cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 417 Documents
Konsep Karunia Allah dan Relasi Sosial Muslim dengan Non Muslim pada QS. al-Māidah[5]:64 (Aplikasi Metode Ma’nā-Cum-Magzhā) Amiruddin, Ahmad Ramzy
HERMENEUTIK Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.10488

Abstract

Salah satu peran seorang muslim yang perlu diwujudkan dalam kaitannya dengan non-muslim, ialah menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Realisasi akan hal tersebut dapat dimulai dari perbuatan-perbuatan kecil, seperti membantu sesama hingga perbuatan-perbuatan besar, seperti tidak menciptakan konflik itu sendiri. Ajaran agama turut berperan penting dalam mewujudkan hal itu. Oleh karenanya, melihat ayat-ayat al-Qur’an yang berbicara terkait relasi muslim dengan non-muslim menjadi penting. Termasuk juga, menelisik sikap Allah terhadap non-muslim itu sendiri dalam konteks pemberian karunia. Untuk melihat kedua hal tersebut, QS. al-Māidah[5]:64 menjadi jawabannya, karena dianggap mengandung kedua hal yang dimaksud. Dalam proses analisisnya, digunakan metode ma’nā-cum magzhā, sehingga diperoleh temuan. Pertama, bahwa QS. al-Māidah[5]:64 memerintahkan agar tidak berbuat kikir, termasuk terhadap non-muslim sekalipun. Kedua, bahwa Allah dalam memberikan karunia-Nya tidak pernah membeda-bedakan antara muslim dan non-muslim. Ketiga, tidak melakukan pengrusakan di muka bumi, salah satunya dengan tidak menciptakan konflik yang dapat memecah belah persatuan, termasuk kepada non-muslim.
URGENSI TAHFIZH AL-QUR’AN DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA DI PONDOK PESANTREN SUBULUSSALAM DEMAK
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4507

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap strategi pembelajaran tahfizh al-Qur’an di Pondok Pesantren Domenggalan Demak, yang mendidik para santri untuk menghafal al-Qur’an, baik dengan mengikuti pendidikan formal di sekolah ataupun tidak. Metode penelitian yang ditempuh adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Strategi pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Subulussalam ini tidak hanya dengan pembelajaran menghafal satu-satu (wahdah) melainkan juga memberdayakan strategi tutor sebaya. Sedangkan untuk melancarkan hafalan agar tidak mudah lupa diterapkan kewajiban review hafalan ketika sudah mencapai titik hafalan tertentu dari beberapa juz, atau yang dikenal dengan sistem terminalanuntuk memastikan santri benar-benar telah lancar menghafal.
Analisis Sosiologi Pengetahuan Terhadap Kitab Ahkam Al-Qur’an Karya Ibn Al-‘Arabi
HERMENEUTIK Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6816

Abstract

This article discussed about the interpretation of Ahkam al-Qur’an study of the interpretation of AbuBakr Muhammad bin ‘Abdullah al-Ma'ruf bin al-’Arabi. The main problems that will be answered are; first, what are the external realities that influence the thought of Ibn al-’Arabi in the interpretation of Ahkam al-Qur'an. Second, what is the process of objectivation that is built up in the commentary Ahkam al-Qur’an. Third, how can existing objective reality be formulated by Ibn al-Arabi in the form of internalization through Ahkam al-Qur’an so as to produce a product of contextual interpretation in the era.This study used the analysis of sociology of Peter L. Berger's knowledge. Some of the stages that were passed were in the form of inventorying data, selecting and classifying it, then reconstructing and conducting a critical analysis of the basic assumptions.The results of this study included; First, in terms of externalization, the sociology of knowledge aims to see the outpouring of the ideas of Ibn al-abiArabi in the book Ahkam al-Qur’an, where the ideas were born from the socio-political context of Andalusia. Second, the process of objectification of Ibn al-’Arabi is an objective reality which he developed through his scientific and thought methodology. Simply put, the science and mindset shown by Ibn al-Arabi is reflected in his views on the Koran and interpretation, commentary bi al-ma’sur, and the verses of law. Third, as a result of the objective reality gave birth to the internalization process. This process is purely an individual product, but at the same time as a social product, because no alternative thought arises except departing from thinking that is generally considered to have been established. In the context of the discourse developed by Ibn al-’Arabi, the alternation processes are present in between the substance of Ibn al-Arabi's thought which shows its objective reality. Thus, the internalization process is always present as a result of direct consequences of existing objective reality.This can be deduced from the characteristics of Ibn al-‘Arabi's thought inherent in the commentary Ahkam al-Qur’an. However, as far as this research is concerned, there is something unique and distinctive that is presented by Ibn al-Arabi, namely its moderation in responding to various differences of understanding in interpretation. Besides his bigotry also does not make him blasphemers for those who differ in understanding, he remains a student who always respects the teachers he has quoted in his commentary. 
Pengaruh Maqôsid Syari’ah Di Dalam Tafsir dan Hadis
HERMENEUTIK Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i1.6802

