cover
Contact Name
Ahmad Syauqi
Contact Email
sainsalami@unisma.ac.id
Phone
+62341551932
Journal Mail Official
syauqi.fmipa@unisma.ac.id
Editorial Address
Fakultas MIPA, Gedung Usman bin Affan Lantai 1 Kompleks Universitas Islam Malang, Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Alami (Known Nature)
ISSN : -     EISSN : 26571692     DOI : http://dx.doi.org/10.33474/j.sa.v3i2.8449
Alami menunjuk kepada material yang ada dalam makhluk hidup (ciptaan). Semua senyawa yang ada dalam tubuh makhluk hidup dan sintesis oleh peristiwa biokimia merupakan produk organik. Proses perubahan menuju mineralisasi oleh mikroorganisme merupakan peristiwa dekomposisi dan dalam hal ini juga terjadi dalam suatu kehidupan. Selanjutnya, biogeokimia merupakan suatu perputaran zat dan hal ini sangat penting dalam kehidupan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Kadar Vitamin C pada Selai Stroberi (Fragaria sp.) - Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Siti Rofiatun Nisa; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3382

Abstract

Food intake need ingredient containing vitamin C so that the body remains healthy as in the strawberry and Dragon fruit. One of the efforts to extend the power save and maintain the content of its nutrition value of processed products made with jam. The purpose of this research is to analyze the content of vitamin C in processed jam strawberries (Fragaria sp.) and Dragon fruit (Hylocereus costaricensis) in comparison with a concentration of fruit and Dragon fruit strawberries of differen; 1:1, 1:2, 1:3. The method used is the method of experiment with the design research in the form of a complete Random Design (CRD). Analysis of vitamin C using test qualitative and quantitative test methods for iodimetri. The research results obtained difference  between treatmen, and treatment of 1:3 resulted  2.,96 mg/100 g.The qualitative and quantitative test on vitamin C shows the result of the more strawberries are used then the higher levels of vitamin C.Keywords: mixed berries, iodometricABSTRAKAsupan makanan memerlukan bahan yang mengandung vitamin C agar tubuh tetap sehat seperti pada stroberi dan buah naga. Salah satu usaha untuk memperpanjang daya simpan dan mempertahankan kandungan gizinya dengan dijadikan produk olahan selai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan vitamin C pada hasil olahan selai stroberi (Fragaria sp.) dan buah naga (Hylocereus costaricensis) dengan konsentrasi perbandingan buah naga dan buah stroberi yang berbeda yaitu 1:1, 1:2, 1:3. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisa vitamin C menggunakan uji kualitatif dan metode iodimetri untuk uji kuantitatif. Hasil penelitian didapat beda sangat nyata antar perlakuan, dengan nilai perlakuan 1:3 tertinggi yaitu 24,96 mg/100 gram. Uji kualitatif dan kuantitatif pada vitamin C menunjukkan semakin banyak stroberi yang digunakan maka semakin tinggi kadar vitamin C-nya.Kata kunci: Campuran buah, Iodometri
Uji Efektivitas Biji Picung (Pangium edule Reinw) Tua Sebagai Bahan Pengawet Ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) Segar Iflahatul Basyariyah; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3415

Abstract

Kurisi Fish (Nemipterus nematophotus) is a fish with high enough protein content and low fat. The fish caught by fisherman in  Situbondo is quite abundant and if left too long will quickly undergo the process of decay. The study aims was to determine the effectiveness of the long-preserving fish curate by using the elderly picung seeds. The method used in this research was experimental method with treatment of fish; first, Kurisi fish without the picung seedslubrication on storage of 18oC, second, lubricated fish on storage of 18oC, third, lubricated fish on storage of 26oC and six replications rectively. Using the organoleptic assessment to determine the freshness level of observed fish and used Friedman test. The results showed the average organoleptic score first; 7.11 for the eye, 7.94 for texture, 6.16 for gills and 5.97 for smell and reaching time 40 hours of durable fresh. The second,  6.27 for eye 7.95 for texture, 6.21 for Gill and 7.35 to smell and reaches 48 hours time. The third, 6.09 for eye, 7.46 for texture,6.17 for gills and 5.98 for smelland  reaches 32 hours.Tthere is significance in the similar storage temperature. The old picung seeds are less effective as a Kurisi fish preservative.  Keywords: durable fresh, lubricated seed, organolepticABSTRAKIkan Kurisi (Nemipterus nematophotus) merupakan ikan dengan kandungan protein cukup tinggi dan lemak rendah. Ikan tangkapan nelayan Situbondo kondisi cukup melimpah dan bila dibiarkan terlalu lama akan cepat mengalami proses pembusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lama pengawetan ikan kurisi dengan menggunakan biji picung tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan I ikan kurisi tanpa pelumuran biji picung dengan penyimpanan suhu 18oC, perlakuan II ikan kurisi dilumuri biji picung dengan penyimpanan suhu 18oC, perlakuan III ikan kurisi dilumuri biji picung dengan penyimpanan suhu 26oC; masing-masing dengan 6 kali ulangan. Penilaian organoleptik untuk menentukan skor tingkat kesegaran pada ikan yang diamati dan digunakan yaitu uji friedman. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor organoleptik 7,11 untuk mata, 7,94 untuk tekstur, 6,16 untuk insang dan 5,97 untuk bau pada perlakuan tanpa biji picung dengan suhu 18OC mencapai waktu 40 jam. Perlakuan dengan picung diperoleh 6,27 untuk mata, 7,95 untuk tekstur, 6,21 untuk insang dan7,35 untuk bau mencapai waktu 48 jam pada suhu 18OC. Perlakuan ketiga 6,09 untuk mata, t,46 untuk tekstur, 6,17 untuk insang dan 5,98 untuk bau mencapai waktu 32 jam pada suhu 26OC. Tidak ada perbedaan nyata pada penyimpanan suhu yang sama. Biji picung tua kurang efektif sebagai bahan pengawet ikan kurisi.  Kata Kunci: daya tahan segar,lumuran, organoleptik
Uji Kandungan Vitamin A Tanaman Sawi (Brassica juncea L) Dan Wortel (Daucus corata L) Desa Bumiaji Dan Poncokusumo Siti Fatonah; Ahmad Syauqi; Saimul Laili
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.4439

