cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
PENGARUH KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MAHASISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN LEARNING STARTS WITH A QUESTION Eka Fitri Puspa Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.451 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Learning Starts with a Question. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 5 pendidikan matematika Universitas PGRI Palembang tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 40 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen (Posttes-only control design). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Hasil penelitian yang didapat bahwa ada pengaruh metode pembelajaran Learning Starts with a Question terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa.This study aims to determine the capability is there any influence student understanding of mathematical concepts after the implementation of Learning Starts with a Question method. The research subject is the 5th semester student of mathematics education PGRI Palembang University academic year 2016/2017 which amounted to 40 people. The method used is experiment (Posttes-only control design). Data collection techniques were used that test. The research result obtained that no influence Learning Starts with a Question method of the ability student understanding of mathematical concepts.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN LEARNING TRAJECTORY YANG BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Khoirudin Khoirudin; Ilham Rizkianto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.726 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.34

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan problem based learning yang mengacu pada learning trajectory dan berorientasi kepada kemampuan penalaran matematis siswa.  Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Berdasarkan hasil penilaian kevalidan, RPP memenuhi kriteria sangat valid dengan perolehan skor 4,27 pada skala 5, sedangkan LKS memenuhi kriteria valid dengan perolehan skor 4,05 pada skala 5. Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria sangat praktis dengan perolehan skor angket respon siswa 3,38 pada skala 4 dan angket respon guru 3,73 pada skala 4. Berdasarkan penilaian keefektifan dari tes kemampuan penalaran matematis diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 88 dan siswa yang memperoleh nilai minimal pada kategori “baik” sebesar 91%. Keefektifan perangkat pembelajaran pada kemampuan penalaran matematis didukung oleh one sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. AbstractThis research aims to develop mathematics learning material that includes lesson plan and student worksheets based on problem based learning approach and learning trajectory with an orientation on students’ mathematical reasoning skill. The present study is a development research using ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the result of validation assessment, the lesson plan is “very valid” with a score of 4.27 on a scale 5, while validation assessment of student worksheets is “valid” with score 4.05 on scale 5. Based on the result of practicality, learning material is “very practical” with 3.38 on a scale 4 of student questionnaire and  3.73 on a scale 4 of teacher questionnaire. Based on the effectiveness assessment using mathematical reasoning student’s skill test, the average score of the class is 88 and 91% of students have minimum mathematical reasoning  skill in the “good” category. The effectiveness of the learning material on mathematical reasoning student’s skill is also proved by one sample t-test with level of significant 0.05.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DAN OPEN-ENDED Ulfah Syifa Alamiah; Ekasatya Aldila Afriansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.974 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i2.308

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa yang berdampak pada rendahnya kemampuan dalam menyelesaikan soal matematika yang menuntut kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan komunikasi matematis siswa antara yang mendapatkan model Pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education dan open-ended. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen 1 yang mendapat model pembelajaran PBL dengan pendekatan RME dan kelas eksperimen 2 yang mendapat model pembelajaran PBL dengan pendekatan Open-Ended. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Cikajang dengan sampel penelitiannya adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen 1 dan VII B sebagai kelas eksperimen 2. Materi yang dijadikan bahan penelitian yaitu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel (SPLSV). Instrumen penelitian ini berupa tes dengan bentuk uraian yang diberikan pada saat pretest dan posttest serta diberikan tes skala sikap siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education lebih baik dari pada pendekatan Open-Ended.Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa, Model Pembelajaran Problem Based Learning, Pendekatan Realistic Mathematics Education, Pendekatan Open-Ended.AbstractThis research is based on the low ability of students & apos mathematical communication whichhas an impact on the low ability to solve the mathematical problems that demand the students' mathematical communication ability. This study aims to determine the comparison of students' mathematical communication skills between Learning Problem Based Learning Model with Realistic Mathematics Education and open-ended approach. The benefit of this research in general is to provide an overview of PBL learning model with RME and open-ended approach to students & apos mathematical communication ability. The research method used in this research is a quasi experimental method consisting of two classes, namely experimental class 1 which received PBL learning model with RME approach and experiment class 2 which got PBL learning model with Open-Ended approach. The research was conducted in SMP Negeri 1 Cikajang with the research sample is class VII A as experimental class 1 and VII B as experiment class 2. The material used as research material is about system of equation and linear inequality one variable (SPLSV). The instrument of this research is a test with the form of description given at the time of pretest and posttest and given the students attitude scale test. From the results obtained pretest Ho accepted so it can be concluded that there is no significant difference in students' mathematical communication between experimental class 1 and experiment class 2. From the result posttest obtained Ha accepted, so it can be concluded mathematical communication skills between students who get the model of learning Problem Based Learning Using the Realistic Mathematic Education approach is better than the Open-Ended approach. While the scale of student attitudes processed with Likert scale and it can be concluded that students interpret both the PBL learning model with the approach of RME and open-ended.Keyword: Student Mathematical Communication Skill, Problem Based Learning Model, Realistic Mathematics Education Approach, Open-Ended Approach.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PRAKTIKUM ANALISIS DATA STATISTIK Rostina Sundayana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.594 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v1i1.170

Abstract

Kegiatan penelitian merupakan salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi, sehingga baik mahasiswa maupun dosen berkewajiban untuk melakukan kegiatan penelitian tersebut. Dalam melakukan penelitian, salah satu kegiatan peneliti adalah harus melakukan analisis data statistik. Kenyataan di lapangan pengolahan data ini masih dianggap hal yang sulit, sehingga perlu diupayakan jalan keluarnya untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam penelitian ini diungkap mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktikum analisis data statistika, diantaranya faktor kesiapan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah statistik secara teoritik, kualitas proses pembelajaran, dan tanggapan mahasiswa mengenai sarana dan prasarana laboratorium komputer. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa: dari masing-masing faktor tersebut berpengaruh secara signifikan dengan besar pengaruh sebagai berikut: 1) pengaruh kesiapan mahasiswa terhadap kemampuan praktikum sebesar 22,2%; 2) pengaruh kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah statistik secara teoritik terhadap kemampuan praktikum sebesar 19,2%; 3) pengaruh kualitas proses pembelajaran perkuliahan praktikum analisis data statistika terhadap kemampuan praktikum sebesar 28,9%; serta  4) pengaruh tanggapan mahasiswa mengenai kondisi sarana dan prasarana laboratorium komputer yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum terhadap kemampuan praktikum sebesar 30,6%; Adapun pengaruh secara simultan dari keekmpat faktor yang diteliti sebesar 96,4%.
MATHEMATICAL RESILIENCE MAHASISWA PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I MENGGUNAKAN PENDEKATAN EXPLISIT INSTRUCTION INTEGRASI PEER INSTRUCTION Elsa Komala
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.176 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.324

Abstract

AbstrakTujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan resiliensi matematik mahaisiwa dengan pendekatan explisit instruction integrasi peer instruction pada matakuliah Struktur Aljabar I.  Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes soal Ujian Akhir Semester untuk mengetahui kemampuan matematis mahasiswa dan angket resiliensi matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajarannya menggunakan pendekatan explisit instruction integrasi peer instruction memiliki resiliansi matematik sebagian besar positif, artinya mahasiswa memiliki sikap menyesuaikan diri terhadap pembelajaran matematika, yang memungkinkan mereka untuk terus belajar meskipun hambatan dan kesulitan terjadi, tekun, yakin dan tidak menyerah dengan kegagalan, mau mencoba ide-ide baru untuk menyelesaikan masalah matematis, mau bersosialisasi dan berdiskusi dengan lingkungan atau teman untuk mencari solusi lain dan menggunakan pengalaman kegagalannya untuk membangun motivasi dalam memunculkan ide dan menyelesaikan masalah matematis. AbstractThe purpose of this article is to describe the resilience of mathematics mahaisiwa with explicit explanation instruction of peer instruction integration in Algebra Structure I course. To get the result of research data used instrument in the form of test about final exam of Semester to know mathematical ability of student and mathematical resilience questionnaire. The result of the research indicates that the learning using explicit instruction approach of peer instruction integration has mostly positive mathematical resonance, meaning that students have the attitude of adjusting to mathematics learning, which enables them to keep learning even though obstacles and difficulties occur, assiduous, confident and do not give up with failure, want to try new ideas to solve mathematical problems, want to socialize and discuss with the environment or friends to find other solutions and use the experience of his failure to build motivation in generating ideas and solve mathematical problems.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN METODE KUMON DAN METODE KONVENSIONAL Nolis Widiawati; Deddy Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.762 KB)

Abstract

Abstract:This research used two models of learning, they were Kumon and Conventional. The purpose of this study was to determine whether the Kumon learning method is better than conventional learning methods on students' mathematics achievement in learning material cube and bar. Based on the results of the pretest data processing, obtained the conclusion there is no difference between the students' mathematical ability early experimental class one and class two experiments. Then learning in both the classroom was, until finally done posttest to determine differences in student mathematics achievement. Based on the posttest data processing, obtained the conclusion that the mathematics achievement of students who get Kumon learning method is better than the students who received conventional teaching methods.  Abstrak:Penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran Kumon dan Konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran Kumon lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pembelajaran Kubus dan Balok. Berdasarkan hasil pengolahan data pretest, didapat kesimpulan tidak terdapat perbedaan kemampuan awal matematik siswa antara kelas eksperimen satu dan kelas eksperimen dua. Kemudian pembelajaran di kedua kelas tersebut dilakukan, sampai akhirnya dilakukan postest. Berdasarkan pengolahan data postest, didapat kesimpulan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mendapatkan metode pembelajaran Kumon lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat metode pembelajaran Konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI PANGKAJENE Andi Yunarni Yusri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.453 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.341

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene pada materi pecahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang terdiri dari 12 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 439 orang. Adapun yang menjadi sampelnya adalah siswa kelas VII. Aritmatika yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat 15 orang siswa memperoleh nilai cukup, berarti (44.1%) siswa mendapat nilai pada rentang 55,00 – 69,99. Terdapat 17 orang siswa memperoleh nilai baik, berarti (50%) siswa mendapat nilai pada rentang 70,00 – 84,99. Dan terdapat 2 orang siswa memperoleh nilai sangat baik, berarti (5.9%) siswa mendapat nilai pada rentang 85,00 – 100. Dan nilai Fhitung > Ftabel (5.673 > 4.15), dengan taraf signifikansi 0.23, yang berarti bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pangkajene. AbstractProblem-solving skills are part of a very important mathematical curriculum. Learning model applied in this research is Problem Based Learning (PBL) learning model in mathematics subject in class VII SMP Negeri 1 Pangkajene on fractional material. The type of research used in this study is pre-experimental research. The population of this study is all students of class VII SMP Negeri 1 Pangkajene consisting of 12 classes with the number of students as much as 439 people. The samples are the students of class VII. Arithmetic taken by purposive sampling technique. This research was conducted in the odd semester of academic year 2017/2018. This study was conducted in 3 meetings. Overall research results show that there are 15 students who get enough value, 44.1% students get the value in the range 55.00 - 69.99. There are 17 students who get good grades, 50% students get grades in the range 70.00 - 84.99. And there are 2 students who get very good value, 5.9% students get the value in the range 85.00 - 100. And the value Fcount> Ftable (5.673> 4.15), with significance level 0.23, there is influence model learning problem based learning on the ability of solving problems of mathematics of grade VII students at SMP Negeri 1 Pangkajene.
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA BIDANG MATEMATIKA Bambang Sadiyono; Sri Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.64 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika, salah satu caranya adalah dengan menggunakan pendekatan CTL, karena dalam pendekatan CTL disamping pembelajarannya dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, anak juga dituntut aktif dalam memecahkan masalah. Dalam penelitian ini desain penelitiannya yang digunakan adalah deskriftif korelasional dari hasil penelitian diperoleh hubungan yang signifikan antara pendekatan CTL dengan prestasi belajar siswa dibidang matematika sebesar 0,612. Ini menunjukan tingkat korelasinya sangat kuat dimana fhitung(7,198) > ftabel (4,75) sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pendekatan CTL dengan prestasi belajar siswa dibidang matematika.
Pengaruh Teknik Takalintar terhadap Kemampuan Proses Kognitif Siswa Sekolah Dasar Fery Muhamad Firdaus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.589 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.127

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dari masalah rendahnya kemampuan proses kognitif siswa pada konsep perkalian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik takalintarterhadap kemampuan proses kognitif pada konsep perkalian di sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada siswa kelas III semester 1 tahun akademik 2017-2018 di Sekolah Dasar Negeri Nangela sebagai kelompok eksperimen, dan di Sekolah Dasar Negeri Cipaku 03 sebagai kelompok kontrol. Sampel penelitian yaitu 20 siswa dari masing-masing kelompok. Selama proses penelitian, kelompok eksperimen diberikan teknik takalintar, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi desain Two Group Randomized Subject Posttest Only. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor kemampuan proses kognitif siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji effect sizemenunjukkan nilai sebesar 0,892, dengan interpretasi termasuk pengaruh yang tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik takalintar memberikan pengaruh tinggi terhadap kemampuan proses kognitif siswa pada konsep perkalian. Oleh karena itu, teknik takalintardapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan proses kognitif siswa sekolah dasar. Abstract (The Effect of Takalintar Technique on Cognitive Processes Ability of Elementary School Students)This research is motivated from the problem of the low ability of students' cognitive processes on multiplication concepts. The aim of the study was to determine the effect of intelligent techniques on the ability of cognitive processes on the concept of multiplication in elementary schools. The study was conducted on third grade students of semester 1 of the 2017-2018 academic year in Nangela State Elementary School as an experimental group, and in Cipaku State Elementary School 03 as a control group. Research samples were 20 students from each group. During the research process, the experimental group was given takalintar techniques, while the control group was given conventional learning. The research approach used is a quantitative approach with the Two Group Randomized Subject Posttest Only quasi design experimental method. Data analysis was carried out by t-test. 0.05 significance level. The results showed a significant difference between students' cognitive process ability scores from the experimental group and the control group. The effect size test results show a value of 0.892, with interpretation including high influence. So it can be concluded that the takalintar technique has a high influence on the ability of students' cognitive processes on multiplication concepts. Therefore, takalintar technique can be an alternative learning that can be applied in an effort to improve the cognitive processing abilities of elementary school students.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE-MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN (C-MID) Teni Sritresna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.2 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa dalam belajar matematika. Cooperative-Meaningful Instructional Design (C-MID) merupakan salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Cooperative-Meaningful Instructional Design (C-MID) dengan yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMP di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis koneksi matematis dilakukan dengan uji nonparametrik Mann-Whitney U untuk pretes dan uji t untuk N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran CooperativeMeaningful Instructional Design (C-MID) lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.

Page 30 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue