cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
m.yunus@polije.ac.id
Phone
+628123413933
Journal Mail Official
j-remi@polije.ac.id
Editorial Address
Program Studi Rekam Medik Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip PO Box 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2721866X     DOI : https://doi.org/10.25047/jremi
Core Subject : Health,
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan is a scientific journal that is managed and published by the Program Studi Rekam Medik, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Jember. J-REMI contains the publication of research results from students, lecturers and or other practitioners in the field of medical records and health information with coverage and focus on the fields of Health Information Management, Health Information Systems, Health Information Technology, Health Quality Information Management and Classification, Coding of Diseases and Problems. Health and Action.
Articles 275 Documents
Evaluasi Implementasi Program Voluntary Counselling and Testing HIV/AIDS di Puskesmas Kencong Nurul Kamilia; Feby Erawantini; Ida Nurmawati; Dony Setiawan Hendyca Putra
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2445

Abstract

VCT (Voluntary Counselling and Testing) merupakan salah satu program untuk pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV/AIDS. Kencong merupakan kecamatan dengan kasus pasien HIV/AIDS meninggal terbanyak yaitu 45 dengan total HIV/AIDS sebanyak 265. Jumlah kunjungan VCT pada tahun 2015 sampai 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu dari 329, 193, menjadi 119 dengan total HIV+ sebanyak 35. Akibatnya target VCT tidak tercapai sehingga diperlukan evaluasi untuk memperbaiki program kedepannya agar dapat menurunkan hingga meniadakan infeksi baru HIV dan menurunkan hingga meniadakan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program layanan VCT HIV/AIDS di Puskesmas Kencong Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa faktor input implementasi VCT yaitu SDM masih kurang dan terdapat yang belum mengikuti pelatihan, dana sudah tercukupi, sarana dan prasarana belum cukup baik, dan SOP untuk pelaksanaan VCT sudah ada. Faktor proses yaitu pengorganisasian dalam pembagian tugas mengalami tumpang tindih, pelaksanaan konseling sebelum tes dan hasil tes sudah dilakukan semua. Faktor output yaitu pencapaian HIV tidak mencapai target yaitu pasien bumil 68%, pasien TB 67%, pasien faktor risiko 50%, dan pasien IMS 30% dengan masing – masing target 100%. Hasil dari penelitian ini memperoleh prioritas masalah yaitu tidak semua petugas VCT mengikuti pelatihan. Alternatif solusi yaitu dengan merekomendasikan petugas yang belum mengikuti pelatihan managemen kasus ke petugas Tata Usaha yang kemudian diusulkan ke Kepala Puskesmas.
Analisis Faktor Risiko Berhubungan dengan Mortalitas HIV/AIDS di Puskesmas Kencong Jember Agni Candramawa Sholikha; Maya Weka Santi; Atma Deharja; Ervina Rachmawati
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2446

Abstract

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a collection of symptoms obtain due to decreased immunity caused by HIV (Human Immunodeficiency Virus). The number of people with HIV/AIDS is increasing, and becoming a global pandemic in the world of child and adult mortality. The highest mortality rate is in Kencong with the number of deaths increasing every year, the highest was in January-July 2019 with 55,88% deaths. The research was aimed to provide an overview of HIV/AIDS mortality in Health Center Kencong, Jember. This research is quantitative descriptive. The samples used were 51 medical record documents of HIV / AIDS patients. The data collection method in this study is a checklist sheet. The data analysis used was univariate analysis. The results showed that most respondents aged 15-49 years were 98.2%, the majority of respondents were male at 67.2%, most respondents had low education <high school (74.5%). It is hoped that the Puskesmas can socialize and provide information to HIV / AIDS patients regarding risk factors for HIV / AIDS mortality so that patients pay more attention to their health.
Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Apotek di Puskesmas Banjarsengon Mahardika Nugraha; Niyatul Muna; Andri Permana Wicaksono; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2447

Abstract

Banjarsengon public health center is one of the health agencies that deal with patient care and treatment. The pharmacy section of the Banjarsengon Health Center in carrying out registration, recording medical records, drug data collection and managing reports is still done manually. In addition, data collection errors are often encountered which can lead to inaccurate reporting data. The purpose of this research is to solve problems in drug data collection by designing a pharmacy information system at the Banjarsengon health center. The making of pharmacy information system application was using Microsoft Visual Studio 2019. System development was using waterfall method. Data collections consist of observation, interviews and documentation. The result of black box testing showed that this pharmacy information system can operate properly. The advantages are the pharmacy information system been integrated with the operation of pharmacists and management that can reduce the possibility of errors that affect the service to patients, improve the efficiency of the drug recording system quickly and accurately, facilitate pharmacists in recording, reduce and add drug stock automatically and also print reports in pdf form.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT: LITERATUR REVIEW kesia stefani hallatu
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2454

Abstract

Pengembalian berkas rekam medis adalah suatu sistem yang cukup penting karena terkait dengan pelaporan rumah sakit dan proses klaim ke asuransi. Namun beberapa penelitian menunjukkan pengembalian berkas rekam medis rawat inap tidak sesuai dengan standar yang berlaku di masing-masing rumah sakit dengan persentase keterlambatan lebih dari 50% dan melebihi batas waktu 2x24 jam. Hal ini menimbulkan berbagai dampak diantaranya terhambatnya proses pengolahan data rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan tahun 2010-2020 pada 3 database (Google Schoolar, Portal Garuda, dan Asian Journal of Case Reports in Medicine and Health). Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan 12 faktor penyebab terjadinya keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap yaitu, faktor pengetahuan, faktor sikap, faktor standar prosedur operasional, faktor monitoring, faktor ketidak lengkapan, faktor motivasi, faktor jumlah petugas, faktor pendidikan, faktor usia, dan faktor masa kerja. Penyebab utama terjadinya keterlambatan pengembalian rekam medis dari ruangan ke ruang rekam medis adalah kurangnya pengetahuan responden tentang batas maksimal pegembalian rekam medis, kurangnya sikap disiplin responden dalam pengembalian rekam medis karena rekam medis akan dikembalikan jika rekam medis sudah menumpuk, dan belum dilakukan sosialisasi terkait batas waktu pengembalian rekam medis dari ruang perawatan ke ruang rekam medis.
Strategi Percepatan Waktu Distribusi Dokumen Rekam Medis di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso Isye Isyanti Dewi; Feby Erawantini; dr. Novita Nuraini; Gamasiano Alfiansyah
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2456

Abstract

Pendistribusian dokumen rekam medis adalah suatu kegiatan mendistribusikan dokumen rekam medis ke poliklinik setelah pasien registrasi. Keterlambatan pendistribusian dokumen rekam medis rawat jalan sering dijumpai pada kegiatan penyelenggaraan rekam medis. Batas waktu pendistribusian dokumen rekam medis rawat jalan di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso yaitu ≤ 10 menit setelah pasien mendaftar. Data keterlambatan yang dilakukan pada survey awal bulan November 2019 mencapai 53,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi untuk melakukan perbaikan keterlambatan pendistribusian dokumen rekam medis rawat jalan di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Action Research. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan brainstorming. Hasil penelitian ini diketahui bahwa faktor penyebab keterlambatan pendistribusian dokumen rekam medis rawat jalan yaitu pengetahuan petugas tentang SOP kurang, kedisiplinan petugas yang masih kurang disiplin, tidak terdapat petugas khusus pendistribusian dokumen rekam medis, tidak terdapat tracer pada rak penyimpanan, petugas filing tidak pernah mendapatkan reward dari pimpinan dan belum pernah diadakan sosialisasi SOP. Berdasarkan hal tersebut upaya penyelesaian masalah yang peneliti sarankan pada pihak RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan merevisi SOP dan sosialisasi SOP secara berkala.
FAKTOR KETIDAKTEPATAN WAKTU PENGEMBALIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT-LITERATURE REVIEW Herisa Eril Hidayat
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2468

Abstract

Pengolahan berkas rekam medis merupakan salah satu prosedur dalam manajemen kegiatan di instalasi rekam medis selanjutnya dipakai sebagai laporan rumah sakit. Berkas rekam medis dari unit rawat inap dikembalikan ke instalasi rekam medis. Proses ini dapat diketahui berkas kembali tepat waktu dan terlambat kembali ke instalasi rekam rekam medis. Dampak ketidaktepatan pengembalian berkas rekam medis mengganggu proses pelayanan pasien dan pengolahan data rekam medis. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review melalui penelusuran dengan membaca berbagai sumber artikel dan bahan acuan lain sesuai dengan topik penelitian. Artikel yang direview sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria artikel dan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab ketidaktepatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di rumah sakit berdasarkan literatur review ini adalah; (1) Faktor man, yaitu tingkat kedisplinan dokter dan perawat dalam pengisian berkas rekam medis rawat inap, kekurangan tenaga kerja, pengetahuan masih kurang serta beban kerja dokter dan perawat tinggi; (2) Faktor money, yaitu tidak adanya anggaran reward, mengusulkan petugas baru atau pengajuan anggaran pelatihan; (3) Faktor material, yaitu buku ekspedisi yang terdapat di ruang asembling; (4) Faktor machine, yaitu penggunaan pipa pneumatic tube macet, penempelan post it belum ada, lift boleh digunakan hanya dengan pasien, dan telepon tidak digunakan maksimal; (5) Faktor method, yaitu pelaksanaan kebijakan / standar prosedur operasional belum maksimal, monitoring dan evaluasi belum berjalan baik, dan motivasi rendah. Tingkat kedisiplinan dokter dan perawat yang rendah dalam pengisian berkas rekam medis rawat inap menjadi masalah paling banyak dibahas dalam literature review penelitian ini.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaksesuaian Pencatatan Sensus Harian Rawat Inap dengan SIMRS di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso Isye Isyanti Devi; dr. Novita Nuraini; Feby Erawantini; Dony Setiawan Hendica P
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2469

Abstract

Pencatatan sensus harian rawat inap adalah kegiatan pencatatan atau perhitungan pasien yang dilakukan setiap hari pada instalasi rawat inap. Informasi dari sensus harian rawat inap dibutuhkan oleh rumah sakit sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak manajemen sehingga kegiatan sensus harian rawat inap harus dilaksanakan dengan benar agar data yang dihasilkan akurat dan dapat digunakan. Diketahui RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso ditemukan permasalahan ketidaksesuaian pencatatan sensus harian rawat inap dengan SIMRS. Data tertinggi ketidaksesuaian pencatatan sensus harian rawat inap dengan SIMRS terjadi pada ruang Teratai bulan Juni yaitu 37%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab serta melakukan upaya perbaikan masalah ketidaksesuaian pencatatan sensus harian rawat inap dengan SIMRS di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teori kinerja Robbins (Motivation, Opportunity, Ability). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Hasil penelitian ini diketahui bahwa faktor penyebab ketidaksesuaian pencatatan sensus harian rawat inap dengan SIMRS yaitu dari faktor Motivation pemberian reward dan punishment kurang maksimal, faktor Opportunity yaitu pengetahuan admin tentang SOP kurang, tidak ada pelatihan pencatatan sensus harian rawat inap, dan faktor Ability terkait pengetahuan admin memiliki perbedaan persepsi dalam mencatat sensus harian rawat inap dan kedisiplinan admin masih kurang teliti dan tertib dalam mencatat. Berdasarkan hal tersebut upaya penyelesaian masalah yang peneliti sarankan pada pihak RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan merevisi SOP dan dilakukan sosialisasi, serta pelatihan terkait pencatatan sensus harian rawat inap.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI PUSKESMAS JENGGAWAH Nur Huda
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2473

Abstract

Puskesmas memiliki pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya kesehatan promotif dan preventif, baik upaya ksehatan masyarakat atau perorangan dengan tujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Dalam melakukan upaya tersebut dibutuhkan rekam medis guna pendokumentasian pelayanan. Rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan non rumah sakit disimpan sekurang-kurangnya 2 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Berkas rekam medis yang sudah tidak bernilai guna dapat dimusnahkan namun seringkali beberapa fasilitas kesehatan tidak melakukan kegitana retensi dan pemusnahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pemusnahan berkas rekam medis inaktif di puskesmas Jenggawah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teori 5M yang akan digambarkan melalui fishbone dengan subjek penelitian 2 petugas rekam medis, 1 penanggung jawab rekam medis, dan kepala puskesmas. Teknik pengambilan data dengan kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari faktor man penyebab keterlambatan pemusnahan rekam medis adalah kurangnya pengetahuan tentang pemusnahan, latar belakang pendidikan masih SMA, tidak pernah mengikuti proses pemusnahan; dari faktor method adalah tidak ada SOP pemusnahan rekam medis; faktor money yaitu belum ada anggaran untuk membeli alat penghacur kertas dan teknik pemusnahan; machine yaitu tidak ada alat penghancur kertas; faktor material tidak menyebabkan pemusnahan rekam medis. Saran yang dapat diajukan adalah pembuatan dan pengimplementasian SOP Pemusnahan Rekam Medis. Keywords: pemusnahan, puskesmas, retensi, rekam medis, penyimpanan
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN PUSKESMAS DI PUSKESMAS LABRUK KIDULKABUPATEN LUMAJANG Sri Mahahayu Bimantari Nugroho
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 2 No 4 (2021): September
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2474

