cover
Contact Name
Sugiarto Sumas
Contact Email
jurnalbinaker@gmail.com
Phone
+62811971274
Journal Mail Official
jurnalbinaker@gmail.com
Editorial Address
Komp Harapan Baru Taman Bunga Blok A5 No 2 Harjamukti Cimanggis
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bina Ketenagakerjaan
ISSN : 2746752X     EISSN : 27236412     DOI : -
Jurnal Bina Ketenagakerjaan diterbitkan oleh Pusdiklat SDM Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI. JBK diterbitkan dua kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. JBK diharapkan mampu menerbitkan artikel-artikel yang berkaitan dengan bidang ketenagakerjaan yang kredibel dan terpercaya, sehingga mampu memberikan wawasan bagi perkembangan ketenagakerjaan. setiap naskah yang diterima oleh dewan editor akan melalui tahap pemeriksaan awal dan selanjutnya naskah akan direview oleh mitra bestari (reviewer) yang sesuai dengan bidang keahliannya. Ruang lingkup kajian yang diterbitkan pada jurnal JBK meliputi aspek: Pelatihan dan produktivitas Cipta Lapangan Kerja Hubungan Industrial Pengawasan Ketenagakerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia Kewirausahaan Manajemen Pengetahuan dan Organisasi Pembelajaran
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Peran Online Knowledge Sharing dalam Mengembangkan Kompetensi Widyaiswara Pada Normal Baru Alfiah
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru menuntut ASN lebih siap dalam menghadapi tantangan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) yang diwarnai dengan kompleksitas dan perubahan yang cepat. ASN sebagai salah satu aset dalam membangun birokrasi yang gesit tentu perlu mentransformasi diri baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pengembangan kompetensi yang berbasis pengetahuan menjadi salah satu syarat utama bagi Widyaiswara untuk dapat menghasilkan aparatur yang profesional di bidangnya. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana peran online knowledge sharing dalam mengembangkan kompetensi Widyaiswara pada adaptasi kebiasaan baru. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa Online knowledge sharing berperan sebagai salah satu sarana dalam mengembangkan kompetensi dan pengalaman widyaiswara pada adaptasi kebiasaan baru. Online knowledge sharing dapat membantu efisiensi anggaran pada organisasi, meskipun di sisi lain kelemahannya yaitu terkait dengan infrastruktur jaringan, kemampuan widyaiswara dalam mengakses teknologi dan gadget yang memadai. Saran yang dapat diberikan yaitu lembaga pelatihan perlu memfasilitasi adanya online knowledge sharing seperti webinar maupun pelatihan online yang terkait dengan pembelajaran, pengembangan profesi, pengalaman maupun isu aktual terkait widyaiswara baik internal maupun lintas organisasi sekaligus menyediakan infrastruktur jaringan dan gadget yang memadai
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Penyesuaian Diri Saat Krisis Pandemi Covid-19 Talenta Workshop Program Millennial Job Center (MJC) Pusponurani Tri Rahayu
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Millennial Job Center (MJC) sebagai program terobosan baru yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2019, dalam upaya menekan angka pengangguran dengan meningkatkan jumlah lapangan kerja, terutama dalam menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0 serta munculnya tren gig economy. Millennial Job Center (MJC) sebagai wadah pengembangan karir generasi millennial yang dipersiapkan menjadi sebuah ekosistem untuk mempertemukan informasi dan jejaring di antara talenta – mentor – klien, sehingga tercipta peluang project/pekerjaan bagi para freelancer dan gig worker di Jawa Timur. Sesuai visi kebijakan pembangunan dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2024 yaitu terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif Melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong. Hal tersebut tertuang dalam program kerja Nawa Bhakti Satya pada Bhakti-2 Jatim Kerja, yaitu memperluas lapangan pekerjaan dan membangun keunggulan ekonomi, salah satunya adalah melalui Program Millennial Job Center (MJC). Sejalan dengan program tersebut, pada tahun 2020 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pengembangan Kapasitas SDM Pelaksana dan Mentor Millennial Job Center (MJC) melalui Workshop Orientasi Dunia Kerja Millennial dalam Penyiapan Kompetensi Talenta Program Millennial Job Center (MJC) pada Platform Keahlian Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap penyesuaian diri saat krisis pandemi Covid-19 pada talenta Workshop Program Millennial Job Center (MJC). Millennial Job Center (MJC) was a breakthrough program initiated by the East Java Province Government back in 2019, MJC aimed to decrease unemployment rate by increasing job opportunity, especially to face the fourth industrial revolution(industry 4.0) competition and the the gig economy era. As a career development forum for the millennial generations, MJC is prepared to be an ecosystem to bring together information and networking among talents – mentors – clients, and create project/job opportunities for freelancers and gig workers in East Java. In line with RPJMD public policy visions in the East Java Province 2019-2024, to make Equitable, Prosperous, Noble and Moral of East Java society with Inclusive Participatory Governance through Collaborative Work and Mutual Cooperation. Those visions stated through Nawa Bhakti Satya Program at Bhakti-2 Jatim Kerja, namely expanding job opportunities and good economic growth, thus are held through MJC Program. In line with this program, in 2020 the Department of Manpower and Transmigration of East Java Province held a workshop training which named the Development of Human Capital for Talents and Mentors of MJC through an Orientation Workshop of Millennial World to Prepare Competency of MJC Talent on a New Skills Platform. This study aimed to know how emotional intelligence impact to adaptability of MJC talent in pandemic COVID-19.
Pekerja Lansia di Sektor Informal Tahun 2020 Dodi Satriawan
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan di bidang kesehatan yang sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup berdampak pula pada meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia. Struktur penduduk tua diproyeksikan akan dicapai Indonesia mulai tahun 2023. Banyaknya lansia yang masih bekerja dapat menunjukkan bahwa lansia masih mampu aktif di pasar kerja. Pada tahun 2020, 1 dari 2 lansia masih bekerja di usia tuanya. Realitanya masih banyak lansia yang bekerja untuk mencari nafkah, bahkan harus menjadi tulang punggung keluarga. Para lansia yang terpaksa harus bekerja biasanya hanya dapat tertampung di sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi sosial ekonomi dan demogafis lansia yang bekerja di sektor informal. Penelitian ini menggunakan data Susenas 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,42 persen lansia bekerja, dan diantara lansia yang bekerja tersebut 82,11 persen bekerja di sektor informal. Lansia yang bekerja di sektor informal lebih banyak di perdesaan, berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah, dan berada pada rumah tangga dengan status ekonomi rendah. Improvements in the health sector have an impact on increasing life expectancy. The old population structure is projected to occur in Indonesia by 2023. Many elderly people who are still working can prove that they can still be active in the labor market. In 2020, 1 of 2 elderly people still work in their old age. However, the reality is that there are still many elderly people who work to make a living, even having to become the backbone of the family. The elderly who have to work usually can only be accommodated in the informal sector. This study discusses the socio-economic and demographic aspects of the elderly who work in the informal sector. This study uses 2020 Susenas data. The results showed that 49,42 percent of the elderly worked, and among the working elderly, 82,11 percent worked in the informal sector. Elderly people who work in the informal sector are more in rural areas, female sex, low education level, and in households with low economic status.
Implementasi Informasi Pasar Kerja Online Dalam Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (Kasus Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman) M Cahyohadi Soelarto
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi pasar kerja sebagai bagian dari sistem pelayanan antar kerja mempunyai peran yang sangat penting sebagai upaya untuk mengurangi pengangguran. Penelitian ini mencoba menganalisis beberapa permasalahan mengenai implementasi informasi pasar kerja online di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis implementasi di lapangan berdasarkan data primer, data sekunder serta wawancara untuk menggali informasi secara indepth. Secara umum implementasi pasar kerja online belum terlaksana secara efektif. Dengan menggunakan 3 indikator dan 6 parameter, hasil analisis menunjukkan bahwa belum terlaksananya secara efektif disebabkan faktor teknis dan non teknis. Keberpihakan pimpinan untuk memberikan pelayanan prima khususnya kepada pencari kerja, diwujudkan dengan adanya dukungan berupa regulasi dan sarana prasarana. Namun demikian dalam implementasi di lapangan masih terdapat beberapa kendala. Sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas implementasi informasi pasar kerja online, beberapa saran dapat dilakukan mencakup pelaksanaan sosialisasi terkait keberadaan informasi pasar kerja online, memaksimalkan peran pengantar kerja atau petugas antar kerja, serta perlunya perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang menangani pelayanan penempatan tenaga kerja kedepan. Job market information as part of the inter-employment service system has a very important role as an effort to reduce unemployment. This study tried to analyze several problems regarding the implementation of online job market information in the Sleman Regency Labor Office. Descriptive methods are used to analyze implementations in the field based on primary data, secondary data and interviews to explore information indepth. In general, the implementation of the online job market has not been carried out effectively. Using 3 indicators and 6 parameters, the results of the analysis showed that it has not been implemented effectively due to technical and non-technical factors. The leadership's partiality to provide excellent services, especially to job seekers, is realized by the support of regulations and infrastructure. However, in the implementation in the field there are still some obstacles. As an effort to improve the effectiveness of the implementation of online job market information, some suggestions can be made including the implementation of socialization related to the existence of online job market information, maximizing the role of interworking workers or officers, as well as the need to plan the needs of human resources that handle the placement services of the workforce in the future.
