cover
Contact Name
Yana Setiawan
Contact Email
yanasetiawan@upi.edu
Phone
+6285722670850
Journal Mail Official
gunahumas@upi.edu
Editorial Address
Gedung University Center Lantai 1. Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung 50154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Gunahumas
ISSN : 27742822     EISSN : 26551551     DOI : https://doi.org/10.17509/gunahumas
Core Subject : Education, Social,
Gunahumas with registered number 2655-1551 (Print) and 2774-2822 (Online) is published by Kantor Hubungan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia. It is published twice a year. Jurnal Gunahumas Journal is a journal that publishes the work of researchers and practitioners in the field of Public Relations. Articles submitted and will be published will be assessed by bild reviewers gradually. Scope of the article to be written include: (1) Philosophical Studies Public Relations (2) Philosophical Studies Human Relationship (3) Relationship Public Relations Resources (4) Media Human Relationship (5) Public Relations Communication Systems (6) Digital Public Relations Research (7) Publication and Public Relations Policy (8) Public Relations Organization (9) Modernization of Public Relations (10) Public relations in the fields of Education, Science and Technology
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas" : 9 Documents clear
Literasi Digital, Sebuah Tantangan Baru Dalam Literasi Media Restianty, Ajani
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan komunikasi dan teknologi informasi, diiringi dengan pesatnya teknologi digital, kesadaran dan kemampuan bermedia. Literasi media dan literasi digital merupakan pendekatan yang memiliki fokus analisis kritis terhadap konten dari pesan media. Paparan berbagai macam informasi dari media membuat kebanyakan orang kebingungan mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak. Maka dengan adanya fenomena tersebut, pengetahuan literasi media sangat dibutuhkan sebagai modal bagi khalayak untuk memiliki kemampuan dalam memilah dan mengevaluasi isi media dengan tajam dan teliti sehingga mampu memanfaatkan isi media sesuai dengan kebutuhannya. Setiap orang harus memiliki tanggung jawab atas penggunaan teknologi untuk berinteraksi atau berkomunikasi dalam kehidupannya sehari-hari. Menangani beraneka informasi, kemampuan dalam menafsirkan pesan dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain merupakan berbagai kemampuan dalam literasi digital. Adanya proses menciptakan, mengolaborasi, mengkomunikasikan berdasarkan etika, memahami kapan dan bagaimana menggunakan teknologi secara efektif merupakan kompetensi digital yang dibutuhkan saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendalami fenomena perkembangan literasi digital sebagai salah satu tantangan baru dalam literasi media. Metode pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi dan studi dokumentasi. Literasi media melibatkan pemahaman, cara menafsirkan, tingkat analisis kritis dan penyusunan kesimpulan dari teks untuk menjadi subjek penelitian pada berbagai bidang mulai dari komunikasi, sastra, budaya, ekonomi, sejarah, pengetahuan umum dan tentunya kajian media. Dalam literasi digital, pesan di media dikonstruksi sedemikian rupa sehingga mampu berfungsi maksimal dalam situasi komunikasi yang lebih kompleks sekalipun. Literasi digital memiliki skala yang lebih luas dan biasanya membahas isu penting. Pendidikan literasi digital dapat dimulai dari mengasah keterampilan dalam membaca konten, dengan rajin membaca konten, maka penggunaan literasi digital untuk pemahaman konten akan lebih kritis. Komunikasi saat ini mengimplikasikan tidak hanya pada bagaimana sebuah teks dibuat, melainkan melibatkan proses pemilihan, pengaturan, filterisasi dan bagaimana cara merangkai kembali informasi yang sudah diterima. Fenomena teknologi digital semakin menguatkan bagian dasar dari literasi digital yaitu bagaimana mendapatkan informasi dan menghubungkannya dengan konteks yang akan dibuat. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, maka diperlukan pemahaman yang lebih luas tentang akses, analisis, evaluasi kritis dan pembuatan konten yang lebih mengarah pada perkembangan media baru. Kata Kunci: Literasi media, literasi digital, internet, media sosial
Pengelolaan Kampanye Politik Pasangan Sabdaguna Melalui Pagelaran Wayang Golek dalam Pemilukada Kabupaten Bandung Periode 2016-2021 Yogaswara, Yogaswara; Setianti, Yanti; Subekti, Priyo
