cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA pada Materi Barisan dan Deret Geometri Nofita Damayanti; Kartini Kartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.926 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1162

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan matematis yang perlu dimiliki oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual pada materi barisan dan deret geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan wawancara secara luring. Subjek penelitian yaitu 19 siswa kelas XI MIA SMA Nurul Falah tahun ajaran 2020/2021. Analisis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diihat melalui indikator yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan menafsirkan hasil yang diperoleh. Hasil analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menunjukkan bahwa sebanyak 75,3% siswa telah memiliki kemampuan untuk memahami masalah yang disajikan dengan baik. Sementara itu, hanya 15,70% siswa yang melakukan penafsiran hasil yang perhitungan yang diperoleh.  Analysis of Mathematical Problem-Solving Ability of High School Students on the Geometric Sequences and Series AbstractMathematical problem-solving ability is one of the mathematical abilities which students must have. This research aims to analyze mathematical problem-solving ability in solving contextual problems on geometric sequences and series. This research is explorative research with qualitative and quantitative approaching. The data collection technique used was an offline test and face-to-face interview techniques. The subject of this research is 19 students of class XI MIA SMA Nurul Falah year 2020/2021. Analysis of students’ mathematical problem-solving ability is seen through four indicators, namely: understanding the problem, planning the problem solving, implementing the problem-solving plans, and interpreting the obtained result. The result of this research shows that 75,3% of students already can understand the problem. Meanwhile, only 15,70% of students interpret the result of the calculations. 
Kesalahan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Trigonometri Ditinjau dari Indikator Polya Ega Gradini; Bettri Yustinaningrum; Dina Safitri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.395 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1226

Abstract

AbstrakSiswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah Trigonometri yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa memecahkan masalah trigonometri ditinjau dari strategi pemecahan masalah Polya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 1 guru dan 20 siswa SMA. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Tes terdiri atas 5 masalah Trigonometri. Wawancara semi terstruktur diberikan pada; (1) guru untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran Trigonometri, dan (2) siswa untuk mengidentifikasi kesalahan dalam memecahkan masalah. Data dianalisis dengan tahapan berikut; (1) jawaban siswa diperiksa lalu di hitung skor untuk setiap masalah, (2) di identifikasi jenis kesalahan siswa pada setiap masalah, (3) persentase banyaknya siswa dihitung pada tiap jenis kesalahan, dan (4) siswa yang melakukan kesalahan diwawancara untuk mengetahui penyebab dan jenis kesalahan. Penelitian ini menemukan bahwa kesalahan siswa dalam memecahkan masalah Trigonometri adalah: (i) Kesalahan memahami masalah Trigonometri (57,73%); (ii) Kesalahan dalam merencanakan strategi (9,27%); (iii) Kesalahan menerapkan solusi (15,83%); dan (iv) kesalahan dalam memeriksa kembali (17,16%).  Student Errors in Solving Trigonometry Problems in View from Polya’ Problem Solving IndicatorsAbstractStudents have difficulty in solving trigonometric problems which have an impact on low learning outcomes. This article aims to analyze students' errors in solving trigonometric problems in terms of Polya's problem-solving strategy. This research is exploratory research using a descriptive qualitative approach. The research was conducted by involving 1 teacher and 20 high school students. The data of this study were collected through tests and interviews. The test consists of 5 Trigonometry problems. Semi-structured interviews were given on; (1) teachers to find out the difficulties experienced by students during the Trigonometry learning process, and (2) students to identify errors in solving problems. The data were analyzed in the following steps; (1) student answers are checked and then the score is calculated for each problem, (2) the types of student errors are identified in each problem, (3) the percentage of the number of students is calculated for each type of error, and (4) students who make mistakes are interviewed to find out the cause and the type of error. This study found that students' errors in solving Trigonometric problems were: (i) Misunderstanding of Trigonometric problems (57.73%); (ii) Errors in devising a plan (9.27%); (iii) Error in performing the plan (15.83%); and (iv) errors in looking back/ confirmation of the answer (17.16%).
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis Farah Febrianingsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.044 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1174

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan siswa untuk menemukan jalan penyelesaian yang tidak biasa, unik dan belum pernah ditemukan oleh orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 5 siswa kelas VII SMP/MTs di Brebes. Tingkat kemampuan berpikir kreatif dibagi menjadi 5 yaitu, kreatif sekali, kreatif, cukup kreatif, kurang kreatif dan tidak kreatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan 5 soal essay materi Aritmatika Sosial yang memuat indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran (fluency), kelenturan (flexybility), keaslian (originallity) dan kerincian (elaboration). Pada penelitian ini, diperoleh 3 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir sangat kreatif, 1 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif dan 1 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang rendah.   Students' Creative Thinking Skills in Solving Mathematical Problems  AbstractThe ability to think creatively is the ability of students to find solutions that are unusual, unique, and have never been found by others. The purpose of this study was to determine the level of creative thinking skills possessed by students. The approach in this study uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were 5 seventh-grade students of SMP/MTs in Brebes. The level of creative thinking ability is divided into 5, namely, very creative, creative, quite creative, less creative, and not creative. Data collection was carried out by giving 5 essay questions on Social Arithmetic material that contained indicators of creative thinking skills, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. In this study, it was found that 3 students had a very creative thinking ability level, 1 student had a creative thinking ability level and 1 student had a low creative thinking ability level. 
Mengeksplor Penalaran Spasial Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri Berdasarkan Gender Nurul Aini; Eny Suryowati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.354 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1183

Abstract

AbstrakPenalaran spasial penting untuk dibangun dan dikembangkan karena membantu siswa dalam memahami suatu konsep geometri. Namun, penalaran spasial siswa tahap operasional konkret masih jarang diteliti, sedangkan ditahap tersebut merupakan awal anak dalam memahami geometri. Tujuan penelitian adalah mengeksplor penalaran spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan gender. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen pendukung yaitu lembar tugas penalaran spasial dan pedoman wawancara. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes dan wawancara. Responden dari siswa kelas 5 MI AL-ASY’ARI Keras Diwek Jombang sejumlah 28 siswa, lalu subjek penelitian diambil 1 laki-laki dan 1 perempuan berdasarkan purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan siswa laki-laki lebih dominan dalam visualisasi spasial, siswa perempuan lebih dominan dalam orientasi spasial. Namun, pada rotasi spasial memiliki kemampuan penalaran spasial yang sama.  Exploring Students' Spatial Reasoning in Solving Geometry Problems Based on Gender AbstractSpatial reasoning is important to build and develop because it helps students understand a geometric concept. However, the spatial reasoning of students in the concrete operational stage is still rarely studied, while at this stage is the beginning of children in understanding geometry. The purpose of the study was to explore students' spatial reasoning in solving geometry problems based on gender. This type of descriptive qualitative research. Supporting instruments are spatial reasoning task sheets and interview guidelines. Data collection methods using tests and interviews. Respondents from class 5 students at MI AL-ASY'ARI Keras Diwek Jombang were 28 students, then the research subjects were 1 male and 1 female based on purposive sampling. The results showed that male students were more dominant in spatial visualization, female students were more dominant in spatial orientation. However, the spatial rotation has the same spatial reasoning ability. 
Etnomatematika Pada Bale Lumbung Sasak Any Tsalasatul Fitriyah; Mohamad Syafi'i
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.745 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1050

Abstract

AbstrakPenerapan konsep matematika pada dasarnya tidak terpisah dari kebudayaan. perlu dikembangkan suatu media informasi serta pembelajaran dengan menerapkan pendekatan yang bersifat etnomatematika. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas etnomatematika pada kegiatan produksi bale lumbung sasak di Desa Tamansari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desa Tamansari dipilih karena mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai tukang kayu. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk mendapatkan aktivitas matematika yang digunakan oleh tukang kayu sehari-hari. Aktivitas produksi bale lumbung pada penelitian ini meliputi aktivitas penyedian bahan, proses produksi serta penentuan harga jual. Hasil penelitian adalah para tukang kayu (pengrajin) bale lumbung telah menggunakan matematika dalam proses penyediaan bahan, meliputi aktivitas menghitung volume kebutuhan bahan. Pada proses produksi, para tukang kayu juga menggunakan perhitungan secara matematika untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu, para pengusaha bale lumbung juga menggunakan teori laba-rugi dalam menentukan harga jual bale lumbung agar tidak mengalami kerugian. Adapun yang mempengaruhi harga jual bale lumbung adalah kualitas bahan, tingkat kesulitan pekerjaan, serta jarak lokasi pemasangan.  Ethnomathematics at Bale Lumbung Sasak AbstractThe application of mathematical concepts is inseparable from culture. it is necessary to develop information and learning media by applying an ethnomathematical approach. This study aims to determine the ethnomathematical activities in the production of bale lumbung Sasak in Tamansari Village, Gunungsari District, West Lombok Regency. Tamansari Village was chosen because the majority of the people make a living as carpenters. This research is a qualitative type with an ethnographic approach. An ethnographic approach is used to obtain mathematical activities used by carpenters in everyday life. The production activities of the bale barn in this study include the activity of providing materials, the production process, and determining the selling price. The results obtained from this study are the bale barn carpenters (craftsmen) have used mathematics in the process of providing materials, including the activity of calculating the volume of material requirements. In the production process, the carpenters also use mathematical calculations to get maximum results. In addition, the bale barn entrepreneurs also use the profit and loss theory in determining the selling price of the bale barn so as not to suffer losses. What affects the selling price of the bale barn is the quality of the material, the level of difficulty of the work, and the distance from the installation location. 
Pengembangan Komik Petualangan Zahlen Sebagai Media Pembelajaran Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Pernando Cahyo Putro; Danang Setyadi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.716 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1041

Abstract

AbstrakMateri bangun ruang sisi datar berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi masih terdapat siswa yang kesulitan karena kurang memahami konsepnya. Dibutuhkan media yang dapat memvisualisasikan konsep bangun ruang sisi datar. Penelitian bertujuan mengembangakan media pembelajaran berupa komik Petualangan Zahlen yang valid, praktis dan efektif untuk peningkatan hasil belajar. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP sebanyak 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket daftar isian dan tes untuk menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil uji kevalidan menunjukkan persentase sebesar 90,14% (lebih dari 90%) yang artinya sangat Valid dan persentase kepraktisan sebesar 96,2% (lebih dari 90%) yang artinya sangat praktis, sedangkan pengujian paired t-test memperoleh perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Sehingga disimpulkan bahwa komik Petualangan Zahlen sudah valid, praktis, dan efektif untuk digunakan.   The Development of Zahlen's Adventure Comics as A Mathematics Learning Media on The Polyhedron AbstractThe subject of Polyhedron is often used in everyday life, but there are still students that had some difficulties understanding it due to the lack of understanding of the concept. We need a media that can visualize the concept of Polyhedron. This research aims to develop a learning media in the form of the “Petualangan Zahlen” Comic that is valid, practical, and effective in improving students' learning results. The type of study is research development using the development model of ADDIE. The subject is 10 students of 8th-grade junior high school. Data collection techniques used are questionnaires and tests to examine the validity, practicality, and effectiveness. The validity test results obtained the percentage of 90,14% (more than 90%) which was Valid and the percentage of practicality amounted to 96.2% (more than 90%), which indicates its practicality, whereas t-test paired testing obtained a significant difference between the pre-test and post-test. It is concluded that Zahlen's Adventure Comic is valid, practical, and effective to be used. 
Profil Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Himpunan Ditinjau Dari Self Efficacy Putri Ayu Loviasari; Helti Lygia Mampouw
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.93 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1014

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan karena fakta bahwa terdapat siswa yang belum mampu memecahkan masalah pada materi himpunan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah matematika siswa SMP terhadap materi himpunan ditinjau dari self efficacy. Subjek penelitian yaitu 3 siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Salatiga. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, didukung pedoman wawancara dan tes pemetaan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan subjek berkemampuan tinggi dan sedang mampu merencanakan strategi penyelesaian soal dengan baik yang mempermudahnya menyelesaikan soal menentukan komplemen gabungan dan irisan dua himpunan, sedangkan subjek berkemampuan rendah belum mampu; subjek berkemampuan tinggi, sedang maupun rendah memiliki rasa optimis dan keyakinan pada diri yang tinggi; subjek berkemampuan tinggi, sedang dan rendah konsisten, ulet dan tekun dalam menyelesaikan soal; subjek berkemampuan tinggi dan sedang mampu menjadikan kesalahan sebelumnya sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan dalam penyelesaian soal, sedangkan subjek berkemampuan rendah kurang mampu. Hasil ini memberikan gambaran bahwa subjek ketiga tidak memiliki self efficacy yang berbeda secara signifikan meskipun kemampuan pemecahan masalah berbeda-beda.  Profile of Solving Mathematical Problems on Set Materials in terms of Self Efficacy  AbstractThis research was conducted based on the fact that there are still students who have not been able to solve problems on the set material. This descriptive qualitative research aims to describe the profile of solving mathematical problems about sets by junior high school students in terms of self-efficacy. The research subjects were 3 students of class VIII of one of the public junior high schools in Salatiga. The main instrument is the researcher herself who is supported by interview guides, documents, and problem-solving mapping tests of the set. The results showed that high and low-ability subjects were able to plan the problem-solving strategy well which made it easier for them to determine the combined and sliced complement of two sets. Subjects with high, medium and low abilities have a sense of optimism and high self-confidence, are consistent, resilient, and diligent in solving set problems. High and medium-ability subjects can make previous mistakes as a guideline for achieving success in problem-solving, while low-ability subjects are less capable. These results illustrate that the third subject does not have different self-efficacy even though their problem-solving abilities differ. 
Media Ludopoli pada Materi Aritmatika Sosial dalam Melejitkan Keaktifan Siswa Rahma Daniatun; Mukh. Nasihin; Fatimah Fatimah; Syarif Syarif
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.107 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1005

Abstract

AbstrakLudopoli dikembangkan sebagai media pembelajaran matematika. Dalam artikel ini, disajikan temuan bahwa ludopoli berperan meningkatkan pemahaman konsep bagi para murid. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berharap dapat mengumpulkan data yang mencerminkan keterlibatan murid dengan penggunaan media ludopoli dalam pembelajaran aritmetika sosial. Penelitian mengunakan metode deskriptif kualitatif, dengan subjek murid kelas VII salan satu SMP di Malang sebanyak 19 siswi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keaktifan murid sebesar 90,93 persen dengan kategori tinggi. Keaktifan itu ditandai dengan kesungguhan murid saat mencoba perangkat media ludopoli dan pembahasan kelompok hingga mampu menguraikan persamaan aritmetika sosial.  Ludopoli Media on Social Arithmetic Materials in Boosting Student Activity  AbstractLudopoli is one of the mathematical learning media that has been advanced. Based on the results of the trials that have been done, Ludopoli media helps students improve their understanding of concepts. Based on this, the researcher wants to obtain information that describes the activeness of students with the application of Ludopoli media in social arithmetic learning. The research used a qualitative descriptive method, with the subject of class VII students from one junior high school in Malang as many as 19 students. The outcomes of the analysis conducted by the researcher showed that the activeness of students was in a high category with a percentage of 90,93%. This activeness is shown by the seriousness of students in conducting experiments using Ludopoli media and group discussions so that they can find social arithmetic formulas.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik SMP Ditinjau dari Self Efficacy Rahmad Prajono; Dayangku Yasmin Gunarti; Mustamin Anggo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.77 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1072

Abstract

AbstrakUntuk berbagai tingkatan self efficacy, kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh peserta didik di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VIII ditinjau dari self efficacy. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif.  Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang peserta didik yang berasal dari kelas VIII-1 yaitu subjek self efficacy tinggi, sedang dan rendah. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket self efficacy, tes Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM) serta wawancara. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Peserta didik dengan self efficacy tinggi memiliki KBKM yang sangat baik; (2) Peserta didik dengan self efficacy sedang memiliki KBKM yang cukup baik; dan (3) Peserta didik dengan self efficacy rendah memiliki KBKM yang kurang baik. Dari hasil ini, guru disarankan memperhatikan aspek self efficacy peserta didik dalam upaya melatih kemampuan berpikir kritis matematis.  Analysis of the Mathematics Critical Thinking Ability of SMP Students Reviewed from Self Efficacy  AbstractFor various levels of student self-efficacy, mathematical critical thinking skills are skills that must be possessed by students in the 21st century. This study aims to analyze the mathematical critical thinking skills of class VIII students in terms of self-efficacy. This type of research is exploratory with a qualitative descriptive approach. The subjects in this study were 3 students who came from class VIII, namely the subject of a high, medium, and low self-efficacy. The instrument in this study used a self-efficacy questionnaire, a Mathematical Critical Thinking Skills (MCTS) test, and interviews. Check the validity of the data using time triangulation. Based on the results of this study, it was concluded that: (1) Students with high self-efficacy had a very good MCTS; (2) Students with moderate self-efficacy have a fairly good MCTS; and (3) Students with low self-efficacy have poor MCTS. From these results, teachers are advised to pay attention to aspects of students' self-efficacy in an effort to train mathematical critical thinking skills.
Self-Confidence Matematika Siswa dalam Penerapan Pembelajaran Online Ikhsan Faturohman; Eris Iswara; Sumanang Muhtar Gozali
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.81 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1048

Abstract

AbstrakSalah satu kemampuan afektif yang harus dimiliki siswa adalah self-confidence. Awal tahun 2020 sistem pendidikan Indonesia menerapkan pembelajaran secara online karena Covid-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis self-confidence siswa dalam pembelajaran matematika pada saat penerapan pembelajaran secara daring. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 11 Garut. Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu, dengan pertimbangan subjek mau bekerjasama selama penelitian dan dipilih satu kelas sebanyak 32 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket secara online melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan interpretasi Self-Confidence siswa dalam pembelajaran matematika secara umum kelas XI di SMA Negeri 11 garut berada pada kategori sedang atau cukup yang berada pada rentang 2624 ≤ S < 3423. Interpretasi Self-Confidence siswa pada aspek percaya dengan kemampuan diri yang dimiliki dengan kategori cukup, aspek menunjukkan kemandirian dalam mengambil keputusan dengan kategori baik, aspek menunjukkan rasa optimis, bersikap tenang, dan pantang menyerah dengan kategori cukup, dan aspek Menunjukkan kemampuan beradaptasi dan bersoasialisasi dengan baik dengan kategori cukup.  The self-Confidence of Student Mathematics in The Application during Online Learning AbstractOne of the affective abilities that students must have is self-confidence. Early in 2020, the Indonesian education system implemented online learning due to Covid-19. This study aims to analyze students' self-confidence in mathematics learning during the application of online learning. This study uses a qualitative descriptive method with a population of all grade XI students of SMA Negeri 11 Garut. The sample was chosen based on purposive sampling, with consideration of the subject willing to cooperate during the study, and selected one class of 32 students as a research sample. The research instrument used is a questionnaire. Data collection techniques are done by providing online questionnaires through a google form. The results showed students' self-confidence in mathematics learning grade XI at SMA Negeri 11 Garut was in the moderate or moderate category which was in the range of 2624 ≤ S < 3423. Interpretation of students' Self-Confidence on the aspect of believing in their abilities in the medium category, the aspect showing independence in making decisions in the high category, the aspect showing a sense of optimism, being calm, and unyielding in the medium category, and the aspect showing the ability to adapt and socialize with good in the medium category. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue