cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 15 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI SMP KRISTEN TOMOHON Derel Filandy Kaunang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1637.49 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.31

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran langsung pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Kristen Tomohon yang terdiri dari enam kelas sedangkan sampel yang diambil adalah dua kelas yang homogen yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen terdiri dari 24 orang siswa dan kelas kontrol terdiri dari 24 orang siswa. Penelitian ini merupakan model rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu: RPP dan LKS. Data diambil dan dikumpulkan dari tes hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini adalah selisih hasil belajar siswa yang diperoleh dari skor pretes dan posttest pada materi persamaan garis lurus. Pada data diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan dengan pembelajaran langsung. Berdasarkan analisis data dengan uji t diperolah bahwa thitung = 2,824 > ttabel = 2,013 untuk a = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran langsung. AbstractThe aim of this research is to investigate the difference between students' learning outcomes taught by Realistic Mathematics Education (RME) approach and the students taught by direct learning on the equation of straight line in class VIII SMP. This research is used experimental method. The population is all students of class VIII SMP Kristen Tomohon consists of six classes while the samples are two homogeneous classes which are class VIIIA as an experiment class and class VIIIB as a control class. The experimental class consists of 24 students and the control class consists of 24 students. This research is a design model of Pretest-Posttest Control Group Design. The learning devices used are: RPP and LKS. The data are gathered and collected from students' learning outcomes. The data in this research are the differences of the students' learning result obtained from the pretest and posttest scores on the equation of straight line equation. The average of student learning outcomes taught with Realistic Mathematics Education (RME) approach is higher than the average of student learning outcomes taught with direct learning based on the obtained data. Furthermore, the  data analysis with t test is tcount = 2,824 > ttable = 2.013 for a = 0,05. Based on the result of this research, it can be concluded that there is a difference in the average results of students' learning outcomes taught by Realistic Mathematics Education (RME) approach and students are taught by direct learning.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII Kabita Camelia Putri; Sutriyono Sutriyono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1706.485 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.358

Abstract

AbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran matematika yang diupayakan guru matematika SMP Negeri 3 Karanganyar belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Akibatnya hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Karanganyar belum maksimal. Penelitian bertujuan meningkatkan  pengaruh metode pembelajaran STAD pada pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada materi persamaan linear dua variabel. Hasil penelitian dalam dua siklus adalah sebagai berikut: hasil belajar sebelum dilakukan tindakan adalah 18,75 % siswa tuntas belajar dan 81,25% belum tuntas belajar.Setelah dilakukan tindakan I diperoleh hasil belajar 68,75% siswa tuntas belajar dan 31,25% belum tuntas belajar. Hasil belajar pada siklus kedua tindakan adalah 93,75% siswa tuntas belajar dan 6,25 % siswa tidak tuntas belajar. Artinya pemberian tindakan dengan penerapan metode STAD memberikan dampak pada hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh metode STAD pada pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Karanganyar. AbstractThis classroom action research is based on the fact that mathematics learning by mathematics teacher of SMP Negeri 3 Karanganyar has not shown satisfactory result.  As a consequnce the results of mathematics learning in grade VIII students SMP Negeri 3 Karanganyar not maximized. The study was aimed to improve the influence of STAD learning method on the learning of mathematics on the learning outcomes of students of class VIII on two linear equations. The results of the research in two cycles are as follows: learning outcomes before the action is 18.75% students had completed the learning and 81.25% students had not completed learning. After doing the action I was obtained the results of learning 68.75% students complete study and 31.25% did not complete learning. Learning outcomes in the second cycle of action is 93.75% of students succeed the learning and 6.25% of students did not complete learning. This means that the provision of action with the application of STAD method gives an impact on student learning outcomes. The conclusion of the research is thaf the effect of STAD method can be found on the learning of mathematics on the result of the students' learning in grade VIII SMP Negeri 3 Karanganyar.
STUDENT’S METACOGNITION: DO INTRAPERSONAL INTELLIGENT MAKE ANY DIFFERENCE? Nur Rokhima; Harina Fitriyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.522 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.36

Abstract

AbstrakMetakognisi adalah kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya untuk merencanakan, mengamati, dan mengevaluasi. Selain itu, kecerdasan siswa memiliki peran penting untuk menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses metakognitif siswa dalam rangka menyelesaikan masalah matematika yang ditinjau dari kecerdasan intrapersonal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek ini terdiri dari tiga jenis siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi, rata-rata, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, tes pemecahan masalah matematika (TPMM) dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memiliki kecerdasan intrapersonal tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika melakukan perencanaan, pengamatan, dan evaluasi kegiatan di setiap tahap polya. Subyek intelijen interpersonal rata-rata berada di tahap memahami masalah, mengatur dan menerapkan rencana pemecahan masalah. Mereka telah melakukan semua kegiatan metakognitif, tetapi tidak melakukan perencanaan, mengamati, dan mengevaluasi kegiatan di tahap crosschecking. Subjek kecerdasan intrapersonal rendah berada di tahap memahami masalah, perencanaan, pengamatan, dan evaluasi. Namun, dalam mengatur penyelesaian masalah, mereka hanya melakukan perencanaan dan pengamatan tanpa mengevaluasi. Dalam tahap menerapkan rencana pemecahan masalah, mereka hanya melakukan perencanaan tanpa mengamati dan mengevaluasi. Selain itu, mereka tidak melakukan kegiatan metakognitif dalam tahap evaluasi. AbstractMetacognition is the awareness of someone about his thinking process in order to plan, observe, and evaluate. Besides, the student’s intelligence has an important role to accomplish the problem. The objective of this research is to know the students’ metacognitive process in order to accomplish mathematic problem reviewed from their intrapersonal intelligence. This research used descriptive qualitative approach. The subject consists of three kinds of students who have high, average, and low intrapersonal intelligence. The instruments are questionnaire, mathematic problem solving test (TPMM) and interview. The data were analyzed by using reduction of data, presentation of data, and conclusion. The result showed that the subject who has high intrapersonal intelligence in accomplishing the mathematic problem did planning, observing, and evaluating activities in every polya stage. The average interpersonal intelligence subject was in the stage of understanding the problem, arranging and implementing the problem solving plan. They had done all metacognitive activities, but did not do planning, observing, and evaluating activities in the crosschecking stage. The low intrapersonal intelligence subject was in the stage of understanding the problem, planning, observing, and evaluating. However, in arranging the problem solving, they only did planning and observing without evaluating. In the stage of implementing the problem solving plan, they only did the planning without observing and evaluating. In addition, they did not do metacognitive activities in the evaluation stage.
HUBUNGAN ANTARA SELF-CONFIDENCE TERHADAP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA PADA MATERI LINGKARAN Senja Noviani Dewi; Eva Dwi Minarti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.472 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.37

Abstract

AbstrakSecara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara self-confidence siswa dan kemampuan pemecahan masalah  matematik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa  SMP Negeri di Kota Bandung. Sedangkan sampel penelitiannya sebanyak 35 orang yang ditetapkan secara purposif pada salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan nontes, adapun instrumen tes sebanyak 6 soal untuk menganalisa kemampuan pemecahan masalah matematik siswa sedangkan instrumen nontes sebanyak 25 skala pernyataan yang digunakan untuk menganalisa self confidence siswa dalam pembelajaran matematik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah secara signifikan Self-confidence siswa tentang matematika dalam pembelajaran mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. AbstractIn general, the purpose of this research is to find out whether there is relationship between students’ self-confidence and students’ mathematic problem solving skill. The method of this research is survey method with corellation technique. The population of this research is students of a state junior high school in Bandung. While, the sample of this research is 35 students which is decided by purposif sampling in a state junior high school in Bandung. The instrument in this research is test and non-test instrument, in which test instrument consists of six questions to analyze students’ mathematic problem solving skill, while non-test instrument consists of twenty five scale statement which is used to analyze students’ self-confidence in mathematic learning. Conclusion of the result of this research is significantly , students’self-confidence in mathematic learning influence students’ mathematic problem solving.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI BENTUK ALJABAR Mulyani, Ai; Indah, Eneng Kurnia Nur; Satria, Angga Permana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.215 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat pada materi bentuk aljabar. Subjek terdiri dari 35 siswa. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan pemahaman matematis, hasil angket siswa, dan dokumentasi. Hasil tes dianalisis sesuai indikator kemampuan pemahaman matematis, yaitu menerapkan rumus dalam perhitungan sederhana dan mengerjakan perhitungan secara algoritmik, mengaitkan satu konsep dengan konsep lainnya dan mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari sebelumnya dengan konsep yang terdapat pada bentuk aljabar. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa SMPKabupaten Bandung Barat masih rendah. Hal ini terbukti bahwa siswa tidak dapat menerapkan rumus dalam perhitungan sederhana dan mengerjakan perhitungan secara algoritmik, mengaitkan satu konsep dengan konsep lainnya dan mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari sebelumnya dengan konsep yang terdapat pada bentuk aljabar, sehingga siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal, tidak tertantang menyelesaikan soal matematika yang tidak rutin, gugup dalam menjawab pertanyaan tentang materi matematika yang kurang dipahami, ragu-ragu dapat mempelajari sendiri materi matematika yang sulit, tidak dapat menemukan cara baru ketika sulit mengerjakan soal matematika dan menghindari memilih soal latihan matematika yang sulit. This research is aimed to know mathematical comprehension ability of junior high school student in Kabupaten Bandung Barat on the material of algebra. The students consist of 35 students. Data collected in the form of result test of mathematical comprehension ability, student questionnaire result and documentations. The result of test is analyzed according to mathematical comprehension ability indicator, which is applying the formula in simple calculation and doing calculation algorithmically, connecting one concept with another concept and be able to apply concept that has been learned previously with the concept in algebra. Based on data analysis that the ability of junior high school student mathematical comprehension is still low, it is proven that student cannot apply the formula in simple calculation and carry out calculation algorithmically, connecting one concept to another concept in algebra. So, student gets difficulty in doing the cases. Student gets difficulty in understanding question, have no challenge in doing mathematic cases rarely given, be nervous in answering question about mathematic material that is poorly understood, be hesitance in learning for themselves difficulty mathematic material, cannot find a new method while getting difficult to do mathematic question and avoiding to choose the difficult mathematic exercise.
Analisis Pedagogical Content Knowledge Mahasiswa Calon Guru Pada Program Studi Pendidikan Matematika Ade Irfan; Anzora Anzora; Tuti Marjan Fuadi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.989 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pedagogical content knowledge mahasiswa calon guru pada program studi pendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abulyatama Aceh. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain triangulasi, dimana peneliti mengumpulkan data dari beberapa sumber dan metode yang berbeda, membandingkan hasilnya dan menggunakan hasil temuan untuk melihat apakah saling memvalidasi satu sama lainnya. Data tentang pedagogical content knowledge mahasiswa calon guru kemudian dipaparkan apa adanya sehingga jenis penelitian ini dikategorikan dengan penelitian deskriptif-kualitatif dengan desain triangulasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) orang mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Abulyatama yang telah menyelesaikan matakuliah micro teaching atau sedang praktek pengalaman lapangan. Instrumen penelitian ini adalah lembar tugas berbasis masalah, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan analisi data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992), yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa content knowledge mahasiswa calon guru program studi pendidikan Matematika FKIP Universitas Abulyatama berada pada kategori rendah sampai sedang dengan skor 1 sampai dengan 2. Sementara itu, pedagogical knowledge mahasiswa calon guru program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Abulyatama berada pada kategori rendah sampai sedang dengan skor 1 sampai dengan 2. This study aimed to determine pedagogical content knowledge of prospective students in mathematics education program Faculty of Teacher Training and Education University Abulyatama Aceh. To achieve this objective, this study used a qualitative approach with triangulation design, in which the researchers collected data from several different sources and methods, compared the results and used the findings to see if mutually validate each other. Data about pedagogical content knowledge of prospective teacher students were then presented as it is so that this type of research was categorized by descriptive-qualitative research with triangulation design. The subjects in this study were 3 (three) students of mathematics education program of FKIP University Abulyatama who had completed micro teaching courses or were practicing field experience. The instruments of this research were problem-based task sheets, interview guides, and observation sheets. Data analysis used in this study based on data analysis developed by Miles and Huberman (1992), namely data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions / verification. Based on the research, it is known that the content knowledge of the prospective teachers of the study program of Mathematics Education of FKIP Universitas Abulyatama was in the low to moderate category with the score of 1 to 2. Meanwhile, pedagogical knowledge of the candidate of the teacher of the mathematics education program of FKIP Universitas Abulyatama was in low to moderate category with a score of 1 to 2.
PROFIL PENYELESAIAN SOAL TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Vina Budiarti; Lestariningsih Lestariningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.636 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.30

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan profil penyelesaian soal persamaan trigonometri siswa SMA kelas XI ditinjau dari kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wonoayu. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas XI, yaitu: 1 siswa berkemampuan matematika tinggi, 1 siswa berkemampuan matematika sedang, dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian terdiri dari: 1. Tes kemampuan matematika untuk pemilihan subjek; 2. Tes menyelesaikan soal; 3. Wawancara yang diajukan pada masing-masing kategori siswa untuk mengetahui keabsahan dari jawaban yang telah dikerjakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: profil penyelesaian soal persamaan trigonometri siswa SMA kelas XI di SMA Negeri 1 Wonoayu ditinjau dari kemampuan matematikanya, siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan, siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang belum mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan (siswa berkemampuan matematika sedang mampu memenuhi 5 indikator saja), siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah tidak mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi semua indikator secara keseluruhan. AbstractThe purpose of this study was to describe the profile of problem solving in trigonometry equations of high school students of class XI based  mathematics ability. This type of  research is qualitative research. This research was conducted at SMA Negeri 1 Wonoayu. The subjects of this study are 3 students of class XI, namely: student with high mathematics ability, student with moderate mathematics ability, and student with low mathematics ability. The main instrument is the researchers and the supporting instruments used in the study consist of: 1. Mathematics ability test; 2. solving problem test; 3. Interview guideline. The results showed that profile of problem solving trigonometry equations of high school students of class XI in SMA Negeri 1 Wonoayu viewed from the mathematical ability, student who has high mathematics ability to solve the problem by fulfilling all the indicators as a whole, students who has moderate mathematics ability is not yet able to solve the problem by meeting all indicators overall (math-capable students are able to meet only 5 indicators), student who has low mathematics ability is not able to solve the problem by meeting all indicators overall.
ANALISA KESALAHAN KONSEP PECAHAN PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 13 SATU ATAP TANJUNGPINANG Alifah Yulianingsih; Febrian Febrian; Alona Dwinata
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.582 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.22

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep pecahan pada siswa dengan menganalisa lebih dalam kesalahan yang siswa lakukan saat mengerjakan beberapa soal yang diberikan, sehingga studi ini mengambil desain studi kasus, dengan mengambil subjek studi siswa kelas VII A SMP Negeri 13 Satu Atap Tanjungpinang yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara, tes yang digunakan merupakan tes jawaban singkat dan tes uraian yang berjumlah 14 soal dengan indikator soal yang berbeda-beda, untuk membantu peneliti mengetahui lebih dalam  cara berfikir siswa saat mengerjakan tes maka digunakan instrumen wawancara terstruktur terbuka dengan bantuan alat perekam suara (audio recorder). Hasil analisa yang dilakukan ditemukan bahwa siswa melakukan kesalahan konsep dihampir semua soal dengan persentasi kesalahan di soal 1 sebesar 62%, soal 3 sebesar 80%, soal 4 sebesar 25%, soal 5 sebesar 50%, soal 6a dan 6c sebesar 83%, soal 6b, 6d, 6e sebesar 100%, dan soal cerita di soal 8 dan 9 sebesar 86% dan 7%.Kata kunci: kesalahan konsep, pecahan, SMPN 13 satap TPI  AbstractThis study aims to find out the fraction of the concept of fractions in students by analyzing more in the mistakes that students do while working on some given questions, so this study takes the case study design, by taking the subject of the study of class VII A SMP Negeri 13 Satu Atap Tanjungpinang which amounted to 30 person. The instruments used were tests and interviews, the test used was a short answer test and a 14 description test with different problem indicators, to help researchers know more in the way students think when doing the test then used an open structured interview instrument with the help audio recorder. The result of the analysis found that the students did the mistake of the concept in almost all the problems with the percentage of error in problem 1 of 62%, the problem 3 by 80%, the problem of 4 by 25%, about 5 by 50%, about 6a and 6c by 83% 6b, 6d, 6e by 100%, and the story in problem 8 and 9 is 86% and 7%Keywords: concept error, fractional, SMPN 13 satap TPI
PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1715.593 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.27

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini yaitu permasalahan masih rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas pembelajaran take and give dalam upaya mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis pada mahasiswa. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa tingkat III pada salah satu perguruan tinggi swasta di kabupaten Garut, dengan sampel yaitu mahasiswa tingkat IIIA dan IIIB. Instrumen dalam penelitian ini yaitu berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis dalam bentuk pretest dan posttest. Analisis data yang dilakukan terhadap hasil pretest dan posttest yaitu diawali dengan uji normalitas, kemudian uji homogenitas dan uji-t. Hasil penelitian ini secara garis besar menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran take and give dan yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa, dimana mahasiswa yang memperoleh pembelajaran take and give memperoleh hasil akhir kemampuan pemahaman konsep matematis yang lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran take and give dapat secara efektif mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis. AbstractThe background of this research is the problem is still the low ability of understanding mathematical concepts in the students. The purpose of this study is to determine the effectiveness of learning take and give in an effort to develop the ability to understand mathematical concepts in students. The population in this study are third-grade students at one private college in Garut district, with a sample of students IIIA and IIIB. Instruments in this research is a test of ability to comprehend mathematical concepts in the form of pretest and posttest. Analysis of data conducted on the pretest and posttest results is started with the normality test, then homogeneity test and t-test. The results of this study broadly indicate that there is a difference in the ability of understanding mathematical concepts between students who receive learning take and give and who get the ordinary lecture learning, where students who get learning take and give gain the end of the ability of understanding the concept of mathematical better than those who obtained ordinary lecture lessons. This suggests that take and give learning can effectively develop the ability to understand mathematical concepts.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN KONVENSIONAL PADA MATA KULIAH KALKULUS INTEGRAL Reni Nuraeni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.897 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.29

Abstract

AbstrakMatematika merupakan ilmu abstrak, untuk mempelajarinya diperlukan kemampuan yang memadai. Salah satunya memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikannya dalam bentuk ide, simbol, maupun bahasa matematika. Selain itu, komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam matematika. Untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis diterapkan pembelajaran Group Investigation. Pembelajaran ini menekankan pada keaktifan mahasiswa ketika pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Garut, dengan sampel dua kelas mahasiswa tingkat II yaitu kelas B sebagai kelas eksperimen dan kelas C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan komunikasi matematis, yang digunakan pada pretest dan posttest. Analisis data pada hasil pretest diawali dengan uji normalitas kemudian uji Mann Whitney. Sedangkan analisis data pada hasil posttest diawali dengan uji normalitas, uji homogenitas, kemudian uji t. Secara garis besar, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran Group Investigation lebih baik daripada mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. AbstractMathematics is an abstract science, to learn it required adequate capability. One of which has the ability to communicate it in the form of ideas, symbols, and math language. Besides, communication is a very important part in mathematics. To develop mathematical communication abilities applied Group Investigations learning. This lesson emphasizes student activeness. Population in this research were students in one private college in Garut, with sample of two classes of students of grade two that is class B as experiment class and C as control class. The instrument used in this research is a test of mathematical communication ability, used in pretest and posttest. Data analysis on pretest result begins with normality test then Mann Whitney test. While data analysis on posttest result begins with normality test, homogeneity test, and t test. In general, the results of this study indicate that the mathematical communication skills of students who get Group Investigation learning better than students who get conventional learning.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue