cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
PERANCANGAN ALAT BANTU MATERIAL HANDLING UNTUK PROSES PENANGANAN LIMBAH ABU BATU BARA DI BOILER PT XYZ Rahmatul Ahya; Firza Asep Saputra; Suprapto Suprapto
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2181

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan farmasi yang mengawali usahannya dalam kesederhanaan, namun mengemban cita-cita yang besar yang ada di kota sukoharjo. Produk - produk keseluruhan yang di hasilkan oleh PT XYZ sebagian besar menggunakan energi dari mesin boiler. Boiler merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan uap atau steam untuk berbagai keperluan, uap yang di hasilkan mesin boiler di gunakan untuk energi dalam proses produksi di seluruh PT XYZ. Mesin boiler batu bara yang berada di PT XYZ di operasikan 2 orang dalam 8 jam dan mempunyai 3 shif dalam 1 hari. Mesin boiler batu bara yang beroperasi 24 jam tentunya terdapat limbah akibat pembakaran batu bara yang disebut abu batu bara. Pekerjaan operator boiler yang harus mengemas abu batu bara menggunakan sekop kemudian di masukan ke dalam karung, sedangkan operator boiler harus mengoperasikan mesin boiler yang tidak bisa di tinggalkan dengan waktu lama menjadi masalah utama. Hasil dari perancangan alat bantu material handling untuk proses penanganan limbah abu batu bara yaitu rancanganan kereta rel pengangkut tong untuk abu batu bara yang bertujuan untuk operator boiler bisa lebih fokus mengoperasikan mesin boiler. Waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan karung mendapatkan waktu 9,21 jam, kemudian waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan kereta rel pengangkut dengan waktu 3,68 jam. Dari waktu proses dengan menggunakan karung lebih lama dengan selisih waktu 5,53 jam atau 60,04 % dan lebih efesien menggunakan kereta rel pengangkut. Untuk estimasi biaya ongkos material handling menggunakan karung adalah Rp 221,608,000,-/tahun dan menggunakan kereta rel pengangkut tong adalah  Rp 156,162,256,-/tahun. Jadi dari perhitungan per bulan maka didapat selisih sebesar Rp 65,445,744,-/tahun atau hemat 29,53 %.
ANALISIS PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA UMKM KLASTER BANDENG PRESTO SEMARANG) Tita Latifah Ahmad; Hanin Fitria
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2172

Abstract

UMKM Klaster Bandeng Presto Semarang mengalami beberapa masalah utama khususnya dalam hal persaingan yang salah satu penyebabnya yaitu produk yang dijual hampir sama. Situasi diperburuk karena adanya pandemi covid-19 sehingga membuat omset penjualan turun drastis sampai 90%. Memahami dan mempraktikkan SCM menjadi sebuah prasyarat penting untuk tetap kompetitif dalam persaingan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Praktik SCM terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) – Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil analisis PLS didapatkan hasil bahwa Praktik SCM tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap Kinerja Perusahaan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,244 dan nitai t (1,062) ≤ nilai t tabel (1,36). Namun, praktik SCM memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,452 dan nilai t (1,588) ≥ nilai t tabel (1,36). Sementara itu, Kinerja Perusahaan memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,526 dengan nilai t (2,304) ≥ nilai t tabel (1,36). Untuk indikator Praktik SCM yang digunakan yaitu Strategic Supplier Partnership, Customer Relationship dan Information Sharing. Indikator Keunggulan Bersaing berdasarkan harga, kualitas, delivery, dependability dan inovasi produk. Indikator Kinerja Perusahaan yaitu dilihat dari kinerja keuangan (tingkat pengembalian atas penjualan, perbaikan produktivitas kerja dan perbaikan biaya produksi) dan kinerja operasional (efektifitas pemasaran dan kepuasan pelanggan).
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BOOTH DISPLAY MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN PERANCANGAN TOOL DESAIN PRODUK MENGGUNAKAN MORPHOLOGICAL CHART Veronica Okta Marcelinawati; Anita Indrasari
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2170

Abstract

A company must provide quality products that can provide satisfaction to consumers. Therefore, it is crucial to know the consumer's desire to increase customer satisfaction. The objective of this research is to acquire the display booth's product specifications and to design a tool that contains alternative product designs that can help consumers make decisions for the display booth. The method used in this research is the Quality Function Deployment (QFD) method to determine product specifications based on consumer desires and the Morphological chart method for designing product design tools. Based on research using the QFD method, the product specifications of the display booth were obtained, namely, the product shape (8.31), raw materials (7.50), product size (6.11), completeness of product components (5.15), surface texture (2, 14), and color (0.99). These specifications are used for product design tools using the morphological chart method. The tools designed have five alternative designs for each product specification. Suggestions for further research should afford to use science and other approaches to improve product quality and redesign tools that can make it easier for consumers and companies.
IMPLEMENTASI METODE SIX SIGMA DMAIC UNTUK MENGURANGI DEFECT PIPE EXHAUST XE 611 Edi Sukirno; Joko Prasetiyo; Rizqina Rosma; Marta Hayu Raras Sita Rukmika Sari
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.1492

Abstract

PT Trimitra Chitrahasta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif. Dalam persaingan di dunia industri manufaktur yang semakin ketat. Setiap perusahaan berlomba untuk menghasilkan yang terbaik guna merebut pangsa pasar dan mempertahankan eksistensinya. Untuk merebut pangsa pasar, kepuasan konsumen menjadi prioritas yang harus dipenuhi perusahaan. Kepuasan konsumen erat kaitannya dengan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Dengan skala ekonomi perusahaan yang menuntut efisiensi,  perusahaan harus memiliki keunggulan terhadap kualitas produk yang dihasilkan, agar produk mereka dapat bersaing dan memiliki keunggulan yang kompetitif. Pada penelitian yang dilakukan pada produk Pipe Exhaust XE 611 dengan menggunakan metode atau tahapan six sigma yang dikenal sebagai DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). Dimana tiap tahapan digunakan alat-alat six sigma baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif secara fleksibel dan konstektual. Berdasarkan hasil penelitian di dapat bahwa nilai sigma produk Pipe Exhaust XE 611 baru mencapai 4.16 sigma, yang menandakan masih terdapat 3820 kejadian defect dalam satu juta kemungkinan. Banyaknya defect sebagian besar di dominasi jenis defect welding jebol/bolong yaitu sebesar 55.12% (199 pcs defect dari 361 pcs total defect). Setelah dilakukan tahapan six sigma DMAIC di dapat peningkatan terhadap nilai sigma menjadi 4.58 sigma dengan DPMO 1021 kejadian defect dalam satu juta kemungkinan. Tingkat defect turun menjadi 35.26% (61 pcs defect dari 173 pcs total defect).
PENGENDALIAN MUTU DENGAN METODE HACCP PADA PRODUK MADU MONGSO “ZAHRA’’ (STUDI KASUS DI INDUSTRI RUMAH TANGGA ROHMAH FOOD DI KUDUS) Mohamad Hendy Saputra; Nuzulia Khoriyah; Wiwiek Fatmawati
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2168

Abstract

Perkembangan industri di sektor makanan setiap tahun terus menunjukan grafik meningkat. PJ. Rohmah food adalah industri rumah tangga yang memproduksi produk makanan khas Kudus yaitu jenang dan madu mongso. Madu Mongso dapat bertahan selama 1,5 – 2 bulan sebelum muncul Kapang atau sudah berbau tengik atau biasa disebut sudah kadaluarsa. Permasalahan yang timbul tersebut mengakibatkan kerugian karena produk Madu Mongso tidak laku di pasaran. Proses penelitan yang harus dilakukan  untuk mencari sumber penyeyab timbulnya kapang pada madu mongso dimulai dari bahan baku yang digunakan, alat produksi, dan pekerja. Pengendalian Mutu dari sumber bahan baku, peralatan, pekerja itu sangat berpengaruh pada kualitas produk yang diperoleh. Metode HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dapat digunakan untuk mencari sumber penyebab permasalahan kapang yang sering timbul pada Madu Mongso yang masih pada periode baik (belum expired). Kandungan kapang  diatas batas normal dengan hasil 4 x 10³ CFU/gram dan hasil pengamatan yang perlu dilakukan perbaikan dari pekerja adalah kedisiplinan menggunakan sarung tangan pada proses yang langsung kontak dengan produk. Permasalahan lain juga timbul adalah kandungan tembaga yang tinggi pada madu mongso dengan nilai 1.85 mg/kg, Hasil penelitian yang menunjukan produk madu mongso cepat berjamur adalah kandungan kapang yang tinggi. Kandungan kapang dapat ditekan dengan proses pemasakan madu mongso hingga kering maksimal dan dengan cara pencucian dengan air pada tape ketan sebelum proses pemasakan madu mongso.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM UPAYA MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN FINANCIAL ENGINEERING DALAM BISNIS Hanin Fitria; Nunung Agus Firmansyah; Syaiful Umam Rizaq
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2167

Abstract

Permasalahan keuangan dalam bisnis tersebut memunculkan sebuah temuan pengembangan bisnis baru. Pengembangan tersebut yaitu dengan menerapkan financial engineering dalam bisnis. Financial engineering (rekayasa keuangan) adalah proses perencanaan, pengembangan, dan penerapan inovasi dan formalisasi produk keuangan untuk memecahkan masalah di sektor keuangan. Pengusaha dan pemilik bisnis membutuhkan pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan financial engineering dan bagaimana teknologinya dapat diterapkan. Dengan memahami financial engineering ini diharapkan kelangsungan hidup perusahaan akan bertahan lama dan ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup perusahaan dapat dihindari. Namun dalam sebuah pengembangan financial engineering dalam bisnis perlu dilakukan manajemen yang baik. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan muncul di kemudian hari. Risiko memiliki berbagai macam, risiko merupakan sebuah masalah yang perlu dihindari. Manajemen risiko akan menghadapi tantangan berat ketika mendekati kebutuhan spesifik dan endogen. ISO 31000:2009 memberikan pedoman umum dan kerangka kerja dalam manajemen risiko dari berbagai negara. Pedoman dalam ISO 31000:2009 memberikan dorongan untuk tindakan pencegahan yang dapat diterapkan dalam mengantisipasi dampak negatif dari risiko yang muncul. Dari permasalahan tersebut maka akan dilakukan analisis risiko apa yang akan terjadi dalam sebuah bisnis yang melakukan pengembangan financial engineering. Dalam penelitian ini digunakan studi analisis dari permasalahan yang nyata pada pengembangan financial engineering dalam bisnis yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Sehingga nantinya akan didapatkan kesimpulan risiko yang muncul dalam penerapan financial engineering. Kata kunci: risk management, financial engineering, business

Page 1 of 1 | Total Record : 6