cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Gambaran Karakteristik Penggunaan Krim Pemutih pada Ibu Hamil di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Wajuanna, Besse Rafiqah Andi; Arman; Hasriwiani Habo Abbas
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.155

Abstract

Angka kejadian efek samping kosmetik cukup tinggi di Indonesia, terbukti selalu dijumpainya kasus efek samping penggunaan kosmetik. Ibu hamil di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar mayoritas masih menggunakan krim pemutih pada masa kehamilan yang diketahui dapat menimbulkan efek, baik jangka pendek maupun jangka panjang bagi ibu hamil sendiri bahkan bayi yang ada di dalam kandungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik penggunaan krim pemutih pada ibu hamil. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu hamil pengguna krim pemutih dengan usia kandungan trimester 3 di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar, dengan total sampel sebanyak 40 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan, umur ibu hamil pengguna krim pemutih mayoritas berumur 24-25 tahun sebanyak 25%, usia kandungan ibu hamil mayoritas 9 bulan sebanyak 77.5%, frekuensi penggunaan krim mayoritas ≥ 2 kali sehari sebanyak 52.5%, volume krim yang digunakan mayoritas <30 gram sebanyak 40%, mayoritas ibu hamil menggunakan krim selama 24 bulan sebanyak 35.0%, efek penggunaan krim yang dialami oleh ibu hamil mayoritas berdampak positif sebanyak 25%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa umur ibu hamil dari total 40 responden, mayoritas ibu hamil berumur ≤ 30 tahun sebanyak 28 (70%), mayoritas usia kandungan 9 bulan sebanyak 31 (77.5%), frekuensi pemakaian krim mayoritas menggunakan krim ≥ 2 kali sehari sebanyak 25 (62.5%), mayoritas volume krim 30 gram sebanyak 16 (40%), mayoritas ibu hamil menggunakan krim selama 24 bulan sebanyak 23 (57.5%), efek penggunaan krim yang dialami mayoritas berdampak positif sebanyak 10 (25%). Disarankan untuk ibu hamil agar lebih berhati-hati memilih kosmetik pemutih yang akan digunakan
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup ODHIV di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Makassar Rosnaini; Gobel, Fatmah Afrianty; Multazam, Andi
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.158

Abstract

Peningkatan kasus HIV/AIDS tidak terlepas dari adanya stigma dan diskriminasi pada pengidap yang dapat menjadi penghalang utama terhadap pencegahan, pengobatan, dan akses terkait layanan kesehatan. Berdasarkan data YPKDS, kota Makassar menduduki peringkat pertama jumlah kasus HIV/AIDS sebanyak 2885 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup ODHIV. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua pasangan positif HIV sebanyak 43 responden dengan teknik sampling jenuh. Metode analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan menggunkan uji statistik chi-square, serta analisis multivariat untuk melihat dukungan yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV dengan menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV adalah dukungan keluarga (p = 0,010 dan OR = 7,280), dukungan teman (non ODHIV) (p = 0,010), dan dukungan kelompok sebaya (p = 0,028) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu dukungan pasangan (p = 255). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga, teman dan kelompok sebaya merupakan variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV dan dukungan keluarga merupakan variabel yang paling mendukung sebanyak 7,280 kali terhadap kualitas hidup ODHIV di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Makassar. Saran dari penelitian ini yaitu tidak melakukan stigma dan diskriminasi kepada ODHIV, melainkan memberikan dukungan kepada mereka agar tetap semangat karena yang perlu dihindari bukan orangnya tetapi virusnya dan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya penularan HIV.
Faktor Risiko Penularan HIV pada Pasangan Serodiscordant di Yayasan Dukungan Kelompok Dukungan Sebaya Makassar Mia Riani; Gobel, Fatmah Afrianty; Nurlinda, Andi
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.159

Abstract

Pasangan serodiscordant merupakan kelompok berisiko tinggi tertular HIV. Berdasarkan data dari Yayasan Peduli Dukungan Sebaya (YPKDS), Kota Makassar menduduki peringkat pertama jumlah kasus HIV dengan jumlah 2885 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko penularan HIV pada pasangan serodiscordant. Jenis penelitiain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini yaitu semua pasangan serodiscordant dan pasangan HIV positif sebanyak 40 responden, dengan teknik sampling jenuh. Motode analisis data dalam penelitiain ini terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variable, Analisis bivariat dilakukan untuk menganilisis variabel independen yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel dependen dengan menggunakan uji Chi Square (continuity correction) dan perhitungan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan faktor risiko penularan HIV pada pasangan serodiscordant di YPKDS Kota Makassar adalah penggunaan kondom (p=0,043) dan OR 0,176 (95%=0,039-0,0797) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu kepatuhan ARV (1,000) dan OR 1,000 (95%=0,273-3,667) dan penggunaan Profilaksis Pra Panajanan (p=0,480) dan OR 0,464 (95%=0,111-1,940). Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan kondom merupakan faktor protektif (melindungi) terhadap penularan HIV kepada pasangan serodiscordant. Saran dalam penelitian ini untuk pasangan Serodiscordant dalam melakukan hubungan seksual harus menggunakan kondom untuk mengurangi risiko penularan HIV pada pasangannya yang berstatus HIV negatif.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Penjahit Pasar Sentral Bulukumba Innah, Mutma; Muhammad Khidri Alwi; Fatmah Afrianty Gobel; Abbas, Hasriwiani Habo
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.160

Abstract

Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di Pasar Sentral Bulukumba tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dimulai pada tanggal 17 April sampai tanggal 17 Mei 2020 terhadap 30 penjahit sebagai sampel yang diambil dengan cara teknik exhaustive sampling. Teknik pengukuran kelelahan kerja menggunakan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja sedangkan untuk pengukuran beban kerja menggunakan kuesioner beban kerja. Analisis data dengan menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 12 penjahit (40.0%) mengalami kelelahan dan 18 penjahit (60.0%) tidak mengalami kelelahan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan masa kerja (p=0.403), lama kerja (p=0.367), beban kerja (p=0.187) sedangkan indeks massa tubuh (p=0.006) ada hubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di Pasar Sentral Bulukumba tahun 2020. Sarannya adalah menerapkan sikap kerja tubuh yang baik serta melakukan istirahat kerja, menyesuaikan kemampuan fisik dan menjaga pola makan setiap harinya agar dapat meminmalisir terjadinya kelelahan kerja
Kerupuk Singkong Ebi Biji Labu Kuning terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Soppeng Hernianti; Nurlinda, Andi; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.163

Abstract

Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan sejahtera jasmani, mental, sosial dan spiritual kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan pernyakit dan kecacatan (WHO 2013). Pola tidur yang baik dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas tidur itu sendiri. Gangguan tidur yang paling sering dialami oleh mahasiswa seperti insomnia, narkolepsi, hipersomnia, dan obstruktif henti nafas saat tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kebugaran dan kualitas tidur pada mahasiswa soppeng dengan menyamakan sampel agar homogen dengan kriteria inklusi dan eksklusi lalu menggunakan randm dalam penempatan group. Sampel ditarik dari populasi dengan cara mengambil mahasiswa yang memiliki karakteristik yang sesuai karakteristik inklusi dan eksklusi sehingga dimilikilah pencarian sampel berjumlah 30 orang. Jenis penelitian ini menggunakan Experiment Research dengan rancangan penelitian eksperimen murni (True Experimental). Metode analisis data menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat kolerasi uji T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre-test kategori baik sebanyak 5 mahasiswa (33%), kategori buruk sebanyak 10 mahasiswa (67%) sedangkan pada tahap post test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 9 mahasiswa (60%), kategori buruk sebanyak 6 mahasiswa (40%). Pada kelompok control pada tahap pre test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 3 mahasiswa (20%), kategori buruk sebanyak 12 mahasiswa (80%) sedangkan pada tahap post test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 5 orang (33%) kategori buruk 10 mahasiswa (67%). Nilai p value < 0.05 = 0.24, hal ini menunjukkan Ho diterima dan Ha ditolak, artinya pemberian kerupuk singkong ebi biji labu kuning berpengaruh terhadap kualitas tidur pada mahasiswa Soppeng Tahun 2020.
Hubungan Antara Pola Pemberian ASI Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar Riah Ayu Pratami; Abd. Gafur; Nur Ulmy Mahmud; Sumiaty; Septiyanti
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.164

Abstract

ASI adalah makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia 6 bulan. ASI memiliki beberapa manfaat yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar pada bayi, meningkatkan kecerdasan, daya pengelihatan, serta mengurangi risiko terkena penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian ASI terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6-11 bulan sebanyak 193 bayi di Puskesmas Rappokalling. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan diperoleh sebanyak 128 bayi di Puskesmas Rappokalling. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 81 orang (63,3%). Dan ibu yang memberikan ASI non eksklusif sebanyak 47 orang (36,7%). Dari 128 anak didapatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-11 bulan yang normal sebanyak 112 anak (87,5%), dan yang abnormal sebanyak 16 anak (12,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Nganro, Sartika; Nurfardiansyah Bur; Nurgahayu
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.170

Abstract

Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Para lansia seharusnya memanfaatkan adanya posyandu lansia dengan baik, agar kesehatan para lansia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal. Namun pada kenyataannya tidak semua lansia memanfaatkan adanya kegiatan posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan pemanfataan pelayanan kesehatan posyandu lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Palopo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional, serta sampel sebesar 112 orang. Jenis data yang dikumpulkan di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan sikap lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia, tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan dukungan kader dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan akses keterjangkauan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Saran untuk pihak puskesmas agar lebih giat melakukan penyuluhan tentang posyandu lansia, serta mengevaluasi kinerja kader posyandu. Penempatan lokasi posyandu lansia harus berada di tempat yang strategis, dan untuk para lansia agar selalu merespon positif dan ikut serta dalam kegiatan kegiatan posyandu lansia untuk menjaga dan mengontrol kesehatan.
Studi Ketidakpatuhan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar Ahmad, Mirna; Muchlis, Nurmiati; Haeruddin
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.171

Abstract

Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak sebanyak 54.3% dari peserta mandiri terdaftar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam tentang ketidakpatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar yang dilihat dari empat faktor ketidakpatuhan, yaitu tingkat pendapatan, pengetahuan, persepsi dan motivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan kunci yakni peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang pernah atau sedang mengalami penunggakan pemabayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri sebanyak 6 informan biasa dan 1 informan kunci yang didapatkan dari kriteria pengambilan informan yang terlah ditentukan. Analisis data dengan menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semua informan memiliki pendapatan rendah dan tidak patuh dalam membayar iuran, Semua informan memiliki pengetahuan yang tinggi tetapi tidak patuh dalam membayar iuran, semua informan memiliki persepsi negatif dan tidak patuh dalam membayar iuran dan semua informan memiliki motivasi positif tetapi tidak patuh dalam membayar iuran. Kesimpulan dari penelitian ini ialah semua informan mengalami ketidakpatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri disebabkan oleh faktor pendapatan, pengetahuan, persepsi dan motivasi. Disarankan kepada pihak BPJS untuk memberikan sosialisaisi atau informasi kepada peserta BPJS Kesehatan tentang Program BPJS Kesehatan dan mempertimbangkan pembuatan layanan pemberitahuan berbasis online untuk mengingatkan peserta agar melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan tepat waktu.
Pengukuran Tekanan Panas dan Risk Assesment (K3) pada Pekerja di Area Factory I PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Himadundu, Andriani Yulisa; Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.178

Abstract

Tekanan Panas adalah lingkungan kerja yang bersuhu tinggi dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja sehingga untuk bekerja pada lingkungan dengan keadaan temperatur tinggi. Demikian perlu upaya penyesuaian lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Penilaian risiko adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya. Diperlukan untuk mengurangi risiko cedera di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk Indonesia Makassar. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan pemberian kuisioner. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden yang ada di area factory I dan pengumpulan data menggunakan metode observasi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagian besar pekerja berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, dengan tingkat risiko tertinggi adalah bahaya dari gangguan fungsi tubuh, dehidrasi, kecelakaan kerja, sesak nafas, dan pendengaran kurang, serta stress kerja. Disarankan kepada pihak perusahaan dapat memberikan teguran atau sangsi kepada tenaga kerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap pada saat bekerja.mengetahui pengukuran tekanan panas dan risk assessment K3 pada pekerja di Area factory I PT. Maruki International
Pengaruh Knowledge Management terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sulawesi Selatan Sari, Asma Nilam; Sulolipu, Andi Mansur; Mutthalib, Nurul Ulfah
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 5 (Februari, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i5.179

Abstract

Knowlegde management didefinisikan sebagai cara yang digunakan oleh organisasi untuk menangkap, mentransfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh knowledge management terhadap kinerja tenaga kesehatan di puskemsas Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksprimen. Total populasi 60 responden dan dan sampel 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data menggunkan univariat untuk mendekskripsikan karakteristik responden dan karakteristik variabel, analisis bivariat menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh knowledge management terhadap perencanaan kelompok intervensi p=0.000<0.05 dan kelompok kontrol p=0.000<0.05, pelaksanaan dan pergerakan kelompok intervensi p=0.000<0.05 dan kelompok kontrol p=0.000<0.05, pengawasan, pegendalian dan penilaian kelompok intervensi p=0.000<0.05 dan kelompok kontrol p=0.000<0.05 pada kinerja tenaga kesehatan di puskesmas Sulawesi Selatan. Diharapkan bagi tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan lebih meningkatkan kinerja manajemen puskesmas (P1, P2 dan P3) dengan mengimplementasikan knowledge management dan dapat berpengaruh positif terhadap kinerja kesehatan yang dalam pelaksanaanya bisa berjalan dengan optimal sehingga mencapai tujuan yang direncanakan.

Page 5 of 77 | Total Record : 762