Abstract

Vitamins are a complex compound that is needed by the body that serves to aid in the arrangement or metabolic processes in the body. Carrots are a multi-efficacy vegetable for public health. Carrot is a potential foodstuff to alleviate the disease problem of vitamin A because the content of carotene (Pro Vitamin A) in carrots can prevent the disease twilight (Blind chicken) and the problem of malnutrition. Mustard is a horticultural crop that can improve and facilitate digestion. Contains vitamin A, vitamin B and vitamin C. Research aim is to  test the content of vitamin A in mustard and carrots from Bumiaji and Poncokusumo . The method in this research used  a survey method to determine the content of vitamin A in mustard greens and carrots derived from Bumiaji and Poncokusumo villages. The number of repeats used in this study was 12 times. The result of Vitamin A in carrots from Bumiaji is an average of 0.3457% of the highest value of 722.3mg and the carrot from Poncokusumo with the highest value of 672mg. The mustard has percentage value from Bumiaji village is 0.069% i.e 69mg and from Poncokusumo with a percentage value of vitamin A amounted to 66 mg with an average of 51 mg. Both are not diffrent significantly.Kata kunci: vitamin A, carrot, mustard, Bumiaji, PoncokusumoABSTRAKVitamin adalah suatu senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yang berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses metabolisme di dalam tubuh. Wortel merupakan sayuran yang multi khasiat bagi kesehatan masyarakat.Wortel merupakan bahan biologi potensial untuk menjawab masalah penyakit kurang vitamin A yaitu kandungan karoten atau pro vitamin A, dapat mencegah penyakit rabun senja (buta ayam) dan masalah kurang nutrisi. Sawi sebagai tanaman hortikultura dapat memperbaiki dan memperlancar pencernaan.bagi yang mengkonsumsi dan mengandung vitamin A, B dan C. Telah di lakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji kandungan vitamin A  pada Sawi dan wortel dari Bumiaji dan Poncokusumo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesurvey untuk mengetahui kandungan vitamin A pada sayuran Sawi dan wortel yang berasal dari desa Bumiaji dan Poncokucumo.Ulangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua belas kali. Hasil yang didapat Vitamin A pada worteldari Bumiaji adalah rata-rata 0,3457% yaitu nilai tertinggi 722,3mg tiap 100 g dan wortel dari Poncokusumo dengan nilai persentasi tertinggi 0,672%, tertinggi 672 mg. Sedangkan untuk nilai persentase Sawi dari desa Bumiaji adalah 0,069% yaitu 69 mg tertinggi dan dari Poncokusumo dengan nilai 66 mg dengan rata-rata 51 mg. Keduanya tidak berbeda secara signifikan.Kata kunci: vitamin A, wortel, Sawi, Bumiaji, Poncokusumo
Analisis Perbandingan Kadar Protein Telur Itik (Khaki campbell) Sebelum dan Sesudah Perendaman dengan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) pada Pengasinan Ni'matul Maulidiyah; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3524

Abstract

Eggs as a source of animal protein consumed by the community are a side dish. Duck eggs have a relatively short shelf life. Duck egg protein is easy to be lysis (easily damaged) both natural damage and chemical damage. Adding the kitchen salt and decreasing pH with lime juice can affect the microbiologic activity particulary the bacteria. The purpose of the study is to analyze the levels of white protein and egg yolk before soaking and after soaking with lime juice (Citrus aurantifolia). The method in this study used the experimental method Complete Random Design (CRD) with 3 treatments, namely treatment I control (fresh eggs), treatment II before soaking and treatment III after soaking and six replications respectively. Protein testing uses the Kjeldahl method with spectrophotometric technique. The result of the analysis showed that the protein content of egg whites was not significant difference between the three treatments. While the analysis of protein content of egg yolks was differences in the average yield of the three treatments. Keywords: Protein, Duck Eggs, Salting before and afterABSTRAKTelur sebagai sumber protein hewani yang dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lauk.Telur itik mempunyai usia simpan relative pendek. Protein telur itik mudah mengalami lisis (mudah rusak) baik kerusakan alami maupun kerusakan kimiawi. Pemberian garam dapur dan penurunan pH dengan air jeruk dapat mempengaruhi aktivitas mikrobiologis khususnya bakteri. Tujuan penelitian untuk menganalisis kadar protein putih dan kuning telur itik sebelum perendaman dan sesudah perendaman dengan larutan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan I kontrol (telur segar), perlakuan II sebelum perendaman dan perlakuan III sesudah perendaman dengan 6 kali ulangan. Uji protein menggunakan metode Kjeldahl dengan Tekhnik Spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar protein putih telur tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiganya. Sedangkan analisis kadar protein kuning telur ada perbedaan hasil rata-rata dari ketiganya. Kata Kunci: Protein, Telur itik, Pengasinan sebelum dan sesudah 
Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum), Serai (Cymbopogon citratus) dan Sirsak (Annona muricata) sebagai Pestisida Nabati pada Kutu Daun (Aphis gossypll) Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Wahyu Eko Pranoto; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lesminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3600

Abstract

Chili plants is one of the leading horticultural commodities, but in increasing the production and quality of chili plants against pest attacks are not accompanied by good management and right, so this causes a decrease in the level of chili production. The aim of this research is to find out the combination reaction of garlic (Allium sativum), lemongrass (cymbopogon citratus) and soursop (Annona muricata) as natural pasticides against aphids (Aphis gossypll) of cayenne pepper (Capsicum frutescens). This research was conducted experimentally by using a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments of various kinds of concentrations namely 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%; repeated five times. In this study the mixture combination was higher at a concentration of 40% with a mortality of 43.6%.Keywords:: chili plants, pest Aphids, natural pesticide.  ABSTRAKTanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan namun dalam peningkatan produksi dan kualitas tanaman cabai terhadap serangan hama tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik dan benar, sehingga hal ini menyebabkan menurunnya tingkat produksi tanaman cabai. Penelitian bertujuan megetahui reaksi kombinasi bawang putih (Allium sativum), serai (cymbopogon citratus) dan sirsak (Annona muricata) sebagai pastisida alami terhadap hama kutu daun (Aphis gossypll ) tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens).  Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan AcakKelompok (RAK) dengan 5 perlakuan macam konsentrasi yaitu 0% , 10% , 20% , 30% , dan 40%; diulang lima kali.  Pada hasil penelitian ini kombinasi campuran lebih tinggi pada konsentrasi 40% dengan mortalitas 43,6 %.Kata kunci: cabai rawit, kutu daun, pestisida alami
Pengaruh Kombinasi Bahan Pengencer Air Kelapa, Kuning Telur dan Gliserol terhadap Normalitas Spermatozoa Ikan Mas (Cyprinus carpio L) Qudrati Rohmah; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3739

Abstract

Cryopreservation semen is one of the techniques used to defend the life-cell storage technique and the structural intact network in the long term at very low temperatures, but the use of improper diluent solutions in Cooling may cause abnormalities in the cells. The purpose of this research is to analyze the influence of the immaturity of spermatozoa clotting combination of coconut water, egg yolks, and glycerol against a goldfish's spermatozoa abnormality (Cyprinus carpio L.) with two different storage times. The research method of using spermatozoa thinners with the treatment of 3 variant combinations namely: A1 (70% coconut water: 20% egg yolks: 10% glycerol); A2 (60% coconut water: 30% egg yolks: 10% glycerol); A3 (50% coconut water: 40% egg yolks: 10% glycerol) each stored for 24 hours and 48h, with 4 x repeats. The research material is a goldfish spermatozoa (Cyprinus carpio L.) taken from a mature gonads. A test of spermatozoa abnormalities is performed using five points of view for each sample, calculated by the abnormalities of spermatozoa with the formula of abnormalities, and analyses using the One Way ANOVA test. The results showed that the combination of the 24 hour shelf life of A1 was not significantly different to the fresh sperm abnormalities. In the introduction of the A2 combination, and A3 indicates significantly different with the sig (0.022); Long storage time affects the abnormality of spermatozoa with sig (0.001) This suggests that the longer the Spermatozoa storage in a combination of thinners occurs increased abnormalities of the goldfish spermatozoa (Cyprinus carpio L).Keywords: abnormalities, spermatozoa, glycerol, Cyprinus carpio LABSTRAKKriopreservasi semen merupakan teknik untuk mempertahakan penyimpanan sel hidup dan jaringan yang utuh secara struktural dalam jangka panjang di suhu sangat rendah, larutan pengencer yang tidak tepat dalam pendinginan dapat menyebabkan abnormalitas pada sel. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pemberian pengencer pembekuan spermatozoa kombinasi air kelapa, kuning telur, dan gliserol terhadap abnormalitas spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio L.) pada dua waktu penyimpanan yang berbeda. Metode penelitian menggunakan pengencer spermatozoa dengan perlakuan 3 varian kombinasi yakni :A1 (70% air  kelapa : 20% kuning telur : 10% gliserol); A2(60% airkelapa : 30% kuning telur : 10% gliserol); A3 (50% air kelapa : 40% kuning telur : 10% gliserol) yang masing-masing disimpan selama 24 jam dan 48jam, dengan 4 x ulangan. Bahan penelitian adalah spermatozoa ikan mas(Cyprinus carpio L.) diambil dari gonad yang matang. Uji abnormalitas spermatozoa dilakukan menggunakan lima lapang pandang untuk masing-masing sampel, dihitung abnormalitas spermatozoa dengan rumus abnormalitas, dan dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pemberian kombinasi A1 masa simpan 24jam tidak berbeda secara signifikan terhadap abnormalitas sperma segar. Pada pemberian kombinasi A2, dan A3 menunjukkan berbeda signifikan dengan sig (0,022); lama waktu penyimpanan berpengaruh terhadap abnormalitas spermatozoa dengan sig (0,001) hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pengencer yang tepat dapat digunakan  dalammempertahakan nilai normalitas pada pengawetan spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio L).Kata kunci :Abnormalitas, spermatozoa, gliserol, Cyprinus carpio L
Perbandingan Kadar Gula Nektar dan Kadar Madu yang Dihasilkan Oleh Lebah (Apis mellifera) di Pusat Perlebahan Kota Batu Intani Sholihah Hafizatul; Hari Santoso; Ratna Djuniwati Lesminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3602

Abstract

Bees (Apis mellifera) from Europe and this bee has good adaptability to various types of climate and has the most production. This study aims to determine the difference between the concentrations of sugar nectar and the sugar  of honey that was produced by bees in the Honey bees center of Batu city. Nectar producing from flowers are found, each type of flowers were measured the sugar using a refractmeter Brix 58 – 90 % at different times, namely: morning and afternoon. There are 3 types of flowes found, namely eight flowers (Turnera ulmifolia), Paitan flowers (Tithonia diversifolia), and kenikir (Cosmos sulphureus). The parameters tested were the sugar content of honey that was produced by Apis mellifera. The data obtained was analyzed using the Anova (Analysis of Variance) test. The results of the analysis showed that the F test found no difference in the sugar concentrationt of nectar for each flower and honey sugar concentration at P value of 0.071. The average yield of nectar sugar from the three types of flowers (Kenikir, Paitan, and eight), respectively 38.0, 39.4, and 39.7, while the average yield of honey sugar levels respectively 37.9, 36.4, 37.6 Keywords: Sugar, Nectar, Honey, bee (Apis mellifera) ABSTRAK Lebah ( Apis mellifera ) berasal dari Eropa dan lebah ini memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis iklim serta memiliki tingkat prooduksi madu yang paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kadar gula nektar dengan kadar gula madu yang dihasilkan oleh lebah Apis mellifera di pusat perlebahan kota Batu. Bunga penghasil nektar yang ditemukan, setiap jenis bunga diukur kadar gulanya menggunakan refraktometer Brix 58 – 90 % pada waktu yang berbeda yaitu : pagi dan siang. Terdapat 3 jenis bunga yang ditemukan yaitu bunga pukul delapan (Turnera ulmifolia), bunga paitan (Tithonia diversifolia), dan bunga kenikir (Cosmos sulphureus). Adapun parameter yang diuji adalah kadar gula nektar dengan kadar gula madu yang dihasilkan Apis mellifera. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji F – Anova (Analysis of Variance). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada uji F ditemukan tidak adanya  perbedaan kadar gula nektar masing – masing bunga dengan kadar gula madu dengan nilai P 0,071. Hasil rata – rata kadar gula nektar  dari ketiga jenis bunga (Kenikir, Paitan dan Pukul Delapan) masing – masing 38.0 , 39.4 , dan 39.7. Sedangkan hasil rata – rata kadar gula madu masing – masing 37.9 , 36.4 , dan 37.6 .  Kata kunci: Kandungan gula, Nektar, Madu, lebah (Apis mellifera)

Page 1 of 1 | Total Record : 7