Abstract

This research is intended to find out the meaning of the study maqôsidi in the interpretation, to look for the historical roots of the use of maqôsid as an independent branch of knowledge, who are the scholars who are keen to concentrate on the maqôsid theory then what are the examples of maqôsid usage in the world of the Qur'anic interpretation. This study uses qualitative without mentioning numbers, the primary source of this literature study from several master books such as the Asy-Syâthibi book which is famous as the father of maqôsid. Then the result of the findings is that the intention of the maqôsid in the world of interpretation is the review of the Qur'an seeking wisdom, reasons and lessons to get a kind of wordl view from it. Then the history begins with Umar bin Khattab, Imam Haromain, Ghazali, Asy-Syâthibi, Ibnu ‘Âsyûr to ar-Raisûni. Which is an example of the use of maqôsid in interpretation is the interpretation of QS. Al-Mâidah: 51, QS. Al-Mâidah: 6 QS. Al-Baqarah: 187.
MENGUAK VISI POLITIK AL-QUR’AN: Kajian Intertektualitas Al-Qur’an Tentang prinsip Penyelenggaraan kelembagaan Negara
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.899

Abstract

Salah satu visi politik dari Al-Qur’an berkaitan dengan prinsipprinsip utama dari lembaga negara. Artikel ini membahas tema inimelalui metode intertekstualitas al-Qur’an pada dua kata kunci (al-Balad dan al-Mulk) dan satu konsep kunci (tugas manusia). Artikelini menyimpulkan beberapa prinsip kunci dalam pengirimanlembaga yaitu keadilan dan kesetaraan termasuk non-diskriminasi,keamanan kepatuhan-fiik, psikologis dan spiritualitas, diskusi,membela masyarakat miskin dan marginal, membangun nilai-nilaipositif dan pemberdayaan (isti’mar). Penelitian ini menunjukkanbahwa Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip dasar dalamorganisasi negara sebagai bagian dari visi politiknya, namun AlQur’an memungkinkan pertanyaan tentang bentuk atau sistemnegara ke ladang untuk ijtihad muslim sepanjang waktu tanpamemberikan klaim pada bentuk atau sistem sebagai negara Islamdalam arti formal dan ideologi.
Living Qur’an Di Instansi Kesehatan: Fenomena “Gerakan Membaca Al-Quran Sebelum Bekerja” Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5590

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian tentang fenomena komunitas yang melakukan sebuah usaha untuk menghidupkan al-Qur’an. Usaha mereka tersebut merupakan suatu bentuk resepsi terhadap Kitab Suci. Mereka adalah para karyawan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Adapun yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) bagaimana para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja? dan (2) apa pengaruh yang dirasakan para karyawan selama melaksanakan gerakan tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan dan pengaruh yang dirasakan para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang atas program yang digalakkan, yaitu gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja. Kedua hal tersebut kemudian dikemas dalam sebuah kajian Living Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang memaknai gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja ii dengan dua pemaknaan yakni makna zahir dan makna batin. Makna zahir mencakup pemahaman mereka yang mengatakan bahwa membaca al-Quran sebagai suatu kewajiban, kebutuhan, dan rutinitas. Sedangkan makna batin meliputi tilawah sebagai motivasi hidup, penenang hati, sarana intropeksi diri, dan tabungan amal di akhirat kelak. Adapun pengaruh yang dirasakan oleh para karyawan RSI Sultan Agung adalah kedisiplinan waktu, menjalin kebersamaan dan saling mengingatkan antar karyawan, bersemangat untuk tahsin al-Quran, menjadi istiqamah dalam membaca al-Quran, dan . Pengaruh tersebut membuktikan bahwa gerakan membaca al-Quran sebelum bekerja yang digalakkan direksi Rumah Sakit Islam Sultan Agung dapat diterima dengan baik oleh para karyawannya dan merupakan suatu bentuk dari al-Quran yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
QUR’ANIC STUDIES DALAM LINTASAN SEJARA ORIENTALISME DAN ISLAMOLOGI BARA
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.922

Abstract

Qur’anic studies di dunia Barat telah melewati bentangan sejarahcukup panjang. Dalam babakan-babakan sejarah itu, Qur’anicstudies dalam frame orientalisme tak terhindarkan dari perangkapzona akademis yang kompleks. Dikatakan kompleks, sebab ialekat dengan motif-motif yang amat variatif. Di antara faktor yangmempengaruhi perubahan citra Barat mengenai dunia Islam,yakni bertambahnya informasi faktual mengenai Islam dan kaummuslim, kontak-kontak langsung yang terus meningkat lantaranhubungan politik dan perdagangan, apresiasi yang tinggi terhadapprinsip-prinsip keilmuan dan fisafat yang berakar kuat di duniaTimur, dan perkembangan gradual kesadaran Barat sendiri. Padaperiode tertentu, Qur’anic studies muncul sebagai proyek apologismissionaris yang bertujuan melakukan konversi (evangelism).Namun ia acapkali muncul sebagai proyek material kolonialismeyang absolut, atau tak jarang semata-mata didorong sekadarmemenuhi rasa ingin tahu (intellectual curiosity). Kompleksitastertentu juga dapat ditemui dalam diskontinuitas Qur’anic studies,di mana secara evolutif ia mengalami transformasi-transformasiinternal akibat varian perangkat metodologi yang digunakan.Sehingga, sikap selektif diperlukan untuk menyikapi Qur’anicStudies menurut perspektif para orientalist dan Islamologi Barat.
Karakteristik Manuskrip Al-Qur’an Pangeran Diponegoro: Telaah Atas Khazanah Islam Era Perang Jawa
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6374

Abstract

Prince Diponegoro who is the son of Sultan Hamengkubuwana III grew up in the community of kyai and santri. The education of his great-grandmother influenced the view of Prince Diponegoro who then liked Islamic works. The aristocratic legacy of Prince Diponegoro made himself courageous to lead the Java War against the Dutch. The peak of Java War in the Magelang left historical objects. Among them are Quranic manuscripts attributed to Prince Diponegoro. Unfortunately, many works do not discuss about the legacy of Prince Diponegoro. This paper examines a Quranic manuscript attributed as a legacy of Prince Diponegoro through a philological and codicological approach with the aim of knowing how the history and characteristic of the manuscript are. Through this paper, it can be known the characteristics of philology in Islamic studies through of the Quranic manuscripts. There are several prominent characteristics of the Mushaf, such as illuminations at manuscripts that seem luxurious and thick with Javanese culture. The use of rasm, punctuation, sign tajwid, and sign waqaf also characterizes the writing of manuscripts in the 19 th century in the Java War that is different from the mushaf that is developing now.
KONSEP IMAN MENURUT TOSHIHIKO ISUTZU
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.890

Abstract

Artikel ini berupaya untuk memahami al-Qur’an dengan metodedan pendekatan para outsider. Akan tetapi, tidak jarang pulametode dan pendekatan yang dipakai para ousider tersebut akandapat membuka cakrawala dan mengembangkan pengetahuanbaru. Pokok-pokok implementasi iman menurut Toshihiko Izutsudalam buku “Konsep-Konsep Etika Religius dalam al-Qur’an”yaitu: (1) Iman, merupakan lawan diametrik dari kufr, makatidak ada alasan sama sekali untuk terkejut jika menemukan imanberlawanan dengan istilah etika religius lain yang kurang lebihsinonim dengan kufr. (2) Ketiga konsep (Ima>n, Isla>m, Ihsa>n)membentuk tiga tingkatan secara berurutan menurut konsepagama sebagaimana yang dipahami menurut pengertian Islam.Tingkatan yang paling tinggi adalah ihsan, tingkatan pertengahanadalah iman, dan diikuti oleh islam. Dengan demikian, setiapmuhsin (pelaku ihsan) adalah mu’min (orang yang beriman), dansetiap mu’min adalah muslim (orang Islam). Namun demikian,tidak semua mukmin adalah muhsin, dan tidak setiap muslimadalah mukmin.
DAKHIL AYAT KISAH DALAM AL-QURAN: STUDI ANALISIS KISAH HARUT DAN MARUT DALAMTAFSIR AD-DURR AL-MANTSUR KARYA JALALUDDIN AS-SUYUTHI
HERMENEUTIK Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5545

Abstract

Artikel ini mengulas tentang dakhil dalam tafsir ad-Durr al-Mantsur karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini memfokuskan pada ayat kisah tentang Harut dan Marut. Dalam menafsirkan ayat tersebut, imam Jalaluddin Suyuti memaparkan banyak riwayat-riwayat yang ketika ditelaah lebih lanjut banyak mengandung khurafat. Tafsir ad-Durr al-Mansur ini hanya sekedar memaparkan kisah tanpa ada komentar lanjutannya, apakah riwayat tersebut sahih atau bukan. Kisah tentang Harut dan Marut yang dipaparkan dalam tafsir tersebut termasuk dakhil dalam tafsir dengan kategori riwayat Israiliyyat dan hadis maudhu’.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Available June 2021 Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue