cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024)" : 6 Documents clear
Eco-Efficiency dalam Green SCM: PLTSa Sebagai Alternatif Manajemen Sampah dan Sumber Listrik Fauzan Yoga Pratama; Sri Hartanti; Deta Handy Prasetyo
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5298

Abstract

Abstrak. Karbon dioksida (CO2) dan gas metan (CH4) memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global. Salah satu cara untuk mengurangi polusi udara khususnya kandungan CO2 adalah menggunakan pembangkit listrik yang rendah emisi CO2. Hal ini sejalan dengan kondisi di TPST Piyungan yang mengalami overcapacity sampah. Sampah tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan yang mampu menghasilkan energi listrik melalui pembakaran incinerator. Metode open dumping yang saat ini diterapkan di TPST Piyungan dinilai tidak efektif.bTPST Piyungan mengalami penutupan selama 1,5 bulan karena overcapacity. Integrasi teknologi Waste to Energy dalam sistem pengelolaan limbah menggunakan incinerator dapat menjadi solusi untuk menjamin pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hasil energi listrik dari pembakaran sampah dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan incinerator, maupun untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Strategi yang digunakan adalah Eco-Efficiency, untuk mengurangi dampak lingkungan dari setiap proses yang dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Piyungan. Eco-Efficiency merupakan kombinasi efisiensi ekonomi dan efisiensi ekologi. Evaluasi yang digunakan adalah EEI (Eco Efficiency Index) dan EER (Eco Efficiency Ratio). Penulis mengusulkan 2 skenario, diantaranya penggunaan spesifikasi incinerator yang memiliki kapasitas burn rate sebesar 600 kg/h, dan sebesar 12.500 kg/h. Berdasarkan perhitungan menggunakan EEI, EVR, dan EER pada penerapan PLTSa menghasilkan kesimpulan bahwa PLTSa lebih terjangkau secara finansial dan ramah lingkungan serta layak diterapkan. Skenario yang menjadi rekomendasi adalah pada skenario 2, memiliki nilai ERR sebesar 89%. Artinya nilai eko-efisiensi dari penerapan insinerator nilai eko efisiensi sebesar 89%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan insinerator di TPST Piyungan dapat diinterpretasikan sebagai langkah yang signifikan menuju pengelolaan limbah yang lebih green.
Analisa Konsep Rancangan Mesin Sortir Biji Kopi Kering Dengan Sistem Penggerak Engkol Syarif, Abdul Azis; Sirait, Putra; Harahap, Uun Novalia; Kusuma, Budhi Santri
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5629

Abstract

Proses penyortiran biji kopi merupakan langkah krusial karena pada tahap ini, biji kopi dipisahkan dari kotoran, serpihan, dan pasir. Penyortiran dilakukan dua kali, sebelum dan setelah memanggang, untuk memastikan biji kopi tetap bagus dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu mesin yang dapat meningkatkan kebersihan dan efisiensi proses penyortiran kopi dengan mempertimbangkan aspek ergonomis. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan meliputi RULA (Rapid Upper Limb Assessment), REBA (Rapid Entire Body Assessment), dan NBM (Nordic Body Map) untuk mengidentifikasi keluhan pekerja. Analisis kuesioner NBM mengungkapkan adanya keluhan di stasiun kerja penyortiran. Skor dari perhitungan REBA adalah 6 pada tabel A, 5 pada tabel B, dan 8 pada tabel C (tinggi), sedangkan skor dari metode RULA adalah 4 pada tabel A, 5 pada tabel B, dan 7 pada tabel C (tinggi). Karena hasil kedua metode menunjukkan skor tinggi dan mengindikasikan perlunya perbaikan postur kerja secara mendesak, maka dirancanglah mesin penyortiran otomatis. Hasil penelitian merekomendasikan pembuatan alat yang dapat mempermudah proses penyortiran biji kopi, sehingga operator dapat bekerja dengan lebih nyaman dan mengurangi risiko cedera.
Usulan Desain Kursi Ergonomis Dalam Penilaian Postur Duduk Mahasiswa Menggunakan Metode EFD Hersinta, Hesti; Yuamita, Ferida
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5453

Abstract

Proses belajar mengajar yang ada di Universitas Teknologi Yogyakarta di dukung dengan adanya fasilitas didalamnya,salah satunya kursi.Rata-rata mahasiswa dalam satu hari dapat menghabiskan waktu dalam postur duduk 1,5 jam sampai dengan 2,5 jam.Pada survei menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) pada mahasiswa Teknik Industri,dapat diketahui keluhan terbanyak atau skor tertinggi ada dibagian tulang belakang yaitu dari leher atas,leher bawah, punggung, pinggang, dan pantat.Skor yang telah dihitung di bagian tulang belakang sekitar 734 sehingga didapatkan skor rata-rata 122,33.Hal tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan cidera pada mahasiswa yang memakai kursi.Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain ulang kursu yang ergonomis untuk mengurangi keluhan dan cedera pada mahasiswa dalam proses pembelajaran.Metode yang digunakan adalah Ergonomic Function Deployment (EFD) untuk mengetahui kriteria dan dimensi alat yang dibutuhkan dalam kepentingan pengguna.Hasil berdasarkan Ergonomic Function Deployment (EFD) menghasilkan desain kursi yang lebih ergonomis,variabel yang menjadi prioritas utama yaitu karakteristik sehat dengan spesifikasi disesuaikan dengan data antropometri dari punggung ke leher dengan persentil 50 yaitu 58,534 cm, detail sandaran yang layak menggunakan busa dan dudukan yang terbuat dari busa sehingga membuat penggunanya nyaman.Usulan ini secara rancangan biaya dalam satu buah kursi yaitu Rp 662.000.
Analisis Penilaian Aspek Keuangan, Pasar dan Produksi Pada Kelayakan Industri Sarung Tenun Goyor Pemalang Amalia, Nasyita Vivi; Ngizudin, Risal; Alamanda, Putty; Setiawan, Nendi
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5765

Abstract

Pelestraian kanin tenun yang merupakan warisan budaya Indonesia dan dinilai tinggi oleh masyarakat dunia tetap harus dijaga. Salah satunya adalah sarung tenun goyor, produk unggulan ekonomi kreatif dari Kabupaten Pemalang. Keberadaan sarung tenun goyor masih eksis di industri tekstil meskipun kendala penjualan tengah dirasakan oleh para pengrajin sarung. Industri sarung tenun goyor perlu dilakukan penilaian kelayakan usahanya dari aspek keuangan, pasar dan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan industri sarung tenun goyor Pemalang jika dipertimbangkan dengan aspek keuangan, pasar dan produksi. Dalam menganalisis aspek keuangan, metode yang digunakan yaitu NPV, PP dan Depresiasi. Strategi pemasaran produk dengan analisis sasaran pasar, peluang dan segmentasi pasar. Sedangkan aspek produksi ditinjau berdasarkan line produksi, alat, bahan baku dan tenaga kerja. Berdasarkan analisis kelayakan usaha dengan perspektif keuangan, maka usaha sarung tenun goyor layak dijalankan. Hal tersebut diketahui karena nilai NPV>0, nilai PP<5 tahun dan depresiasi sebesar Rp. 330.000 per tahun. Pemasaran dilakukan dengan perantara broker dan digital marketing yang telah diekspor hingga ke negara Timur Tengah. Sarung tenun goyor dibuat untuk anak-anak dan dewasa dengan motif sesuai pesanan. Proses pemakanan benang dan penenunan dilakukan pada tempat yang berbeda dengan mesin yang berbeda pula. Proses tersebut dilakukan oleh pengrajin dengan usia 24-40 tahun baik laki-laki maupun Perempuan. Industri sarung tenun goyor yang menjadi objek kajian dinyatakan layak untuk dilanjutkan jika dinilai dari aspek keuangan yang memenuhi kriteria kelayakan. Perlu adanya strategi pemasaran yang konsisten supaya keberangsungan usaha tetap berjalan.
Inovasi Pengayak Pasir Beroda dengan Pendekatan Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi Pekerjaan Konstruksi Pratama, Ryo Dharma Aji; Leilluna, Schatzi Hawa Eza
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.6066

Abstract

Pekerjaan konstruksi membutuhkan alat yang efisien untuk mendukung produktivitas pekerjaannya. Salah satu material utama yang seringkali digunakan adalah pasir, yang dimana perlu diayak untuk dapat memisahkan kerikil dan material yang kasar sebelum digunakan dalam proses pembangunan. Pekerja konstruksi selama ini biasa menggunakan alat pengayak manual yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu, hasil yang didapatkan bisa dikatakan memiliki efisiensi yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi alat yang tidak hanya ergonomis tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan mobilitas dan efisiensi dalam proyek konstruksi. Alat pengayak pasir beroda dirancang sebagai solusi untuk membantu pekerjaan konstruksi, khususnya dalam mengurangi tenaga kerja fisik yang diperlukan, dan mempercepat proses pengayakan. Alat ini dirancang dengan mengedepankan konsep ergonomic, melalui implementasi antropometri, Dengan desain yang ergonomis dan mudah dipindahkan, alat ini tentunya dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kelelahan pekerja, dan menghasilkan penyaringan pasir yang lebih baik dibandingkan menggunakan cara yang manual. Selain itu, alat ini diharapkan dapat digunakan dalam berbagai proyek, sehingga dapat mendukung keberhasilan proyek.
Penentuan Beban Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan dengan Metode Work Load Analysis (Studi Kasus PT. XYZ) Javitz, Lazuardi Hanggara; Nugroho, Andung Jati
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5220

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan kreatif industry fashion yang berbasis handmade yang memproduksi tas rajut, dompet dan aksesoris lainnya. PT. XYZ dalam divisi produksi mempunyai waktu jam kerja pada hari Senin-Sabtu, dengan waktu kerja pekerja adalah hanya 1 shift, selama 8 jam per hari. Dimulai dari pagi pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan ketentuan jam istirahat 1 jam pada pukul 12.00 – 13.00. Data jam kerja karyawan ini akan dipergunakan dalam proses perhitungan work sampling. Aktivitas karyawan dibagi menjadi 2 aktivitas, yaitu aktivitas produktif dan non produktif (idle) yang nantinya akan diakumulasikan sesuai dengan waktu pengamatan work sampling. Setelah ditentukan interval waktu pengamatan sebagaimana tertera pada perhitungan, maka dapat diketahui data terkait waktu produktif dan non produktif yang dilakukan selama 3 hari, dengan pengamatan hari ke-1 pada tanggal 21 Maret 2024, pengamatan hari ke-2 pada tanggal 22 Maret 2024, dan pengamatan hari ke-3 pada tanggal 23 maret 2024. Perhitungan beban kerja menggunakan metode Work Load Analysis dibagi menjadi 3 (tiga) hari. Hari pertama besaran beban kerjanya yaitu 92%, hari kedua yaitu 91%, dan hari ketiga yaitu 89%. Beban kerja dianggap tidak berlebihan karena masih dibawah 100%. Usulan perbaikan maka dari itu, perusahaan lebih memperhatikan beban kerja yang diberikan pada karyawan agar produktivitas mengalami peningkatan sesuai target perusahaan. Bagi peneliti, peneliti sebaiknya melakukan penelitian tentang beban kerja pada bagian divisi lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6