cover
Contact Name
Nurmansyah Alami
Contact Email
suryabeton@umpwr.ac.id
Phone
+62275-321494
Journal Mail Official
suryabeton@umpwr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo Alamat: Jl. KH.A. Dahlan 3 Purworejo, 45111, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 23025166     EISSN : 27761606     DOI : 10.37729/suryabeton
Core Subject : Engineering,
Fokus dan scope Jurnal Surya Beton meliputi ( namun tidak terbatas) pada : 1. Konstruksi Bangunan Gedung dari bangunan sederhana sampai high risk building             2. Konstruksi jalan dan jembatan                     3. Konstruksi Bendung dan Bendungan 4. Manajemen Konstruksi        5. Material daur Ulang
Articles 57 Documents
Kajian Penambahan Matos Soil Stabilizer Terhadap Pasir Sungai Berlumpur Untuk Meningkatkan Kinerja Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Kalikotes Setiawan, Ferry; Nusantoro, Agung; Widyananto, Eksi
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kalikotes adalah salah satu dari sekian banyak sungai yang kandungan lumpur dalam pasir melebihi 5% yang menjadi syarat pembuatan mortar. Matos soil stabilizer dipilih sebagai upaya melakukan inovasi dalam pembuatan mortar menggunakan pasir sungai berlumpur, karena pada saat ini penggunaan Matos soil stabilizer hanya digunakan sebagai bahan untuk memadatkan dan menstabilkan tanah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) mengetahui kandungan lumpur Sungai Kalikotes Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, (2) mengetahui pengaruh penambahan Matos soil stabilizer terhadap kuat tekan mortar yang menggunakan pasir sungai berlumpur dari Sungai Kalikotes, (3) mengetahui kadar optimal Matos soil stabilizer yang harus ditambahkan untuk menghasilkan kuat tekan mortar yang baik pada umur 7, 14 dan 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Benda uji kubus berukuran 5x5x5 cm dengan menggunakan pasir sungai yang mengandung lumpur lebih dari 5%. Matos soil stabilizer ditambahkan dengan variasi 0%, 0% (dicuci), 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dari berat semen dengan total benda uji mortar sebanyak 105 buah. Perbandingan pasir semen yang digunakan adalah 1:3. Curing yang dipakai dengan cara didiamkan dalam suhu ruangan. Pengujian dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian kandungan lumpur dalam pasir Kalikotes sebesar 7,77% menunjukkan bahwa pasir Kalikotes belum memenuhi syarat sebagai agregat halus di mana jumlah kandungan lumpur yang disyaratkan < 5,00%. Matos soil stabilizer berpengaruh terhadap peningkatan nilai kuat tekan mortar yang menggunakan pasir sungai berlumpur dari Kalikotes, penambahan kandungan Matos soil stabilizer dalam jumlah 6% dapat meningkatkan nilai kuat tekan mortar, namun jika terlalu banyak akan mengakibatkan nilai kuat tekannya menurun. Kadar optimum Matos soil stabilizer yang ditambahkan untuk menghasilkan kuat tekan yang baik pada umur 7,14 dan 28 hari adalah 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 7 hari nilai kuat tekan mortar tertinggi dihasilkan oleh variasi Matos soil stabilizer 6% dengan nilai 4,39 MPa dengan persentase kenaikan 43,93 %. Umur 14 hari nilai kuat tekan mortar tertinggi dihasilkan variasi Matos soil stabilizer 6% dengan nilai 5,38 MPa, dengan persentase kenaikan 70,79 %. Umur 28 hari nilai kuat tekan mortar tertinggi dihasilkan variasi Matos soil stabilizer 6% dengan nilai 6,11 MPa dengan persentase kenaikan 59,53 % dari kuat tekan mortar pasir berlumpur tanpa tambahan Matos soil stabilizer.
Analisis Kerentanan Rumah Tinggal terhadap Gempa Bumi Menggunakan Aplikasi AceBS: (Studi Kasus: Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo) Prasetiyo, Bara Wisnu; Alami, Nurmansyah; Nusantoro, Agung
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Salah satu daerah yang memiliki potensi ancaman gempa adalah Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Pada wilayah tersebut masih banyak yang membangun rumah tinggal sederhana 1 lantai, tetapi belum banyak yang membangun rumah dengan menerapkan struktur rumah tahan gempa. eval__uasi ini diharapkan masyarakat mempunyai gambaran atau pandangan mengenai tingkat kerentanan bangunan dan dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan rumah tinggal yang lebih tangguh terhadap gempa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat persentase kerentanan pada rumah tinggal sederhana di Desa Wunut terhadap ancaman gempa bumi. Menganalisa identifikasi karakteristik fisik bangunan yang mempengaruhi tingkat kerentanan terhadap gempa, seperti jenis material, struktur bangunan, dan teknik konstruksi suatu bangunan. Untuk mengetahui tingkat persentase kerentanan bangunan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan bangunan menggunakan Aplikasi ACeBS dengan melakukan wawancara kepada tiap responden pemilik bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tinggal di Desa Wunut berada pada kategori kerentanan sedang hingga tinggi. Faktor dominan yang mempengaruhi tingkat kerentanan bangunan meliputi kondisi fondasi, tidak adanya struktur utama seperti kolom dan balok, kualitas sambungan, serta penggunaan material yang tidak sesuai standar bangunan aman gempa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pihak terkait dalam meningkatkan kesadaran serta perencanaan bangunan yang lebih aman terhadap gempa bumi.
Analisis Kinerja Jaringan Pipa Distribusi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Bleber Kecamatan Bener Rahayu, Alvina Dwi; Setiawan, Agung; Taufik, Muhamad
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAMSIMAS Desa Bleber merupakan program penyediaan air minum yang bertujuan untuk meningkatkan akses air minum bagi masyarakat. PAMSIMAS Desa Bleber memiliki total 103 Sambungan Rumah (SR) di dua dusun yaitu Dusun Krajan dan Dusun Banjaran. Sistem perpipaan merupakan bagian terpenting dalam pendistribusian air minum. Pendistribusian air minum seringkali mengalami kendala dan tekanan air kurang merata karena kerusakan pada pipa maupun sambungan pipa yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan dan memperbaiki kinerja jaringan pipa distribusi air minum PAMSIMAS Desa Bleber untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan secara merata. Metode penelitian ini adalah kuantitatif untuk menganalisis sistem distribusi air bersih. Penelitan membahas tentang analisis hidrolis menggunakan Epanet 2.2. Parameter yang dianalisis dan dieval_uasi adalah pressure, velocity, dan headloss. Penggunaan program Epanet 2.2 dapat mensimulasikan pendistribusian air bersih secara merata melalui sistem perpipaan yang telah ada. Pengolahan data menggunakan satuan volume LPS (Liter Per Second) dengan persamaan yang digunakan adalah Hazen-Williams. Hasil simulasi menggunakan Epanet 2.2 terdapat total 37 junction/node. Nilai pressure menunjukkan sebanyak 11 junction (29,73%) berada di bawah standar dan 26 junction (70,27%) telah memenuhi standar nilai 1 – 10 atm. Pressure tertinggi terjadi pada n32 sebesar 3,96 atm dan terendah terjadi pada n26 sebesar 0,19 atm. Nilai velocity dari total 37 pipa menunjukkan sebanyak 26 pipa (70,27%) berada di bawah standar dan 11 pipa (29,73%) sudah memenuhi standar nilai 0,3 – 3 m/s. Velocity tertinggi terjadi pada p2 sebesar 0,56 m/s dan terendah terjadi pada p34 sebesar 0,01 m/s. Nilai headloss menunjukkan hanya terdapat 1 pipa (2,70%) dari total 37 pipa yang belum memenuhi standar dan 36 pipa (97,30%) telah memenuhi standar nilai 0 – 10 m/km. Headloss tertinggi terjadi pada p18 sebesar 11,53 m/km dan terendah terjadi pada p34 sebesar 0,01 m/km. Keseluruhan hasil eval_uasi pressure, velocity, dan headloss telah memenuhi standar Permen PU No. 18 Tahun 2007 dengan persentase 100%.
Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Tanah Longsor (Studi Kasus: Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo) Fathurrohman, Muhammad; Alami, Nurmansyah; Riyanto, Eko
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Bencana tanah longsor menjadi salah satu ancaman serius di Indonesia, termasuk Kabupaten Purworejo. Desa Cepedak di Kecamatan Bruno merupakan wilayah yang rawan longsor. Berdasarkan data BPBD Purworejo, sejak 1 Juli 2022 hingga 6 November 2023, tercatat empat kejadian longsor di dusun Gondosuli, Munggangsari, Beran, dan Sipucung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapsiagaan masyarakat serta hubungan tingkat pendidikan dengan kesiapsiagaan menghadapi longsor. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan, serta analisis korelasi untuk melihat hubungan tingkat pendidikan. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Cepedak, dengan instrumen kuesioner sebagai alat utama. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik Simple Random Sampling. Data diolah melalui uji validitas, reliabilitas, dan korelasi menggunakan aplikasi SPSS 24.0, serta skoring dengan Microsoft Excel untuk menentukan kategori kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cepedak termasuk dalam kategori “Siap” dengan skor rata-rata 105,31. Analisis korelasi menghasilkan nilai Pearson Correlation (r) = 0,182, yang termasuk kategori “Sangat Rendah”. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kesiapsiagaan, meskipun kekuatannya lemah. Dengan demikian, semakin tinggi pendidikan seseorang, kecenderungan kesiapsiagaannya terhadap bencana meningkat, namun peningkatannya tidak terlalu signifikan.
Analisis Kapasitas Ruas Jalan Raya Mulyosari menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 Lubis, Reysha Rizki Amanda; Wahyudi, Cliff Joshua; Axello, Jevon
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Raya Mulyosari merupakan kawasan perkotaan dengan fungsi lahan yang didominasi oleh kegiatan komersial, seperti pertokoan, pusat usaha, dan berbagai aktivitas jasa. Selain berperan sebagai kawasan perdagangan, ruas jalan ini juga menjadi jalur akses penting menuju area pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi, sehingga memiliki tingkat pergerakan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi tersebut memicu intensitas aktivitas tepi jalan yang signifikan, antara lain parkir kendaraan di badan jalan, manuver kendaraan yang keluar dan masuk area pertokoan, serta pergerakan pejalan kaki yang relatif padat. Berbagai aktivitas samping tersebut menimbulkan hambatan samping yang berdampak langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas, khususnya dalam menurunkan kapasitas efektif jalan dan kecepatan operasional kendaraan, terutama pada waktu puncak pagi dan sore. Penelitian ini bertujuan untuk mengeval_uasi kinerja lalu lintas pada Ruas Jalan Raya Mulyosari berdasarkan kondisi eksisting serta proyeksi beberapa tahun ke depan. Analisis kinerja ruas jalan dilakukan dengan mengacu pada Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi tahun 2025, kinerja Ruas Jalan Raya Mulyosari termasuk kategori baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,63 untuk arah Utara–Selatan dan 0,83 untuk arah Selatan–Utara, yang masih berada di bawah batas kinerja yang direkomendasikan, yaitu DJ < 0,85. Namun demikian, hasil peramalan lalu lintas untuk lima tahun ke depan (tahun 2030) mengindikasikan adanya potensi penurunan kinerja, khususnya pada arah Selatan–Utara, dengan nilai DJ mencapai 0,86. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan terkait penerapan manajemen lalu lintas, terutama pengendalian dan pembatasan parkir on-street, guna menjaga dan meningkatkan kinerja ruas Jalan Raya Mulyosari.
