cover
Contact Name
Ryandi
Contact Email
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Phone
+6285336892787
Journal Mail Official
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : -     EISSN : 26222019     DOI : http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i1
Core Subject : Religion,
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian studi agama dalam ragam lingkup kajian meliputi perbandingan agama, sejarah agama, agama dan politik, sosiologi agama, antropologi agama, agama dan isu-isu kontemporer, hubungan antaragama, toleransi agama, pluralisme, multikulturalisme, perdamaian dan kekerasan dalam agama.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PERSEPSI CIVITAS AKADEMIK PADA KENYAMANAN TATA RUANG KAMPUS UINSU MEDAN (Pendekatan Sosiologi Agama dan Transdisiplin Keilmuan) Muhammad Zailani
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6477

Abstract

AbstrakPenelitian ini berawal dari asumsi dasar bahwa kampus sebagai tempat pendidikan tinggi dalam menghasilkan generasi penerus agama dan profesional tentu memerlukan situasi yang nyaman bagi orang-orang akademis sesuai dengan Visi UIN SU yang terus mengembangkan infrastruktur kampus belakangan ini. Untuk alasan ini, penting untuk melihat pandangan komunitas akademik UIN SU tentang kenyamanan konsep ruang UIN SU berdasarkan pengetahuan, pengalaman, sebagai Muslim dan pemilik budaya lokal. di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan skala likert dalam mengukur skala persepsi subjek penelitian. Subjek penelitian terdiri dari pejabat struktural di kampus UIN SU, dosen biasa, karyawan, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sivitas akademika UIN SU umumnya memiliki persepsi positif terhadap perencanaan tata ruang dan tata ruang bangunan di kampus UIN SU Medan, yang mencapai rata-rata 62,25%. Namun, 60,6% dari komunitas akademik masih menyatakan bahwa infrastruktur UIN SU belum dapat diakses oleh para penyandang cacat, 43,7% mengatakan bahwa sirkulasi di dalam dan ke luar kampus tidak lancar dan 40,8% mengatakan bahwa ruang terbuka hijau tidak cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas akademik memiliki persepsi moderat atau netral terhadap sirkulasi di luar kampus, kenyamanan, kebersihan dan aroma, dan kenyamanan iklim. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur kampus sebelumnya tidak memperhatikan hubungan sosial, dan bangunan dalam konteks Islam dan budaya lokal. Kemudian beberapa infrastruktur atau fasilitas pendukung dibangun sehubungan dengan hubungan sosial siswa, serta struktur bangunan Islam. Untuk alasan ini, penting untuk melihat kebijakan berdasarkan kebutuhan ruang terbuka hijau, keramahan infrastruktur untuk penyandang cacat dan sistem sirkulasi masuk dan keluar kampus yang tidak membingungkan. Juga penting untuk merumuskan kebijakan pembangunan infrastruktur yang menyediakan ruang yang nyaman untuk ibadah Muslim dengan sentuhan budaya lokal.Kata kunci: Kenyamanan, Persepsi, Ruang kampus, Relasi Sosial, Sosiologi AgamaAbstractThis research starts from the rationale assumption of the campus as a place of higher education to produce the next generation of religions and professionals, of course, requires support for academic people in accordance with the Vision of UIN SU, which continues to develop the infrastructure of this developed campus. For this reason, it is important to see the views of the UIN SU academic community about the convenience of the UIN SU space concept based on knowledge, experience, as Muslims and owners of local culture. in North Sumatra. This research uses descriptive quantitative by using Likert scale in measuring the perception scale of research subjects. The research subjects consisted of structural officials at UIN SU campus, ordinary lecturers, employees, and students. The results showed that the general academics of UIN SU had a positive perception of spatial planning and building layout on the UIN SU Medan campus, which reached an average of 62.25%. However, 60.6% of the academic community still stated that UIN SU infrastructure was not accessible to people with disabilities, 43.7% said that circulation on and off campus was inefficient and 40.8% said that green open space was not enough . These findings indicate that the academic community has a moderate or neutral perception of off-campus circulation, comfort, cleanliness and aroma, and comfort comfort. On the other hand, campus infrastructure development previously did not pay attention to social relations, and buildings in Islamic relations and local culture. Then some supporting infrastructure or facilities are built with students' social relations, and Islamic building structures. For this reason, it is important to look at policies on the need for green open space, infrastructure protection for people with disabilities and unauthorized entrance and exit systems of campus circulation. It is also important to formulate an infrastructure development policy that provides a comfortable space for Muslim worship with a touch of local culture.   Keywords: Campus Spatial, Perception, Comfortable, Sociology of Religion, Social Relation
SOLUSI PENGHAPUSAN DOSA (Konsep Taubat Dalam Pandangan Teologi Islam) Aprilinda Martinondang Harahap
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6478

Abstract

AbstrakTaubat adalah berbalik dari dosa-dosa besar menjadi ketaatan setelah kesadaran hati manusia karena kelalaian. Ketika seseorang menyadari perbuatan buruk dan tindakan jahatnya, ia berusaha membebaskan dirinya dari kejahatan, Allah akan membuatnya lebih mudah baginya untuk bertobat dan bisa mendapatkan kebahagiaan yang haq. Lebih jauh lagi, dalam pandangan mayoritas Muslim dan Sufi, orang yang bertobat dari satu dosa dapat terus menimbun dosa-dosa lain, dan dalam hal apa pun ia masih menerima upah dewa untuk pertobatannya dari dosa yang satu ini. Dan mungkin melalui barakah pahala dia akan meninggalkan dosa-dosa lainnya.Kata kunci: Dosa, Taubat, Teologi IslamAbstractTaubat is turning away from great sins to obidience after the consciousness of the human heart due to negligence. When a person is aware of his bad deeds and vile actions, he tries to free himself from the evils, Allah will make it easier for him to repent and be able to obtain the happiness that haq. Furthermore, in the view of the majority of Muslim and Sufis, one who repents of one sin may continue to cummit other sins, and in any case he still receives the reward of the deity for his repentance from this one sin. And perhaps through the barakah the reward he will leave the other sins.Keywords: Islamic Theology, Repentance, Sin
MEMBANGUN BINA DAMAI MELALUI SISTEM KEKERABATAN (DALIHAN NA TOLU DAN RAKUT SITELU) DI KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO Fitriani Fitriani
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6479

Abstract

AbstrakKeragaman orang di Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya, adalah salah satu keunikan untuk bangsa ini. Begitu juga dengan kerukunan masyarakat yang didukung oleh sistem kekerabatan dalam bentuk nilai atau norma yang terkandung dalam agama dan budaya yang nantinya akan mampu membangun perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk mengungkap kehidupan orang-orang yang secara budaya penting dapat dilihat sebagai perilaku keagamaan dalam kehidupan orang Batak di Kabanjahe yang terkait dengan pembangunan perdamaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal digunakan sebagai alat pemersatu, harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat karo multikultural.Kata kunci: Bina Damai, Sistem Kekerabatan; Dalihan na tolu dan Rakut SiteluAbstractThe diversity of people in Indonesia, which consists of various kinds of tribes, religions, races and cultures, is unique for this nation. Likewise with the harmony of the community which is supported by a kinship system in the form of values or norms contained in religion and culture which will later be able to build up peace and maintain harmony in religious life. This anthropological qualitative study aims to reveal the lives of people who are culturally essential can be seen as religious behavior in the lives of Batak people in Kabanjahe associated with peace-building. The research findings show that local wisdom is used as a unifying tool, harmonization in the midst of a plurality of multicultural karo societies.Keywords: Dalihan na tolu, Kinship System; Peace Building, Rakut Sitelu
NAPAK TILAS LITERASI GENDER DI INDONESIA Menggeser Ruang Domestik ke Publik Ismet Sari
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6480

Abstract

AbstrakSelain gerakan dan pemikiran Islam yang berorientasi pada perkembangan, perkembangan Islam Indonesia kontemporer juga menyaksikan penampilan sejumlah intelektual Muslim yang secara khusus membahas isu-isu Islam dan perempuan. Mereka datang dengan pemikiran dan sejumlah agenda pemberdayaan perempuan dengan penekanan pada reinterpretasi dan rekonstruksi ajaran Islam, yang dinilai tidak memihak kepada perempuan. Oleh karena itu, reformulasi ajaran yang berorientasi Islam tentang kesetaraan gender menjadi substansi utama dalam wacana sastra Islam yang sedang berkembang. Artikel ini diarahkan untuk memberikan gambaran sederhana tentang pandangan para sarjana Muslim tentang gender dan rekonstruksi perbendaharaan sastra yang lebih ramah perempuan.Kata kunci: Gender, Literasi Islam Sarjana MuslimAbstractIn addition to the development-oriented Islamic movement and thinking, the development of contemporary Indonesian Islam also witnessed the appearance of a number of Muslim intellectuals who specifically addressed issues of Islam and women. They come up with thoughts and a number of women's empowerment agendas with an emphasis on the reinterpretation and reconstruction of Islamic teachings, which are judged to be impartial to women. Therefore, the reformulation of Islam-oriented teachings on gender equality becomes a major substance in the developing literary discourse of Islam. This paper is directed to provide a simple overview of Muslim scholars' views on gender and reconstruction of a more women-friendly literary treasury.Keywords: Gender, Islamic Literacy, Muslim Scholar
AKAR HISTORIS DAN DOKTRIN ALIRAN ADARI (TINJAUAN SELINTAS) Indra Harahap
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6476

Abstract

AbstrakKemunculan dan perkembangan ADARI tidak bisa dipisahkan dari keberadaan agama-agama resmi di Indonesia. Sebab pada dasarnya para pendiri secara personal adalah orang-orang yang merupakan bagian dari para penghayat agama resmi. Menariknya, hal ini tampak dalam perkembangan ajaran ADARI yang disebut sebagai upaya akumulatif dari berbagai praktek keberagamaan. Hal ini sangat jelas tampak dalam ajaran mengenai ketuhanan yang tidak bisa dibedakan dengan prevalensi agama resmi. Berdasarkan beberapa referensi, dinyatakan bahwa munculnya ajaran ADARI dipelopori oleh Mangun Widjoyo saat berada di penjara di Wirogunan, Yogyakarta. Bahkan, menurut pengakuannya, selama di penjara dia mengadakan perenungan atau meditasi, sehingga instruksi dalam bentuk wangsit datang kepadanya untuk segera mengembangkan pengajaran tentang hasil perenungannya, yaitu Manunggaling Kawula Gusti, dan dia diangkat sebagai nabi yang juga sebagai inkarnasi tuhan.Kata kunci: Aliran ADARI, Doktrin Ketuhanan, Manunggaling Kawula GustiAbstractADARI's flow of birth and development cannot be separated from formal religion. Because indeed the founding fathers personally are people who are part of the practice of formal religion. Interestingly, it turns out that in the development of ADARI's doctrine, this can be called an accumulation effort from various religions. This is very clearly seen in his doctrine of divinity which is not distinguished as the prevalence of formal religions.Based on several references, it was stated that the emergence of ADARI's teachings was pioneered by Mangun Widjoyo while in prison (in a cell) in Wirogunan, Yogyakarta. In fact, according to his confession, during his time in prison he held contemplation or meditation, so that the instructions in the form of wangsit came to him to immediately develop a teaching on the results of his contemplation, namely Manunggaling Kawula Gusti, he was appointed as a prophet who was also God's incarnation.Keywords: ADARI’s Sect, Doctrine of God, Manunggaling Kawula Gusti

Page 1 of 1 | Total Record : 5