cover
Contact Name
Endar Pradesa
Contact Email
lppm@univbinainsan.ac.id
Phone
+6285267795998
Journal Mail Official
lppm@univbinainsan.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Besar H.M Soeharto Kel Lubuk Kupang, Kec Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Interprof
Core Subject : Economy,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, pengkajian, dan pengembangan mengenai isu ekonomi, manajemen, dan bisnis. Situs Jurnal Media Ekonomi menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis, berskala nasional, dan sumber referensi bagi akademisi. Editor menerima kiriman artikel yang sudah disesuaikan dengan template dan belum pernah diterbitkan atau dipublikasi pada jurnal lain. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses cek plagiat melalui alat bantu turnitin.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni" : 7 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MUARA KELINGI KABUPATEN MUSI RAWAS Mursina Mursina; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.709

Abstract

Pendidikan sangat penting dan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena berorientasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Makna pendidikan terletak pada bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia senantiasa melestarikan nilai-nilai luhur sosial budaya yang telah memberikan bukti sebagai perjalanan suatu sejarah bangsa. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dapat dikatakan sebagai wadah dalam mencapai tujuan pembangunan Nasional. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung pada Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah tersebut yaitu kepala sekolah, guru, siswa, pegawai tata usaha, dan tenaga pendidik, kependidikan dan sebagainya. Selain itu harus didukung pula oleh sarana dan prasarana yang memadai. Untuk membentuk manusia yang sesuai dengan tujuan pembangunan Nasional, yang pada hakekatnya bertujuan meningkatkan kualitas manusia dan seluruh masayarakat Indonesia yang maju, modern, berdasarakan Pancasila, maka dibutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas. Penelitian ini bertipe asosiatif, dan hasil penelitian menunjukkan Motivasi dan budaya kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja guru di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas dengan Fhitung sebesar adalah 65.036> Ftabel = 3,28 dan tingkat kemaknaan secara simultan signifikansinya adalah 0,000 < (α) = 0,05 df = n – k = 38 - 2 – 1 = 35 adalah sebesar 3,28 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kemudian menjelaskan Bahwa variabel motivasi (X1) terhadap kinerja guru di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas menunjukan nilai thitung = 8,361 lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan tingkat signifikan = 0,000 < (α) 0.05, df (n-2) 38 – 2 = 36 adalah sebesar 2,021, hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan secara parsial variabel motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas.dan terakhir menunjukkan Bahwa variabel budaya kerja (X2) terhadap kinerja guru disekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas menunjukan nilai thitung = 9.641 lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan tingkat signifikan = 0,000 < (α) 0.05, df (n-2) 38 – 2 = 36 adalah sebesar 2,021, hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan secara parsial variabel budaya kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas.
PENGARUH PELATIHAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LAHAT Saidi Saidi; Ahmad Basri
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.710

Abstract

Penerepan manajemen kinerja menurut Wibowo (dalam Fahmi, 2015 : 2), merupakan kebutuhan mutlak bagi organisasi untuk mencapai tujuan dengan mengatur kerja sama secara harmonis dan terintegrasi antara pemimpin dan bawahannya. Manajemen kinerja akan dapat diwujudkan jika ada hubungan dan keinginan yang sinergi antara atasan dan bawahan dalam usaha bersama-sama mewujudkan visi dan misi organisasi. Untuk itu salah satu dasar mewujudkan konsep manajemen kinerja adalah dengan mengembangkan dan mengedepankan komunikasi yang efektif antar berbagai pihak baik di lingkungan internal organisasi dan ektsternal organisasi. Dalam penelitian diperlukan adanya teori yang membantu memilih salah satu metode yang relevan terhadap permasalahan yang diajukan, mengingat kemampuan peneliti, biaya dan lokasi peneliti memutuskan untuk melaksanakan penelitian ini menggunakan metodepenelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan fokus melakukan pengkajian kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat yang meliputi kajian pelatihan dan budaya organisasi.Adapun permasalahan yang akan diteliti peneliti yaitu mengenai pelatihan bahwa pelatihan merupakan bagian yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan atau keterampilan para pegawai dalam menghadapi pekerjaan atau tugas tertentu.Selanjutnya mengenai budaya organisasi.Budaya suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempatnya berada, karena organisasi adalah sebuah sistem yang terbuka, yang selalu beradaptasi dengan lingkungannya.Secara spesifik budaya organisasi, tergantung pada misi dan visi serta strategi organisasi dalam upaya mencapai tujuan. Hasil penelitian menunjukkan Pelatihan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat. Hal ini dibuktikan denganthitung = 3,139lebih besar dari nilai ttabel2,000 dengan tingkat signifikan = 0,000 < (α)0.05,df (n-2) 52 – 2 = 50 adalah sebesar 2,000, hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan secara parsial variabel pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawaidi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat. Selanjutnya Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat. Hal ini dibuktikan dengan thitung = 4,256 lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan tingkat signifikan = 0,000 < (α) 0.05, df (n-2) 52 – 2 = 50 adalah sebesar 2,000, hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan secara parsial variabel budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawaidi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat. Kemudian Pelatihan dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat. Hal ini dibuktikan denganFhitung =14,699 > Ftabel = 3,18 dan tingkat kemaknaan secara simultan signifikansinya adalah 0,000 < (α) = 0,05 df = n – k = 52 - 2 – 1 = 49 adalah sebesar 3,18sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya menunjukan bahwa secara bersamasama (simultan) variabel bebas yaitu pelatihan dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat, jadi terbukti kebenarannya dan hipotesis Penelitiannya dapat diterima.
KAJIAN HUBUNGAN INDSUTRIAL DTINJAU DARI PERAN SERIKAT PEKERJA DI PT BUMI BELITI ABADI Aandri Siandra; Dheo Rimbano; Sutanta Sutanta
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan industrial di PT. Bumi Beliti Abadi yang meliputi, fungsi serikat pekerja, peran serikat pekerja, cara menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dan penerapan perjanjian kerja bersama di PT. Bumi Beliti Abadi. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokementasi dan tinjauan pustaka. Analisis data yang digunakan menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah: Bahwasanya fungsi serikat pekerja di PT. Bumi Beliti Abadi fungsi serikat pekerja di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan sebagaimana mestinya. Akan tetapi fungsi serikat dalam melakukan pemogokan kerja dan sebagai wakil pekerja buruh dalam memperjuangkan saham dalam perusahaan belum dilakukan.peran serikat pekerja yang di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan tapi belum cukup optimal. Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan dengan benar. Hanya pada tahap pengadilan hubungan industrial bahkan ke mahkamah agung (jalur hukum) belum pernah terjadi dikarenakan perselisihan tersebut bisa tuntas pada musyawarah untuk mufakat. Penerapan PKB di PT. Bumi Beliti Abadi sudah diterapkan dan ada juga yang belum diterapkan. Sedangkan pada isinya ada sebagian hak pekerja yang belum dicantumkan atau pada penjelasannya bisa mengakibatkan salah tafsir. Kelemahan daripada hasil penelitian ini yaitu tidak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan antara perusahaan yang kurang optimal dan sudah optimal tentang hubungan industrialnya, sehingga didapatkan standar optimal yang sebenarnya. Belum melakukan pemilihan pada salah satu perselisihan, serikat pekerja atau penerapan perjanjian kerja bersama saja agar mendapatkan hasil yang sifatnya lebih spesifik (fokus pada satu objek).
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MUARA KELINGI Abu Hasyim; Supardi Supardi
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.712

Abstract

Fungsi dan tujan pendidikan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidan Nasional Bab III Pasal 2 yang menyatakan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradabanbangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaktif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian survei. Kerlinger dalam buku Riduwan. (2014:49) mengatakan bahwa “penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis. Dari hasil uji t secara parsial variabel bebas kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menunjukkan nilai th= 4,648 > ttabel = 2,021 dengan tingkat signifikansi = 0,000 < 0,05, dk(n-2) 38-2 =36, hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan variabel kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di MTs Negeri Muara Kelingi Kecamatan MuaraKelingi Kabupaten Musi Rawas. Dari hasil uji t secara parsial variabel bebas disiplin kerja guru terhadap kinerja guru menunjukkan nilai th= 6,150 > ttabel = 2,021 dengan tingkat signifikansi = 0,000 < 0,05, dk(n-2) 38-2 =36, hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan variabel disiplin kerja guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di MTs Negeri Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas Berdasarkanrekapitulasi uji F dapat dijelaskan bahwa variabel kepemimpinan kepala sekolah dan disiplin kerja guru terhadap kinerja guru di MTs Negeri Muara Kelingi menunjukkan nilai Fhitung = 36,44 > Ftabel = 3,38 dengan tingkat singnifikansi =0,000 < ( a ) = 0,05 dan dk = n-k-1 = 38-2-1=35, hal ini menyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dikatakan bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel bebas kepemimpinan kepala madarasah dan disiplin kerja guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru di MTs Negeri Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Hal ini membuktikan hipopenelitian pada penelitian terbukti dan hipopenelitian diterima.
SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA LUBUKLINGGAU Sri Maya; Betti Nuraini
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.713

Abstract

Semangat kerja adalah salah satu isu sentral dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Hal ini telah banyak menarik perhatian Peneliti bidang MSDM untuk melakukan diskusi dan kajian-kajian ilmiah. Membahas masalah semangat kerja perlu diawali dengan memahami pengertian semangat kerja itu sendiri. Pratiwi (2013:8) mengatakan, semangat kerja adalah sikap individu dalam bekerja yang menunjukkan rasa kegairahan, antusias, bertanggung jawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas agar mencapai tujuan organisasi. Pemerintah sebagai otorisasi tertinggi dalam mengelola Negara diharapkan mampu menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Oleh karena itu, upaya perbaikan kualitas pegawainya menjadi sangat penting. Tinggi rendahnya semangat kerja pegawai menjadi salah satu kunci tercapainya cita-cita tersebut. Hasil pengamatan awal tersebut bertolak belakang dengan berita, opini, hasil penelitian atau sejenisnya yang berkembang di kalangan masyarakat luas yang mengatakan : Pegawai yang bekerja di Instansi Pemerintahan kental dengan nuansa mangkir, datang terlambat, acuh tak acuh terhadap pekerjaannya dan lain sebagainya. Potret buram kinerja dan perilaku pegawai di Instansi Pemerintah ini diperparah lagi dengan semakin meningkatnya pelanggaran etika, disiplin dan pelanggaran hukum/ pidana yang terjadi di tengah masyarakat. Sering terdengar di media cetak dan elektronik di mana ada oknum pegawai di Instansi Pemerintah yang tertangkap tengah “mangkir”/ “mbolos” kerja, oknum pegawai Instansi Pemerintah yang ketahuan tengah melakukan perselingkuhan sesama. Proses pembinaan semangat kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau sudah terbilang baik, akan tetapi masih perlu ditingkatkan lagi usaha untuk meningkatkan semangat kerja. Strategi peningkatan semangat kerja pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau telah terlaksana, akan tetapi masih perlu usaha agar pegawai merasa bersemangat dalam bekerja. Kualifikasi semangat kerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuklinggau terbilang baik, akan tetapi masih perlu pelengkapan fasilitas (sarana dan prsarana) yang masih kurang
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD SITI AISYAH LUBUKLINGGAU Dwi Wageanto; Sardiyo Sardiyo
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.714

Abstract

This study is related to the influence of organizational culture and compensation for employee performance at Siti Aisyah Hospital in Lubuklinggau, the purpose of this study is to determine the effect of organizational culture on performance partially, the effect of compensation on performance partially. The influence of organizational culture and compensation for performance simultaneously. The number of samples used as many as 100 people using the population research theory in taking samples, data collection was done using a questionnaire method. The data analysis technique used was an analysis using Statistical Product and Serving Solution (SPSS). The results of the study found that the variables of organizational culture and compensation simultaneously affect performance, this can be seen from the value of Fcount = 136,482> Ftable = 3,09 with a significant level of sig = 0,000 <α = 0,05. As well as organizational culture variables significantly influence employee performance, this can be seen from the value of t-count 3.914> t-table 1.66 and sig value 0.000 <0.05. And compensation variables significantly influence employee performance. This can be seen from the t-count value of 4,053> t-table 3,000 and sig value 0,000 <0,05.
PENGARUH MOTIVASI DAN SISTEM REWARD TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN MUSI RAWAS Sumraini Sumraini; Abdullah Hehamahua
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.715

Abstract

The porpouse at the research are : 1) To knowed the influence motivation with the result at ministy of religion Musi Rawas District, 2) To knowed the reward system with the result at ministy of religion Musi Rawas District 3) To knowed the imfluence motivation and reward system with the result at ministy of religion Musi Rawas District. The result are 1) Motivation have with the result, so thitung is 21,190 and ttabel is 0,680 (value ttabel n = 44). To knowed the influenced reward with the result at ministy of religion Musi Rawas District, 2) The reward system have influence the reseult, its thitung is 21,190 dan ttabel is 0.680 (value ttabel n = 44) So The imfluence reward with the result at ministy of religion Lubuklinggau City 3) The imfluence competency and training with the result at ministy of religion Lubuklinggau City. So its Fhitung So its 5,703> Ftabel = 3,21

Page 1 of 1 | Total Record : 7