cover
Contact Name
SYUKRI ALFAUZI HARLIS
Contact Email
syukrialfauzi@uinib.ac.id
Phone
+6281287883493
Journal Mail Official
al-aqidah@uinib.ac.id
Editorial Address
Kampus Lubuk Lintah, Jln. Prof. Mahmud Yunus padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL AL-AQIDAH
ISSN : 20860439     EISSN : 27464830     DOI : -
AL-AQIDAH contains the results of research on Philosophy, Islamic Philosophy and Thought . The main focus of the Jurnal includes: 1. Philosophy, 2. Islamic Philosophy, 3. Islamic Thought, 4. Theology, 5. Islamic theology, 6. Sufism.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
STUDI ORIENTALIS TERHADAP ISLAM: DORONGAN DAN TUJUAN Harlis Yurnalis, Syukri Al Fauzi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.277 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.909

Abstract

Orient dalam bahasa Prancis dan mustasyriq dalam bahasa arabnya, dan kita mengenalnya dengan istilah orientalis, suatu istilah yang sudah begitu dekat dengan telinga dunia akademisi. Studi orientalis terus mengalami perkembangannya dari masa kemasa, dengan berbagai macam dinamika yang terus berkembang. Tidak henti-hentinya dunia Barat meneliti tentang segala aspek yang berhubungan dengan ke-Timuran. Tentunya hal ini juga menjadi perhatian bagi kita terhadap keseriusan dalam orientalismenya. Satu sisi yang menarik untuk penulis uraikan dalam tulisan ini, diantara begitu banyaknya hal yang bisa dibahas terkait dengan orietalisme, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif. Terkait dengan studi orientalis terhadap Islam. Dimana penulis melihat ada beberapa faktor dan dorongan yang menyebabkan salah satu kajian orientalis focus terhadap Islam, baik dipengaruhi oleh faktor sejarah, ideology, politik, kepentingan imperialism, dan murni karena objektifitas ilmu pengetahuan.
MULTI KULTURALISME AKAR RUMPUT Analisis terhadap Pandangan Anggota Majelis Taklim Aisyiah Kota Padang Rais, Za'im
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.369 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.910

Abstract

For centuries multiculturalism has been part and parcel of Minangkabau tradition. It colours and shapes every aspect of life of the Minangkabau society. This study attempts to explore how members of an Aisyiah Padang Branch Majelis Ta’lim view multicularism and how they reflect it in turn in social life. Multiculturalism in this study is defined limitedly as a religious group’s view over the existence of the other religious schools and the different religious groups. It is important therefore to examine in more details the Aisyiah Majelis Ta’lim members’ perspective over the existence of different religious schools and different religious groups.  Based on this analysis, it is also urgent to disclose how the members tolerate and pay due respect to those different religious schools and different religious groups. Finally, the study seeks to elaborate the members’ attitude in building interaction and cooperation in social life among different religious schools and different religious groups. Qualitative approach is used in this research, data is mainly collected through depth interview with members of the Aisyiah Majelis Ta’lim. This research shows that, according to the Aisyiah Mejelis Ta’lim members, differences in religious interpretations and religious groupings are inevitably very natural.  While doing their best to always defend carefully their own interpretation and belief, in social life they feel welcome to those different groups. In their opinion, differences in religious interpretations and groupings must always be tolerated and respected. Interaction and cooperation among different religious schools and religious groupings in social life, according to the members, is also necessary.
VERTIKALITAS HISTORIS SEBAGAI BASIS FILSAFAT SEJARAH DALAM PERSPEKTIF MISTISISME IBNU ARABI Putra, Andri Azis
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.248 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.905

Abstract

Narasi historis lahir bersamaan dengan perbuatan dan peristiwa sejarah, sehingga juga berhubungan secara langsung dengan keberadaan manusia. Di satu sisi, hubungan langsung dengan manusia ini kemudian menciptakan klaim gerak sejarah horizontal. Sementara di sisi lain, kondisi kemanusiaan justru menjadi rumit disebabkan munculnya kemestian objektif atas gerak yang horizontal itu sendiri. Problema horizontalitas dan objektivitas ini memantik asumsi bahwa gerak vertikalitas diperlukan sebagai pembanding berkorelasi dengan nilai subjektif. Permasalahan ini akan dibahas dari perspektif alur gerak sejarah sebagai bagian dari Filsafat Sejarah, khususnya terhadap aspek spekulatif. Penelitian ini dilakukan tanpa berusahan menafikan bahwa persoalan nilai subjektif dan aspek spekulatif rentan dengan potensi masalah. Oleh karena itu, ajaran mistisisme sebagai sebuah tradisi pemikiran yang tua bercorak spiritual, subjektif, dan terbuka perlu didaulat sebagai pisau analisis utama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode hermeneutis-filosofis berlandaskan atas unsur-unsur metodis deksripsi, kesinambungan historis, induksi-deduksi, bahasa inklusif dan heuristika. Besarnya lingkup pembahasa membuat penelitian ini melibatkan beberapa disiplin keilmuan, seperti ilmu sejarah, ilmu sosial dan politik, aksiologi, dan tasawuf, religiusitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa gerak sejarah tidak mungkin horizontal dan objektif. Bahkan objektivitas di dalam sejarah merupakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena gerak sejarah haruslah bersifat integral dan universal serta tidak boleh tunduk pada satu dominasi yang bersifat partikular. Mistisisme melalui ide vertikalitas-historis yang digerakkan oleh konsep Ketunggalan mampu menjawab beberapa keraguan utama mengenai arah gerak sejarah. Skema vertikalitas dalam sejarah ini merupakan sintesis atas dialektika yang terbangun di dalam pembahasan alur-alur kajian sejarah. Terutama sekali untuk menutup pintu perdebatan mengenai kepastian gerak sejarah yang selama ini ditekankan kepada eksistensi manusia saja. Vertikalitas-historis menjadi satu poin penting yang dapat juga digunakan sebagai inti dari Filsafat Sejarah mistis.  
KEUDUKAN PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM PERSPEKTIF GENDER Nurman, Silmi Novita
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.196 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.911

Abstract

Tulisan ini mengkaji bagaimana kedudukan perempuan Minangkabau dalam perspektif gender. Perempuan Minangkabau memiliki kedudukan yang sangat istimewa yaitu sebagai bundo kanduang atau dalam istilah adat: limpapeh ruumah nan gadang. Karena perempuan memiliki kuasa maka ia memiliki peran yang sama dengan laki-laki termasuk pengambilan keputusan dalam keluarga. Namun, hal tersebut berlaku ketika dia sudah menikah, sudah mejadi istri atau ibu, selagi ia masih gadis, maka ia diatur oleh laki-laki yaitu mamak. Demikian juga dalam pola mengurus anak. Dalam mengurus anak, perempuan memiliki peran yang penting, tetapi berbanding terbalik dengan ayah bahkan hampir tidak memiliki peran sama sekali. Dan sebagai bundo kanduang, perempuan Minangkabau memiliki keterlibatan dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada dalam masyarakat, jika tidak kata bundo kanduang, maka keputusan tidak dapat disahkan.
INTERNALISASI NILAI BUDAYA LOKAL MINANGKABAU PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN DINIYYAH PASIA Fithri, Widya
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.375 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.907

