cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
Gotong Royong dalam Al-Qur’an dan Signifikansinya dengan Penanganan Covid-19: Analisis Kunci Hermeneutika Farid Esack
HERMENEUTIK Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.11766

Abstract

AbstractIn 2020, the world was shocked by the Covid-19 outbreak that emerged from the city of Wuhan, China. This global epidemic has spread to all parts of the world, including Indonesia. More than a year of handling, new cases always appear so that the end time of this outbreak cannot be adequately predicted. The lack of cooperation and community solidarity in dealing with the epidemic is one of the contributing factors. The Qur’an, as a way of life for the majority of the Indonesian population, teaches the importance of cooperation and mutual cooperation to achieve a common goal. This paper aims to highlight human values in mutual cooperation which are analyzed using Farid Esack’s theory of Qur’an hermeneutics and see their relevance to the handling of Covid-19 in Indonesia. This study uses qualitative research methods. The data in this study were sourced from library materials such as books, journals, internet websites, and other sources related to the problems discussed. The data collection technique is by reading, studying, and understanding the materials that have been collected related to the verses of the Qur’an about mutual cooperation and the reality of handling Covid-19. The data that has been collected were analyzed using the theory of hermeneutic keys by Farid Essack and the theory of functionalism. The analysis results show that gotong royong (mutual cooperation) is an attitude taught by Islam for humankind in achieving common prosperity, regardless of ethnicity, race, culture, and religion. Abstrak Tahun 2020, dunia digemparkan dengan wabah Covid-19 yang muncul dari Kota Wuhan, China. Wabah global ini menyebar ke seluruh belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Lebih dari satu tahun penanganan, kasus baru selalu muncul sehingga waktu berakhirnya wabah ini tidak dapat diprediksi dengan baik. Minimnya kerjasama dan solidaritas masyarakat dalam menangani wabah menjadi salah satu faktor penyebabnya. Al-Qur’an, sebagai way of life mayoritas penduduk Indonesia mengajarkan arti pentingnya kerjasama dan gotong-royong untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Tulisan ini bertujuan menyoroti nilai-nilai kemanusiaan dalam gotong-royong yang dianalisis menggunakan teori hermeneutika Al-Qur’an Farid Esack dan melihat relevansinya dengan penanganan Covid-19 Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data dalam penelitian ini bersumber dari bahan yang bersifat pustaka seperti buku-buku, jurnal-jurnal, website internet dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Teknik pengumpulan data yaitu dengan membaca, menelaah, dan memahami bahan-bahan yang sudah dikumpulkan berkaitan dengan ayat-ayat Al-Quran tentang gotong royong dan realita pada penanganan Covid-19. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teori kunci-kunci hermeneutika oleh Farid Essack dan teori fungsionalisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa gotong-royong merupakan sikap yang diajarkan Islam bagi umat manusia dalam menggapai kesejahteraan bersama, tanpa melihat suku, ras, budaya, dan agama.
Urgensi Makanan Bergizi Menurut Al-Qur’an Bagi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak
HERMENEUTIK Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.4789

Abstract

Manusia di dunia sehari-hari membutuhkan makan dan minum, tetapi dalam praktek aplikasinya tidak jarang dari mereka mengabaikan cara memperoleh makanan dengan halal dan kurangnya memperhatikan pentingnya makanan yang baik untuk dikonsumsi sehingga menyehatkan badan serta menghindarkan seseorang dari segala macam penyakit. Terlebih dalam hal ini pentingnya makanan bergizi yang diperuntukkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Gambaran umum dari penelitian ini adalah sebagai berikut: penulis menggunakan metode diskriptif-analisis. Permasalahan yang ditekankan terkait dengan kriteria makanan bergizi, urgensi makanan bergizi menurut al-Qur’an bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam pandangan Islam terdapat hubungan antara makanan halal bergizi dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Jenis makanan yang bergizi (thayyib) berpengaruh secara fisik dan positif dalam pembentukan kualitas kepribadian akhlak seseorang. Kaitannya dengan pembentukan kecerdasan manusia, pada fase fisik/jasmani untuk melangsungkan proses menerima dan menginduksikan informasi itulah yang membutuhkan tenaga kimiawi yang dibawa oleh zat gizi. Sehingga apabila kekurangan gizi berarti kekurangan tenaga maka daya tangkap dan induksi berpikir menjadi lemah dan kecerdasan menurun.
Konstruksi Tafsir Al Qur’an Dalam Akuntansi Syari’ah
HERMENEUTIK Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3903