Evaluasi Kerentanan Rumah Tinggal Terhadap Gempa Bumi Menggunakan Aplikasi InaRISK Dengan Fitur ACeBS (Studi Kasus: Desa Kemangguan, Kec. Alian, Kabupaten Kebumen) Adam Rozaq Al Fatah; Nurmansyah Alami; Agung Nusantoro
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v10i1.8095

Abstract

Wilayah Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik menyebabkan tingginya risiko gempa bumi, termasuk di Kabupaten Kebumen. Meskipun Desa Kemangguan tergolong wilayah dengan ancaman gempa sedang hingga rendah, masih banyak rumah tinggal yang dibangun tanpa mempertimbangkan standar konstruksi tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan rumah tinggal satu lantai terhadap gempa bumi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penilaian kerentanan dilakukan menggunakan fitur ACeBS pada aplikasi InaRISK untuk mempermudah evaluasi bangunan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, yakni pendekatan kuantitatif melalui penilaian numerik menggunakan aplikasi InaRISK fitur ACeBS (Asesmen Cepat Bangunan Sederhana), serta pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara. Sebanyak 92 rumah dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Penilaian dilakukan berdasarkan 47 indikator teknis seperti kondisi fondasi, kolom, sambungan struktur, hingga penutup atap. Hasil asesmen menunjukkan bahwa 46% bangunan termasuk dalam kategori kerentanan rendah, 43% sedang, dan 11% tinggi. Faktor dominan yang memengaruhi kerentanan meliputi kedalaman dan material fondasi, kualitas tulangan struktur, serta sambungan antara elemen struktur dan atap. Sebagian rumah belum sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi tahan gempa sesuai Permen PUPR No. 5 Tahun 2016.
Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Program Linier POM-Quantity Methods for Windows 5 (Studi Kasus: Daerah Irigasi Gunung Butak Kebupaten Purworejo) Fadilah Kurnia; Muhamad Taufik; Agung Setiawan
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v10i1.8100

Abstract

Daerah Irigasi Gunung Butak selama musim kemarau mengalami kekeringan akibat penurunan debit DAS Bogowonto. Permasalahan tersebut menyebabkan pendapatan dan keuntungan panen tiap musim tanam didapat belum optimum, maka diperlukan optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5 pada Daerah Irigasi Gunung Butak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis keterpenuhan kebutuhan air irigasi pada awal tanam eksisting dan tiap-tiap awal tanam yang direncanakan di Daerah Irigasi Gunung Butak, Menganalisis luasan optimum awal tanam eksisting dan terluas alternatif awal tanam yang direncanakan menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5, Menganalisis keuntungan maksimum produksi hasil pertanian yang diperoleh dari optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5. Perhitungan curah hujan efektif dan debit andalan menggunakan Metode Tahun Dasar Perencanaan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode penman modifikasi FAO. Perencanaan pola tanam dilakukan setelah perhitungan evapotranspirasi, dilanjutkan analisis kebutuhan air dari tiap-tiap alternatif pola tanam. Tahap akhir dilakukan optimasi dengan program bantu POM-Quantity Methods for Windows 5 untuk mengetahui luas lahan efektif dan hasil usaha tani yang maksimum. Hasil penelitian pada awal tanam eksisting (Desember I), kebutuhan terpenuhi sebesar 54%. Kebutuhan air terpenuhi terbesar untuk pada alternatif awal tanam Desember II, Januari I, dan Oktober II sebesar 58%. Luas lahan optimum awal tanam eksisting (Desember I) seluas 188,34 ha, intensitas tanam 112,21% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Luasan optimum terluas pada Alternatif Awal Tanam Oktober I seluas 288,27 ha, intensitas tanam 172,54% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Keuntungan maksimum pada alternatif awal tanam Oktober I sebesar Rp 7.974.924.430,00 (MT I dan MT II), diperoleh peningkatan Rp 2.500.606.170,00 dari keuntungan eksisting dalam satu tahun dengan dua masa tanam.