Articles
332 Documents
Pengaruh merokok di dalam rumah terhadap kejadian ispa (infeksi saluran pernapasan akut) pada balita
Ahmad Baequny;
Supriyo Supriyo;
Sri Hidayati;
Laila Magfirotun
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.13
Kejadian ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak balita di dunia maupun negara berkembang termasuk di Indonesia. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan tahun 2014 ISPA menempati urutan kedua dari 10 penyakit yang lain. Jumlah kasus ISPA pada balita paling banyak ditemukan di Puskesmas Bendan. Secara umum ada 3 faktor risiko ISPA, yaitu keadaan sosial ekonomi dan cara mengasuh atau mengurus anak, keadaan gizi dan cara pemberian makan, serta kebiasaan merokok dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merokok di dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Metode penelitian ini descriptive correlative dimana pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasinya sejumlah 81 anggota keluarga yang mempunyai balita ISPA menggunakan tehnik sampling sampel jenuh melalui pendekatan accidental sampling dan hanya didapatkan sebanyak 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar 39 (65%) responden adalah perokok. Dari responden yang perokok didapatkan 6 anak (15,4%) menderita ISPA ringan, 26 anak (66.7%) menderita ISPA sedang, dan 7 anak (17,9%) menderita ISPA berat. Apabila ada satu orang atau lebih anggota keluarga yang merokok di dalam rumah dapat meningkatkan dan memperburuk ISPA khususnya pada balita. Dari hasil uji statistik Chi Square di dapatkan hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran serta menurunkan bahkan menghilangkan kebiasaan merokok yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat.
Related knowledge third trimester pregnant with compliance in the antenatal care (anc) in health inspection kusumabangsa community health centers pekalongan city
Mardi Hartono;
Yulanda Sispita Sari;
Miftachul Jannah;
Tri Anonim
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.14
In order to reduce the MMR to achieve the MDGs Directorate of Maternal Health has formulated a scenario of accelerating decline in MMR one with antenatal care visits (K1) as much as possible done in the first trimester, in order to encourage increased coverage of antenatal visits four times (K4). Based on preliminary studies obtained K1 coverage in 2015 in Puskesmas Kusuma Bangsa Pekalongan is ranked 10th from K1 coverage for all 14 health centers in Kota Pekalongan 2015 proved 15 (2.1%) of pregnant women who did not visit K1 of 683 Capital pregnant, whereas K4 coverage in Puskesmas Kusuma Bangsa Pekalongan is ranked 13th proven 43 (6.5%) of pregnant women who did not visit K4 of 655 pregnant women. Objective Research to determine Is there a relationship between knowledge of pregnant women Third Trimester with compliance checks Kusuma Bangsa ANC in Puskesmas Kota Pekalongan Antenatal Care is a program that has been planned in the form of observation, education and medical treatment in pregnant women. Pregnant women during pregnancy mandatory minimum 4x ANC visit. Descriptive research design using Kolerasional, sampling techniques Accedental sampling, questionnaires measuring tools, sample of 53 pregnant women Third Trimester. The results of this study using Chi-Square Knowledge pregnant women about the examination of the ANC majority have sufficient knowledge of 39.6%. Compliance in the examination wayward ANC majority of 50.9%, There is a relationship between knowledge of pregnant women Third Trimester with compliance checks 0.348 ANC with significant value the relationship is weak. Conclusion based on the characteristics of the respondents aged 20-35 years as much as 88.6%, junior education as much as 58.5%, did not work (IRT) as much as 58.5%. Suggestions for the respondents expected to be more active in the ANC visit during pregnancy, in order to avoid risks during pregnancy.
Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asi eksklusif dengan praktik pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas jenggot kota pekalongan
Suryo Pratikwo;
Millatin Puspaningtyas;
Dyah Retno Sukmaningrum
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.15
Improvement of human quality should start as early as possible that since she was a baby. One factor that has an important role is the provision of breastfeeding, because it provides protection against various infectious diseases. There are several factors that affect the practice of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months include the knowledge level of mothers, family support, and the role of health personnel. In this research using descriptive correlation research design whose purpose is to find a picture of the relationship between mother’s level of knowledge about practice of exclusive breastfeeding to exclusive breastfeeding in infant aged 0-6 months in which the approach used is a cross sectional. A population of 410 using a sample 41 respondents, through by simple random sampling technique. The results showed that the respondents have good knowledge of as many as 20 people (48.8%), but exclusive breastfeeding is only 7 people (17.1%) means that many respondents did not give exclusive breastfeeding. Statistical test used were Spearman Rank and the results obtained p value = 0.004 (? = 0.05) (p value
Identifikasi persentase printing, batik tulis dan batik cap di blok vip international batik center (ibc) pekalongan
Sri Puji Astuti;
Rani Hastuti
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.16
Keberadaan IBC yang memiliki konsep sebagai wujud apresiasi terhadap kerajinan batik, serta komitmen IBC untuk mempertahankan kelestarian batik tulis dan batik cap sangat menarik sebagai obyek penelitian. Atas dasar fenomena semaraknya printing di era sekarang ini, maka dirasa perlu untuk mengidentifikasi persentase printing, batik tulis dan batik cap di tempat tersebut sebagai wujud langkah evaluatif dan preventif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk menggali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa printing menduduki peringkat ketiga setelah batik tulis dan batik cap, yaitu dengan persentase sebesar 13,75%. Hal tersebut menandakan bahwa printing ikut mewarnai pasar batik di Blok VIP IBC Pekalongan. Hasil observasi selama survei, konsumen yang memiliki selera dan pemahaman tentang batik yang baik serta budget yang tinggi, lebih banyak memilih batik tulis dan konsumen golongan ini merupakan terbanyak di Blok VIP IBC Pekalongan. Sedang konsumen yang kurang memahami tentang batik dan menginginkan harga yang murah maka akan langsung memilih printing.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan menggunakan job satisfaction survey (jss) : studi kasus di dinas pemberdayaan masyarakat, perempuan dan perlindungan anak kota pekalongan
Bayu Wirawan D.S
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.17
Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja (job satisfaction) karyawan dan kinerja (work performance) dengan menggunakan Job Satisfaction Survey (JSS) Spector. Dari hasil analisis Job Satisfaction Survey (JJS) diperolehskor kepuasan keseluruhan responden adalah skor 101.9, yang merupakan indikasi bahwa tanggapan rata-rata masuk kategori ragu-ragu sedangkan hasil peringkat kinerja rata-rata adalah 4 yang menunjukkan sebagian besar responden peringkat kinerjanya adalahdiatas target. Hasil analisis menunjukkan bahwa Job satisfaction dipengaruhi oleh variabel gaji, kesempatan promosi, supervisi, tunjangan, penghargaan terhadap hasil kerja, prosedur operasi, rekan kerja, karakteristik pekerjaan dan komunikasi. Dan Work performace dipengaruhi oleh job satisfaction.
Model peningkatan nilai perusahaan melalui struktur modal pada industri perbankan di bursa efek indonesia
Rizka Ariyanti;
Mujiyono Mujiyono
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.18
This study aims to examine and analyze the increase in the value of the company through its capital structure, profitability and firm size, ( Studies in Bank Go Public in Indoseia Stock Exchange 2010 -2014 ) To test these variabels, the researchers use the 27 companies that went in public Indosia Stock Exchange. This type of research is explanatory research, Tehknik data collection using documentary technique. The data used in this research are secondary data from financial statetements published by banking companies during 2010 -2014 Furthermore, the data collected was analyzed quantitatively by using multiple regression using Eviews program version 8.1 The result showed that the variables Size does not affect the DER, Profitability significantly influence the DER, While the, Firm size affect the PBV. Profitability does not affect the PBV. DER is found as not a mediating variable that strengthen the influence of Profitabiliy, Firm size, on firm value PBV banking companies listed in Indonesia Stock Exchange.
Pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di Kota Pekalongan
Yustiana Dwirainaningsih
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.19
Pencapaian kesejahteraan sosial sebagai tujuan akhir pembangunan membutuhkan terciptanya kondisi dasar , yaitu: 1. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan: 2. terciptanya konsisi ekonomi yang kuat dan 3. pembangunan ekonomi yang inklusif dan merata (Bappenas, 2010) kesejahteraan sosial diharapkan dapat tercapai jika ekonomi terus tumbuh sehingga pada gilirannya akan tercipta lapangan kerja lebih banyak dan menyerap lebih banyak tenaga kerja dengan upah yang adil. Studi ini bertujuan untuk menguuji dan nenganalisis pengaruh upah terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan sosial di Kota Pekalongan. Periode penelitian adalah lima tahun yaitu dari tahun 2013 – 2017 dengan menggunakan data skunder yang diberikan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum dikota Pekalongan akan mengurangi lapangan kerja, tenaga kerja dengan produktivitas rendah yang umumnya menyerap di sektor primer , sektor yang menyerap sebagian tenaga kerja dan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan penyerapan tenaga kerja tidak menyebabkan peningkatan kesejahteraan sosial di Kota Pekalongan karena : 1. Upah minimum yang diteria oleh tenaga kerja lebih rendah dari kebutuhan dasar minimum , 2. Upah minimum yang diterima tenaga kerja lebih rendah dari pendapatan pajak.
Penerapan aplikasi e-label batik sebagai upaya mendukung penerapan peraturan daerah Kota Pekalongan nomor 6 tahun 2014
Paminto Agung Christianto;
Eko Budi Susanto;
Ichwan Kurniawan
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 12 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v12i0.20
Pemerintah Kota Pekalongan melalui Perda Nomor 6 Tahun 2014 telah mewajibkan untuk semua produsen batik yang memproduksi dan menjual produk batik di/dari kota Pekalongan untuk menempelkan label “Batik Pekalongan”. Perda ini merupakan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menjaga keberlangsungan pengrajin batik di kota Pekalongan, sekaligus melindungi masyarakat yang membeli produk batik di/dari kota Pekalongan, akan tetapi sejak 3 (tiga) tahun perda tersebut diterbitkan, penerapannya di lapangan belum berjalan baik. Untuk mendukung upaya pemerintah kota Pekalongan, maka melalui penelitian ini akan diciptakan aplikasi e-label batik yang mampu menghasilkan label “Batik Pekalongan” dan berfungsi sebagai penanda terpercaya untuk melindungi masyarakat pembeli produk batik di/dari kota Pekalongan sekaligus melestarikan batik sebagai warisan budaya bukan benda. Menjadi penanda terpercaya karena didalam prosesnya aka nada tahapan validasi produk batik yang ditempeli label “Batik Pekalongan” oleh pemerintah kota Pekalongan sehingga masyarakat yang membeli produk batik berlabel “Batik Pekalongan” akan terlindungi dari upaya penipuan sekaligus menjadi penanda yang membedakannya dengan produk tekstil bermotif batik.
KELAYAKAN BUKU POP UP PEKALONGAN THE WORLD’S CITY OF BATIK: WARNA-WARNI BATIK PEKALONGAN SEBAGAI MEDIA EDUMOTIK (EDUKASI DAN PROMOSI BATIK)
Hanindya Restu Aulia;
Afrinar Pramitasari;
Zahir Widadi
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 9 (2015)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v9i0.21
THE PROBLEM OF THIS RESEARCH WAS HOW FEASIBILITY OF THE PEKALONGAN THE WORLD'S CITY OF BATIK: COLORFUL BATIK PEKALONGAN POP UP BOOKS AS MEDIA EDUCATION AND THE PROMOTION OF PEKALONGAN BATIK (EDUMOTIK). THE PURPOSE OF THIS STUDY TO DETERMINE THE FEASIBILITY OF A POP UP BOOK PEKALONGAN THE WORLD'S CITY OF BATIK: COLORFUL BATIK PEKALONGAN AS MEDIA EDUCATION AND THE PROMOTION OF PEKALONGAN BATIK (EDUMOTIK). THIS RESEARCH USES DESCRIPTIVE METHOD. BASED ON FEASIBILITY ANALYSIS OF POP-UP BOOKS PEKALONGAN THE WORLD'S CITY OF BATIK: COLORFUL BATIK PEKALONGAN AS MEDIA EDUCATION AND THE PROMOTION OF PEKALONGAN BATIK (EDUMOTIK) CAN BE DRAWN THE CONCLUSION THAT (1) THE MATERIAL PRESENTED IN ACCORDANCE WITH THE THEORY OF PEKALONGAN BATIK; (2) THE LANGUAGE USED IS APPROPRIATE TO THE AGE OF THE TARGET; (3) POP UP WHICH PRESENTED INTERESTING AND APPROPRIATE TO THE STORY; (4) ABLE TO ATTRACT READERS. OVERALL THE BOOK POP UP PEKALONGAN THE WORLD'S CITY OF BATIK: COLORFUL BATIK PEKALONGAN HAS BEEN QUALIFIED AS A MEDIUM OF EDUCATION AND PROMOTION OF PEKALONGAN BATIK (EDUMOTIK).
PENENTUAN JALUR LOCAL BASE SERVICES SMK DI KABUPATEN DAN KOTA PEKALONGAN
Ichwan Kurniawan;
Dicke Junryan Saut HS;
Karyoto Karyoto
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 9 (2015)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54911/litbang.v9i0.23
PEMANFAATAN APLIKASI AUGMENTED REALITY BERBASIS PERANGKAT BERGERAK DENGAN DIKOMBINASIKAN DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS), DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMBANTU MENENTUKAN LOKASI SMK DI KABUPATEN DAN KOTA PEKALONGAN. TERLIHAT DARI 46 LOKASI SMK DI KABUPATEN DAN KOTA PEKALONGAN DENGAN RANGE RADIUS 20 KM, TERTANGKAP SEBANYAK 39 LOKASI. HAL INI DIKARENAKAN KARENA ADA BEBERAPA TITIK YANG BERADA DI LUAR RANGE RADIUS YANG DITENTUKAN. NAMUN JIKA DILIHAT DARI PERBANDINGAN PENYIMPANGAN YANG TERJADI DARI PENENTUAN LOKASI DENGAN RUMUS GOOGLE MAP DENGAN AR BROWSER LAYAR VISION, DIPEROLEH RATA-RATA PENYIMPANGANNYA ADALAH 2.6 KM ARTINYA RATA-RATA POI BERGESER SEBANYAK 2643,1 M. JADI JIKA INGIN MENENTUKAN JALUR SEBENARNYA LEBIH BAIK MENGGUNAKAN GOOGLE MAP, KARENA MENGAMBARKAN JALUR SESUNGGUHNYA DARI PERMUKAAN BUMI. DAN JIKA INGIN MENCARI LOKASI SECARA REAL-TIME DENGAN JALUR YANG BELUM DITENTUKAN GUNAKANLAH AR BROWSER LAYAR VISION, KARENA TITIK POI YANG DIKETAHUI SEOLAH-OLAH KELUAR KE DALAM DUNIA NYATA