Abstract

Internalisasi Nilai  budaya lokal Minangkabau pada Santri Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia sangat penting dilaksanakan karena Santri  di Pesantren ternyata tidak diberikan pengetahuan tentang  nilai- nilai budaya lokal khusunya Minangkabau secara spesifik dimana mereka tumbuh, berkembang, dan akan kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan studinya.  Pesantren kenyataannya memiliki   sub kultur yang berdiri sendiri  dan tidak membaur dengan  masyarakat secara langsung. Mereka para santri hidup dengan sistem dan pola yang sudah  baku di Pesantren. Di sisi lain penguatan nilai- nilai budaya lokal Minangkabau bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat karakter generasi muda Minangkabau  yang banyak dipengaruhi  oleh  nilai-nilai global yang menerobos nilai-nilai yang ada di masyarakat. Generasi muda diharapkan dapat meneruskan dan melestarikan nilai budaya Minangkabau. Banyak tokoh bangsa Indonesia yang dilahirkan dari rahim budaya Minangkabau yang perlu dijelaskan kepada  generasi muda sehingga memunculkan rasa kebanggan dan penghargaan pada nilai-nilai luhur budaya lokal Minangkabau. Internalisasi nilai budaya lokal Minangkabau  dilaksanakan dalam rangkaian pengabdian ke masyarakat dengan menghadirkan 50 orang santri dari kelas IV dan V pesantren. Langkah yang dilakukan 1) Menyebarkan Kuesioner dibantu oleh bagian pengasuhan, Merekapitulasi data yang sudah terkumpul  dan mengevaluasi ulang rencara kegiatan. 2) Pelaksanaan FGD dengan pendekatan partisipatif 3) Pemutaran Film dan diskusi kelompok.
RE-THINKING OF WOMEN PoRSTITUTION : PROBLEM OF GENDER PERSPECTIVE Fahmi, Reza; Jamaldi, Jamaldi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.979 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.912

Abstract

This research departed from the fact that the Tsunami natural disaster had just passed in Palu, Central Sulawesi. Research objectives: (1) Describe the views of the community about women in the problem of prostitution. (2) Describe gender bias about the stigmatization of women towards the emergence of prostitution that carries a tsunami. (3) Describe the influence of stigmatization of women on their psychological pressure as the cause of the Tsunami. This study uses a quantitative approach. The populations in this study were 287 people using social media (Facebook). The sample in this study was 167 people. The data collected by a psychological scale and documentation study. Analyzed data was used simple regression. The results of this study found the influence of stigmatization of women on the emergence of psychological pressure they received over the Tsunami month ago. 
ZUHUD DI DUNIA MODERN; Studi atas Pemikiran Sufisme Fazlur Rahman Handayani, Rita
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.096 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.906

Abstract

Salah satu topik dalam tasawuf yang di bicarakan oleh para tokoh sufi adalah tentang zuhud. Dalam memahami konsep zuhud sering kali terjadi pro kontra, ada pendapat yang mengharuskan seseorang menjalani zuhud untuk mencapai ma’rifat pada Allah, dan dianggap sebagai salah satu tangga (maqomat ) yang harus dilalui. Dan ada pula yang menganggap bahwa konsep zuhud dalam ajaran tasawuf merupakan konsep yang menjauhkan seseorang dari persoalan dunia sehingga berdampak negative bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Berdasarkan paradigma pemikiran di atas, terdapat perbedaan corak pemikiran yang sangat signifikan antara konsep zuhud sufisme lama dan fazlur Rahman, maka penulis terdorong mengangkat persoalan ini sebagai objek kajian. Penelitian ini diharapkan lebih konprehensif sehingga mampu menangkap hakikat dan makna zuhud yang sesungguhnya menurut Islam dan bermamfa’at bagi kehidupan manusia modern untuk keluar dari krisis spiritualitas yang akut. Dengan adanya kajian ini anggapan kaum modernis bahwa sufisme merusak akidah Islam dan menyebabkan kemunduran umat Islam dapat diatasi. Metodologi Rahman dalam memahami Islam, dalam hal ini al-Qur’an, adalah metodologi historis. Yang dimaksud metodologi historis adalah suatu upaya serius, kritis, dan mendalam dalam memahami pesan-pesan al-Qur’an, dengan mempertimbangkan factor eksternal:factor sosiologis, politis, dan geografis, di samping factor internal yaitu pesan inheren terkandung dalam teks suci al-Quran.
KEBEBASAN BERAGAMA DALAM ISLAM Wijayanti, Tri Yuliana
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.015 KB) | DOI: 10.15548/ja.v11i1.908

Abstract

Every human being is free to choose a religion according to his religious experience and in accordance with his personal beliefs. Freedom of religion also includes the situation conducive for people to choose religion (according to his) and to his religion without restriction and coercion from any party. The challenges of today's religious life in contrast to the issue of religious freedom and the fact of religious plurality. Religious pluralism urged all religions to think practically how to get along with other religious and theological interpret the meaning of the presence of religion and belief.

Page 1 of 1 | Total Record : 8