parawisata Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2025
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v8i1.2970

Abstract

Pantai Pasir Putih Wates Rembang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Rembang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Citra yang baik suatu organisasi berperan penting dalam memperkuat reputasi dan meningkatkan daya saingnya di tengah masyarakat. Sebaliknya, jika citra yang terbentuk negatif, maka nama organisasi tersebut pun akan terdampak buruk. Humas memegang peran penting dalam menentukan arah perkembangan dan keberlangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas dalam meningkatkan citra positif pantai tersebut, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi upaya yang dilakukan dalam mengatasi tantangan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi humas yang diterapkan meliputi tujuh aspek utama, yaitu publications, event, news, community involvement, social responbility, inform or image, dan lobbying and negotiation. Kendala yang ditemukan mencakup persaingan destinasi wisata, keterbatasan SDM, minimnya inovasi, dan isu lingkungan. Meski demikian, pengelola terus berinovasi melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan, optimalisasi sumber daya manusia, menerima kritik, optimalisasi event, dan evaluasi rutin.
PEMBUDIDAYAAN LELE ORGANIK SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER KAMPUNG WISATA SATUPAM, TANGERANG SELATAN Carlo Marcellino Dolang, Jonathan; Claresta, Annabel Carlene; Selbyanto Suleman, Sean; Lorencius, Jasson; Setiawan, Budi
Jurnal Industri Parawisata Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2025
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v8i1.2971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pembudidayaan lele organik sebagai daya tarik wisata kuliner berkelanjutan di Kampung Wisata Satupam, Tangerang Selatan, serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini membahas integrasi antara budidaya lele organik dengan wisata kuliner berkelanjutan sebagai model inovatif dalam pengembangan Kampung Wisata berbasis Community-Based Tourism (CBT). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budidaya lele organik berbasis pakan maggot dari limbah rumah tangga dengan kegiatan wisata kuliner berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, pengurangan limbah, serta edukasi pengunjung mengenai pangan sehat dan berkelanjutan. Model ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata secara menyeluruh. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan akses pasar dan promosi digital masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan model serupa di daerah lain.