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat sistem ekonomi konvensional tidak mampu lagi bisa menjawab persoalan-persoalan ekonomi yang semakin kompleks. Akuntansi modern yang bersifat value-free sebagai salah satu bagian dari sistem ekonomi selama ini berpihak pada sebagian kecil dari pelaku ekonomi saja. Islam sangat mendorong pendayagunaan harta dan melarang menyimpannya, sehingga dapat direalisasikan peranannya dalam aktivitas ekonomi akuntansi syari’ah tuntutannya adalah kebenaran hakiki (al-h}aq) yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, walaupun di satu sisi akuntansi syari’ah juga harus merujuk pada standar tetapi standar tidak dimaksudkan sebagai pembenaran. Islam melalui al-Qur’an telah menggariskan bahwa konsep akuntansi yang harus diikuti oleh para pelaku transaksi adalah menekankan pada konsep pertanggungjawaban. Kandungan substansi Islam pada dasarnya adalah pembebasan, menjadikan akuntansi dipersepsi sebagai risalah, memberi peran akuntan sebagai pembawa risalah Allah dalam konteks profesi dan menerjemahkan makna keadilan Tuhan dalam struktur akuntansi, sebagai wujud pelibatan Tuhan sebagai pusat akuntansi.
Pemikiran Khalid Abdullah Yahya Blankinship Tentang Terjemahan Bahasa Inggris
HERMENEUTIK Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.8426

Abstract

A Study of Khalid Blankinship's Thought on the Rhetoric Features of the al-Quran in English Translations. The scope of this research was related to the rhetoric of al-Quran in English translation. The aim of this study was to examine Khalid Blankinship's thoughts which concern on the English translation of al-Quran problems which in fact English is an international language. In this English translation was found a problem in terms of the rhetorical features of al-Quran. This study used an analytical-descriptive method to explain the problems of the rhetorical features of the English translation of al-Quran which presented on Blankinship's work The Inimitable Qur'an. Meanwhile, the results of this study were related to the findings of Blankinship about problems in the English translation rhetoric, it does not fully provide the true meaning of al-Quran. This is because the rhetoric of al-Quran is different from English and may also caused by the different scientific, social and cultural backgrounds of the translators.
Ikhlas PersPektIf al-Qur’an : kajian tafsir Maudhu’i
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.927

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna ikhlas yang bertujuan untukmengungkap tentang makna ikhlas dalam kajian tafsi>r maud} u’i.Diera modern ini, semakin banyak ditemukan manusia yang lebihcenderung untuk memandang bahwa hidup ini tidak ada yanggratis, selalu ada cost yang harus dibayar, hal ini yang menjadikanmereka selalu memperhitungkan untung rugi dalam segalaaspek prilaku dan pekerjaannya. Paradigma ini pada gilirannyamenjadikan suatu problem, yaitu sulitnya suatu perbuatan yangdilakukan manusia yang tulus ikhlas. Oleh karena itu kehadiranpenafsiran tentang ikhlas} memiliki nilai urgensinya tersendiri.Tulisan ini menggunakan pendekatan konten analisis sehinggadapat menggambarkan dan menjelaskan secara gamblangtentang makna ikhlas yang sesungguhnya dalam perspektif alQur’an. Hasilnya adalah bahwa ikhlas merupakan perbuatan yangberlandaskan motivasi untuk mempeoleh keridaan Allah swt.
Tren Pemikiran Tafsir al-Qur'an di Indonesia: Antara Perkembangan dan Pergeseran
HERMENEUTIK Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6773

Abstract

Since al-Qur'an is in written form (read: Manuscripts), since then the Qur'an has an open meaning. Anyone can understand it, interpret, and practice the contents based on their understanding. In Indonesia alone, the interpretation of the Qur'an continues to experience significant developments, until now the study of the interpretation of the Qur'an continues. This paper is going to explain the trends in the interpretation of the Qur'an in Indonesia. Through this paper, it will be seen how far Indonesian scholars 'wrestle' with the interpretation of the Qur'an. How is the development of interpretive thinking from classical, modern and contemporary times. Does the changing times bring Indonesian scholars more dominantly to the development of thought or is it only to the shift of thought from an Eastern to the Western style of understanding. As well as what are the expected implications of interpretive thinking on the needs of the Indonesian context.
PERKEMBANGAN TAFSIR MODERN DI INDONESIA
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.895

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskripkan khazanah tafsir diIndonesia di lihat dari segi historisnya. Kajian tafsir Indonesiadi sini adalah karya-karya tafsir yang ditulis oleh para ahli tafsirdengan menggunakan salah satu bahasa daerah atau bahasaIndonesia. Kajian al-Qur’an dan penafsirannya di Indonesiadirintis oleh Abdur Rauf Singkel yang menerjemahkan Al-Qur’an(Tarjuman al-Qur’an) ke dalam bahasa Melayu pada pertengahanabad XVII. Apa yang sudah dikaryakan oleh Singkel ini kemudiandilanjutkan oleh Munawar Chalil (Tafsir al-Qur`an Hidâyah alRahman), A. Hassan Bandung (al-Furqan, 1928), Mahmud Yunus(Tafsir Quran Indonesia, 1935), Hamka (Tafsir al-Azhar, 1973),Bisyri Musthafa Rembang (al-Ibriz, 1960). Tafsir al-Qur’an eraterakhir adalah karya Quraish Shihab. Model dan sistemasikatafsir karya Quraish Shihab: Pertama, menafsirkan dengan metodetematik, karya model ini tertuang dalam Membumikan al-Qur’an:Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (1992),Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan (1994) dan Wawasanal-Qur’an (1996) dan lainnya. Kedua, model menafsirkan seluruhal-Qur’an. Karya model ini kemudian tertuang dalam karyanyaTafsir al-Mishbah: Pesan dan Keserasian Ayat-Ayat al-Qur’an.
NIKAH BEDA AGAMA DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN
HERMENEUTIK Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5562

Abstract

Artikel ini membahas tentang nikah beda agama dalam pandangan al-Qur’an. Pernikahan adalah suatu ikatan yang sakral antara seorang pria dan wanita dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan konten analisis terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pernikahan beda agama dan didukung oleh berbagai pendangan para ulama dalam memandang persoalan pernikahan beda agama tersebut. Hasilnya adalah bahwa pernikahan beda agama memiliki dampak yang buruk bagi kelangsungan generasi Muslim. Persoalan aqidah adalah persoalan yang sangat prinsip sebagai dasar dalam membangun mahligai rumah tangga, jika rumah tangga dibina tidak atas dasar keyakinan yang sama kepada Allah swt., maka tujuan dari perkawinan itu sendiri tidak akan mugkin dapat dicapai
PRINSIP DAKWAH-TANPA-KEKERAAN DALAM AL-QUR’AN
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.918

Abstract

Fenomena kekerasan yang mengtasnamakan agama dalamkehidupan masyarakat merupakan sesuatu yang bertentangandengan Islam. Sejauh berkaitan dengan kekerasan, Islam sangatmenentang cara-cara tersebut dalam menyampaikan dakwah.Alih-alih, Islam mengajarkan cara-cara yang damai kepadaumatnya dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk dalammenyampaikan dakwah Islam sendiri. Cara yang ditempuholeh Nabi Muhammad SAW dalam melakukan perubahandi masyarakat jauh dari cara-cara kekerasan, sebaliknya beliaulebih menggunakan pendekatan-pendekatan yang manusiawi.Ancaman-ancaman fiik yang diterima Nabi dan para sahabatnyaketika menyampaikan dakwah tidak dihadapi dengan kekuatanfiik, melainkan dengan cara-cara yang jauh dari sikap kekerasan.Al-Qur’an dalam berbagai ayatnya secara tegas mengungkapkanhal tersebut. Tulisan ini menelaah tentang ayat-ayat yangmenegaskan tentang prinsip berdakwah bahwa dakwah tidakboleh dilakukan dengan kekerasan. Prinsip-prinsip tersebutadalah: Pertama, Islam merupakan agama yang menjadi rahmatanli al-‘alamin, Kedua, Dalam berdakwah harus bersikap bijak, Ketiga,Tidak boleh memaki sesembahan orang lain, dan Keempat, Tidakboleh memaksa orang dalam beragama. Kajian terhadap ayatayat mengenai prinsip-prinsip dakwah tersebut dilakukan denganmenggunakan pendekatan tafsir al-Qur’an.
Tinjauan Strategi Wacana Kuasa Pemerintah dalam Tafsir Al-Qur’an Tematik Kementerian Agama RI
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6353

Abstract

The Thematic Al-Qur'an Interpretation of the Ministry of Religion (TQTKA) is a collective work or ijtiha> d Jama> ’i> the Indonesian Ministry of Religion team. The theme presented in TQTKA is in accordance with the anxiety of the people in this contemporary era, so that it is expected to provide answers to the problems of the people. In epistemology, TQTKA essentially departs from the functional paradigm, then interpretation is the science used to explain meaning, explore the law, and wisdom that is in the Koran. The orientation used by the government is prospective orientation, therefore the government always pays attention to social-social problems that exist in Indonesia. Judging from the method used in TQTKA is the interpretation of maudu> 'i> or thematic and patterned adabi ijtima’i>. Then the validity of TQTKA is seen from 3 theories; coherence theory, correspondence theory, and pragmatism theory.The strategy used by the government is to position TQTKA as a product of knowledge, while the interpretation team is an extension of the ruling government. Of course this relationship between power and knowledge necessitates the influence of even intervention. As the power relation defined by Michel Foucault that power relations as something that makes people obedient. Power relations is the concept of power relations, where the practices of power come from subjects on objects through various media. The strategy is conveyed through religious, state, culture, gender media, the fourth of which is packaged in the Qur'anic interpretation of TQTKA.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue