cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP DDI SIBATUA PANGKAJENE Andi Yunarni Yusri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.743 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.329

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang notasi aljabar melalui kemampuan. Pemahaman dalam penelitian ini berarti kemampuan menerjemahkan (translasi), kemampuan menafsirkan (interpretasi), dan kemampuan untuk melakukan ekstrapolasi (ekstrapolasi). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 di sekolah dasar, terdiri dari 2 siswa dengan kemampuan verbal tinggi yang disebut subjek verbal tinggi (SVT), 1 siswa dengan subjek verbal menengah (SVS), dan 1 siswa dengan subjek verbal rendah (SVR ). Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang notasi aljabar berdasarkan kemampuan verbal mereka dalam terjemahan, interpretasi, dan ekstrapolasi. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara berbasis uji coba dengan subyek penelitian. Data penelitian divalidasi dengan metode triangulasi, yaitu wawancara dengan menggunakan pertanyaan utama seperti pertanyaan yang tercantum dalam TPNA. Data penelitian dianalisis dengan (a) mempelajari data subjek dan membandingkan data yang diwawancarai untuk mendapatkan data yang valid, (b) melakukan reduksi data dengan membuat abstraksi, (c) mengklasifikasi dan mengidentifikasi data untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman notasi aljabar dengan subjek verbal tinggi (SVT): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translate (translasi), (b) memahami konsep simbol tapi Blum mampu membedakan antara simbol dan variabel, (c) mampu menafsirkan makna notasi aljabar (simbol dan tanda) dengan baik; (2) pemahaman notasi aljabar medium verbal subject (SVS): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translate (translasi), (b) mengenali simbol namun belum dapat membedakan simbol dan variabelnya, c) mampu menafsirkan makna notasi aljabar (simbol dan tanda) dengan baik; (3) pemahaman notasi aljabar dengan subjek verbal rendah (SVR): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translasi (translasi), (b) mengenali simbol namun belum dapat membedakan simbol dan variabelnya, c) belum bisa menafsirkan makna notasi aljabar (simbol, variabel, dan tanda) dengan baik. AbstractThe purpose of the study is to describe the students’ understanding on algebraic notation through abilities. The understanding in this study means the ability to translate (translation), the ability to interpret (interpretation), and the ability to extrapolate (extrapolation). This study is a qualitative research. The subjects of this study are 4 fifth grade students in elementary school, consisted of 2 students with high verbal ability called as high verbal subject (SVT), 1 student with medium verbal subject (SVS), and 1 student with low verbal subject (SVR). The focus of this research is to describe the students’ understanding on algebraic notation based on their verbal abilities in translation, interpretation, and extrapolation. The data were collected by conducting test-based interview to the research subjects. The research data were validated by conducting triangulation method, namely interview using major questions as the questions stated in TPNA. Research data were analyzed by (a) studying the subject data and comparing interviewed data to obtain the valid one, (b) conducting data reduction by making the abstraction, (c) classifying and identifying the data to draw the conclusion. The results of the study reveals that (1) the understanding of algebraic notation of high verbal subject (SVT): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) understand the concept of the symbol but Blum was able to distinguish between symbols and variables, ( c) able to interpret the meaning of algebraic notation (symbols and signs) well; (2) the understanding of algebraic notation of medium verbal subject (SVS): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) recognize symbols but have not been able to distinguish the symbols and variables, (c) is able to interpret the meaning of the notation algebra (symbols and signs) well; (3) the understanding of algebraic notation of low verbal subject (SVR): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) recognize symbols but have not been able to distinguish the symbols and variables, (c) has not been able to interpret the meaning of algebraic notation (symbol, variable, and marks) well.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.82 KB)

Abstract

Abstract:Quasi experiment studies with experimental design ( the statistic group posttes design) aimed to determine differences in mathematical problem solving ability of students get the learning model two stay two stray with again learning model Numbered Head Together, as well as the attitude of students towards learning mathematics for teaching model Two stay Two stray with learning model Numbered Head Together. Data analysis can be carried out with test data normality. Mann whitney. The results of this study indicate : (1) there is a difference mathematical problem solving ability of students get the learning model Two stay two stray with a gain learning model Numbered Head Together; (2) student’s attitudes toward learning model Two stay Two stray and learning model Numbered Head Together in general the students to be kind to both the learning model.Abstak: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain eksperimen (the statistic group posttes design) bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Two stay Two Stray dengan yang mendapatkan model pembelajaran Numbered Head Together, serta mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika terhadap model pembelajaran Two stay Two Stray dengan model pembelajaran Numbered Head Together. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas data, Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Two stay Two Stray dengan yang mendapatkan model pembelajaran Numbered Head Together; (2) sikap siswa terhadap model pembelajaran Two stay Two Stray dan model pembelajaran Numbered Head Together secara umum siswa bersikap baik terhadap kedua model pembelajaran tersebut.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP DENGAN GRADED RESPONSE MODELS
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.155 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.346

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis merupakan elemen penting yang harus dimiliki siswa di sekolah. Namun kenyataannya kemampuan berpikir kritis yang dimiliki siswa saat ini berada pada kategori rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih berpikir kritis adalah dengan membiasakan siswa berlatih soal untuk mengembangkan pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dengan Graded Response Models (GRM). Kriteria berpikir kritis yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah FRISCO (focus, reason, inference, situation, clarity dan overview). Subjek penelitian adalah 3 orang siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga. Ketiga subjek diambil berdasarkan tiga kategori, yaitu siswa dengan kategori kemampuan  tinggi yaitu subjek A, berkemampuan sedang yaitu subjek B dan berkemampuan rendah yaitu subjek C. Hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematis siswa menunjukan bahwa subjek A memenuhi kriteria (focus, reason, clarity dan overview). Subjek B memenuhi kriteria (reason dan clarity). Subjek C memenuhi kriteria (situation). Berdasarkan perhitungan estimasi parameter butir soal dengan GRM, ketiga subjek memiliki kemampuan berpikir kritis rata-rata dengan nilai kemampuan antara 1,00 sampai -1,00. AbstractCritical thinking is an important element which students have in the school. However, the critical thinking in the students nowadays is in the lower level. One strategy that could improve the critical thinking is by giving and practicing the tasks to the students continually to upgrade their knowledge. This research aims to describe the students’ critical thinking of mathematic skill profile in Junior High School with Graded Response Models (GRM). The criterion of critical thinking that becomes the core in this research is FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarify, and Overview). The subject of the research is three students of Pangudi Luhur Junior High School Salatiga. Those three subjects were taken based on three categories which are A subject (the students who have high intelligence), B subject (the students who have standard intelligence), and C subject (the students who have low intelligence). The estimate parameter result of students’ mathematics critical thinking shows that the A subject fulfilled the criterion (focus, reason, clarity and overview), B subject fulfilled the criterion (reason and clarity), and C subject fulfilld the criterion (situation). Based on the calculation of estimate parameter, the questions and GRM, all of three subjects have an average critical thinking ability with skill score between 1,00 until -1,00. 
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA ANTARA KELOMPOK SISWA YANG MENDAPATKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENTS DIVISIONS (STAD)
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.357 KB)

Abstract

Abstract :This research use two tipe cooperatif learning, they are Teams Games Tournament and Student Teams Achievement Division. The study in this approach guided student’s attention to learn to understand the problem, how to, and what needed to solve matematik problem. The purpose in this research is to know the difference of increase problem solving of mathematics student ability who use Teams Games Tournament and Student Teams Achievement Divisions, with the significant is 5 %. Increase problem solving student of mathematic ability student who gets cooperatife learning type Teams Games Tournament different with students who gets Student Teams Achievement Division  learning. Abstrak :Penelitian ini menggunakan 2 jenis pembelajaran kooperatif, yaitu Teams Games Tournament dan Student Teams Achievement Division. Pembelajaran kooperatif  ini mengarahkan perhatian siswa untuk mempelajari, memahami masalah, bagaimana, dan apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningakatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang menggunakan metode Teams Games Tournament dan Student Teams Achievement Division. Dengan taraf signifikan 5 %. peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbeda dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran Student Teams Achievement Division.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Materi Statistika Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.04 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.26

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan studi literatur yang betujuan untuk mendeskripsikan Model Pembelajaran Berbasis Proyek yang diterapkan dalam materi statistika pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Dalam artikel ini juga menyajikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan telaah literatur dari penelitian yang relevan diperoleh kemampuan lierasi dan penalaran statistis baik siswa SMP maupun SMA masih dalam kategori rendah. Hal ini terjadi karena sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan. Dalam model pembelajaran berbasis proyek ini guru diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran yang melibatkan kerja proyek. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut  dapat berupa laporan dan presestasi. Adapun penilaian tugas proyek diawali dari proses perencanaan, pelaksanaan,  dan akhir tugas proyek. Oleh karena itu model pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran. Abstract (Conducting Project Based Learning in Statistics of 8th Grade Junior High School Students)This article is a literature study which aims to describe the Project-Based Learning Model that is applied in statistical material for students of grade VIII of junior high school. In this article also presents a Learning Implementation Plan (RPP) as an alternative in the implementation of learning. Based on the review of literature from relevant research, it was found that the ability and statistical statistics of junior and senior high schools were still in the low category. This happens because very much the text by the learning model is applied. In the learning, project, development, development and development models. The end result of the work can be in the form of reports and presentations. Arrange the work done from the project planning, implementation and final project. Therefore, project-based learning models can be used as an alternative in learning.
HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN OUTBOUND DENGAN PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.397 KB)

Abstract

Mengingat pentingnya peran SDM dalam perusahaan agar tetap dapat bertahan dalam iklim persaingan bebas tanpa batas, maka peran manajemen SDM tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab para pegawai atau karyawan, akan tetapi merupakan tanggung jawab pimpinan perusahaan. Pengelolaan manajemen tentu saja harus dilaksanakan oleh pemimpin yang professional. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menciptakan kondisi SDM sesuai dengan kebutuhan pembangunan negara, maka diperlukan Pendidikan dan Pelatihan para Pegawai. Pelatihan akan membantu organisasi mencapai sasaran serta berkontribusi terhadap pengembangan keseluruhan karyawan. Pelatihan diperlukan untuk membantu karyawan meningkatkan kualitas dalam melakukan pekerjaan, serta membantu meningkatkan keuntungan organisasi, tetapi juga essensial untuk mengembangkan pekerjaan dan proses transformasi pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut benar-benar bernilai.
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.707 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.418

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Adversity quotient mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015 dan mengetahui ada atau tidak adanya keterkaitan antara Adversity quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif korelatif. Menggunakan metode korelasional yang tujuannya untuk menyelidiki sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variabel yang lainnya. Berdasarkan hasil analsis data penelitian, bahwa tingkat Adversity quotient (AQ) mahasiswa jurusan pendidikan matematika FKIP Universitas Siliwangi angkatan 2015 secara umum berada pada kategori AQ sedang (camper). Sebesar 66% mahasiswa memiliki AQ sedang, dan umumnya memiliki IPK dengan predikat sangat memuaskan. 1 orang mahasiswa memiliki IPK dengan predikat pujian dan memiliki AQ tinggi (climber), 1 orang mahasiswa memiliki IPK dengan predikat pujian namun AQ nya berada pada kategori peralihan dari quitter ke camper, 14 orang mahasiswa memiliki IPK dengan tidak memiliki predikat namun AQ nya sedang (camper), dan 2 orang mahasiswa memiliki IPK dengan tidak memiliki predikat namun AQ nya berada pada kategori peralihan dari camper ke climber. Serta terdapat keterkaitan yang signifikan antara Adversity quotient dengan Indeks Prestasi Kumulatif. Adversity Quotient of Mathematics Education Students and Its Correlation with Their Grade Point AverageAbstractThe purpose of this research was to find out the 2015 adversity quotient of mathematics education students in academic year 2015 and find out whether there was link between Adversity quotient and the 2015 Grade Point Average (GPA) of this students or not. This research was descriptive correlative research. Using a correlational method which aims to investigate to what extent variations on one variable are related to the other variables. Based on the results of research data analysis, the level of Adversity quotient students majoring in mathematics education FKIP Siliwangi University class of 2015 in general is in the category of moderate AQ (camper). More precisely 66% of students have moderate AQ, and generally have a very satisfying GPA. One student has a GPA with a predicate of praise and has a high AQ (climber), one student has IPK with the title of praise but the AQ is in the transition category from quitter to camper, 14 students have GPA with no predicate but the AQ is camper, and two students have IPK with no predicate but the AQ is in the transition category from camper to climber. There is a significant relationship between Adversity quotient and Grade Point Average.
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematika melalui Pembelajaran Quantum dan Pembelajaran Langsung dengan Memperhitungkan Kemampuan Awal Siswa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.082 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.264

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini adalah eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana tingkat kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran quantum, 2) bagaimana kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung, 3) Apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada melalui pembelajaran langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Watansoppeng semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang berstatus SSN yang terdiri dari 8 sekolah dan dipilih 2 sekolah dan setiap sekolah dipilih 1 kelas sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis statistika deskriptif adalah: 1) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran quantum berada pada kategori baik, 2) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran langsung berada dalam kategori sedang. Melallui hasil analisis statistika inferensial diperoleh kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran langsung dengan memperhitungkan kemampuan awal siswa.ABSTRACTThis research is experiment involving two groups which were given different treatments. These research goals are to know 1) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Quantum Learning, 2) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Direct Instruction, 3) whether mathematical communication ability through Quantum Learning is higher than mathematical communication ability through Direct Instruction. Population in this research is all of students grade VII SMPN Watansoppeng even Semester year 2011/2012 whose status is SSN. Consist of 8 schools and chosen 2 schools and the each school chosen 1 class as research sample. Technique of collecting data is using mathematical communication ability test. The data is analyzed by using descriptive statistic and inferential. The result was get from descriptive statistic analyze are: 1) mathematical communication ability through quantum learning having good category, 2) mathematical communication ability through direct instruction having middle category. Result of inferential statistic analyze was get that mathematical communication ability trough quantum learning is higher than mathematical communication ability through direct instruction by considering students’ initial ability.
Pengembangan Bahan Ajar dengan Pendekatan Induktif untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.256 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.460

Abstract

AbstrakKemampuan representasi matematis berkontribusi terhadap prestasi belajar matematika. Di lapangan kemampuan representasi matematis masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar berupa modul dengan pendekatan induktif pada materi persamaan linear satu variabel untuk siswa kelas VII SMP/MTs, mengetahui learning obstacle (hambatan belajar) pada materi persamaan linear satu variabel, mengetahui kevalidan dari modul dan pedoman pembelajaran guru, serta  apakah terdapat peningkatan sesudah menggunakan modul ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), tetapi dibatasi hanya sampai tahap ADD dan diujicobakan secara terbatas pada kelas VII SMP Negeri 1 Tengahtani. Instrumennya adalah soal tes kemampuan representasi matematis, lembar pedoman wawancara, lembar validasi modul dan lembar validasi pedoman pembelajaran guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat learning obstacle saat dilakukan uji coba soal. Kemampuan representasi matematis siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 0,37 yang berarti nilai tersebut memiliki interpretasi sedang. Development of Teaching Materials with an Inductive Approach to Enhance the Capability of Mathematical Representation of Middle School StudentsAbstractThe ability of mathematical representation contributes to mathematics learning achievement. In the field, the ability of mathematical representation is still low. This research was conducted to develop teaching materials in the form of modules with an inductive approach to one variable linear equation material for class VII SMP / MTs students, to know the learning obstacle in one variable linear equation material, to know the validity of teacher learning modules and guidelines, and is there an increase after using this module. This study uses the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), but is limited only to the ADD stage and is tested on a limited basis in class VII Tengahtani 1 Public Middle School. The instruments are test questions of mathematical representation abilities, interview guideline sheets, module validation sheets, and teacher learning guideline validation sheets. The results showed that there was a learning obstacle when testing the problem. The ability of mathematical representation of students has increased with an average of 0.37 which means that the value has a moderate interpretation.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Means End Analysis Nur Asih; Sendi Ramdhani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.462 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.534

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA) lebih baik dari pada konvensional, untuk mengetahui sikap kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA), dan untuk mengetahui hambatan siswa dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitiannya adalah eksperimen kuasi dan desain penelitiannya Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON dengan sampel sebanyak dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI MIPA-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA-1 sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA) lebih baik dari konvensional. Hasil angket siswa kelas XI MIPA-3 memperoleh hasil hampir seluruhnya positif respon siswa terhadap model pembelajaran Means End Analysis (MEA).Kata Kunci: Kemandirian, MEA, Pemecahan Masalah Matematis. Increased Mathematical Problem Solving Ability and Student Learning Independence Using the Means-End Analysis Learning Model AbstractThe purpose of this research is to find out whether the improvement of students 'mathematical problem-solving abilities using the Means-End Analysis (MEA) learning model is better than conventional learning, to determine the attitudes of students' learning independence towards mathematics learning using the Means-End Analysis (MEA) learning model, and to find out the obstacles of students in solving problems mathematical problem solving abilities. The research method is a quasi-experiment and the research design is Nonequivalent control group design. The population in this study were all students of class XI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON with a sample of two classes. The sampling technique uses a purposive sampling technique. Class XI MIPA-3 as an experimental class and class XI MIPA-1 as a control class. The instruments were in the form of tests of mathematical problem-solving abilities, questionnaires, and interviews. Based on the results of data analysis, the improvement of students' mathematical problem-solving abilities using the Means-End Analysis (MEA) learning model is better than conventional. The results of the XI MIPA-3 class questionnaire obtained almost entirely positive student responses to the Means-End Analysis (MEA) learning model.Keywords: Independence, MEA, Mathematical Problem Solving.

Page 29 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue