Jurnal Industri Pariwisata
Articles published on Jurnal Industri Pariwisata are based on research. This journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Sahid which is published twice every year. This journal is intended as one of the media in terms of publishing the results of research activities of academics who are interested in the field of tourism such as Culinary and Shopping Tour, Cultural Heritage, History and Religion, Marine Tourism, Eco-tourism, Adventure Tour, Countryside Tour, MICE, and also Halal Tourism
Articles
272 Documents
PENGARUH DINING ATMOSPHERE DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN D’ANCLOM
Adiatma, Dani;
Rukma, Deden Firman Syuyaman;
Juniarifa, Tiara
Jurnal Industri Parawisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2023
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v5i2.1424
Berlokasi di Jalan Cimanuk No 38,Garut. D’Anclom memiliki lokasi yang strategis. Penelitian yang dibuat bermaksud untuk mengetahui pengaruh dari variabel dining atmosphere dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Data dalam penelitian didapatkan melalui internet, rujukan artikel dan kuesioner yang disebar melalui link Google form. Setelah melakukan beberapa uji dalam aplikasi SPSS, data menunjukkan jika dining atmosphere dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hasil uji tersebut menjadikan para konsumen D’Anclom datang secara berulang (langganan), karena unsur yang terkandung dalam kedua variabel saling memiliki hubungan untuk keberlangsungan usaha satu ini.
PENERAPAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BURAI
Fifiyanti, Debby;
Taufiq, Muhammad Luqman;
Ermawati, Kris Cahyani
Jurnal Industri Parawisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2023
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v5i2.1425
Desa wisata merupakan salah satu bentuk pengembangan destinasi wisata yang dianggap mampu menarik masyarakat lokal untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan menggali potensi wisata yang ada pada suatu desa. Selain itu pengembangan suatu desa wisata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penerapan konsep Community Based Tourism (CBT) untuk mencapai pengelolahan destinasi wisata secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung dan menggunakan platform media online, observasi, dan dokumentasi. Identifikasi penerapan konsep Community Based Tourism (CBT) dengan tiga tahapan yakni  mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan destinasi wisata di Desa Burai, Ogan Ilir berawal dari inisiatif masyarakat lokal yang disebut dengan local hero yang kemudian mengajak masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dalam mengembangkan desa wisata dan menggali potensi wisata yang ada, membentuk lembaga atau kelompok masyarakat untuk mengelolah destinasi wisata, melakukan kegiatan konservasi lingkungan dan membuat beberapa usaha masyarakat lokal.
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM PEDAGANG MUSLIM PADA DESTINASI WISATA PANTAI LOMBANG
Rahmawati, Dyah Ayu;
Faraby, Muhammad Ersya
Jurnal Industri Parawisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2023
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v5i2.1426
Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan etika bisnis Islam pedagang muslim pada destinasi wisata Pantai Lombang di Kabupaten Sumenep. Hal ini menjadi salah satu alasan peneliti tertarik untuk meneliti lebih mendalam mengenai penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam pedagang muslim pada destinasi wisata Pantai Lombang di Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adaldah pelaku usaha pedagang muslim destinasi wisata pantai Lombang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, lalu untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian yaitu di Pantai Lombang di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etika bisnis Islam pedagang muslim pada destinasi wisata pantai Lombang.
ANALISIS IMPLEMENTASI ECOLOGICAL GREEN MARKETING DI WORK COFFEE INDONESIA
Shalsabilla, Meylinda Rossiana;
Alam, Syah;
Candella, Yokkeu Hanna;
Andari, Rini
Jurnal Industri Parawisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2023
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v5i2.1427
Marketing tidak hanya diperlakukan sebagai penjahat utama karena peran nya dalam merangsang permintaan dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, tetapi juga sebagai penyelamat lingkungan yang potensial melalui penerapan mekanisme pasar yang mengatasi masalah lingkungan yang dikenal sebagai “Green Marketingâ€. Work Coffee Indonesia adalah sebuah Coffee shop yang sudah terkenal di Kota Bandung dan merupakan salah satu pelopor Coffee shop yang melaksanakan Green Marketing. Untuk itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana implementasi green marketing yang dilaksanakan pada Work Coffee Indonesia di Kota Bandung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada pengelola dari Work Coffee Indonesia. Hingga akhirnya didapati bahwa Work Coffee Indonesia menerapkan konsep green marketing sejak pertama kali berdiri. Dengan slogan “Less Waste, More Coffee†serta â€Zero Plastic†yang diimplementasikan dengan mengganti semua alat makan dan minum yang terbuat dari plastik sekali pakai, menajdi bahan yang bisa digunakan kembali. Selain itu, mereka juga mengolah sampah organik menjadi pupuk. Hal ini membuktikan bahwa mereka serius terhadap penerapan green marketing dan tentunya peduli terhadap lingkungan.
STUDI IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL PADA PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA, DESA BUDO, KABUPATEN MINAHASA UTARA
Towoliu, Benny Irwan;
Mandulangi, Jufrina;
Wenas, Pearl Loesye;
Bawole, Merryany
Jurnal Industri Parawisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2023
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v5i2.1428
Sebelum bahkan setelah melewati waktu yang panjang dengan adanya pandemi Covid-19, industri pariwisata masih tetap menjadi andalan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di seluruh Indonesia. Pemicu utamanya adalah dukungan dari pemerintah Indonesia yang menetapkan pariwisata sebagai leading sector, dimana wisata desa menjadi andalan dari daerah untuk bisa tumbuh dan berkembang, menopang pariwisata secara nasional. Namun, tampaknya kecepatan pembangunan wisata desa tidak berbanding lurus dengan kemampuan masyarakat untuk mempertahankan identitas lokal agar tetap eksis. Kasus penelitian ini adalah di salah satu desa yang masuk dalam anugerah desa wisata, desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara. Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakat desa dalam mengimplementasikan identitas lokal dalam pengembangan fasilitas wisata. Metode yang digunakan bersifat deskriptif melalui survei, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat belum memahami peran identitas sosial budaya lokal dalam mengembangkan fasilitas wisata, dan umumnya hanya berdasarkan apriori atau firasat saja.Â
KULINER LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK KOTA MALANG
Prabowo, Ivy Dian Puspitasari;
Lestariningsih, Titin;
Mau, Daniel Pandu
Jurnal Industri Parawisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2024
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1476
Perkembangan kuliner Indonesia terus berubah dengan hidangan yang semakin unik dan nikmat. Industri kuliner lokal semakin tergeser. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kuliner khas kota Malang yang menjadi daya tarik wisata. Menjamurnya bisnis kuliner yaitu: restoran, kafe dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Koridor Jalan Sukarno Hatta Malang, menambah kota ini tidak ada sepinya siang malam ramai. Jenis penelitian kualitatf dengan pendekatan literatur review. Pengumpulan data melalui penelusuran situs Google, Google Scholar, Researchgate, Simantic, neliti. Hasil penelitian menunjukkan kuliner lokal menjadi daya tarik wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat sudah seharusnya bersama-sama bersinergitas dan kolaborasi dalam meningkatkan brand kota kuliner sebagai kota kuliner dengan mengadakan event – event yang dapat menarik, wisatawan menikmati sajian kuliner kas Malang. Melestarikan makanan lokal yang menjadi khas Malang. Menata dan memberikan ruang bagi pelaku usaha bisnis kuliner sehingga dapat dengan mudah para wisatawan menemukan makanan dan minuman khas lokal Malang.
STUDI PENDAHULUAN DAYA SAING WISATA LOKAL: HYGIENE DAN SANITASI DI KAWASAN WISATA KULINER GLODOK
Rahmawati, Rahmawati;
Andiyana, Yandi
Jurnal Industri Parawisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2024
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1483
Tujuan penelitian ini adalah sebagai studi pendahuluan untuk mempelajari kondisi higiene dan sanitasi di rumah makan kawasan wisata kuliner Glodok. Penelitian dilakukan dengan metode observasi terhadap sepuluh rumah makan (RM1-RM10) dan wawancara penjamah makanan dengan mengacu pada Pedoman Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran (KMK 1098/2003). Penilaian dilakukan secara parsial terhadap variabel A (Lokasi dan Bangunan) hingga variabel I (Tenaga Kerja) sesuai formulir penilaian KMK 1098/2003. Uji mikrobiologi juga dilakukan terhadap sampel makanan dan minuman untuk mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli dengan metode Most Probable Number (MPN). Hasil observasi dan wawancara menunjukkan tingkat mutu/laik higiene sanitasi RM1-RM10 di bawah skor minimal 700 menurut KMK 1098/2003. Hasil uji mikrobiologi menunjukkan keberadaan bakteri E. coli di salah satu sampel makanan dan minuman. Dari penilaian terhadap variabel yang diteliti, variabel D (dapur, ruang makan dan gudang bahan), H (peralatan) dan I (tenaga kerja) merupakan variabel dengan skor terendah yang dapat dijadikan fokus perbaikan dan penelitian lanjutan tingkat laik higiene sanitasi sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing pariwisata sesuai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025.
ANALISIS PENERAPAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DI DESA WISATA MEKARSARI, KABUPATEN BANDUNG
Suhaimi, Sanna Nadia;
Putri, Titania Athaya;
Harahap, Agustian;
Furqan, Alhilal
Jurnal Industri Parawisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2024
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1555
Community-Based Tourism (CBT) merupakan konsep yang diarahkan untuk diterapkan pada Desa Mekarsari untuk pengembangan desa wisatanya, karena kegiatannya yang mendukung cara hidup masyarakat lokal dan upaya mereka untuk mencapai kesejahteraan. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji implementasi CBT di desa ini sehingga dapat memberikan wawasan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi lapangan dan wawancara dengan Staff Pelayanan Kantor Desa, Ketua Desa, Penggiat Pemuda dan Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Mekarsari, dimana data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan interpretatif. Temuan menunjukkan bahwa CBT di Desa Wisata Mekarsari masih dalam tahap pengembangan dan memiliki potensi yang baik dengan keberagaman alam dan komoditas unggulan seperti teh, kopi, dan susu sapi. Namun, terdapat hambatan dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya kerja sama antara pengelola objek wisata dan pemangku kepentingan. Untuk mengatasi ini, diperlukan investasi dalam pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat serta membangun kemitraan antara pemangku kepentingan untuk mencapai pertumbuhan pariwisata yang optimal dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM SANTOSA SEBAGAI EKOWISATA DI KABUPATEN BANDUNG
Irmansyah, Ogie Martua;
Maryani, Enok
Jurnal Industri Parawisata Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2024
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1566
Pariwisata saat ini dikembangkan dan diarahkan pada upaya dalam pelestarian lingkungan, sehingga hal tersebut bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah maupun mempertahankan atau menjaga kualitas lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengembangan destinasi wisata Alam Santosa sebagai Ekowisata di Kabupaten Bandung. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta  dokumentasi. Teknik Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil dalam penelitian ini bahwa destinasi wisata Alam Santosa memiliki potensi yang dapat menjadikan daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Bandung. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa adanya kekuatan (Strength) pada destinasi tersebut memiliki 4 faktor kekuatan, adanya kelemahan (Weakness) yang terdiri dari 3 faktor kelemahan, adanya peluang (Opportunity) yang terdiri dari 3 faktor dan adanya ancaman (Threats) dalam destinasi wisata tersebut yang terdiri dari 2 faktor ancaman. Hasil dari analisis SWOT tersebut, dirumuskan alternatif strategi dalam pengembangan destinasi wisata Alam Santosa yang terdiri dari 4 alternatif Strategi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan serta melestarikan alam di kawasan Alam Santosa.
UPAYA KONSERVASI ELANG JAWA SEBAGAI SARANA WISATA EDUKASI DI KAWASAN KAMOJANG GARUT JAWA BARAT
Suminar, Delia Dwiana;
Maryani, Enok
Jurnal Industri Parawisata Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2024
Publisher : Universitas Sahid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36441/pariwisata.v7i1.1592
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya konservasi elang jawa sebagai sarana wisata edukasi di Kamojang Garut Jawa Barat sebagai salah satu hewan endemik, spesies ini hewan yang menghadapi risiko kepunahan karna berkurangnya habitat serta adanya perburuan liar. Elang jawa satwa terancam punah dalam Buku Data Merah. Upaya alternatif dilakukan demi mencegah elang jawa berakhir tragis seperti burung-burung yang terlanjur punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah program penyelamatan dan rehabilitasi elang jawa di pusat konservasi elang kamojang. Metode pengambilan data Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan survei dan didukung kajian literatur, menggunakan dua jenis data, yaitu data primer berdasarkan wawancara langsung dan data sekunder melalui petugas di Pusat Konservasi Elang Kamojang Garut Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan elang jawa merupakan mascot lambang NKRI, yaitu Burung Garuda, saat ini sedang berada diambang kepunahan. Rehabilitasi elang tidak semudah yang kita bayangkan, karena dalam proses rehabilitasi tidak semua elang tersebut dapat dilepas liarkan kembali. Sudah seharusnya kita menumbuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga pelestarian satwa Indonesia, salah satuya elang jawa. Pariwisata ekowisata berbasis edukasi di Pusat Konservasi Elang Jawa Kamojang Garut Jawabarat dapat di jadikan sebagai sarana pariwisata ekowisata berbasis edukasi.