Abstract

Abstract Labruk Kidul Health Center has carried out medical record management, but there are problems. The problem is the delay in returning the medical record files. There were 255 files of late medical records from 271 files with a delayed percentage of 94.20%. Delays impact decreasing the quality of medical record services, hampering assembling, and storing medical record files. The research objective was to analyze the causes of inpatient medical record file delays based on the Public Health management approach (5M). This type of research is qualitative. The data collection methods are interviews, observation, and documentation. This study's subjects were the head of Labruk Kidul Health Center, one medical record officer, and two inpatient nurses. The results showed that the cause of delay in returning medical record file was due to a lack of knowledge and training, inadequate infrastructure, no standard operating procedures and outreach, unrealized funding, no inpatient expedition book, and no planning strategy for the delayed return of medical record files. The agreed solution from brainstorming method is to create a standard operating procedure and flow of returning medical record documents which will be informed to the related unit, regularly planning, submitting funds or goods to the regional health office to support medical record return activities, as making expedition books to find incoming and outgoing medical record files. Keywords: Delay, Returns, Medical Record Files Abstrak Puskesmas Labruk Kidul sudah melakukan pengelolaan rekam medis, namun terdapat permasalahan. Permasalahanya adalah keterlambatan pengembalian file rekam medis. Terdapat 255 berkas rekam medis terlambat dari 271 berkas dengan persentase keterlambatan 94,20%. Keterlambatan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan rekam medis, terhambatnya perakitan, dan penyimpanan berkas rekam medis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis penyebab keterlambatan berkas rekam medis rawat inap berdasarkan pendekatan manajemen puskesmas (5M). Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Labruk Kidul, satu orang petugas rekam medis, dan dua orang perawat rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis adalah karena kurangnya pengetahuan dan pelatihan, sarana prasarana yang kurang memadai, tidak ada standart operasional prosedur dan sosialisasi, dana yang belum terealisasi, tidak adanya buku ekspedisi rawat inap dan tidak ada strategi perencanaan keterlambatan pengembalian tenaga medis. merekam file. Solusi yang disepakati dari metode brainstorming adalah membuat prosedur operasi standar dan alur dokumen rekam medis yang akan diinformasikan ke unit terkait, perencanaan secara berkala, penyerahan dana atau barang ke dinas kesehatan untuk mendukung kegiatan pengembalian rekam medis, serta seperti membuat buku ekspedisi rawat inap untuk mencari dokumen rekam medis yang masuk dan keluar. Kata kunci: Keterlambatan, Pengembalian, Berkas Rekam Medis.
UPAYA PERBAIKAN KELENGKAPAN PENGISIAN HASIL PENUNJANG PADA RINGKASAN PULANG PASIEN RAWAT INAP UNTUK MENCEGAH PENGEMBALIAN KLAIM BPJS DI RSUD IBNU SINA KABUPATEN GRESIK Ermin Nurhayati
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 3 No 1 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v3i1.2475

Abstract

Kelengkapan pengisian hasil penunjang  pada  ringkasan pulang pasien rawat inap  adalah hal yang penting untuk kelengkapan Klaim BPJS. Karena jika terjadi ketidaklengkapan pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap bisa menyebabkan pengembalian klaim BPJS.DPJP adalah Dokter penanggung Jawab Pelayanan Pasien yang wajib mengisi kelengkapan hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap. Jika DPJP berhalangan untuk pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap boleh diwakilkan sama MPP. Tujuan penelitian ini untuk melakukan upaya perbaikan pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap untuk mencegah pengembalian klaim BPJS  di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik dengan mengidentifikasi faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap ditinjau dari teori perilaku Green kemudian menentukan prioritas masalah dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) lalu menyusun upaya perbaikan melalui Brainstroming. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara 5 responden, kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas masalah ketidaklengkapan pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien rawat inap yaitu banyaknya pasien yang dirawat oleh DPJP . Saran yang diberikan yaitu melakukan pembinaan terhadap DPJP dan mengadakan pelatihan minimal inhouse training kepada DPJP dan MPP tentang kelengkapan pengisian hasil penunjang pada ringkasan pulang pasien pulang rawat inap  untuk mencegah pengembalian klaim BPJS, Perlu membuat SPO kelengkapan pengisian ringkasan pulang pasien rawat inap untuk kesuksesan klaim BPJS, Perlu diadakan SEMARAK REAL TIME lagi untuk memberikan apresiasi kepada DPJP dan MPP