Kebijakan Balai Latihan Kerja dalam Usaha Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus di Kabupaten Sleman) Muhammad Nur
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan fungsi sekaligus kendala BLK Kabupaten Sleman dalam peningkatan mutu pekerja pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa hukum normatif empiris. Sumber data terdiri dari primer dan sekunder. Menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka dan studi lapangan. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukan bahwa peran dan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sleman dalam peningkatan kualitas tenaga kerja pada masa Pandemi COVID-19 tetap dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi BLK yaitu melakukan kegiatan teknis operasional dan kegiatan teknis penunjang di bidang pelatihan kerja dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Kendala dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang ada di BLK Kabupaten Sleman, dana yang tersedia untuk pelatihan terbagi untuk penanganan COVID-19, waktu pelatihan yang sangat singkat, adanya aturan kesehatan yang membatasi instruktur dan peserta pelatihan untuk melakukan kontak fisik dan larangan berkerumun dengan jumlah yang banyak. Solusi untuk menghadapi kendala yang ada antara lain peningkatan kerjasama antara BLK dengan pihak-pihak lain seperti dinas Kesehatan, Kepolisian dan BKAD Kabupaten Sleman, penambahan fasilitas pelatihan, mengupayakan untuk memperpanjang masa pelatihan, penguatan kualitas instruktur dan tenaga pelatihan khususnya dalam pengembangan kurikulum, metode pelatihan berbasis online, dan integrasi psroses pelatihan dan penempatan, memperkuat sinergi industri UMKM dan kampanye pelatihan kerja dan BLK yang masif. Pelatihan diarahkan pada sektor prioritas (manufaktur, pariwisata dan pertanian) penerapan fungsi peningkatan produktivitas di BLK UPTP dan UPTD.
Asesmen Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi dan Sistem Pengambilan Keputusan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Jojok Widodo Soetjipto
Jurnal Bina Ketenagakerjaan Vol 2 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : PPSDM Ketenagakerjaan Kemnaker RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih mendominasi dibanding industri lain. Hal ini berdampak terhadap program pemerintah dalam mewujudkan SDGs bidang ketenagakerjaan. Berbagai penelitian tentang K3 sudah dilakukan tetapi masih memiliki kelemahan yang harus disempurnakan agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan K3. Salah satu metode yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan ini adalah metode Fault Tree Analysis (FTA) karena metode ini selain dapat menentukan faktor penyebab kecelakaan juga dapat memperkirakan probabilitas kejadiannya. Pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan pengamatan serta pencatatan data K3 pada proyek konstruksi pekerjaan jalan. Variabel yang digunakan diperoleh dari studi literatur dan Job Safety Analysis (JSA) yang dikonfirmasi kepada responden serta hasil pengamatan di lapangan yaitu faktor manajemen K3, unsafe condition, dan unsafe action. Metode FTA berhasil memprediksi probabilitas kegagalan pelaksanaan K3 pada proyek tersebut sebesar 0.3323 dengan kontribusi terbesar diperoleh dari variabel unsafe condition diikuti faktor manajemen K3 dan unsafe action. Untuk membuktikan keandalan model ini dilakukan validasi terhadap luaran model FTA dengan mendeskripsikan data kecelakaan yang terekam baik kuantitas maupun kategorinya. Untuk mencari besaran kontribusi setiap variabel dilakukan skenario model dan diperoleh hasil bahwa unsafe condition memiliki kontribusi terbesar diikuti manajemen K3 dan unsafe action dengan nilai masing-masing 0.0624, 0.0593 dan 0.0468. Model FTA juga dapat dikembangkan menjadi konsep DSS dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Page 2 of 2 | Total Record : 16