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wayang golek telah menjadi media komunikasi masyarakat sunda di dalam berbagai tingkatan usia penontonnya. Sebagian besar masyarakat sunda di Jawa Barat tak memungkiri bahwa wayang golek sebagai media komunikasi masyarakat yang sangat populer sejak lama. Begitupula pertunjukan wayang golek masih digemari oleh masyarakat Kabupaten Bandung sebagai media hiburan rakyat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pada tahap pengelolaan kampanye yaitu perencanaan dan pelaksanaan kampanye melalui wayang golek. pada tahap perencanaan tim kampanye Sabdaguna telah melakukan perencanaan dari mulai pendanaannya yang relatif tidak terlalu mahal, konsolidasi antar partai dan masyarakat yang bagus, segmentasi dan sasaran yang sesuai dengan kecintaan akan budaya kesenian wayang golek, dan positioning yang dapat melekat di masyarakat yaitu sabilulungan. Karena perencanaan kampanye tersebut, maka penulis menilai bahwa mereka sudah melakukan fact finding secara objektif. Pada tahap pelaksanaan kampanye, seluruh kegiatan Wayang Golek telah mengkampanyekan program sabilulungan Raksa Desa dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pesan-pesan verbal dan non verbal pada pagelaran wayang golek yang dikemas dengan menarik dan mudah diingat, sesi dialog dengan bahasa daerah yang interaktif terkesan kedekatan terhadap masyarakat, dan atribut Sabilulungan sebagai bentuk simbolisasi Sabdaguna. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim pemenangan Sabdaguna tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara retorika. Hal tersebut dilihat pada saat sesi dialog Dadang M Naser dengan tokoh wayang Cepot. Teknik public speaking Dadang M Naser yang menceritakan keberhasilan dan kekurangan selama masa jabatan mampu membujuk masyarakat dengan alasan mengapa harus memilih Sabdaguna kembali. Kata kunci: kampanye, politik, kearifan lokal, wayang golek, manajemen kampanyeABSTRACT Wayang golek have become the medium of communication in Sundanese in varying degrees of audience age. Most of the Sundanese in West Java not belies that the Wayang golek as a communication medium that is very popular for a long time. Neither performances of wayang golek are still favored by people in Bandung Regency as the people's entertainment media. This research uses descriptive methods with qualitative data. Using data collection techniques interviews, observation and study of the literature. Results of the study suggested that at this stage of the campaign, namely the management of the planning and execution of the campaign through the wayang golek. at the stage of planning the campaign team Sabdaguna has done planning from the start of their funding is relatively not too expensive, the consolidation between the party and the public good, segmentation and targets in accordance with the love of the art culture of the wayang golek, and positioning that can be embedded in the community i.e. sabilulungan. Because the planning of such a campaign, then the authors assess that they have conducted fact finding objectively. At this stage of the implementation of the campaign, the entire activity of Wayang Golek have campaigned sabilulungan program Mercury Village well. It can be seen from the messages of verbal and non verbal at the wayang golek performance which is packed with interesting and easy to remember, the session dialog with an interactive regional language impressed the closeness to the community, and attributes as symbolizing Sabilulungan Sabdaguna. The political persuasion that is run by a team winning Sabdaguna belongs into political persuasion by means of rhetoric. It was seen at the time of the session dialog Dadang M Naser with wayang Cepot. The technique of public speaking Dadang M Naser which tells the successes and shortcomings during the term of Office was able to persuade the public by reason of why you should choose Sabdaguna back. Keywords: campaigns, politics, local wisdom, golek, campaign management
Analisis Difusi Inovasi Aktivitas Program “Menuju Istana: Lomba Masak Ikan Nusantara” Dalam Proses Pembentukan Agent Of Change Makan Ikan Di Indonesia Ramonita, Latifa
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemerintah melalui Menteri Perikanan dan Kelautan telah mengumumkan kondisi rawan stunting atau kondisi terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak Indonesia. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah menetapkan program “Gemarikan” sebagai salah satu program kerja “Nawa Cita 5”, yang disosialisasikan ke seluruh Indonesia melalui berbagai kegiatan; salah satunya adalah lomba kuliner “Menuju Istana – Lomba Masak Ikan Nusantara” (LMIN), yang digagas oleh Femina Media pada periode Juni-Agustus 2017 lalu. Melalui kompetisi ini Pemerintah berharap masyarakat Indonesia mau lebih banyak makan ikan untuk mendukung tumbuh kembang, sehingga risiko stunting bisa menurun dan hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas program LMIN dalam proses pembentukan agent of change makan ikan di Indonesia, mengetahui beragam hambatannya, serta mengetahui solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis kegiatan ini adalah Difusi Inovasi dari Everett Rogers, yang menitikberatkan pada penyebaran inovasi di masyarakat yang dilakukan melalui saluran komunikasi tertentu dalam waktu tertentu, dan dilakukan dalam suatu sistem sosial, dan memanfaatkan agen perubahan untuk membawa inovasi kepada masyarakat. Analisis kegiatan kompetisi kuliner ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara kepada para peserta lomba juga penyelenggara, juga melalui studi dokumen. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa LMIN pada dasarnya merupakan kegiatan yang menarik dan berpotensi untuk menghasilkan agen-agen perubahan yang siap diterjunkan ke masyarakat, meski sayangnya aktivitas pasca kegiatan belum dilakukan secara terpusat dan terarah. Kata Kunci: Pemerintah, kompetisi, program kuliner, ikan, Indonesia ABSTRACT The Government, through the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, has announced stunting-prone conditions or the conditions of underdeveloped growth in many Indonesian children. Responding to this condition, the Government established the "Gemarikan" campaign as one of the “Nawa Cita 5” working programs, which was disseminated throughout Indonesia through various activities. One of them is the culinary competition: "Menuju Istana – Lomba Masak Ikan Nusantara" (LMIN), which was initiated by Femina Media in the period of June-August 2017. Through this competition, the Government hopes that Indonesian people will be willing to eat more fish to support growth and development, so the risk of stunting can decrease and eventually disappeared. This research aims to find out and analyse the LMIN activities in producing agents of change for eating fish in Indonesia, knowing the various obstacles, and knowing the solutions that can be done to overcome these obstacles. The theory used to analyse this research is the Diffusion of Innovation from Everett Rogers, which focusing in the dissemination of innovation, in the community, which is carried out through certain communication channels in a certain time through certain social system, and agent of change as the carrier of the innovation to the public. The research was carried out through qualitative methods, by informant and program organizer interviews, and also through document studies. The result of this research indicates that LMIN is basically an interesting activity and has the potential to produce agents of change who are ready to be deployed to the community, although unfortunately post-activity activities have not been carried out centrally and directed as expected. Keywords: government, competition, culinary program, fish, Indonesia
Media Relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi (Studi Deskriptif mengenai Strategi Media Relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi dalam Membangun Hubungan Baik dengan Media Massa Lokal) Mayasari, Dhira; Perbawasari, Susie; Budiana, Heru Ryanto
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Media relations juga merupakan salah satu tugas pokok fungsi Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bukittinggi yang tercantum dalam Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Hubungan Masyarakat Setda Pemko Bukittinggi Pasal 39 ayat (1). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi media relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun hubungan yang baik dengan media massa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Pemerintah Kota Bukittinggi mengelola relasi, mengembangkan strategi, dan mengembangkan jaringan dalam melakukan media relations. Kesimpulan penelitian ini bahwa Humas Pemerintah Kota Bukittinggi masih belum maksimal dalam membangun relasi, mengembangkan strategi, dan mengembangkan jaringan. Saran bagi pihak Humas Pemerintah Kota Bukittinggi, dalam mengelola relasi sebaiknya lebih memahami kebutuhan media, dalam mengembangkan strategi sebaiknya mengadakan pelatihan dan pendidikan kehumasan yang berhubungan dengan media relations, dan dalam mengembangkan jaringan sebaiknya lebih aktif dalam organisasi Bakohumas. Kata kunci: Media Relations, Public Relations, Strategi Media RelationsABSTRACT Media relations is one of the main task and function of Public Relations Department at Secretariat of Bukittinggi City Government. Public relations department is one of the SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah or Regional Instrument Work Unit) of Bukittinggi City Government as it is written in article 39 verse 1. The purpose of this research is to elaborate media relations strategy of Bukittinggi Public Relations Department in establishing good relations with mass media. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection technique used in this research are through observation, interview, and document; while using data validity technique of data triangulation. Result of this research shows that Public Relations Department of Bukittinggi City Government in doing media relations work is in charge in managing relations, developing strategies, and establishing network. It is concluded that the effort being done has not reach an optimum level, which prompted some suggestions in term of strategic development and network establishment such as: initiating public relations workshop and education related to media relations, and more active in Bakohumas (Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat or Coordination Body on Public Relations) to strengthen existing network. Keywords: Media Relations, Public Relations, Media Relations Strategy 
Implementasi Citizen Public Relations Melalui Ekspresi Diri Instagram Dalam Membangun Brand Awareness Universitas Universal Suparno, Antoni
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami motif para mahasiswa membuat posting ekspresi diri yang identik dengan brand Universitas Universal (UVERS), memahami bagaimana ekspresi diri para mahasiswa tersebut membangun brand awareness Universitas Universal (UVERS), dan alasan para mahasiswa memilih Instagram untuk melakukan ekspresi diri. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif dengan menerapkan teknik pengumpulan data focus group discussion (FGD), teknik wawancara, observasi, hingga pengumpulan data dokumen, visual, dan audio. Temuan yang didapatkan melalui penelitian ini adalah para mahasiswa memiliki motif untuk memperkenalkan kegiatan dan nilai-nilai Universitas Universal (UVERS) di setiap ekspresi dirinya di Instagram. Sedangkan brand awareness Universitas Universal (UVERS) dapat terbentuk dengan SoMe storytelling branding atau Citizen Public Relations yang dilakukan oleh para mahasiswa. Kemudian para mahasiswa juga tertarik menggunakan Instagram karena kelebihan Instagram untuk surveillance, documentation, creativity, dan coolness. Kata Kunci : Motif, Brand Awareness, SoMe Storytelling Branding, Citizen Public Relations. ABSTRACT This study aims to understand the motives of students to post self expression that is identic to the Universal University (UVERS) brand, understanding how the student self expression builds Universal University (UVERS) brand awareness, and their reason chose Instagram to do self expression. This qualitative research uses descriptive qualitative method by applying focus group disscussion (FGD) data collection techniques, interview techniques, observation, and collecting document, visual, and audio data. The findings obtained through this study are that students have a motive to introduce the Universal University (UVERS) activities and values in each expression of themselves on Instagram. While, Universal University (UVERS) brand awareness can be formed with SoMe storytelling branding or Citizen Public Relations conducted by students. Then the students are also interested in using Instagram because of the advantages of Instagram for surveillance, documentation, creativity, and coolness. Keywords : Motives, Brand Awareness, SoMe Storytelling Branding, Citizen Public Relations.
Pencitraan BUMN Dalam Media Online Silvana, Hana; Kurniawan, Harry
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada perkembangannya media massa lebih mengarah pada media online. Dalam arus penyebaran informasi media online menjadi lebih luas dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perusahaan pada PT.PLN (Persero) pada pemberitaan media online. Penelitian ini menganalisis isi konten pemberitaan terkait perusahaan pada isu subsidi listrik tepat sasaran 2016. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis isi. Dari kategori dan indikator yang telah ditentukan, ditemukan bahwa banyak digunakan nada pernyataan buruk pada judul berita namun tidak sama halnya dengan isi konten berita yang cenderung mendapatkan penilaian positif. Hal itu dikarenakan narasumber yang dominan dan terdapat dalam konten pemberitaan merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembuatan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan PT.PLN (Persero) dalam penelitian ini mendapatkan citra yang positif dari pemberitaan di media online detik.com terkait Isu Subsidi Listrik Tepat Sasaran 2016. Kata Kunci: Citra perusahaan, PLN, Subsidi, Kebijakan ABSTRACT In its development, mass media is more directed at online media. In the flow of information dissemination online media becomes wider and faster. This study aims to describe the company's image to PT. PLN (Persero) on online media coverage. This study analyzes the content of news related content about the company on the issue of electricity subsidies on target 2016. The research approach uses quantitative research. The method used in this study is content analysis. From the categories and indicators that have been determined, it was found that many used bad statement tones in the headline but not the same as the content of news content which tended to get a positive rating. This is because the dominant sources included in the news content are those involved in the process of making electricity subsidy policy on target. The results of this study can be concluded that the company PT PLN (Persero) in this study get a positive image from the news on detik.com online media related to the Issue of the Right Target Electricity Subsidy 2016. Keywords: Company image, PLN, Subsidies, Policy
Upaya Meningkatkan Kompetensi Akademik Guru Kelas Melalui Pendekatan Komunikasi dan Supervisi Klinis Pengawas (Bina Gugus VII Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2017-2018) Saepudin, Usep
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Tenaga Pendidik. Penelitian dilakukan di Gugus 7 Gunungmasigit Cipatat Bandung Barat pada tanggal 02 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Menggunakan Instrumen proses pembelajaran dalam supervisi akademik. Diharapkan dengan menggunakan model pendekatan tersebut dan pengarahan dari peneliti hasil supervisi akademis akan meningkat dan mampu mengaplikasikan dan memperkaya serta meningkatkan kompetensi akademik dengan baik dan benar. Dalam pelaksanaan upaya perbaikan tersebut, proses supervisi, direncanakan, diamati, dan dievaluasi hasilnya dalam dua siklus penelitian tindakan kepengawasan masing-masing 3 kali pertemuan. Dari hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kepengawasan yang dilakukan dalam dua siklus dapat disimpulkan bahwa Implementasi Indikator Supervisi Akademis dapat meningkatkan kompetensi akademis guru, yang dapat diterapkan dalam peningkatan karieer dan kompetensi dasar. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi siklus I-II-III, adalah 54.00. menjadi 76.00 kemudian meningkat menjadi 84.00.dalam prosentase ketuntasan dari ketuntasan standar minimal akademis meningkat dari 54 % meningkat menjadi 76 % pada siklus I, juga pada siklus II meningkat menjadi 84 %. Para pendidik merasa puas dan termotivasi untuk mengaplikasikannya sesuai dengan waktu yang disediakan serta harmonisasi baik. Kata Kunci : Kompetensi Akademik , Proses Pembelajaran, Supervisi Akademik,. ABSTRACT This study aims to improve the competence of Educators. The research was conducted in Cluster 7 Gunungmasigit Cipatat, West Bandung on October 2, 2017 until December 31, 2017. Using the learning process in academic supervision. It is expected that using the expected model and direction from the researchers of academic supervision will increase and be able to apply and threaten to improve academic competence properly and correctly. In carrying out these improvements, the results of supervision, approval, discussion and evaluation of results in two research cycles were 3 meetings each. From the results of the implementation of the Surveillance Action Research conducted in two cycles it can be concluded that the Implementation of Academic Supervision Indicators can improve teacher academic competencies, which can be applied in improving career and basic competencies. This can be seen from the results of the evaluation cycle I-II-III, is 54.00. to 76.00 then increased to 84.00. in the percentage of completeness from completeness of academic minimum standards increased from 54% increased to 76% in the first cycle, also in the second cycle increased to 84%. The educators are satisfied and motivated to apply it according to the time provided and good harmonization. Keywords: Academic Competence;Learning Process; Academic Supervision.
Analisis Deskriptif Tingkat Kepercayaan Pelanggan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Berdasarkan Dimensi Integrity (Studi pada Pendukung Petisi Online IndiHome di Change.org) Soedardji, Imam; Febrina, Diah
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pesatnya perkembangan internet mengubah cara PR terhubung dengan publiknya. Itu juga diikuti oleh kata "tanpa batas" yang berarti tidak terbatas pada pengguna untuk berdebat tentang produk atau layanan yang dapat mengakibatkan kerusakan kepercayaan yang telah didirikan selama bertahun-tahun oleh perusahaan dan publik mereka. Petisi tentang IndiHome di Change.org berarti jika pelanggan merasa kecewa dan tidak bisa lagi mempercayai Telkom. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian dan didistribusikan kepada konsumen dan pendukung petisi tentang Indiome di Change.org. Data dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi dan kemudian data dikode ulang menjadi tiga kategori. Temuan dalam penelitian ini adalah dimensi integritas adalah level sedang. Kata kunci: hubungan masyarakat, kepercayaan, integritas, petisi online ABSTRACT The rapid development of the internet changes the way of public relations get connected with their public. It also followed by “borderless” word which means limitless on users to argue about a product or service that may result in damage to the trust that has been established for many years by the company and their publics. Petition about IndiHome on Change.org means if customers feel disappointed and can’t longer believe Telkom. This study used quantitative descriptive research with questionnaire as a research instrument and distributed to consumers and supporter of petition about Indiome on Change.org. The data were analyzed using table of distribution of frequency and then the data recoded into three categories. The findings in this study were the dimension of integrity is moderate level. Keyword: public relations, trust, integrity, petition online
Proses Kampanye Public Relations “Youtube Broadcast Box” Di Media Sosial Natashya, Merina Lydia Isabella; Hafiar, Hanny; Nugraha, Aat Ruchiat
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan strategi brand suatu produk sekarang ini semakin kreatif dengan menggunakan berbagai media komunikasi untuk dapat mempersuasi publik. Keberadaan suatu brand dapat dikomunikasikan melalui pendekatan emotional feel, attitude change, dan behaviour yang dilakukan terhadap target sasarannya. Youtube sebagai provider yang memiliki peran yang kuat dalam menyimpan data informasi yang paling besar berupa tayangan film dapat memberikan kontribusi untuk membangun dan meningkatkan brand experience produk tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kampanye yang dilakukan oleh Youtube Broadcast Box dalam upaya meningkatkan brand experience terhadap Youtubers Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, dan studi pustaka. Dalam teknik penentuan key informan, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kampanye public relations yang dilakukan oleh Youtube Broadcast Box telah dapat meningkatkan brand experience para Youtubers Indonesia yang dibuktikan dengan banyaknya kunjungan dari audience yang ingin menonton tayangan di Youtube secara berkelanjutan untuk berbagai kegiatan yang dianggap memiliki nilai informasi bagi publik. Kata Kunci : Kampanye Public Relations, Brand Experience, dan Youtube Broadcast Box ABSTRACT The development of the brand strategy a product now this is getting creative by the use of various media of public communication persuasive. The existence of a brand can be communicated with the emotional feel , attitude change , and behaviour was done with their targets. Youtube as providers having role strong in store data information the greatest of impressions film to give contribution to build and improve brand experience certain products. The purpose of this research is to aware of the campaign done by youtube broadcast box in order to increase brand experience of youtubers Indonesia. As for research methodology used is descriptive to technique data collection through interviews structured, observation, and the literature study. The technique of the determination of key informants, this research using a technique purposive sampling. The research results show that the process of public relations campaign conducted by broadcast box of youtube has been able to increase brand experience the youtubers indonesia which is evidenced by the number of visits from audience who want to watch impressions on youtube in a sustainable way for various activities being regarded as having the value of information to the public. Keywords: public relations campaign, brand experience, and youtube broadcast box

Page 1 of 1 | Total Record : 9